Pikiran, cerita, dan gagasan tentang buku dengan cara yang berbeda.

Topeng Bangsawan Taipan Tersingkap: Saat Pesta ‘Yang Mulia’ Berubah Menjadi Jamuan Berdarah

Topeng Bangsawan Taipan Tersingkap: Saat Pesta ‘Yang Mulia’ Berubah Menjadi Jamuan Berdarah

Keluarga kaya punya banyak hal untuk diwariskan. Rahasia adalah salah satunya.

Di balik rumah megah dan nama besar keluarga Sulinado, masa lalu menyimpan perkara yang belum benar-benar usai. Segalanya tampak mapan dari luar, tetapi hubungan di antara para anggotanya menyimpan keretakan yang tak kasatmata.

Sampai sebuah pesta ulang tahun mengubah segalanya.

Melalui novel Yang Mulia, Tiffany Tsao merangkai misteri keluarga yang perlahan mengusik gambaran kehidupan sempurna. Tragedi yang menimpa keluarga Sulinado menyisakan Gwendolyn sebagai penyintas, sekaligus membawanya pada pertanyaan yang tak mudah dijawab: seberapa jauh ia mengenal orang-orang yang selama ini dianggapnya paling dekat?

Sebab, mengungkap penyebab sebuah tragedi tidak selalu berarti memahami mengapa semuanya bisa terjadi. 🩸


Ketika Kedekatan Tak Lagi Menjamin Kepercayaan

Gwendolyn dan Estella tumbuh dengan ikatan yang erat, menjadikan satu sama lain tempat bersandar di tengah kehidupan keluarga Tionghoa-Indonesia yang kaya raya dan terpandang. Namun, status sosial tak serta-merta membuat keluarga mereka terbebas dari kebohongan.

Ikatan kedua saudari itu pun berubah menjadi mimpi buruk ketika Estella meracuni seluruh keluarganya, menyisakan Gwendolyn sebagai satu-satunya penyintas yang terbaring dalam keadaan koma.

Dalam perjuangannya untuk kembali sadar, Gwendolyn menelusuri ingatan demi memahami tindakan sang kakak. Kematian misterius tante mereka di laut, pernikahan Estella yang penuh penderitaan, serta pengkhianatan dan kebencian yang lama terpendam menjadi kepingan yang perlahan membentuk gambaran lebih besar.

Semakin banyak yang terungkap, semakin sulit bagi Gwendolyn untuk memercayai pemahamannya sendiri tentang orang-orang terdekatnya. Di antara kenangan yang kembali dan pertanyaan yang belum terjawab, ia harus menghadapi kemungkinan bahwa hubungan yang selama ini terasa paling aman justru menyimpan luka terdalam. 👁️


Baca juga: Jangan Buka Kalau Belum Siap! 7 Buku Ini Simpan Perspektif Paling Tak Terduga


Harga Nyata Sebuah Keselamatan

Kisah keluarga Sulinado juga bersinggungan dengan sejarah Indonesia, khususnya kekerasan rasial terhadap masyarakat Tionghoa pada Mei 1998. Dalam wawancaranya dengan Electric Literature, Tiffany Tsao menjelaskan bahwa The Majesties, novel yang diterbitkan dalam bahasa Indonesia dengan judul Yang Mulia, tidak berpusat pada pengalaman korban kekerasan tersebut. Ia justru mengeksplorasi upaya sebuah keluarga kaya untuk menghindari nasib serupa, serta konsekuensi moral yang menyertai upaya itu.

Tsao sendiri meninggalkan Indonesia bersama ibu dan saudara-saudaranya ketika kekerasan pecah, sementara ayah serta kakek-nenek dari pihak ayahnya tetap berada di Jakarta. Pengalaman tersebut turut membentuk pertanyaannya tentang privilese: siapa yang memiliki sumber daya untuk mencari keselamatan, dan siapa yang tidak mempunyai pilihan serupa?

Pertanyaan itu menemukan gema dalam kehidupan keluarga Sulinado. Kekayaan dan kekuasaan menawarkan perlindungan, tetapi keduanya juga dapat menjadi alat untuk mempertahankan kepentingan sendiri. Ketakutan menjadi korban perlahan membuka jalan menuju keputusan yang justru merugikan orang lain.

Di sinilah Tsao menghadirkan ironi yang mengusik. Keinginan untuk melindungi diri dari ketidakadilan tidak serta merta membebaskan seseorang dari tanggung jawab atas tindakannya. Melalui keluarga Sulinado, ia menelusuri bagaimana privilese dan sistem yang timpang dapat membentuk pilihan tersebut justru merugikan orang lain.


kumpulanBaca Artikel Lainnya di Sini!


