Teladan Akhlak Mulia dari Kisah Para Shahabiyah

Teladan Akhlak Mulia dari Kisah Para Shahabiyah

Mendongeng adalah kegiatan yang sangat menyenangkan untuk anak, terutama di bulan Ramadhan ini, karena bisa menjadi momen yang tepat untuk menceritakan kisah-kisah Islami sambil mengisi waktu puasa. Ada banyak sekali kisah-kisah yang dapat orang tua contohkan terhadap anak.

Jika orang tua ingin mencari contoh kisah wanita yang sempurna keteladanannya kepada Allah SWT, sudah pasti mereka adalah para shahabiyah. Namun, siapakah yang dimaksud dengan shahabiyah?

Mereka adalah para muslimah yang hidup di zaman Rasulullah SAW. Para wanita muslim yang menyaksikan dakwah Rasulullah SAW di Bumi Makkah dan Madinah. Mereka berperan serta dalam penyebaran dakwah. Walaupun penuh dengan cobaan dan rintangan, mereka tegak membela kebenaran.

Hingga saat ini banyak yang meneladani sosok shahabiyah yang ada di zaman Rasulullah SAW. Sosok wanita tangguh, beriman, dan bertakwa kepada Allah SWT sangat melekat pada diri shahabiyah. Tak heran, shahabiyah ini disebut sebagai generasi terbaik sepanjang sejarah peradaban Islam.

Ada banyak sekali akhlak mulia yang dapat kita semua teladani dari para shahabiyah ini. Beberapa cerita luar biasa dari shahabiyah antara lain:

Khadijah r.a.

Khadijah binti Khuwalid, ia adalah istri Rasulullah SAW yang selalu berada di sisi beliau di kala suka maupun duka. Ia merupakan seorang yang kaya raya, sosok Khadijah tidak pernah lepas dari gambaran wanita yang setia. Ia rela mengorbankan harta, pikiran, jiwa dan raganya untuk kepentingan dakwah Rasulullah.

Aisyah binti Abu Bakar r.a.

Siapakah mercusuar ilmu pengetahuan? Beliaulah Aisyah, istri Rasulullah SAW. Kepada beliau para sahabat bertanya masalah hadits, setelah Rasulullah SAW wafat. Aisyah juga menguasai ilmu pengobatan. Pengetahuan tentang syair Arab pun sangat banyak. Apabila seluruh ilmu para wanita di dunia dikumpulkan, maka ilmu Aisyah adalah yang paling utama.

Asma’ binti Abu Bakar

Asma, putri Abu Bakar r.a. merahasiakan keberadaan ayahnya dan Rasulullah SAW yang meninggalkan Makkah untuk hijrah ke Madinah. Walaupun Abu Jahal memukulnya, dia tetap diam seribu bahasa. Diam-diam ia membawakan perbekalan untuk ayahnya dan Rasul SAW yang sedang bersembunyi di Gua Tsur. Mendaki gunung tandus dengan membawa beban bukanlah pekerjaan mudah. Ia melakukan semua ini dalam keadaan hamil.

Masih banyak kisah perjuangan shahabiyah lainnya yang dapat dibaca dalam buku yang berjudul Kisah Teladan 25 Shahabiyah terbitan Penerbit Grasindo. Buku ini menjelaskan 25 kisah mengenai keberanian, ketangguhan, kecerdasan, dan kedermawanan para wanita mulia pada zaman Rasulullah SAW. Setiap cerita yang dikisahkan dalam buku ini menjelaskan akhlak mulia yang dapat dicontohkan dan diberikan kepada anak.

Dilengkapi dengan hikmah cerita di setiap kisahnya, memudahkan orang tua untuk memberikan pemahaman kepada anak. Setiap halaman di dalam buku ini dipenuhi oleh ilustrasi yang sangat indah dan menarik yang dapat membuat anak bahkan orang tua pun semangat membaca kisahnya. Yuk, kita baca dan teladani kisah hidup para wanita mulia melalui buku ini!

Penasaran dengan bukunya? Cek di sini dan beli untuk si kecil!

kisahKlik dan Beli Sekarang!

Karena kamu sudah membaca artikel ini, selamat! Kamu dapat voucher diskon 20% untuk beli bukunya! Ambil vouchernya sekarang yuk dengan klik gambar di bawah ini.

voucherKlik untuk Dapatkan Vouchernya!


Oleh: Gina Rizki Septiani | Editor Buku Anak Grasindo

Sumber foto header: Kashoorga


Enter your email below to join our newsletter