Pikiran, cerita, dan gagasan tentang buku dengan cara yang berbeda.

Siap Dibikin Mewek Sama Gohan! Kisah Anjing Jalanan yang Mengajarkan Arti Rumah, Cinta, dan Kebersamaan

Siap Dibikin Mewek Sama Gohan! Kisah Anjing Jalanan yang Mengajarkan Arti Rumah, Cinta, dan Kebersamaan



Grameds, bagaimana jika makna rumah dan kehangatan justru kamu temui dari seekor anjing jalanan?

Lewat kisah sederhana yang terasa hangat, film drama Thailand ini menceritakan tentang pengalaman emosional Gohan—anak anjing jalanan biasa yang memimpikan satu hal sederhana: rumah yang hangat untuk pulang.

Meski terdengar klise, Gohan perlahan mengubah hidup orang-orang yang ditemuinya.

Berawal dari hari-hari sederhana di depan minimarket, perjalanan itu membawanya pada kehidupan tiga orang di fase yang berbeda. Ada insinyur asal Jepang yang memberinya rumah pertama, pekerja migran yang merawatnya dengan penuh kasih, dan sepasang anak muda yang belajar arti kebersamaan lewat kehadirannya.

Dibalut cerita yang lembut dan emosional, film produksi GDH 559—studio di balik How To Make Millions Before Grandma Dies—Gohan hadir lebih dari sekadar kisah tentang seekor anjing. Ini adalah cerita tentang menemukan rumah, merasakan kasih sayang, dan bagaimana pertemuan sederhana bisa meninggalkan makna yang begitu dalam.

Jadi, siap merasakan kehangatan yang datang dari perjalanan kecil bernama Gohan, Grameds? 🐶✨


Perjalanan Seekor Anjing Jalanan yang Menemukan Rumah di Hati Banyak Orang

Film ini mengikuti perjalanan hidup seekor anjing jalanan bernama Gohan, dari masa kecilnya yang sederhana hingga menjadi bagian penting dalam kehidupan orang-orang yang ia temui.

Sebagai anak anjing ras Bangkaew berbulu putih dengan hidung merah muda, Gohan memulai hidupnya di depan sebuah minimarket. Hari-harinya diisi dengan makan, tidur, dan bermain. Namun dibalik kehidupannya yang sederhana, ia menyimpan harapan akan satu hal yang sederhana: menemukan rumah yang hangat.

Harapan itu mulai terwujud saat Gohan bertemu dengan Hiro (Yasushi Kitajima), seorang insinyur otomotif asal Jepang yang mendekati masa pensiun. Hiro menjadi orang pertama yang memberi Gohan kesempatan untuk pulang, sekaligus menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Seiring waktu, perjalanan Gohan membawanya pada pertemuan berikutnya dengan Namcha (Poe Mamhe Thar), seorang pekerja rumah tangga asal Myanmar yang merawat dan melindunginya saat ia berada di tempat penampungan anjing terlantar. Lewat Namcha, Gohan kembali merasakan kasih sayang yang tulus di tengah hidup yang terus berubah.

Ketika usia Gohan bertambah, ia kemudian hadir dalam kehidupan Pele (Jaonaay Jinjett) dan Jaidee (Tu Tontawan), dua mahasiswa yang memutuskan untuk merawatnya bersama. Di fase inilah kehadiran Gohan tidak hanya memberi kehangatan, tetapi juga mengajarkan arti cinta, kebersamaan, dan ikatan yang tumbuh dari perhatian sederhana.

Melalui tiga fase kehidupan dan tiga pertemuan yang berbeda, Gohan menghadirkan kisah hangat tentang pencarian rumah, arti kasih sayang, dan bagaimana kehadiran sederhana bisa membawa perubahan besar dalam hidup seseorang.


Baca juga: Surat Cinta Untuk Menjadi Utuh Kembali di Buku Becoming a Universe


Di Balik Cerita yang Hangat, Gohan Dibangun Detail dengan Penuh Kasih

Salah satu alasan mengapa Gohan terasa begitu hangat dan emosional adalah karena film ini digarap dengan perhatian besar pada setiap detail ceritanya.

Perjalanan hidup Gohan dibagi ke dalam tiga fase yang masing-masing diarahkan oleh tiga sutradara, yaitu (Baz) Nattawut Poonpiriya, (Moo) Chayanop Boonprakob, dan (Ta) Atta Hemwadee. Pendekatan ini membuat setiap tahap kehidupan Gohan memiliki nuansa emosi yang khas, dari masa kecil yang ringan, fase dewasa yang mulai kompleks, hingga masa tua yang terasa lebih menyentuh.

