The Voice of Hind Rajab: Getir Suara Anak Palestina yang Menggetarkan Dunia 🍉

The Voice of Hind Rajab: Getir Suara Anak Palestina yang Menggetarkan Dunia 🍉

Grameds, coba deh kamu bayangkan, bagaimana rasanya ketika sebuah panggilan telepon dibuka dengan suara lirih anak kecil yang memohon diselamatkan, sementara dentuman peluru mengiringi setiap hembusan nafasnya? 🥺🔫

“I’m scared. They’re shooting. Come get me, please…”

Rasa sesak itu hadir begitu kuat ketika menonton The Voice of Hind Rajab, sebuah film dokumenter yang membawa kita menyelami tragedi memilukan yang terjadi pada awal 2024.

Karya Kaouther Ben Hania ini menghadirkan pengalaman sinematik yang sangat emosional, diangkat dari kisah nyata tentang Hind Rajab, seorang anak perempuan Palestina berusia 5 tahun yang menjadi korban serangan Israel di Gaza. 👧🍉

Dengan keberanian kreatif dan empati mendalam, film ini menempatkan rekaman audio asli percakapan antara Hind dan para petugas penyelamat sebagai jantung dari narasinya.

Sudah siap untuk mendengar suaranya lebih jauh? Yuk, kita bahas bersama lewat artikel ini! 🌴


Suara yang Tersisa: Sekilas Tentang The Voice of Hind Rajab

“The tanks are here… They’re shooting at me…”

Pada hari ketika keluarganya mencoba mengungsi, Hind Rajab terjebak sendirian di dalam mobil setelah anggota keluarganya tewas diberondong peluru. Selama berjam-jam, ia tetap tersambung dengan relawan Bulan Sabit Merah Internasional, memohon bantuan di tengah dentuman senjata yang tak kunjung berhenti.

Dengan menggunakan rekaman asli percakapan tersebut, film ini menghidupkan kembali momen-momen genting itu. Suara Hind menjadi bukti keberanian seorang anak yang mencoba bertahan di tengah ketakutan.

Film ini bukan hanya menghadirkan kembali tragedi, tapi juga menjadi seruan kuat bahwa setiap anak berhak hidup, dilindungi, dan tidak seharusnya menjadi korban konflik.


Baca juga: Catatan Kaki dari Gaza: Dari Rumah ke Rumah, Menelusuri Luka yang Tak Pernah Sembuh


Diangkat dari Kisah Nyata Tragedi di Jalur Gaza

“Please don’t leave me. I’m afraid of the dark.”

Dokumenter ini membawa penonton menengok kembali peristiwa 29 Januari 2024 di Jalur Gaza. Pada hari itu, Relawan Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional menerima panggilan darurat yang ternyata berasal dari Hind Rajab dan sepupunya, dua anak yang berhasil selamat sejenak saat keluarga mereka ditembaki tank Israel.

Hind awalnya berangkat bersama paman, bibi, dan tiga saudara sepupunya. Namun, semua orang dewasa dan tiga sepupu Hind meninggal akibat tembakan. Sepupu yang sempat bersamanya di mobil pun kemudian tewas. Hind akhirnya terjebak seorang diri, menunggu pertolongan yang tak bisa datang karena petugas medis tak mampu menembus area yang terus dihujani serangan.

Saat tentara Israel terus menembaki mobil yang ditumpangi Hind, waktu menjadi semakin kejam. Hind, bersama dua petugas medis yang dikirim untuk menjemputnya, ditemukan meninggal dunia pada 10 Februari setelah pasukan Israel menarik mundur serangannya.


kumpulanBaca Artikel Lainnya di Sini!


Dari Sutradara Kaouther Ben Hania…

Kaouther Ben Hania, Source: https://www.imdb.com

The Voice of Hind Rajab melakukan debut dunianya di kompetisi utama Festival Film Internasional Venesia ke-82 pada 3 September 2025. Film ini memikat perhatian juri dan meraih Grand Jury Prize beserta enam penghargaan paralel lainnya.

