Sejarah & Makna Hari Pers Nasional

Sejarah & Makna Hari Pers Nasional

Sepertinya, boleh dikatakan kalau informasi termasuk kebutuhan manusia. Hal ini melihat informasi yang bisa dibilang telah menjadi makanan sehari-hari manusia pada masa kini.

Namun, informasi memang bukanlah kebutuhan pokok yang jika tidak terpenuhi, maka akan memengaruhi keberlangsungan hidup manusia.

Nah, salah satu sumber pembuatan dan penyebaran informasi adalah pers. Di Indonesia sendiri, terdapat peringatan Hari Pers Nasional yang jatuh setiap tanggal 9 Februari.

Tentu terdapat cerita sejarah di balik penetapan Hari Pers Nasional tersebut. Berikut sudah kami rangkum 5 poin penting tentang sejarah dan makna Hari Pers Nasional.

1. Peran penting wartawan

watch-tv-camera-interview-tv-57715Sumber: Pexels.com

Mobilitas pers di manapun itu, termasuk Indonesia, tak bisa lepas dari keberadaan wartawan dalam proses pengumpulan, penyajian, sampai penyebaran informasi bagi masyarakat.

Menyoal Hari Pers Nasional, perlu diketahui bahwa wartawan menyumbang peran ganda dalam mewujudkan kemerdekaan bangsa.

Pertama, wartawan sebagai aktivis pers berperan dalam pemberitaan yang membangkitkan kesadaran nasional masyarakat Indonesia semasa masih menjadi negara koloni.

Sedangkan peran yang kedua adalah sebagai aktivis politik di mana wartawan bertugas menyulut perlawanan rakyat terhadap kolonialisme agar bisa mencapai kemerdekaan.

Pun hingga Indonesia bebas dari masa penjajahan, kegiatan pers masih terus berlangsung dan mengambil peran vital dalam mewujudkan cita-cita bangsa setelah merdeka.

2. Lahirnya Persatuan Wartawan Indonesia

LAMBANG-PWISumber: pwipamekasan.com

Berangkat dari peran wartawan yang begitu penting dan mungkin bisa dibilang vital dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, terbentuklah organisasi bernama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Berdirinya PWI ini menjadi wadah dan sarana, serta lambang persatuan para wartawan Indonesia dalam memertahankan kedaulatan Indonesia dari bahaya kembalinya penjajahan.

3. Menjadi salah satu hasil Kongres PWI ke-28

073381800_1538137565-Jokowi_buka_kongres_pwiSumber: liputan6.com

Ditetapkannya Hari Pers Nasional erat hubungannya dengan PWI karena telah dibahas, bahkan menjadi salah satu butir dari hasil Kongres PWI ke-28 di Padang pada tahun 1978.

Dalam kongres tersebut, isu tentang Hari Pers Nasional tercetus dari keinginan tokoh-tokoh pers untuk memeringati kehadiran dan peran pers Indonesia dalam lingkup nasional.

Hal itu pun kemudian dikemukakan lagi dalam sidang Dewan Pers ke-21 yang diselenggarakan di Bandung pada tanggal 19 Februari 1981. Setelah disetujui, isu tersebut disampaikan pada pihak pemerintah melalui perpanjangan tangan Dewan Pers.

4. Diresmikan pada era orde baru

Hari-Pers-Nasional-1Sumber: JayantaraNews.com

Prosesnya memang panjang, tapi tidak sia-sia. Setelah sekitar tujuh tahun berlalu, akhirnya tanggal 9 Februari ditetapkan secara resmi oleh pemerintah sebagai Hari Pers Nasional.

Kala itu, Indonesia berada dalam era orde baru yang mana masih dipimpin oleh Soeharto. Penetapan Hari Pers Nasional sendiri dapat ditemukan dalam Keputusan Presiden RI No.5 Tahun 1985.

5. Mengapa tanggal 9 Februari?

Tak jarang banyak yang bertanya-tanya, mengapa 9 Februari ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional?

Seperti yang sudah dibicarakan sebelumnya, lahirnya Hari Pers Nasional berhubungan erat dengan PWI. Ternyata 9 Februari bertepatan dengan hari jadi PWI yang dibentuk pada tahun 1946.


Sejak penetapan tanggal 9 Februari itu, peringatan Hari Pers Nasional diselenggarakan setiap tahun di ibu kota provinsi se-Indonesia secara bergilir dengan mengusung tema yang berbeda-beda.

Pada tahun 2019 sendiri, Surabaya sebagai ibukota provinsi Jawa Timur dipilih menjadi tuan rumah peringatan Hari Pers Nasional dengan mengangkat tema “Penguatan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital”.

Dengan adanya peringatan Hari Pers Nasional ini, semoga keberlangsungan dan kebebasan pers di Indonesia bisa terus berkobar. Tentunya dengan turut memerhatikan verifikasi informasi yang akan disampaikan pers sebagai fasilitator warta untuk masyarakat.


Sumber header foto: Tempo.co


Junika Kasih

Junika Kasih

Content Writer for Gramedia.com

Enter your email below to join our newsletter