Tak hanya itu, karakter Gohan juga diperankan oleh tiga anjing berbeda untuk menggambarkan perubahan usianya secara alami. Detail sederhana ini membuat perjalanan Gohan terasa lebih hidup dan memperkuat ikatan emosional penonton dengan karakter utamanya.

Meski banyak yang mengira film diangkat dari kisah nyata, Gohan sebenarnya merupakan karya fiksi yang terinspirasi dari kehidupan anjing-anjing liar yang sering ditemui sang sutradara di Thailand.

Kekuatan emosional film ini juga semakin terasa karena Gohan diproduksi oleh GDH 559, studio yang dikenal lewat film-film hangat dan emosional seperti  seperti Bad Genius dan How To Make Millions Before Grandma Dies. Reputasi studio ini membuat Gohan hadir dengan kualitas drama yang matang, lembut, dan membekas.

Semua detail tersebut membuat Gohan terasa lebih dari sekadar drama sederhana. Di balik kisahnya yang tenang, ada proses kreatif yang benar-benar dirancang untuk menghadirkan pengalaman emosional yang tulus bagi kamu, para penontonnya.


Belum Tayang Lama, Tapi Sudah Mencuri Hati Banyak Penonton

Daya tarik Gohan bahkan sudah terasa sejak sebelum film ini resmi tayang loh, Grameds.

Trailer pertamanya langsung menarik perhatian banyak penonton karena berhasil menghadirkan nuansa hangat yang emosional dalam waktu singkat. Banyak yang menyebut film ini sebagai salah satu drama keluarga paling menyentuh tahun ini, bahkan sebelum kisah lengkapnya dirilis di layar lebar.

Antusiasme ini terbukti saat Gohan langsung debut di posisi puncak Box Office Thailand dengan pendapatan pembuka mencapai 30 juta baht. Pencapaian ini menunjukkan bahwa film ini bukan hanya menawarkan cerita yang hangat, tetapi juga berhasil membangun koneksi emosional yang kuat dengan penontonnya sejak awal.

Respons positif ini menjadi bukti bahwa kekuatan utama Gohan terletak pada kesederhanaannya. Dengan durasi 2 jam 21 menit, film ini tidak mengandalkan konflik besar atau drama yang berlebihan, tetapi justru menghadirkan kehangatan yang terasa dekat dan nyata.

Dan mungkin, di situlah alasan Gohan begitu mudah menyentuh hati banyak orang: karena di balik kisah sederhananya, film ini membawa emosi yang terasa sangat manusiawi.

Kabar baiknya, Gohan resmi tayang 15 Mei 2026 di bioskop Indonesia. Jadi, siap-siap banjir air mata dan jangan lupa siapkan tissu sebelum menonton ya, Grameds 🤧🧻

Sambil menunggu filmnya tayang, kamu bisa intip trailer-nya terlebih dahulu di sini!


Lebih dari Sekadar Film Tentang Anabul, Tapi Juga Kebutuhan untuk Dicintai

Di permukaan, Gohan mungkin terlihat seperti film tentang seekor anjing yang hadir dalam kehidupan beberapa orang.

Namun di balik kisah sederhananya, film ini berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih dekat dengan kehidupan banyak orang: kebutuhan untuk merasa dilihat, diterima, dan dicintai.

Setiap karakter dalam film ini membawa kesunyian yang berbeda. Ada yang sedang berada dalam fase kehilangan, ada yang hidup dalam keterasingan, dan ada pula yang diam-diam merasa sendiri meski tidak benar-benar sendirian.

Lewat hubungan sederhana dengan seekor anjing, Gohan menunjukkan bagaimana kasih sayang yang tulus bisa menjadi jembatan untuk memulihkan luka-luka yang tak terlihat.

Pesan inilah yang membuat Gohan terasa begitu hangat. Karena pada akhirnya, film ini mengingatkan bahwa di tengah hidup yang terasa sunyi, kasih sayang yang paling sederhana seringkali menjadi alasan seseorang untuk kembali merasa utuh ✨


kumpulanBaca Kisah Seru Lainnya di Sini!


Kalau Kamu Tersentuh dengan Gohan, Buku-Buku Ini Siap Menghangatkan Hatimu Lebih Dalam ❤️

Kalau kisah Gohan berhasil menyentuh hatimu lewat perjalanan sederhana seekor anjing yang membawa kehangatan dalam hidup banyak orang, empat buku ini bisa menjadi pelukanmu berikutnya.

Yuk kita intip buku-bukunya ✨

Marley & Me – John Grogan

filmTemukan Bukunya di Sini!

Kehidupan John Grogan dan istrinya, Jenny, berubah sejak mereka mengadopsi Marley, seekor Labrador yang aktif, keras kepala, dan sering membuat kekacauan. Marley tumbuh menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup keluarga kecil itu, menemani mereka berbagai fase kehidupan, dari kebahagiaan sederhana hingga kehilangan yang paling berat.