Setelah tayang di Tunisia pada 10 September, film ini juga terpilih sebagai wakil resmi Tunisia untuk kategori Best International Feature Film di Academy Awards 2026 (Piala Oscar ke-98).

Karya ini ditulis dan disutradarai oleh Kaouther Ben Hania, dibintangi oleh Amer Hlehel, Clara Khoury, Motaz Malhees, dan Saja Kilani. Dalam prosesnya, film ini ikut menghadirkan dukungan sejumlah nama besar Hollywood sebagai produser eksekutif, seperti Brad Pitt, Joaquin Phoenix, Rooney Mara, Jonathan Glazer, hingga Alfonso CuarĂłn.


Kumpulan Kisah dari Palestina Ini Juga Bisa Kamu Baca!

Selain menyaksikan suara lirih dari Hind Rajab, kamu juga bisa menilik lebih lanjut catatan tentang sejarah dan genosida yang terjadi di Palestina lewat buku-buku ini!

1. Catatan Kaki dari Gaza – Joe Sacco

theTemukan Di Sini!

Suatu tragedi pada tahun 1956 di Jalur Gaza membuat seorang wartawan sekaligus kartunis bernama Joe Sacco untuk terjun langsung ke wilayah paling sengit di Bumi itu.

Selagi ia menyelidiki peristiwa berdarah tersebut, terjadi penggusuran besar-besaran pada rumah warga, serangan Israel yang membunuh penduduk sipil. Dalam suatu riset, Sacco bahkan nyaris terserempet peluru Israel.

Dalam pencarian atas kebenaran, Joe Sacco pun melanglang dari satu tragedi ke tragedi lain, menyampaikan pesan para gerilyawan, dan mencatat tangis para ibu yang kehilangan rumah, suami, dan anak-anak yang dibunuh prajurit Israel secara brutal.


2. Perang Gaza: Dampak di Internal, Regional, dan Internasional – Musthafa Abd Rahman

theTemukan Di Sini!

Dalam buku yang mendalam dan penuh wawasan ini, Musthafa Abd Rahman, seorang wartawan Kompas yang telah lama bertugas di Timur Tengah, mengumpulkan tulisan-tulisannya yang mayoritas pernah dimuat di Harian Kompas.

Dengan ketajaman analisis dan kedalaman investigasi, Abd Rahman menyajikan gambaran komprehensif tentang konflik Gaza yang terus berkobar dan dampaknya yang meluas.

Buku ini mengupas berbagai aspek yang sering kali luput dari sorotan media mainstream. Di bagian internal, Abd Rahman menggali dampak psikologis dan sosial yang dialami penduduk Gaza, serta dinamika politik internal yang memperumit situasi. Pada tingkat regional, tulisan-tulisan ini mengeksplorasi bagaimana konflik Gaza mempengaruhi hubungan antara negara-negara Timur Tengah, termasuk pergeseran aliansi dan kebijakan luar negeri mereka.


3. Palestina – Joe Sacco

theTemukan Di Sini!

Demi memahami pendudukan Israel dan dampaknya bagi rakyat Palestina, Joe Sacco, seorang komikus dan aktivis kemanusiaan, menyusuri tempat-tempat di Gaza dan Tepi Barat. Mewawancarai beragam wajah dan menyimak berbagai cerita tentang pengusiran dan kekerasan demi kekerasan yang menimpa rakyat Palestina.

Palestina—yang kini dianggap mahakarya dalam genre novel grafis atau jurnalisme komik—masih relevan hingga kini. Buku ini menjadi bukti bahwa tragedi yang menimpa rakyat Palestina telah berlangsung selama puluhan tahun. Buku ini juga menggambarkan ketangguhan rakyat Palestina yang tak mudah menyerah terhadap pendudukan Zionis.

