Pikiran, cerita, dan gagasan tentang buku dengan cara yang berbeda.

Kengerian Kosmik H.P. Lovecraft Jadi Nyata! Inilah Manga 'The Call of Cthulhu' yang Wajib Kamu Koleksi"

Kengerian Kosmik H.P. Lovecraft Jadi Nyata! Inilah Manga 'The Call of Cthulhu' yang Wajib Kamu Koleksi"

Kamu mungkin sebelumnya mengenal monster Cthulhu dalam karya H. P. Lovecraft, seorang penulis kenamaan asal Amerika Serikat yang dikenal lewat cerita-cerita horor kosmiknya. 👺

Dunia horor yang ia bangun terasa gelap, luas, dan asing. Lengkap dengan kumpulan monster-monster raksasa yang membuat manusia tampak sangat kecil di hadapan entitas yang jauh lebih tua dan misterius itu.

Kini, salah satu kisahnya yang berjudul The Call of Cthulhu diangkat oleh komikus Gou Tanabe menjadi karya manga. Adaptasi ini membawa atmosfer horor klasik Lovecraft ke medium visual yang intens, penuh bayangan, dan sangat detail.

Kalau kamu penasaran seperti apa rupa kengerian kosmik itu jika digambar secara nyata, manga ini seperti membuka pintu menuju mimpi buruk yang selama ini hanya hidup dalam imajinasi! 😯


Cthulhu Itu Monster Apa Sih?

Dalam mitologi yang diciptakan H. P. Lovecraft, Cthulhu adalah salah satu entitas paling ikonik. Ia sering digambarkan sebagai makhluk kolosal dengan kepala menyerupai gurita yang dipenuhi tentakel, punya sayap besar seperti naga, serta bertubuh raksasa yang membuat manusia tampak sangat kecil di hadapannya. 🐉🐙

Akan tetapi, yang membuat Cthulhu begitu menyeramkan bukan hanya bentuknya saja. Di luar itu, makhluk ini juga merupakan bagian dari ras kuno yang sudah ada jauh sebelum manusia mengenal peradaban. Dalam cerita Lovecraft, keberadaan mereka seperti bayangan besar yang selama ini tersembunyi di balik sejarah dunia.

Cthulhu sendiri dikisahkan tertidur di kota purba bernama R’lyeh yang tenggelam di dasar samudra. Meski berada dalam keadaan tidur, pengaruhnya masih bisa menjangkau pikiran manusia melalui mimpi-mimpi aneh dan dorongan misterius yang sulit dijelaskan. Dari sinilah muncul kelompok-kelompok pemuja rahasia yang menantikan hari ketika sang makhluk raksasa kembali bangkit.


Baca juga: Hell Teacher Nube: Bukan Sekadar Guru SD Biasa, Tapi Perisai Nyata dari Teror Tangan Iblis!


The Call of Cthulhu, Menceritakan Tentang Apa?

"The ring of worshipers moved in an endless bacchanale between the ring of bodies and the ring of fire."

callTemukan Kisahnya di Sini!

The Call of Cthulhu akan membawa kita bertemu dengan Francis Wayland Thurston yang baru saja kehilangan paman buyutnya. Selain karena kematiannya terasa mencurigakan, Thurston juga menemukan sejumlah benda aneh di antara barang-barang peninggalan pamannya itu. Salah satunya adalah sebuah ukiran tanah liat dengan bentuk makhluk yang sulit dijelaskan, disertai catatan penelitian yang penuh teka-teki.

Semakin jauh ia menelusuri catatan tersebut, Thurston mulai menyadari bahwa pamannya sedang menyelidiki sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar artefak aneh. Ada laporan mimpi-mimpi ganjil dari orang-orang di berbagai penjuru dunia, kisah tentang sekte rahasia yang melakukan ritual misterius, hingga catatan ekspedisi laut yang berujung pada pertemuan dengan sesuatu yang seharusnya tidak pernah dilihat manusia.

Dari potongan-potongan inilah, perlahan terungkap keberadaan Cthulhu dan kengerian yang mengintai di baliknya!


Apa yang Keren Dari Versi Manga?

Adaptasi manga oleh Gou Tanabe berhasil menangkap atmosfer cerita Lovecraft dengan sangat kuat. Ia tidak hanya menerjemahkan ceritanya ke dalam panel komik, tetapi juga membangun suasana yang sama pekatnya dengan versi teks.

Tanabe juga terlihat benar-benar paham bagaimana cara kerja horor Lovecraft yang pelan, sunyi, dan bikin nggak nyaman. Ritmenya dijaga, nggak terburu-buru diungkapkan, jadi pembaca diajak pelan-pelan tenggelam ke dalam ceritanya.

