(REVIEW BUKU) I am Sarahza, Kisah 11 Tahun Menantikan Buah Hati

. 3 min read

Setiap mereka yang telah menikah, tentu akan dihinggapi rasa ingin lekas memiliki buah hati. Tapi segala hal dititipkan-Nya datang di waktu yang berbeda. Meski dengan harapan yang sama, tanpa lupa menyertakan Yang Maha Kuasa di setiap langkahnya.

Anak dari Amien Rais, Hanum Salsabiela Rais, dan suaminya Rangga Almahendra ternyata memiliki pengalaman luarbiasa tentang penantian buah hati. Kini sang buah hati telah lahir dengan nama Sarahza Reashira Almahendra.

“Saat manusia telah memasrahkan dirinya, saat itulah tangan Tuhan bekerja.”

Kalimat di atas rasanya cukup untuk menggambarkan perjuangan dua insan manusia, Hanum Rais dan Rangga, dalam penantian panjang sebelum dikaruniai Sarahza.

Setelah tiga bulan Sarahza lahir, penulisan manuskrip tentang Sarahza dimulai. Kisah berawal sejak Sarahza masih berada di Lauhul Mahfudz hingga kelahirannya. Semua dituliskan dalam buku keenam pasangan Hanum Rais dan Rangga, yang berjudul I am Sarahza.

Sarahza Turut Bercerita

Disuguhkan dengan menggunakan tiga sudut pandang, kisah yang terjalin kian terasa berbeda karena pembaca diajak mengetahui setiap rasa yang tumbuh dari masing-masing karakter: Hanum Rais, Rangga, dan Sarahza yang masih merupa ruh.

“Di periuk bersinar terang ini, kami semua bergantung pada iradah manusia-manusia yang telah terjadi di dunia sana. Jika mereka menginginkan kami sepenuh hati, takdir kami semakin menguat sinarnya.
Sebaliknya, ketika kami tidak lagi diinginkan, cahaya kami akan sedikit demi sedikit meredup hingga akhirnya sirna. Itu artinya, Tuhan mengirim kami kembali ke surga tanpa perantara dunia.”
-Sarahza

Meski I am Sarahza adalah kisah nyata, adanya dialog fiktif yang diutarakan Sarahza membuat novel ini semakin menyentuh hati, lebih dari sekadar membaca rentangan kisah nyata dalam menunggu kehadiran buah hati yang telah banyak diangkat untuk dijadikan novel.

Arti Berserah yang Sesungguhnya

I am Sarahza menjadi lebih dari sekadar membaca kilas balik bagaimana Hanum Rais, Rangga, dan seluruh jiwa raganya mengusahakan hadirnya Sarahza di tengah kehidupan mereka. Begitu banyak pelajaran hidup yang dapat dikutip dari buku ini.

Tanpa jeda untuk menguatkan satu sama lain, Hanum Rais dan Rangga bersama-sama menjadi tangguh untuk lebih bersabar, dan berdoa, percaya akan selalu ada asa akan hadirnya buah hati. I am Sarahza membuka pandangan tentang arti sesungguhnya dari ikhtiar dan tawakkal kepada Yang Maha Esa.

Hanum Rais dan Rangga menjadi sosok yang patut menjadi arah motivasi. Membuat mengerti bahwa berjuang memang harus setengah mati, dan berserah haram setengah hati, sampai kemudian menyadari tidak ada yang sia-sia usaha selama ini.

Sekilas tentang Amien Rais, Kakek Sarahza

Sebagai intermezzo, dalam beberapa paragraf panjang, tak jarang Hanum Rais akan bercerita sedikit tentang sosok sang ayah dengan perpolitikannya.

Bermula dengan sepak terjang beliau di era 1998, sampai kisahnya ketika pilpres 2014 yang membuatnya menyatakan pidato kekalahan. Lengkap dengan bagaimana lingkungan sekitar Hanum Rais dan Rangga bereaksi atas hal itu.

Dalam bukunya itu, Hanum juga berkisah tentang kakek Sarahza ini menjadi salah satu sosok kuat yang turut membesarkan hatinya setiap kali gagal inseminasi, yang berulang dilakukan.

Dukungan Amien Rais tentunya sangat berarti karena bukan perkara mudah menjadi Hanum Rais dan Rangga. Pasangan yang resmi menikah pada 2005 lalu ini, harus melewati enam kali bayi tabung, lima kali inseminasi, juga dua kali laparaskopi dan kuretase.

Belum lagi puluhan terapi yang harus dijalani keduanya. Segalanya dilakukan sampai bertemu dengan Sarahza di tahun kesebelas setelah mereka menikah.

Haru juga lucu bersatu manis dalam I am Sarahza, membuatnya begitu ringan untuk dinikmati sekaligus menggugah rasa penasaran dengan bagaimana kelanjutan gigihnya sepasang kekasih ini.

Dalam buku setebal 317 halaman ini, di dalamnya Hanum sempat menyatakan bahwa I am Sarahza merupakan tulisan perekat dari semua buku yang telah ia tulis seperti, Menapak Jejak Amien Rais yang Hanum tulis solo.

Serta lima novel lainnya yang ia tulis bersama Rangga; 99 Cahaya di Langit Eropa, Berjalan di Atas Cahaya, Bulan Terbelah di Langit Amerika, dan Faith and the City yang kelimanya seolah menjadi saksi bahwa I am Sarahza akan lahir suatu saat nanti.


Bagi Grameds yang juga tengah menantikan hadirnya buah hati, buku ini bisa menguatkan kamu, untuk percaya semua pasti akan indah pada waktunya.

Wajib baca, untuk kamu yang butuh diyakinkan, jika kalian tidak sendiri, di luar pun ada mereka yang tak letih berjuang memiliki buah hati.

Sudah punya bukunya? Kalau belum, cek langsung ke Gramedia.com, ya!

Buku

Beli bukunya di sini >>


Sumber foto header: Penerbit Republika Twitter