Kilau Sayap Indah, Tempat Rahasia Kelam Bersembunyi

Salah satu kekuatan Yang Mulia terletak pada cara Tsao mengatur informasi dan ingatan. Dalam wawancaranya dengan Kultural Indonesia, ia membahas penggunaan unreliable narrator, yakni narator yang keterangannya tidak dapat diterima begitu saja sebagai gambaran utuh tentang kenyataan.

Teknik ini membuat pembaca perlu mencermati kembali setiap informasi yang muncul. Kenangan bukan sekadar jalan menuju jawaban, melainkan juga sesuatu yang perlu diperiksa: apa yang benar-benar terjadi, apa yang luput dipahami, dan apa yang mungkin selama ini dilihat dari sudut pandang yang keliru?

Nuansa tersebut berpadu dengan simbol kupu-kupu raja (monarch butterfly) yang berkaitan dengan eksplorasi Tsao tentang serangga, rekayasa biologis, dan pengaruh lingkungan terhadap kehidupan. Dalam konteks novel, simbol kupu-kupu membuka ruang untuk memikirkan hubungan antara penampilan dan kenyataan, sekaligus bagaimana sesuatu yang tampak indah dapat terbentuk melalui proses yang jauh lebih rumit daripada yang terlihat.

Permainan visual itu turut terasa pada sampul Yang Mulia. Latar jingga yang mencolok beradu dengan bentuk hitam menyerupai sayap serangga, sementara ilustrasi dua perempuan dan potongan-potongan gambar membangun kesan kolase yang menyimpan cerita tersendiri. Komposisinya menarik perhatian, tetapi tidak sepenuhnya memberi rasa nyaman. Ada sesuatu yang ganjil di sana, seolah setiap fragmen menyimpan petunjuk yang belum menemukan tempatnya.

Siap menelusuri rahasia di balik sayap-sayap itu? Ikuti jejak ingatan Gwendolyn dan temukan Yang Mulia di sini

novelTemukan Bukunya di Sini!


Tiffany Tsao: Penenun Cerita di Antara Dua Bahasa 🌉

(Source: tiffanytsao.com )


Tiffany Tsao tak hanya menulis kisah misteri seperti Yang Mulia. Ia juga menjelajahi genre fantasi melalui trilogi The Oddfits, serta berkarya sebagai penerjemah sastra dan editor. Pada 2026, Tsao kembali menyapa pembaca lewat novel terbarunya, But Won’t I Miss Me.

Perannya sebagai penerjemah turut mempertemukan sastra Indonesia dengan pembaca berbahasa Inggris. Sejumlah terjemahannya telah meraih penghargaan, termasuk PEN Translation Prize dan NSW Premier’s Translation Prize, menegaskan kontribusinya dalam membawa karya lintas bahasa ke khalayak yang lebih luas.

Di luar kegiatan menulis dan menerjemahkan, Tsao menjabat sebagai Deputy Editor di Sydney Review of Books serta editor di Dalang Publishing. Perjalanan kariernya mempertemukan tiga peran yang saling melengkapi: menciptakan cerita, menjembatani bahasa, dan membantu karya sastra menemukan pembacanya.

Lewat Yang Mulia, pembaca dapat melihat salah satu sisi dari kiprah tersebut: sebuah misteri keluarga yang bukan hanya mengundang rasa penasaran, tetapi juga membuka ruang untuk mempertanyakan privilese, ingatan, dan batas kepercayaan.


Baca juga: Kelu Karya Lau Yee-wa, Horor Sosial tentang Bahasa dan Kekuasaan!


Masih Haus Misteri? 5 “Dusta” Ini Siap Bikin Kamu Terperangah 📚

Jika kamu menyukai cerita dengan rahasia berlapis, hubungan keluarga yang rumit, atau masa lalu yang enggan terkubur, lima “dusta”  berikut ini bisa menjadi bacaan berikutnya. Intip rekomendasinya di sini 👀


Para Pembohong (We Were Liars) — E. Lockhart

novelTemukan Bukunya di Sini!

Keluarga Sinclair memiliki kekayaan, pulau pribadi, dan kehidupan yang tampak nyari sempurna. Namun bagi Candence Sinclair Eastman, musim panas bersama para sepupunya, Johnny, Mirren serta Gat Patil meninggalkan kenangan yang tak mudah dipahami. Sebuah kecelakaan mengubah segalanya, sementara ingatan Candence menyimpan celah yang perlahan harus ia ungkap sendiri.