Secara visual, manga ini punya cakupan detail yang juara. Dari ukiran arsitektur kuno, laut yang terasa tak berujung, sampai ekspresi karakter yang perlahan berubah ketika mereka menyadari kengerian di sekitar mereka, semuanya digambarkan dengan sangat teliti. Gaya visual ini bikin pembaca benar-benar merasakan tekanan misteri yang terus meningkat.

Yang menarik lagi, Tanabe juga terampil dalam mengemas “apa yang nggak diperlihatkan”. Dalam manga ini, tidak semua kejadian langsung ia tampilkan secara terang-terangan. Penggambaran itu ia mainkan dengan memunculkan siluet bayangan, melalui potongan gambar aneh, atau sebatas reaksi karakter yang mencoba menjelaskan. Dari sini, imajinasi pembaca diajak ikutan bermain dan menimbulkan efek horor yang jauh lebih nempel.

Ketika elemen yang benar-benar asing akhirnya hadir, penyajiannya terasa efektif. Panel dibuat lebih luas dengan komposisi yang terasa berat, didukung kontras hitam-putih yang tegas. Dampaknya bukan hanya pada visual yang kuat, tetapi juga pada kesan bahwa manusia sedang berhadapan dengan sesuatu yang berada di luar jangkauan pemahaman mereka.


Baca juga: Invasi Monster di Oscar 2026: Saat Idol K-Pop dan Vampir Blues Berjaya di Panggung Tertinggi!


Mari Berkenalan dengan Gou Tanabe!

Gou Tanabe adalah mangaka asal Tokyo, Jepang yang dikenal luas karena adaptasi visualnya terhadap karya-karya H. P. Lovecraft.

Ia memiliki gaya ilustrasi yang gelap, realistis, dan penuh detail, membuat cerita horor kosmik terasa hidup dalam bentuk panel-panel manga yang memikat. Gaya gambarnya cenderung realistis, dipenuhi detail, serta memainkan kontras gelap-terang yang membuat suasana cerita terasa semakin mencekam dan imersif.

Sebelum dikenal lewat adaptasi Lovecraft, Tanabe sudah lebih dulu aktif sebagai mangaka dengan berbagai karya orisinal. Beberapa judul awalnya antara lain The Outsider (2009) dan Mr. Nobody (2012).

Namanya kemudian mendapat perhatian luas ketika ia menggarap adaptasi cerita-cerita Lovecraft ke dalam manga. Deretan karyanya mencakup The Hound and Other Stories (2014), The Colour Out of Space (2015), At the Mountains of Madness (2016), The Shadow Out of Time (2018), hingga The Call of Cthulhu (2019).

Sejak mulai mengadaptasi cerita Lovecraft, Tanabe mendapat banyak apresiasi dari pembaca maupun kritikus. Banyak yang menilai bahwa ia berhasil menerjemahkan dunia Lovecraft yang rumit dan atmosferik ke dalam bahasa visual yang kuat.

Beberapa karya adaptasinya bahkan dianggap sebagai salah satu cara terbaik untuk menikmati cerita Lovecraft bagi generasi pembaca baru.


Haus Akan Manga Horor? Intip Juga Bacaan Lainnya!

Selain The Call of Cthulhu, kamu juga bisa menjadikan beberapa judul ini sebagai teman baca kamu selanjutnya. Yuk cek list-nya di bawah ini!

1. Hellstar Remina – Junji Ito

callTemukan Kisahnya di Sini!

Dalam Hellstar Remina, Maestro Horor Junji Ito membawa pembaca ke skenario yang terasa seperti mimpi buruk kosmik. Sebuah planet misterius muncul dari lubang cacing dan diberi nama Remina oleh penemunya, Profesor Oguro, terinspirasi dari nama putrinya.

Awalnya, penemuan ini disambut sebagai prestasi ilmiah yang luar biasa. Namun situasinya berubah drastis ketika planet tersebut mulai menghancurkan planet lain di tata surya. Ketika ancaman semakin dekat ke Bumi, rasa kagum berubah menjadi kepanikan, dan manusia mulai menunjukkan sisi paling gelap mereka. Tak hanya dari luar angkasa; horor di sini juga datang dari reaksi manusia yang terdesak ketakutan.


2. Seeds of Anxiety Plus 01 – Masaaki Nakayama

callTemukan Kisahnya di Sini!

Karya Masaaki Nakayama ini menghadirkan horor dalam bentuk cerita-cerita pendek yang terasa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Setiap kisah seperti potongan kecil dari mimpi buruk yang tiba-tiba muncul di tengah rutinitas biasa. Kadang bentuknya sederhana, seperti perasaan diawasi saat sendirian di rumah, atau bayangan yang terasa bergerak sedikit lebih lambat dari seharusnya.

