Siapkan Tisu! 'Voicemails for Isabelle' Buktikan Pesan Salah Kirim Bisa Menyembuhkan Luka
Grameds, kita sering mengira pesan yang tidak pernah dibalas berarti tidak pernah sampai.
Voicemails for Isabelle justru mengajukan pertanyaan yang sebaliknya. Bagaimana kalau semua pesan itu sebenarnya sampai… hanya kepada orang yang salah?
Setelah adiknya meninggal, Jill Shaw tetap meninggalkan voicemail seperti biasa. Bukan karena berharap ada balasan, melainkan karena hanya dengan cara itulah ia masih merasa Izzy tetap hadir dalam hidupnya.
Yang tidak pernah ia ketahui, setiap pesan itu ternyata didengar oleh seseorang yang sama sekali asing baginya. Seseorang yang perlahan mengenalnya lewat tawa, tangis, hingga rahasia-rahasia yang seharusnya tidak pernah ia dengar.
Dibintangi oleh Zoey Deutch dan Nick Robinson, Voicemails for Isabelle membuktikan bahwa terkadang sebuah kisah cinta tidak dimulai dari pertemuan yang sempurna, melainkan dari luka yang diam-diam menemukan tempat untuk pulang.
Jadi, sudah siap menyaksikan ‘benang merah’ yang tidak sengaja mengubah hidup Jill selamanya, Grameds? 😿
Ketika Pesan Untuk Orang yang Telah Pergi Justru Menemukan Pendengar Baru 📱

“Hey, Izz… gimana caranya aku menjalani semua ini tanpamu?”
Bagi Jill (Zoey Deutch), meninggalkan voicemail untuk sang adik sudah menjadi bagian dari kesehariannya.
Dulu, pesan-pesan itu dipenuhi cerita receh tentang pekerjaan, kegagalan berkencan, hingga hal-hal kecil yang hanya bisa dipahami Isabelle “Izzy” Shaw (Ciara Bravo), adik yang selama bertahun-tahun berjuang melawan cystic fibrosis.
Rutinitas itu tetap ia lakukan bahkan ketika hidup membawanya sibuk bekerja di sebuah bakeri viral di San Francisco.
Setelah Izzy meninggal, kebiasaan itu tidak berakhir. Jill masih menelepon, masih bercerita, dan masih mengabarkan bagaimana harinya berjalan–seolah di ujung sana masih ada seseorang yang mendengarkan.
Namun tanpa pernah ia sadari, nomor telepon Izzy ternyata telah berpindah tangan dan menjadi milik Wes (Nick Robinson), seorang agen properti di Texas yang sama sekali tidak mengenal Jill.
Tanpa sengaja, Wes menjadi saksi dari seluruh isi hati perempuan yang bahkan belum pernah ia temui. Dan dari situlah, sebuah hubungan yang seharusnya tidak pernah ada perlahan mulai tumbuh.
Karena bagaimana jika seseorang mengenal semua versi rapuhmu… bahkan sebelum kalian sempat saling berkenalan?
Baca juga: Penuh Sentuhan Magis, Buku 'Kekasih Peliharaan' Ungkap Cara Unik Manusia Temukan Kehangatan
Tujuh Tahun Menunggu, Demi Cerita yang Benar-Benar Siap Didengar 🎬
Di balik premis yang terdengar sederhana, perjalanan Voicemails for Isabelle ternyata sama panjangnya dengan proses seseorang belajar menerima kehilangan.
Penulis sekaligus sutradara, Leah McKendrick, menulis naskah film ini sekitar tujuh tahun sebelum akhirnya diproduksi Netflix. Selama bertahun-tahun, naskah tersebut hanya beredar di industri film hingga berhasil masuk ke The Black List 2019, daftar bergengsi yang berisi naskah terbaik Hollywood yang belum sempat diproduksi.
Namun yang membuat film ini terasa begitu personal bukan hanya proses penantiannya.
McKendrick mengakui hubungan Jill dan Isabelle lahir dari kedekatannya dengan sang adik kandung, Olivia Isabelle. Karena itulah, di balik bulatan drama romantisnya, jantung film ini sebenarnya adalah kisah tentang hubungan saudara, kehilangan, dan proses belajar berdamai dengan orang yang sudah tidak bisa kita temui lagi.
Baca Kisah Seru Lainnya di Sini!
Chemistry yang Sudah Terbangun Jauh Sebelum Kamera Mulai Merekam 🏫
Hubungan Jill dan Wes terasa begitu natural hingga sulit dipercaya bahwa keduanya baru dipertemukan lewat proses casting.
