Rekomendasi Novel Terjemahan Asal Jepang Selain Haruki Murakami

Rekomendasi Novel Terjemahan Asal Jepang Selain Haruki Murakami

. 3 min read

Kamu punya teman pembaca yang kerap menganjurkan buku-buku karya Haruki Murakami? Mungkin kamu akan mendengar Norwegian Wood, 1Q84, atau Kafka on the Shore sebagai bahan rekomendasi. Sebagian orang mungkin bisa membacanya dengan mudah, tapi tak sedikit yang susah-payah menyelesaikannya atau bahkan berhenti di tengah jalan.

Banyak alasan untuk sulit membaca buku-buku karya Haruki Murakami. Beberapa bukunya tebal—bahkan terjemahan 1Q84 dibagi menjadi tiga jilid. Selain itu, mungkin juga genre yang diusung oleh Murakami bukan genre yang cocok buatmu.

Dalam artikel yang baru saja ditulisnya di Electric Literature, esais Julia Shiota berpendapat bahwa kebanyakan orang yang mengaku sudah membaca literatur asal Jepang hanya membaca karya-karya Haruki Murakami. Lebih lanjut, Julia merekomendasikan beberapa literatur Jepang yang juga tak kalah kultural seperti karya-karya pengarang wanita seperti Takako Takahashi, Taeko Kōno, dan Fumiko Enchi yang karya-karyanya berasosiasi kuat dengan karya-karya Murakami.

Bagaimana dengan literatur Jepang yang lain? Ada beberapa karya-karya pengarang asal Jepang dengan genre thriller, remaja, atau hanya fiksi saja yang mungkin bisa dijajal. Sebagian karyanya begitu populer dan sudah difilmkan.

Berikut rekomendasi lima judul novel Jepang yang ringan dan sudah diterjemahkan.

1. The Devotion of Suspect X karya Keigo Higashino

The
The Devotion of Suspect X karya Keigo Higashino

Beberapa pembaca menilai karya-karya Keigo Higashino punya nuansa yang mirip dengan karya-karya Haruki Murakami. The Devotion of Suspect X menceritakan sebuah kasus pembunuhan yang sejak awal sudah diberi tahu siapa pelaku dan korbannya. Seorang detektif bernama Detective Galileo adalah fisikawan yang diminta untuk menelusuri kasus itu. Buku yang terbit pada 2005 ini difilmkan dengan judul “Suspect X” yang rilis pada 2008. Mungkin karena sudah difilmkan itulah buku ini menjadi yang paling populer dari seri Detective Galileo karya Keigo Higashino.

2. Confessions karya Kanae Minato

Confessions
Confessions karya Kanae Minato

Guru SMP Yuko Moriguchi harus menjadi orang tua tunggal anaknya bernama Manami yang masih berusia empat tahun. Sialnya, ia berhadapan dengan tragedi yang menyayat hati setelah terpaksa berpisah dengan suaminya itu. Kerap dijuluki ratu thriller Jepang, Kanae Minato menulis Confessions pada 2008 dan menjadi debut novel misteri pertamanya dan memenangkan Honya Taisha award (sebuah penghargaan toko buku di Jepang) pada 2009. Pada 2010, Confessions diadaptasi ke film yang terpilih mewakili Jepang untuk kategori Best Foreign Language Film dalam Oscars ke-83.

3. The Travelling Cat Chronicles karya Hiro Arikawa

The
The Travelling Cat Chronicles karya Hiro Arikawa

Bagaimana dengan genre fiksi kontemporer? The Travelling Cat Chronicles ini baru saja diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tahun ini dan amat direkomendasikan untuk kamu yang suka dengan genre kontemporer. Berkisah tentang kucing bernama Nana yang sedang dicarikan majikan barunya. Sotaru yang sudah lima tahun bersama Nana memutuskan untuk melepaskan Nana. Pertanyaannya: kenapa Sotaru tidak bisa lagi memelihara Nana? The Travelling Cat Chronicles diterbitkan pada 2012 dan menjadi international bestseller setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Philip Gabriel.

4. Go karya Kazuki Kaneshiro

Go
Go karya Kazuki Kaneshiro

Buat kamu penyuka genre remaja, Go menjadi literatur Jepang yang patut dibaca. Ketertarikan Sugihara pada Sakurai dimulai dari musik klasik dan film asing yang membuat mereka dekat. Namun, ada hal lain yang Sugihara tutupi dari Sakurai yaitu identitasnya sebagai bukan orang Jepang. Kazuki Kaneshiro menulis beberapa buku dan juga komik. Go adalah karyanya yang pertama kali mendunia dengan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Takami Nieda.

5. Girls in the Dark karya Akiyoshi Rikako

Girls
Girls in the Dark karya Akiyoshi Rikako

Jepang mungkin pusatnya pengarang misteri. Satu lagi kisah misteri yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan sudah dicetak berulang kali: Girls in the Dark. Buku ini bercerita tentang kasus kematian ketua Klub Sastra yang penuh misteri. Pertanyaannya sederhana: ia bunuh diri atau dibunuh? Selain Girls in the Dark, buku lain karya Akiyoshi Rikako sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Penerbit Haru. Di antaranya adalah: The Dead Returns, Holy Mother, dan Giselle.