Kenapa relate? Seperti Gohan, novel ini menunjukkan bahwa seekor hewan bukan sekadar peliharaan, tetapi bisa menjadi bagian dari rumah dan keluarga. Kehadiran Marley mengajarkan bahwa kasih sayang sering hadir lewat hal-hal sederhana, namun meninggalkan makna yang begitu besar. Cocok untuk kamu yang menyukai kisah keluarga yang hangat, emosional, dan mampu membuatmu tersenyum sekaligus menitikkan air mata dalam satu waktu.


The Art of Racing in The Rain – Garth Stein

filmTemukan Bukunya di Sini!

Novel ini diceritakan dari sudut pandang Enzo, seekor anjing yang setia menemani hidup pemiliknya, Denny Swift, seorang pembalap yang harus menghadapi cinta, kehilangan, dan perjuangan mempertahankan keluarganya. Dari matanya, kamu dapat melihat bagaimana kesetiaan dan kasih sayang bisa menjadi kekuatan saat hidup terasa berat.

Kenapa relate? Karena juga menunjukkan bahwa hewan sering menjadi saksi paling setia dalam perjalanan hidup manusia. Kehadiran Enzo bukan hanya menghadirkan kehangatan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa cinta yang tulus bisa memberi kekuatan untuk bertahan. Cocok untuk kamu yang menyukai cerita reflektif dan emosional, dengan ikatan manusia dan hewan yang terasa begitu tulus dan mendalam.


Lasse Come Home –  Eric Knight

filmTemukan Bukunya di Sini!

Ketika Joe Carraclough harus berpisah dengan anjing kesayangannya, Lassie, seekor anjing setia itu memulai perjalanan panjang untuk kembali pulang. Dalam perjalanannya, Lassie menghadapi berbagai rintangan demi kembali kepada sosok yang dianggap sebagai rumahnya.

Kenapa relate? Karena kisah ini memperlihatkan bahwa rumah bukan sekadar tempat, tetapi ikatan emosional yang membuat seseorang merasa pulang. Lewat kesetiaan Lassie, kamu diajak merasakan betapa dalamnya hubungan antara manusia dan hewan. Cocok untuk kamu yang menyukai kisah klasik penuh kehangatan, kesetiaan, dan perjalanan emosional yang menyentuh hati.


The Traveling Cat Chronicles – Arikawa Hiro

filmTemukan Bukunya di Sini!

Ketika Satoru memutuskan melakukan perjalanan bersama kucing kesayangannya, Nana, keduanya mengunjungi orang-orang penting dari masa lalu Satoru. Di balik perjalanan sederhana itu, perlahan terungkap bahwa ada alasan emosional yang membuat perjalanan ini terasa begitu berarti.

Kenapa relate? Meski tokoh utamanya seekor kucing, novel ini membawa kehangatan emosional yang sangat dekat dengan Gohan. Sama-sama menghadirkan kisah tentang perjalanan, kasih sayang, dan bagaimana kehadiran seekor hewan bisa menjadi bagian penting dalam momen-momen paling berarti dalam hidup seseorang. Cocok untuk kamu yang menyukai cerita lembut, reflektif, dan perlahan menghangatkan hati lewat emosi yang sederhana namun mendalam.


Baca juga: Merayakan Semangat Kartini Lewat Suara Perempuan dalam Karya Laksmi Pamuntjak


Kalau Kamu Belum Siap Berpisah dari Hangatnya Gohan…

Ini saat yang tepat untuk membawa pulang kehangatan yang sama lewat cerita-cerita penuh makna. Dari kisah kesetiaan, kehilangan, hingga arti rumah yang sesungguhnya, buku-buku di atas bisa menjadi teman yang menemanimu merasakan emosi hangat yang sama, bahkan setelah halaman terakhir selesai dibaca.

Apalagi sekarang kamu bisa mendapatkan buku-buku pilihan dengan diskon hingga 30% untuk produk terbitan dalam Promo Payday Sale yang berlangsung mulai 25 sampai 30 April 2026.

Yuk, temukan cerita yang paling dekat dengan hatimu dan lanjutkan perjalanan emosionalmu bersama koleksi buku pilihan hanya di Gramedia.com atau Gramedia Digital  sebelum promonya berakhir! 📚✨

kumpulanTemukan Spesial Promo Spesial di Sini!

✨Jangan lupa juga untuk cek promo spesial lainnya di Gramedia.com supaya belanjamu makin hemat dan bermakna! ⤵

kumpulanTemukan Semua Promo Spesial di Sini!


Laura Saraswati

Creative Team

Enter your email below to join our newsletter