(REVIEW BUKU) Rahasia Magnet Rezeki: Rezeki Sejatinya Bisa Datang Sendiri

(REVIEW BUKU) Rahasia Magnet Rezeki: Rezeki Sejatinya Bisa Datang Sendiri

. 5 min read

Malaysia, tahun 2001. Nasrullah bercerita di buku Rahasia Magnet Rezeki (PT Elex Media Komputindo, 2016), kala itu ia ikut istri yang mendapat beasiswa meneruskan pendidikan di jenjang S2 di sebuah universitas di Johor Baru, Malaysia.

Konon, ia diberitahu mencari kerja dan visa di Malaysia gampang. Nyatanya tak demikian. Ia tak dapat dua-duanya: visa tak punya, pekerjaan tak ada. Ia pun menganggur di negeri orang.

Sehari-hari tugasnya mengantar istri ke kampus, pulang ke rumah, lalu mengunci pintu dan jendela. Bila bekerja dan ketahuan pihak berwenang Malaysia, ia bisa ditangkap.

Nasrullah hanya keluar rumah saat azan berkumandang, pergi ke masjid untuk salat berjamaah. Di waktu itu juga istrinya hamil. Sang istri ngidam makan sayuran. Tugas Nasrullah mencari sayuran.

Tidak seperti di Indonesia, tidak ada tukang sayur dekat rumahnya. Untuk membeli sayur-mayur ia harus berjalan cukup jauh. “Dan hal itu terjadi setiap hari,” tulisnya.

Sambil berjalan membeli sayur ia pun mengkhayal, “Enak banget ya kalau punya kulkas. Saya bisa membeli sayuran untuk beberapa hari sekaligus, dan disimpan di kulkas.”

Setiap kali istri minta dibelikan sayuran, pikirannya tiba-tiba berkata, “Kulkas ya Allah.” Hatinya juga merintih, “Kulkaaaas ya Allah.”

Nasrullah, penulis buku Rahasia Magnet Rezeki. (Sumber: Rahasiamagnetrezeki.com)

Suatu hari, seusai salat Zuhur ia berdoa. Doa yang dilafalkan sebagaimana yang diucapkan saban usai salat tapi yang terucap di hatinya lain: “Kulkaaaas ya Allah.”

Ketika keluar dari masjid keajaiban terjadi. Ia menemukan kulkas yang baru dibuang sebuah keluarga di depan rumah. Ya, orang Malaysia memang punya kebiasaan membuang barang yang tak lagi mereka gunakan di depan rumah. Barang-barang tersebut umumnya diambil oleh para imigran asing, entah orang Bangladesh, India, atau Indonesia.

Nasrullah mendekati kulkas itu. Ia buka pintunya dan ternyata masih ada bunga esnya. Pertanda kulkas belum lama dibuang.

Karena kulkasnya besar ia pun menghubungi soerang kawan, minta bantuan. Kulkas mereka gotong ke rumah. Ia coba nyalakan. “Alhamdulillah, menyala… Subhanallah,” serunya sambil memuji Allah (hal. 11).

Cerita lain terjadi sekitar 2006. Di laptop, seorang kawan menginstal program Google Earth di laptop Nasrullah. Ia memantengi pemandangan sekitar Depok, Jawa Barat yang masih rindang oleh pepohonan.

Perhatiannya terantuk pada lahan yang masih kosong tak jauh dari rumah kontrakannya di Depok.  Ia bergumam, “Enaknya kalau lahan itu jadi perumahan.”

Beberapa hari kemudian seseorang menawarinya membeli tanah, yang ternyata lahan kosong yang ia idamkan. Ia lalu menemui si pemilik tanah, seorang tua yang dipanggil Pak Haji.

Rupanya, Pak Haji ini punya banyak tanah. Ia tak tahu persis sertifikat yang  mana untuk tanah yang mana. Namun, tanpa rasa curiga, Pak Haji menyerahkan begitu saja sertifikat tanah pada Nasrullah.

Kala itu Nasrullah tak punya uang. Ia hanya punya beberapa kawan dan saudara yang siap jadi investor. Bila ia berniat jahat, bisa saja sertifikat tanah yang jumlahnya 18 itu ia bawa kabur.

Pada titik itu ia sadar, Allah tengah menjawab doanya secara langsung. Mengidamkan lahan yang ia lihat di Google Earth, yang punya lahan pas hendak menjualnya.

Lahan itu kemudian ia ubah menjadi perumahan The Orchid Residence di Beji Timur, Depok.  Apa benang merah dari dua cerita di atas?

Rezeki Ibarat Ditarik Magnet

Dua cerita di atas mengawali buku Rahasia Magnet Rezeki yang ditulis Nasrullah. Lewat buku ini ia hendak mengibaratkan rezeki telah tersedia di awan. Kita, manusia, tinggal mengambilnya.

BUKU

Persis seperti buah yang sudah matang di pohon. Yang kamu perlukan hanya galah bila buahnya terlalu tinggi atau cukup digapai tangan bila letak buahnya terjangkau.

Nah, dalam bahasa Nasrullah rezeki bisa ditarik oleh magnet. Untuk menarik rezeki yang beterbangan di sekitar kita, yang kita butuhkan adalah magnet yang bisa menariknya.

Bila menyimak lagi dua cerita di atas, rezeki datang ketika yang diangankan muncul di benak kita. Ketika Nasrullah butuh kulkas agar ia tak perlu repot mencari sayuran tiap hari untuk sang istri, ia berdoa bersungguh-sungguh diberi kulkas. Seperti keajaiban, Allah sungguh memberinya kulkas.