Cocok untuk pembaca thriller psikologis yang menyukai keluarga kaya, narasi penuh teka-teki, dan kejutan cerita yang sebaiknya dinikmati tanpa bocoran.


Tiga Sepupu (The Cousins) — Karen M. McManus

novelTemukan Bukunya di Sini!

Milly, Aubrey, dan Jonah Story menerima undangan dari nenek mereka, Mildred Story, untuk datang ke Gull Cove Island dan bekerja di resor miliknya. Dua puluh empat tahun sebelumnya, Mildred memutus hubungan dengan keempat anaknya dan menghapus mereka dari daftar pewaris. Kini, kesempatan untuk kembali ke lingkaran keluarga justru membuka pertanyaan tentang alasan di balik keputusan tersebut.

Cocok untuk kamu yang suka misteri keluarga yang menyukai banyak tersangka, hubungan antar kerabat yang penuh ketegangan, dan teka-teki yang terungkap sedikit demi sedikit.


Aroma Karsa — Dewi Lestari

novelTemukan Bukunya di Sini!

Jati Wesi memiliki penciuman luar biasa yang membawanya pada dunia parfum, sedangkan Raras Prayagung terobsesi menemukan Puspa Karsa, tumbuhan legendaris yang konon memiliki daya luar biasa. Pencarian tersebut mempertemukan Jati dengan Tanaya Suma, sekaligus menyeret mereka ke dalam misteri tentang asal-usul, ambisi, dan kekuatan yang melampaui pemahaman biasa.

Cocok untuk pembaca yang ingin menjelajahi misteri dengan cakupan lebih luas, menyukai karakter kompleks, serta tertarik pada perpaduan fantasi, sains, budaya, dan sejarah.


Into the Water — Paula Hawkins

novelTemukan Bukunya di Sini!

Nel Abbott ditemukan tewas di sebuah sungai yang telah lama dikaitkan dengan kematian sejumlah perempuan. Sebelum meninggal, Nel berusaha menelusuri kisah-kisah kelam yang menyelimuti tempat itu. Kematian sang kakak membawa Jules Abbott kembali ke kota yang ingin ia tinggalkan, memaksanya berhadapan dengan masa lalu dan pertanyaan yang belum terjawab.

Cocok untuk penggemar thriller psikologis yang menyukai banyak sudut pandang, atmosfer mencekam, serta misteri yang perlahan mengungkap sisi tersembunyi sebuah komunitas.


Rahasia Salinem — Brilliant Yotenega

novelTemukan Bukunya di Sini!

Salinem mengabadikan hidupnya sebagai abdi dalem yang melayani keluarga keraton. Kisahnya membentang dari 1923 hingga 2013, melewati berbagai peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Menjelang akhir hidupnya, misteri yang menyelimuti perjalanan Salinem mulai terkuak, mengungkap hubungan antara pengorbanan pribadi, cinta, dan keutuhan sebuah keluarga keturunan bangsawan.

Cocok untuk kamu yang menyukai novel sejarah Indonesia, drama keluarga, alur maju-mundur, dan kisah tentang pengorbanan yang dampaknya baru dipahami setelah waktu berlalu.


Yang (Ini Spesial Untukmu): Satu Buku, Dua Tanda Tangan! ✍️

Rahasia keluarga Sulinado mungkin bikin kamu paranoid. Tapi tenang, bonus yang satu ini nggak pakai plot twist menjebak!

Khusus periode 20-31 Oktober 2026, setiap pembelian Special Offer Yang Mulia berkesempatan mendapatkan bonus tanda tangan langsung dari penulis dan penerjemah! 😍✍️

Kapan lagi bisa mengamankan kisah penuh intrik plus kenang-kenangan super langka ini? Tak perlu jadi detektif buat tahu dimana belinya—langsung amankan bukunya di sini sebelum promonya usai! 🛒💨

Kalau urusan rahasia di dalam ceritanya? Silakan mulai curiga dari sekarang 👀

promoTemukan Promonya di Sini!

✨Jangan lupa juga untuk cek promo spesial lainnya di Gramedia.com supaya belanjamu makin hemat dan bermakna!

kumpulanTemukan Semua Promo Spesial di Sini!


Laura Saraswati

Laura Saraswati

In a world full of Ushers, I'd thrive to be Annabel Lee with a little fairy dust on my hands. Actively writing about books, pop culture, everyday life, and anything that refuses to leave my head.

Enter your email below to join our newsletter