Ternyata memang ada alasannya, Grameds.
Dalam wawancara bersama Entertainment Weekly, McKendrick baru mengetahui bahwa Zoey Deutch dan Nick Robinson sudah saling mengenal sejak masa SMA di Los Angeles. Fakta kecil itu justru menjadi bonus yang membuat interaksi keduanya terasa lebih cair, hangat, dan nyaris tidak seperti dua aktor yang sedang membaca dialog.
Bukan hanya para pemainnya memiliki hubungan personal dengan cerita ini. Kota San Francisco juga dipilih secara sengaja karena merupakan kota kelahiran McKendrick sendiri. Baginya, hanya kota itu yang mampu menangkap perasaan rindu, kehilangan, sekaligus harapan yang ingin ia bangun sepanjang film.
Meski sebagian besar proses syuting dilakukan di Vancouver, sejumlah adegan tetap direkam langsung di San Francisco agar suasana yang dihadirkan terasa se-autentik mungkin.
Hasilnya, film berdurasi hampir dua jam ini bukan sekadar latar yang indah, tapi kota yang ikut menjadi bagian dari proses Jill belajar melepaskan satu pesan suara pada satu waktu.
Film ini sudah bisa kamu saksikan di Netflix sejak 19 Juni 2026. Coba intip trailer resminya di sini, Grameds. Karena setelah menekan tombol play, mungkin bukan cuma Jill yang akan sulit mengucapkan selamat tinggal.
Kenali Orang-Orang yang Membuktikan Bahwa Kehilangan Bisa Mempertemukan Dua Orang Asing 💌

Di balik satu pesan suara yang salah tujuan, ada deretan karakter yang sama-sama sedang berusaha berdamai dengan kehilangan, masa lalu, dan kesempatan kedua yang datang pada waktu yang tidak pernah mereka rencanakan.
Berikut wajah-wajah yang menghidupkan kisah hangat ini, Grameds!
- Zoey Deutch sebagai Jill Shaw, perempuan yang masih mencari cara mencintai hidup setelah kehilangan orang yang paling ia sayangi.
- Nick Robinson sebagai Wes, agen properti yang tanpa sengaja menjadi pendengar dari seluruh isi hati seorang perempuan asing.
- Harry Shum Jr. sebagai Andy, sahabat Wes yang selalu mengingatkannya bahwa hidup kadang bekerja dengan cara yang sama sekali tidak masuk akal.
- Lukas Gage sebagai Arthur, rekan kerja dan sosok dari masa lalu Jill yang membuat perjalanan move on tidak pernah benar-benar sederhana.
- Ciara Bravo sebagai Isabelle “Izzy” Shaw, adik Jill yang meski telah tiada, kehadirannya tetap menjadi pusat dari seluruh cerita.
- Nick Offerman sebagai Chef Bastien, pemilik bakeri viral tempat Jill bekerja yang turut “mewarnai” keseharian hidupnya di San Fransisco.
Baca juga: Karier Sukses Tapi Jatuh Cinta Sama Daun Muda? Kenalan Sama Kisah Seru 'Work-Love Balance'!
Ketika Semua Orang Pernah Punya “Voicemail” yang Tidak Pernah Sampai
Mungkin kita tidak pernah meninggalkan voicemail untuk seseorang yang telah tiada.
Namun hampir semua orang pernah menyimpan kata-kata yang tidak sempat kita ucapkan. Permintaan maaf yang datang terlambat, ucapan terima kasih yang terus ditunda, atau kalimat sederhana seperti, “Aku kangen kamu.”
Itulah yang membuat Voicemails for Isabelle terasa begitu dekat. Film ini mengingatkan bahwa kehilangan bukan hanya tentang merelakan seseorang pergi, tetapi juga menerima bahwa tidak semua kata akan pernah mendapat balasan.
Namun, mungkin hidup memang bekerja dengan cara yang aneh. Saat kita terus berbicara kepada seseorang yang tak lagi bisa mendengar, tanpa sadar kita sedang menemukan seseorang yang benar-benar mau mendengarkan ❤️
Kalau Voicemails for Isabelle Membuatmu Berhenti Sejenak, Lima Romcom Ini Mungkin Akan Menemanimu Pulang 📚
Ada romcom yang membuat kita tertawa karena tingkah tokohnya. Ada juga romcom yang diam-diam mengajarkan bahwa jatuh cinta sering kali datang setelah seseorang selesai berdamai dengan luka yang dibawanya.
