The Book of BTS ARMY: Besarnya Kekuatan ARMY dan BTS Hingga Mendunia

The Book of BTS ARMY: Besarnya Kekuatan ARMY dan BTS Hingga Mendunia

. 5 min read
“Mereka bersama-sama mengklaim dengan sepenuh hati bahwa BTS membawa harapan dan kebahagiaan bagi hidup mereka.” -Dr Lee Jeeheng

Ratusan penghargaan telah dimilikinya, mendunia, menjadi musisi Korea pertama yang menguasai tangga lagu Hot 100 Billboard, banyak rekor dipecahkan, bahkan berhasil mengalahkan prestasi The Beatles dalam Billboard. Sejumlah kemenangan ini tidak semuanya di dapat instan dari BTS atau Bangtan Sonyeondan, boyband asal Korea Selatan. Sama dengan artis lainnya, kesuksesan BTS tidak lepas dari penggemar mereka.

Dibalik keajaiban BTS yang mengglobal, ada kekuatan ARMY yang tak pernah hilang. Adorable Representative MC for Youth atau ARMY bukanlah fandom biasa seperti yang lainnya, tapi mereka adalah fandom boyband unik dan terbesar di dunia. Mereka bahkan telah menciptakan gagasan sendiri terhadap K-Pop fandom dan memperkuat status BTS dalam musik mainstream global melalui cara dukungan mereka.

army
Sumber foto: Amy Sussman/Getty Images for dcp/AFP

Seorang peneliti budaya dan pengajar pada Studi Film di Chung-Ang University, Dr Lee Jeeheng, menulis buku BTS and ARMY Culture dan rilis pada tahun 2019, berdasarkan hasil penelitiannya pada media sosial dan fandom online. Ia mengamati secara khusus bagaimana hubungan ARMY dengan BTS, perjalanan mereka selama bertahun-tahun, dan dampak ARMY terhadap popularitas global BTS.

Buku ini akhirnya diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh penerbit Bhuana Ilmu Populer dengan judul The Book of BTS ARMY. Lewat perspektif studi budaya dan fokus pada ARMY, Dr Lee menuliskan bagaimana penggemar BTS memanfaatkan new media sebagai tempat untuk menyebarkan pesan dari BTS dan membantunya untuk menjangkau audiens atau penggemar baru.

Buku ini memiliki 7 bab di dalamnya. Dr Lee mengatakan pada kata pengantar, bahwa bukunya dapat dipahami sebagai karya kritik bagi pembaca umum yang datang dari seorang "Aca-Fan" (akademisi dan penggemar), karena ia adalah seorang akademisi yang juga seorang ARMY.

Buku ini juga seperti dokumen arsip dinamika ARMY atas perjuangan mereka yang berliku, serta pencapaian mereka bertahun-tahun mendukung BTS hingga sukses hingga saat ini. Dikutip dari ARMY Magazine (2020), berikut sekilas isi dari buku BTS and ARMY Culture atau The Book of BTS ARMY:

Perbandingan ARMY dengan Fandom Lainnya

Sejak pertama buku ini akan menjelaskan tentang K-Pop, serta perbedaan dan persamaan antara ARMY dengan fandom lainnya. Bagi non penggemar K-Pop, pasti kalian selalu bingung dengan segala cara atau praktik yang dilakukan fans terhadap idolanya, bahkan terkesan terlalu fanatik. Nah, Dr Lee juga menjelaskan stigma idol fandom ini yang bahkan membentuk persepsi dan memengaruhi perilaku baru.

Dikutip dari wawancara Dr Lee pada Korea JoongAng Daily (2019), ARMY menunjukkan kesetiaan mereka yang luar biasa dengan membeli produk BTS, kompak memilih BTS untuk memenangkan penghargaan, hingga menetapkan misi bersama ARMY lainnya agar bisa menduduki tangga lagu teratas.

Akun-akun fandom online biasanya akan mem-posting secara realtime tentang kapan album dirilis, berapa banyak album terjual, hingga kegiatan sang artis lainnya. Tapi ARMY mempunyai akun-akun lebih dari sekadar info tersebut. Mereka mempunyai klub buku, klub psikologi dimana terapis dan mahasiswa psikologi saling berkumpul, akun yang membicarakan budaya-budaya yang dijelaskan secara rinci dari para ARMY di seluruh dunia, bahkan akun amal yang terus menerus membagikan berita tentang penggalangan dana untuk membantu orang lain.