Pun juga saat ia mengidamkan punya lahan untuk memulai bisnis properti. Lahan yang ia incar ternyata hendak dijual si empunya. Segala urusan jual-beli juga seakan dimudahkan.  

Dalam terminologi self improvement dikenal hukum The Law of Attraction alias hukum daya tarik-menarik. Hukum ini menyatakan, “Sesuatu akan menarik pada dirinya segala hal yang satu sifat dengannya.”

Ini menjelaskan kenapa orang-orang yang memiliki satu hobi yang sama senang berkumpul bersama. Ibarat menyetel radio, bila memutar tombol ke sebuah stasiun radio, maka stasiun radio yang dituju yang akan didapat.

Penting buat kamu tahu ucapan Elizabeth Towne pada 1906:

“Manusia adalah magnet, dan setiap detail peristiwa yang dialaminya datang atas daya-tarik (undangan)-nya sendiri.”

Magnet rezeki tak lain mengadopsi hukum daya tarik-menarik juga. Pertanyaannya kemudian bagaimana mempraktikkannya? Bagaimana agar tubuh kita menjadi magnet bagi rezeki yang bertebaran di sekitar kita?

Yang perlu diyakini dulu adalah bahwa Allah menciptakan manusia untuk dimuliakan dan dimanja (hal 6). Itu sebabnya begitu diciptakan, Allah menempatkan manusia di surga.

Baru ketika manusia melakukan kesalahan, manusia diturunkan ke bumi. Karena berbuat dosa hidup manusia jadi sulit. Maka pelajaran pertama dari magnet rezeki adalah:

“Kalau ingin hidup dimanja, senang, damai, maka jangan buat dosa.”
(Rahasia Magnet Rezeki, hal. 9)

Kekuatan Berpikir Positif

Sampai di sini kita paham bahwa magnet rezeki tak lain adalah hukum daya tarik-menarik. Apa yang kita idamkan, harapkan, doakan dengan bersungguh-sungguh akan dijawab Tuhan.

Kita juga wajib yakin, Tuhan takkan menjawab doa makhluknya yang bergelimang dosa. Agar magnet rezeki bekerja, jangan bikin dosa.

Namun, itu saja tak cukup. Magnet tak mampu bekerja bila manusia diselubungi pikiran negatif. Seperti dua kutub yang saling bertentangan, pikiran negatif akan membuat magnet tak berfungsi.

Seseorang bisa saja berdoa, salat malam berjam-jam, bermunajat pada Allah minta dibukakan pintu rezeki seluas-luasnya, tapi di lubuk hatinya ia tak ikhlas atau meragukan doanya bakal dikabulkan.

Tentu Sang Pencipta maha tahu apa yang terucap dan tak terucap. Bila apa yang dikatakan dalam hati bertentangan dengan mulut, yang ada di hati yang dikabulkan.  

Ingat juga, setiap pikiran adalah doa. Jika berpikir negatif maka yang serba negatif yang akan terwujud. Ini artinya, nasib kita lahir dari proyeksi pikiran kita.

Berprasangka buruk atau su’udzon akan menghambat rezeki. Tidak hanya itu, su’udzon juga merusak takdir. Kamu yang tadinya akan dapat rezeki, malah tak jadi.

Lewat spiritual meter, buku ini menjabarkan berbagai motivasi negatif (negative motivation) yang akan menjauhkan magnet rezeki, yakni penonjolan diri, kemarahan, keserakahan, rasa takut, keresahan, apatis, merasa malu dan bersalah, serta dipersonalisasi.

Sementara itu untuk menjadi magnet rezeki wajib dikembangkan motivasi positif (positive motivation) seperti eksplorasi, kooperasi/sosialisasi, kekuatan dari dalam, penguasaan, generativitas, pengabdian dan cinta, jiwa dunia, serta pencerahan.  

Buku ini ditulis Nasrullah yang merupakan bukti nyata dari magnet rezeki. Ia adalah wirausahawan sukses. Sejak Maret 2006 ia menjadi developer property dengan brand The Orchid Reality.

Mulai 2009 ia menjadi trainer entrepreneurship dan properti. Ia banyak berguru pada motivator dan ulama ternama seperti Ary Ginanjar, Ustad Arifin Ilham, Ustad Yusuf Mansur dan KH Abdullah Gymnastiar. Perkenalannya dengan Ippho Santosa, penulis buku 7 Keajaiban Rezeki melahirkan buku kolaborasi Magnet Rezeki.

Rahasia Magnet Rezeki adalah buku keduanya namun yang ia tulis sendiri. Uniknya, sebagaimana pengakuan Nasrullah di halaman pengantar, buku ini ditulis dari sesi training-nya.

Rekaman training ditranskrip dalam format tulisan untuk dibukukan. Itu sebabnya membaca buku ini terasa seperti mengikuti training Nasrullah. Bahasa yang digunakan bukan bahasa tulis, melainkan bahasa lisan yang dituliskan.

Kebaikannya, buku ini terasa akrab dibaca. Seperti mengkuti training penulisnya langsung. Tapi ada buruknya juga. Beberapa cerita terasa mengulang-ulang. Sepatutnya bisa disingkat, mungkin akan lebih elok. Itu saja kekurangan buku ini.

Rahasia Magnet Rezeki disusun untuk dipraktikkan sepanjang hidup bagi pembacanya. Dengan menunaikannya semoga diri ini menjadi magnet bagi rezeki yang bertebaran. Amin.***  

Beli bukunya di sini >>


Rahasia Magnet Rezeki

Penulis: Nasrullah
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Tahun Terbit: 2016, edisi revisi 2018
Jumlah Halaman: 248 halaman