The Drama: Filmnya Belum Tayang, Tapi Zendaya & Robert Pattinson Sudah Siap Bikin Kamu Penasaran!
Grameds, pernah nggak sih kamu nonton satu film yang kelihatannya biasa aja di awal, tapi entah kenapa… setelah selesai kamu malah diam lebih lama dari yang kamu kira? Mungkin karena plot twist-nya yang “nendang” atau mungkin juga karena ceritanya terlalu rumit.
Dan begitu nama Zendaya dan Robert Pattinson muncul dalam satu proyek berjudul The Drama, reaksi pertamanya bukan “oh, film baru ya,” tapi lebih ke “oke, ini bakal jadi sesuatu.”
Terlebih lagi ketika film ini bahkan belum banyak membocorkan detail cerita, tapi justru itu yang bikin orang penasaran. Karena kadang yang paling menarik bukan yang paling banyak bicara– tapi yang terasa menyimpan sesuatu.
Jadi… siap untuk kenalan lebih dekat dengan film yang satu ini? Yuk, kita bahas “dramanya” di bawah! 💥
When The Two Worlds Collide
The Drama menceritakan tentang kisah cinta dari Emma Harwood (Zendaya) dan Charlie Thompson (Robert Pattinson) yang sudah bertunangan dan siap untuk menikah. Namun, beberapa hari sebelum pernikahan, sebuah pengungkapan terjadi... dan ini bikin hubungan keduanya menjadi canggung. Hasilnya? pernikahan mereka menjadi sebuah drama.
Coba bayangkan ini Grameds: beberapa hari sebelum pernikahan, kamu dan pasanganmu tidak sengaja mengungkapkan “hal terburuk” yang pernah dilakukan. Pertanyaannya: apa pengakuan mengejutkan tersebut bisa diterima atau malah bikin terganggu pada akhirnya?
Inilah situasi yang dialami Emma dan Charlie. Setelah pengakuan bombastis Emma, keduanya menghadapi ujian besar menjelang pernikahan mereka.
Baca juga: Cinta Ikonik JFK Jr. & Carolyn Bessette: Terlihat Sempurna, Ternyata Penuh Tekanan
Judulnya “The Drama”, Tapi Kemungkinan Besarnya Lebih dari Itu
Dibalik film yang akan membuatmu geger setelah menontonnya, banyak fakta menarik di dalamnya, loh. Tanpa banyak bocoran dan marketing film yang unik, film ini sudah berhasil bikin orang berhenti scroll hanya dari satu hal: kombinasi Zendaya dan Robert Pattinson.
Ini adalah kolaborasi pertama mereka. Keduanya mempunyai gaya akting yang sangat berbeda: Zendaya yang dikenal dengan akting tenang tapi menusuk, sedangkan Pattinson adalah aktor yang unpredictable dan anti mainstream. Dan jujur saja, pairing ini terasa seperti emosi yang siap meledak pelan-pelan. Disutradarai oleh Kristoffer Borgli (Dream Scenario) yang dikenal dengan gaya dark satire-nya dan Ari Aster (Midsommar & Bugonia) sebagai salah satu produser, film yang mengusung genre drama komedi romantis ini hampir pasti nggak akan berjalan di jalur “aman”.
Apalagi dengan backing dari studio A24 yang punya reputasi bikin film seperti Hereditary, Everything Everywhere All At Once & Past Lives yang bukan hanya ditonton, tapi juga dipikirkan berhari-hari setelahnya.
Dari berbagai laporan media, The Drama disebut relationship drama dengan sentuhan absurd, lebih ke hubungan yang sedikit berantakan, agak nggak enak dilihat, tapi justru terasa riil. Minimnya detail yang dirilis juga bukan tanpa alasan. Ini bagian dari strategi A24 untuk membangun rasa penasaran tanpa harus “jualan cerita” dari awal. Dan ketika pengumuman awalnya viral: sebuah foto polaroid casual Robert Pattinson memeluk erat Zendaya yang sedang memamerkan cincin di tangan kirinya, sukses membuat audiens penasaran dan bikin teori sendiri soal plotnya.
Daniel Pemberton (Spider-Man Across the Universe & Materialists) selaku komposer yang musiknya dikenal tidak terduga dan experimental siap membawamu ke pre-wedding jitters yang dialami oleh dua sejoli ini.
The Drama sudah dipastikan akan tayang di bioskop Indonesia pada 22 April 2026. Nah, semakin penasaran dengan filmnya, Grameds? Kamu bisa cek trailer-nya di sini!
Siapa Saja Pemain The Drama?
- Zendaya sebagai Emma Harwood
- Robert Pattinson sebagai Charlie Thompson
- Alana Haim sebagai Rachel
- Mamodou Athie sebagai Mike
- Zoe Winters sebagai Fotografer
Belum Nonton, Tapi Sudah Siap Ikut Kebawa Emosi
Kalau kamu pernah nonton film yang bikin kamu diam beberapa menit setelah selesai, kamu pasti tahu rasanya. Dan dari semua sinyal yang ada, The Drama punya potensi ke arah sana. Bayangkan dua karakter yang sama-sama kuat, sama-sama punya luka, dan mungkin… sama-sama tidak tahu cara memperbaikinya.
Sang sutradara film ini mencoba membawa genre hubungan bahkan ke pernikahan ke arah yang terasa lebih jujur, gelap, dan sedikit tidak nyaman. Bukan untuk membuatnya terasa berat, tapi justru lebih dekat dengan realita.
Sementara itu, Zendaya sendiri sempat mengungkapkan bahwa film ini berbicara tentang satu pertanyaan sederhana yang ternyata tidak pernah benar-benar mudah dijawab, “Apa yang sebenarnya bersedia kita terima demi cinta?” Dan dari situ, muncul pertanyaan lain yang mungkin lebih jujur: apakah cinta benar-benar tanpa syarat?
