The Testaments Karya Margaret Atwood Jadi Best-Seller di Tiga Negara

The Testaments Karya Margaret Atwood Jadi Best-Seller di Tiga Negara

. 2 min read

Awal bulan September 2019, Margaret Atwood menerbitkan karya terbarunya, The Testaments. Buku tersebut merupakan sekuel dari The Handmaid’s Tale yang terbit pada 1985 atau sekitar 34 tahun lalu. Baru dua minggu terbit, The Testaments sudah jadi best-seller di beberapa negara yaitu Inggris, Amerika Serikat, dan Kanada.

Di Inggris, The Testaments sudah terjual 103.177 eksemplar pada hari kelima setelah terbit. Penerbit Vintage yang menerbitkan bukunya menyampaikan bahwa The Testaments menjadi penjualan buku fiksi terbesar tahun ini. Mereka menambahkan, penjualan tersebut lebih dari dua kali lipat dari novel-novel yang sudah diterbitkan pada tahun ini dan hanya dalam waktu lima hari di toko-toko buku

Hanya saja, hitungan itu masih berada di bawah penjualan Go Set a Watchman karya Harper Lee yang kopinya terjual hingga 168.455 eksemplar pada minggu pertama pada 2015. Keduanya masih kalah jauh dengan The Lost Symbol karya Dan Brown tahun 2009 yang tercatat 551.000 eksemplar bukunya terjual pada minggu pertama rilis. Dan itu masih kalah dengan The Cursed Child-nya J.K. Rowling yang terjual 680.000 kopi di tiga hari pertama rilis pada 2016 lalu.

Setidaknya 125.000 kopi The Testaments terjual dalam berbagai format di Amerika Serikat. Sebuah toko buku feminis di Chicago bernama Women & Children First mengadakan pesta rilis buku tengah malam untuk The Testaments dan dihadiri sekitar 40 peserta. Mereka menjual dua lusin kopinya pada 12.01 tengah malam. Dalam daftar The New York Times Best Sellers, The Testaments menempati peringkat kedua di minggu keduanya setelah The Institute karya Stephen King.

The
"The Testaments" karya Margaret Atwood (Sumber Gambar: Amazon.com)

Di negara kelahiran Margaret Atwood Kanada, penjualan The Testaments memecahkan rekor dengan penjualan minggu pertamanya yang melebihi pengarang Kanada mana pun. Data tersebut diperoleh dari hasil pelacakan sejak 2005 yang dilakukan oleh BookNet Canada, sebuah organisasi nonprofit yang mengkaji penjualan buku-buku di Kanada.

The Testaments mengambil waktu satu setengah dekade setelah The Handmaid’s Tale. Tiga perempuan dengan wasiat eksplosif mereka menjadi sorotan utama pada The Testaments: seorang perempuan muda yang tumbuh di dalam Gilead (sebuah negara buatan di semesta The Handmaid’s Tale), seorang murid SMA yang tinggal di Kanada dan ingin menyaksikan Gilead runtuh, dan Bibi Lydia—seorang perempuan kuat yang tahu Gilead dengan sangat baik.

The Handmaid’s Tale sendiri bercerita tentang seorang pelayan perempuan—disebut Handmaid—bernama Offread yang tinggal di Republik Gilead. Negara tersebut memiliki aturan-aturan yang mendiskriminasikan para Handmaid. Mereka tak boleh membaca buku dan tugasnya hanya satu: beranak.

Penasaran dengan takdir Offred? Sembari menunggu informasi penerbit Indonesia yang akan menerbitkan The Testaments, The Handmaid’s Tale yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sudah bisa kamu baca dan “nikmati”.

The
"The Handmaid's Tale" karya Margaret Atwood versi Bahasa Indonesia

Referensi: The Guardian, The New York Times, CBC


Sumber gambar header: hindustantimes.com