Dengan gaya jurnalismenya yang nyeleneh sekaligus menusuk, Joe Sacco tidak hanya menyajikan fakta tentang kekejaman dan kebrutalan Israel, tapi juga menyuguhkan pengalaman autentik dan resiliensi rakyat Palestina di bawah kolonialisme Israel.


4. On Palestine – Noam Chomsky

theTemukan Di Sini!

Buku ini merupakan sebuah respons atas Perang Gaza 2014 yang menewaskan ribuan warga Palestina dan membuka jalan bagi Israel untuk terus melakukan perampasan tanah. Pembersihan etnis yang terus-menerus terjadi bahkan hingga kini makin menekankan urgensi bagi masyarakat dunia agar terus memperbesar dukungan bagi rakyat Palestina.

Ilan Pappé dan Noam Chomsky, dua tokoh Yahudi terkemuka dalam perjuangan pembebasan Palestina, mendiskusikan gagasan akan masa depan yang adil bagi rakyat Palestina. Mereka juga membedah simpul-simpul gerakan yang telah dilakukan komunitas internasional untuk menekan Israel dalam mengakhiri pelanggaran hak asasi manusia terhadap rakyat Palestina. Salah satu yang terkenal adalah Gerakan BDS (Boycott, Divestment, Sanction).

Noam Chomsky secara luas dianggap sebagai salah seorang kritikus kebijakan luar negeri Amerika Serikat paling terkemuka di dunia. Dia telah menerbitkan banyak buku, artikel, dan esai inovatif tentang politik global, sejarah, dan linguistik. Sementara Ilan Pappé adalah penulis buku terlaris The Ethnic Cleansing of Palestine: A History of Modern Palestine dan The Israel/Palestine Question.


5. Palestine, The Biggest Prison on Earth – Ilan Pappe

theTemukan Di Sini!

Kolonialisme pemukim (settler colonialism), itulah yang dilakukan Israel atas Palestina. Ini identik dengan pembersihan atau genosida penduduk asli, karena perpindahan tersebut selalu menimbulkan bentrokan. Sama seperti yang terjadi di Amerika dan Australia.

Ilan Pappe memberi gambaran utuh mengenai yang terjadi di Palestina. Mengenai pergerakan kolonialisme Israel sejak awal abad ke-19 sampai tahap ketiga yang berlangsung sejak 1967 hingga detik ini, yang masih menjadikan Palestina sebagai “penjara terbesar di dunia”.

Pertanyaannya: Apakah ini merupakan tahap akhir? Akankah dunia mengakhiri pembantaian jutaan warga Palestina?


Wal akhir…

Lahir dari suara yang lirih, The Voice of Hind Rajab secara lantang menghadirkan pesan yang menggetarkan setiap hati yang mencoba masuk ke dalam getir ceritanya. Suara kecil bisa menjadi simbol harapan di tengah dunia yang penuh kekacauan. 🔉🌠

Melampaui presentasi dramatis, film ini menjadi panggilan nurani yang kian membuka perhatian global terhadap realitas yang terjadi di Gaza. Suara Hind—yang bertahan hingga detik-detik terakhir hidupnya—menjadi pengingat yang menyayat, bahwa tidak ada anak yang seharusnya hidup dalam ketakutan, apalagi kehilangan nyawa dalam konflik.

Buat kamu yang tertarik untuk ikut masyuk ke dalam getaran yang disajikan oleh tiap scene di film ini, The Voice of Hind Rajab bisa kamu saksikan mulai 26 November 2025 di bioskop Indonesia! 🎬


Baca juga: Bisakah Harapan Bertahan di Tengah Kehancuran? Temukan Jawabannya di As Long as the Lemon Trees Grow 🍋


✨ Oya, jangan lupa juga buat dapetin penawaran spesial dari Gramedia! Cek promonya di bawah ini agar belanja kamu jadi lebih hemat! ⤵️

kumpulanTemukan Semua Promo Spesial di Sini!


Enter your email below to join our newsletter