Dinamika seperti ini jarang menghasilkan cerita yang rapi. Tapi justru disitulah letak kekuatannya. Karena hubungan yang paling terasa nyata seringkali bukan yang berjalan mulus, tapi yang penuh tarik-ulur, diam, dan hal-hal yang tidak sempat diucapkan. Dan ketika kamu memilih untuk mencintai seseorang, mungkin sebenarnya yang kamu pilih bukan kesempurnaan.Tapi kesiapan untuk menerima semuanya, termasuk yang tidak selalu mudah.
Kalau Ceritanya Nggak Pernah Sesederhana yang Kita Mau, Ini 5 Ceritanya 📚
Kalau kamu menikmati cerita yang tidak selalu memberi jawaban, tapi justru meninggalkan pertanyaan.. Mungkin kamu juga akan menemukan hal yang sama di beberapa cerita lain. Bukan di layar, tapi di halaman-halaman yang diam-diam menyimpan dinamika yang mirip: tentang hubungan yang tidak selalu mudah.
Nah, berikut ini adalah beberapa rekomendasi bukunya ya Grameds ✨
1. Before the Coffee Gets Cold – Toshizaku Kawaguchi
Di sebuah kafe kecil di Tokyo, kamu bisa kembali ke masa lalu. Tapi ada satu aturan yang nggak bisa ditawar. Apa pun yang kamu lakukan, masa depan tidak akan berubah. Di antara cerita yang datang dan pergi, ada orang-orang yang hanya ingin satu hal sederhana— mengatakan sesuatu yang dulu nggak sempat terucap. Bukan untuk mengubah apa yang terjadi, tapi untuk… sedikit berdamai.
Kalau The Drama terasa seperti hubungan yang dipenuhi “harusnya dulu”, buku ini membuka ruang untuk semua kalimat yang tertinggal. Tenang, pelan, tapi diam-diam bikin dada terasa penuh. Cocok untuk kamu yang pernah berharap waktu bisa mundur, walau hanya sebentar.
2. Norwegian Wood – Haruki Murakami
Watanabe berada di antara dua perempuan, dua dunia, dan dua cara mencintai yang sama-sama tidak mudah. Di tengah semuanya, ada kehilangan yang tidak pernah benar-benar selesai. Cerita ini berjalan pelan, hampir seperti tidak terjadi apa-apa. Tapi justru di situ letak kekuatannya. Ada jarak, ada diam, ada perasaan yang tidak pernah sepenuhnya bisa dijelaskan.
Film The Drama nanti bermain di area hubungan yang terasa dekat tapi tetap jauh, novel ini sudah dulu sekali hidup di ruang itu. Cocok untuk kamu yang pernah merasa dengan seseorang tapi tidak pernah benar-benar bersatu.
3. Kitchen – Yoshimoto Banana
Mikage kehilangan hampir semua yang ia punya, sampai akhirnya menemukan kehangatan di tempat yang tidak ia duga— di dapur, dan di orang-orang yang juga sama-sama sedang mencari “rumah”.
Ini bukan cerita cinta yang besar atau dramatis. Tapi, justru karena itu, setiap momen kecilnya terasa lebih jujur. Ada kesepian, ada kehangatan, dan ada hubungan yang tumbuh tanpa perlu banyak penjelasan.
Seperti The Drama, ini bukan tentang hubungan yang sempurna, tapi tentang dua orang yang mencoba tetap hubungan yang sempurna, tapi tentang dua orang yang mencoba tetap bertahan di tengah kekosongan yang mereka bawa. Cocok untuk kamu yang percaya bahwa kadang, hal paling sederhana justru yang paling sulit dilupakan.
4. The Midnight Library – Matt Haig
Bagaimana kalau kamu bisa mencoba semua versi hidup yang tidak kamu pilih?
Nora menemukan dirinya di sebuah perpustakaan yang berisi kemungkinan-kemungkinan hidup lain. Dari sana, ia mulai melihat bahwa setiap pilihan membawa kebahagiaan… sekaligus konsekuensinya sendiri.
Kalau The Drama nanti bicara soal hubungan dan pilihan, buku ini memperluasnya menjadi sesuatu yang lebih besar: tentang hidup, penyesalan, dan pertanyaan yang sering kita hindari. Ini bukan buku yang memberi jawaban pasti. Tapi justru membuat kamu bertanya dengan cara yang lebih jujur. Cocok untuk kamu yang sedang ada di fase “sebenarnya, aku maunya hidup yang seperti apa sih?”
The Drama mungkin bukan tentang bagaimana sebuah hubungan berjalan dengan sempurna. Tapi tentang bagaimana dua orang tetap memilih untuk tinggal, meskipun tahu tidak semuanya bisa diperbaiki.
Dan mungkin, itu yang membuat cerita seperti itu terasa personal. Karena dalam hidup, kita nggak selalu punya kontrol atas ke mana perasaan akan pergi. Kadang kita hanya bisa menjalaninya, melepaskannya, dan berharap… ada sesuatu yang tetap tinggal, walau tidak dalam bentuk yang sama. Ketika kamu menemukan dirimu berhenti sedikit lebih lama setelah membaca atau menonton cerita seperti ini, mungkin itu bukan kebetulan.
Mungkin ada bagian dari ceritanya yang terasa familiar. Atau mungkin… ada bagian dari dirimu yang diam-diam ikut tertinggal di sana 😌 ✨
✨Jangan lupa cek promo spesial lainnya di Gramedia.com supaya belanjamu makin hemat dan bermakna! ⤵
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Semua Promo Spesial di Sini!