Kalau hubungan Jil dan Wes terasa membekas karena lahir dari kehilangan, kebetulan, dan keberanian membuka hati lagi, lima buku ini punya denyut emosi yang serupa!
Beach Read — Emily Henry
Di musim panas yang seharusnya menjadi awal baru, January Andrews, penulis novel romantis yang mulai kehilangan keyakinan pada cinta, bertemu kembali dengan rival lamanya, Augustus Everett, penulis fiksi misteri yang sama-sama menghadapi luka hidup. Sebuah taruhan menulis membuat keduanya perlahan melihat sisi satu sama lain yang selama ini tersembunyi.
Cocok untuk pembaca yang suka romcom dewasa dengan dialog cerdas, chemistry kuat, dan sentuhan healing yang terasa nyata.
The Paradise Problem — Christina Lauren
Demi urusan keluarganya, Anna Green dan mantan suaminya, Liam Weston terpaksa berpura-pura masih menjadi pasangan suami istri di sebuah pulau tropis. Liburan mewah yang seharusnya berjalan mulus justru membuka kembali luka lama sekaligus perasaan yang belum benar-benar selesai.
Cocok untuk kamu yang suka fake marriage trope, second chance romance, dan romcom penuh banter yang bikin senyum-senyum sendiri.
Deep End — Ali Hazelwood
Scarlett Vandermeer, atlet loncat indah yang perfeksionis, dipertemukan dengan Lukas Blomqvist, perenang juara dunia yang sama-sama memikul tekanan besar dalam hidupnya. Dari hubungan yang awalnya penuh aturan, keduanya justru belajar menerima sisi rapuh masing-masing.
Cocok untuk pembaca yang menyukai slow burn romance dengan karakter dewasa dan dinamika emosional yang kuat.
A Novel Love Story — Ashley Poston
Ketika mobil Eileen Merriweather mogok di perjalanan, ia justru terjebak di kota fiksi dari novel romantis favoritnya. Di sana ia bertemu Anders, karakter yang seharusnya tidak pernah menjadi bagian dari ceritanya, dan mulai mempertanyakan apakah kisah cinta selalu harus mengikuti naskah yang sudah ditentukan.
Cocok untuk pecinta romcom dengan sentuhan magical realism dan nuansa hangat yang bikin hati adem.
Book Lovers — Emily Henry
Sebagai agen buku sukses, Nora Stephens selalu menjadi perempuan yang membantu orang lain mendapatkan happy ending, tetapi tidak pernah merasa itu akan terjadi pada dirinya sendiri. Hingga sebuah perjalanan membawanya kembali bertemu Charlie Lastra, editor yang sama-sama menyimpan banyak beban di balik senyumnya.
Cocok untuk pembaca yang ingin romcom dewasa dengan humor, keluarga, dan emosi yang sama-sama kuat.
Siapa Tahu, Buku yang Kamu Bawa Pulang Hari Ini Sekaligus Membawamu Terbang ke Jepang? ✨
Kalau Voicemails for Isabelle mengingatkan bahwa satu pesan yang salah tujuan bisa mengubah hidup seseorang, mungkin satu keputusan kecil hari ini juga bisa membawamu ke kejutan yang sama sekali tidak kamu duga. 👀
Selama perayaan 56 Tahun Penuh Makna, Gramedia sedang mengadakan program undian nasional dengan hadiah yang bikin susah bilang, “Nanti aja deh.” Ada mobil listrik, trip impian ke Jepang, iPhone 17, Honda Stylo, hingga ratusan hadiah menarik lainnya yang siap dibawa pulang 🎁✨
Caranya pun gampang, Grameds. Setiap transaksi minimal Rp256.000 (berlaku kelipatan) akan memberimu kupon undian. Artinya semakin banyak wishlist yang berhasil kamu checkout, semakin besar pula kesempatanmu membawa pulang hadiah impian!
Setelah melihat satu voicemail mengubah hidup Jill, siapa tahu kali ini satu struk belanja bisa mengubah rencana liburanmu 😉🇯🇵
Intip syarat lengkap dan mulai kumpulkan kupon undianmu di sini!
Temukan Keberuntunganmu di Sini!
✨Jangan lupa juga untuk cek promo spesial lainnya di Gramedia.com supaya belanjamu makin hemat dan bermakna! ⤵
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Bukunya di Sini!
Temukan Semua Promo Spesial di Sini!