Resensi Buku: Investigasi Rasa ala Aruna & Lidahnya

. 2 min read

Aruna & Lidahnya merupakan sebuah novel terbitan Gramedia Pustaka Utama (GPU) yang dirilis pada tahun 2014. Novel ini ditulis oleh seorang penulis berdarah Minang, bernama Laksmi Pamuntjak yang sebelumnya pernah menulis Amba (2012), sebuah novel fiksi populer bertema tragedi G30S/PKI.

Dalam Aruna & Lidahnya, Laksmi memberikan nafas baru dengan sajian karya bertema kuliner. Dengan tema yang cukup nyentrik, Laksmi telah berhasil mengemas ceritanya dengan apik. Kemampuannya dalam menulis kuliner memang sudah tidak diragukan lagi, mengingat dirinya telah berpengalaman menulis seri buku panduan makanan independen, The Jakarta Good Food Guide.

Di novelnya kali ini Laksmi menghadirkan seorang tokoh utama yang akrab dipanggil Aruna. Aruna adalah seorang Epidemiologist berusia 35 tahun yang sedang melakukan perjalanan penelitian mengenai wabah flu burung yang terjadi serentak di delapan kota di penjuru nusantara.

Buku-Kuliner--1Source: laksmipamuntjak.com

Kenyataannya, kisah ini merupakan sebuah perjalanan yang bermotif utama wisata kuliner yang disambi dengan bekerja, bukan sebaliknya. Ia pergi ditemani oleh dua kawannya yang sama-sama terobsesi makanan yaitu Bono, seorang chef handal dan Nadezdha, penulis spesialis kuliner blasteran Sunda, Aceh, Perancis, dan Persia.

Kisahnya semakin menarik tatkala Laksmi menghadirkan kisah percintaan antara Aruna dengan Farish, rekan sekantornya yang ditugaskan bersama. Selama perjalanan, mereka merasakan kekayaan kuliner Indonesia mulai dari Jawa, Palembang, hingga Medan. Seperti misalnya sate lalat, nasi ayam hainan, rujak pisang batu, sambal kecombrang, gulo puan Cek Mia, dan masih banyak lagi kuliner-kuliner nusantara yang dicicipi.

ARUNADANLIDAHNYA_STILL_05-1Source: Palari Films

Pembaca tidak hanya diajak untuk mengenal nama sajian belaka, Laksmi juga memberikan pengalaman unik melalui gaya menulisnya yang begitu detil. Baginya makanan tidak hanya berkutat pada rasa di pangkal lidah, namun ia mampu memberikan apresiasi dengan untaian filososi dan cerita historis yang memikat hati.

Seketika, sendokku dan sendok Nadezhda berlomba masuk ke mangkok yang sama. Memang enak, enak sekali. Bumbunya mantap dan mengikat, tapi kaldunya tetap terasa bersih, ringan, halus, tidak pekat dan kumuh oleh lemak dan vetsin. Rebung dan timun menjadikan kaldu semakin segar. Dan tekstur tekwan terasa pas justru karena ia telah lebih banyak meresap lembap.

(Aruna, hal. 194)

Tidak heran, demi menulis bukunya ini Laksmi telah melakoni berbagai riset mendalam dengan para pakar kuliner. Hal ini terlihat dari referensi bacaan yang ia susun dalam daftar pustaka bukunya. Masukan-masukan itu pun dikisahkan ulang melalui pengalaman yang tokoh rasakan saat mengunjungi setiap tempat, disertai dengan deskripsi mendalam tentang rasa.

Tertarik baca bukunya? Dapatkan novel Aruna & Lidahnya edisi khusus cover film hanya di Gramedia.com.

Aruna-dan-Lidahnya-Cover-Film-1


Header image source: Sevmananda.com