Ada juga cerita dari akun beranggotakan 20 orang perantau dan pelajar internasional dari Korea, yang menerjemahkan konten dari BTS seperti lirik lagu, wawancara, dan lainnya, secara gratis dan real time. Bahkan mereka akan menjelaskan tentang konteks budaya dari hasil terjemahan mereka.

army
Sumber foto: polygon.com

Kesatuan Kekuatan ARMY dan BTS

Media sosial menjadi tempat untuk mempromosikan BTS oleh ARMY mancanegara. Mereka sukses membagikan kegiatan fandomnya, antara lain mendukung BTS dalam pemilihan untuk memenangkan penghargaan dan menaikkan hashtags supaya jadi tren dunia. Media sosial juga menjadi tempat BTS untuk berbagi cinta untuk penggemarnya. Sayangnya, dari media ini pula mereka mendapatkan cacian dan komentar jahat.

Dikutip dari wawancara Dr Lee pada Korea JoongAng Daily (2019), ia juga menceritakan tentang jutaan ARMY di seluruh dunia yang menulis komentar pada akun Twitter The Recording Academy (penyelenggara Grammy Awards) tentang bagaimana BTS memengaruhi hidup mereka. Hal ini terjadi setelah salah satu ARMY dihujat karena mengatakan bahwa album BTS telah membuatnya keluar dari depresi dan rasa ingin bunuh diri.

“Jika kita bertanya kepada penggemar mengapa mereka menjadi ARMY, jawabannya akan beragam tetapi memiliki satu makna yang sama, yaitu BTS memberi mereka kenyamanan pada saat tidak berdaya dan kelelahan.” --Dr Lee Jeeheng

Saat lagu baru dirilis, para Army akan terus menonton video musik mereka di YouTube, agar media bisa memberitakan kesuksesan dari jumlah views video musik tersebut. Semangat ARMY ini bahkan mendorong BTS mengalahkan Justin Bieber di Billboard Top Social Artist pada tahun 2017.

Pada bab “Started From The Bottom of K-Pop” dan “ARMY, The Best Promoter”, lewat pendekatan sosiologi terhadap budaya fandom, dijelaskan detail kesulitan dan kekecewaan ARMY yang sering dibungkam fandom atau media lain. Tapi mereka juga menggambarkan bahwa BTS dan ARMY selalu ada untuk melindungi perjuangan mereka.

army
Sumber foto: celebmix.com

Baca juga: Dear Army, Ini Buku Rekomendasi dari Member BTS untuk Kamu


Hubungan Rumit Antara Sesama ARMY

BTS telah melahirkan fandom yang unik dan menjadi grup yang merangkul keragaman gender, usia, dan ras. Kekuatan mereka mendunia, bahkan jumlah fans terbesarnya sendiri bukanlah dari Korea Selatan melainkan dari Filipina. Peringkat 10 penggemar BTS terbesar selanjutnya diikuti oleh Thailand, Vietnam, Indonesia, Mexico, Taiwan, Amerika, Brazil, dan Malaysia.

army
Sumber foto: Time Magazine

Keanekaragaman ARMY dari berbagai budaya tentunya pernah mengalami keretakan bahkan dengan berujar komentar rasis. Dalam bab “Fandom of Diversity”, Dr Lee menceritakan tentang ARMY yang yakin jika toleransi merupakan ciri khas fandom mereka. BTS pun menginspirasi ARMY untuk melakukan refleksi terhadap diri sendiri dengan selalu cerdas mengindari konflik.

Dampak Terhadap Budaya dan Pembuka Batasan

Berbagai lagu BTS memiliki lirik yang mendalam dan sangat menginspirasi. Dan pada bab “Beyond The Language Barrier”, dijelaskan tentang bagaimana BTS bisa membalikkan keadaan. Kini banyak sekali orang-orang yang ingin belajar atau sedang belajar bahasa Korea.

army
Sumber foto: unitedbypop.com

Bahkan permintaan akan menerjemahkan konten BTS yang berbahasa Korea ke Bahasa Inggris atau bahasa lainnya menjadi sangat tinggi! ARMY di luar Korea pun mulai belajar bahasa Korea, agar bisa mengerti dan membuka diri untuk memahami budaya lain.

Bagi kamu ARMY veteran atau yang baru jadi ARMY, kalian wajib baca buku tentang kalian ini. Penjelasannya lengkap lewat fenomena budaya, akan perjuangan dan kedekatan hubungan kalian bersama BTS yang suksesnya sudah mendunia.

theBELI SEKARANG!

Untuk kamu yang bukan K-Popers atau ARMY, hilangkan penasaran kalian dengan buku ini, yang bahkan Dr Lee katakan berfungsi sebagai "anatomi skala penuh ARMY". Buku ini juga bisa menjadi bahan referensi untuk kamu yang meneliti studi budaya.


Sumber foto header: Times Magazine