Justru dari kesederhanaan itu, ketegangan pelan-pelan dibangun. Nakayama memainkan rasa tidak nyaman yang merayap perlahan, membuat pembaca terus membalik halaman untuk melihat kejutan berikutnya. Cocok buat kamu yang suka horor psikologis dengan nuansa misteri yang mengendap lama di kepala.


3. Grim Night Tales 01 – Yamayu & Kensei Hokamoto

callTemukan Kisahnya di Sini!

Grim Night Tales menghadirkan kumpulan cerita yang berasal dari pengalaman nyata yang dikumpulkan oleh pendongeng terkenal Yamayu selama lebih dari dua dekade. Kisah-kisah tersebut kemudian diadaptasi ke dalam bentuk komik oleh Kensei Hokamoto dengan gaya ilustrasi yang tajam dan atmosferik.

Setiap cerita terasa seperti bisikan dari sudut gelap yang jarang diperhatikan orang. Ada kisah tentang pertemuan dengan arwah penasaran, kejadian misterius yang sulit dijelaskan, hingga tragedi yang menyisakan rasa dingin di punggung. Antologi ini cocok buat pembaca yang suka horor dengan nuansa urban legend dan cerita rakyat yang terasa sangat nyata.


4. Choujin X 01 – Sui Ishida

callTemukan Kisahnya di Sini!

Dalam dunia ciptaan Sui Ishida, manusia hidup berdampingan dengan makhluk berkekuatan luar biasa yang disebut Choujin. Kisahnya mengikuti dua siswa SMA, Tokio Kurohara dan Azuma Higashi, yang tanpa sengaja terseret ke dalam dunia konflik antara manusia biasa dan manusia dengan kekuatan luar biasa yang disebut Choujin.

Cerita ini memadukan aksi, misteri, dan elemen horor yang muncul dari kekuatan aneh para karakter. Situasi yang awalnya terasa seperti petualangan remaja perlahan berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih gelap. Buat penggemar cerita supernatural dengan dunia yang kompleks, Choujin X punya banyak kejutan menarik.


5. Gyo – Junji Ito

callTemukan Kisahnya di Sini!

Di tangan Junji Ito, bahkan makhluk laut bisa berubah menjadi mimpi buruk. Gyo dimulai dengan kemunculan seekor ikan aneh yang memiliki kaki mekanis dan mampu berjalan di daratan. Kejadian ganjil itu ternyata hanya awal dari teror yang jauh lebih besar.

Tak lama kemudian, berbagai jenis ikan berkaki mulai menyerbu kota-kota di Jepang. Bersamaan dengan itu muncul bau busuk yang menyelimuti udara dan menciptakan suasana mencekam di mana-mana. Cerita ini menggabungkan horor tubuh, bencana biologis, dan kekacauan manusia dalam menghadapi sesuatu yang benar-benar di luar kendali.


Dari cerita pendek karya H. P. Lovecraft yang lahir hampir satu abad lalu, The Call of Cthulhu kini menemukan kehidupan baru lewat ilustrasi gelap dan memikat dari Gou Tanabe. 🎭👨‍🎨

Adaptasi ini memberi cara berbeda untuk menikmati horor kosmik yang selama ini dikenal lewat teks, kini terasa lebih dekat melalui visual yang kuat dan atmosfer yang terjaga.

Buat kamu yang suka cerita misteri, makhluk purba, dan kengerian yang terasa pelan-pelan merayap, manga ini bisa jadi pengalaman membaca yang sulit dilupakan. Apalagi jika dipadukan dengan rekomendasi manga horor lainnya, pengalaman menjelajahi sisi gelap imajinasi jadi terasa semakin lengkap.

Siap menghadapi kengerian dari dasar samudra?

Jangan sampai terlewat, karena Special Offer The Call of Cthulhu hadir hanya sampai 21 Maret 2026. Mumpung harganya masih spesial Rp99.000, yuk amankan bukumu sekarang. Dan miliki poster eksklusifnya sebelum sang 'Great Old One' kembali tertidur di R’lyeh! 🤩

promoDapatkan Promonya di Sini!


Baca juga: The Silence of Bones: Misteri Pembunuhan di Joseon yang Menyimpan Rahasia Besar


✨Jangan lupakan yang ini juga! Cek promo spesial lainnya di Gramedia.com supaya belanjamu makin hemat dan bermakna! ⤵

kumpulanTemukan Semua Promo Spesial di Sini!


Enter your email below to join our newsletter