Film-Film Psikologi Thriller Adaptasi Novel untuk Mengisi Liburan di Akhir Tahun

Film-Film Psikologi Thriller Adaptasi Novel untuk Mengisi Liburan di Akhir Tahun

. 3 min read

Libur akhir tahun segera tiba. Kamu berencana menghabiskan liburan ke mana? Di mana pun pastinya akan terasa menyenangkan ya jika bisa menghabiskan waktu bersama orang-orang terkasih.

Bagi yang belum punya rencana bepergian di liburan kali ini, bagaimana kalau merencanakan nonton bareng di rumah bersama keluarga atau teman terdekat? Banyak film seru yang bisa disaksikan bersama, lho.

Bukan cuma film-film bertema cinta, tapi film-film menegangkan dengan genre psikologi thriller juga cocok disaksikan di waktu liburan. Film-film ini pastinya akan membawa keseruan karena ketegangan yang ada di dalam ceritanya. Dijamin, meski liburan tak kemana-mana, tapi tidak akan membosankan.

Untuk memberikan referensi, berikut daftar lima film bertema psikologi thriller adaptasi buku yang cocok kalian saksikan bersama teman dan keluarga untuk menghabiskan waktu liburan akhir tahun ini.

Apa saja filmnya? Baca infonya di bawah ini ya.

1. Don't Say a Word

FILMBUKUPSIKOLOGI

Seorang psikolog ternama bernama Nathan Conrad dipercaya untuk merawat seorang pasien pengidap gangguan jiwa bernama Elisabeth Burrows.

Sudah banyak rumah sakit dan dokter yang menyerah menangani Elisabeth. Ternyata ada sebuah alasan yang membuat banyak dokter menangani Elisabeth. Di sana konflik yang sebenarnya dimulai.

Ketegangan demi ketegangan terus terjadi sepanjang film. Hingga akhirnya sebuah rahasia terungkap. Akhir kisah film yang diangkat dari novel berjudul sama karya Andrew Klavan ini dijamin bikin penonton tercengang.

2. A Beautiful Mind

FILMBUKUPSIKOLOGI

Film yang diangkat dari novel berjudul A Beautiful Mind karya Sylvia Nasar ini menceritakan kisah hidup John Forbes Nash. Nash merupakan penerima nobel ekonomi pada 1994 lalu.

Lewat film ini, terungkap bahwa di balik sosok briliannya, Nash ternyata pengidap skizofrenia. Skizofrenia sendiri merupakan bentuk gangguan mental yang biasanya ditandai dengan halusinasi, paranoid, atau cara pikir yang kacau dari penderitanya.

Di film ini, penonton akan dibuat terheran-heran dengan kehidupan Nash yang tidak biasa. Film ini resmi dirilis pada Desember 2001 lalu.

3. Gone Girl

FILMBUKUPSIKOLOGI

Film ini dirilis pada 2014 lalu, diadaptasi dari novel berjudul sama karya Gillian Flynn. Berkisah tentang hilangnya seorang wanita bernama Amy, secara tiba-tiba. Sementara itu, Nick, suami Amy, dituding menjadi dalang di balik hilangnya sang istri.

Padahal Nick sendiri kebingungan saat tiba-tiba sang istri menghilang. Beberapa petunjuk yang ditemui di rumah mereka, justru menggiring Nick sebagai tersangka utama, dengan tuduhan telah menghabisi nyawa sang istri.

Bagaimana akhir kisah hilangnya Amy? Kalau penasaran, film ini cocok ditonton bersama-sama, menghangatkan suasana malam tahun baru bersama keluarga.

4. Red Sparrow

FILMBUKUPSIKOLOGI

Film ini bukan sepenuhnya bertemakan psikologi. Genre aslinya thriller-spy. Namun kisahnya, menyeret sisi psikologi pemeran utama dan juga memberikan efek psikologi bagi penontonnya. Kenapa? Karena akan banyak adegan yang dijamin bikin hati meringis.

Film ini berkisah tentang mantan penari balet yang bergabung untuk menjadi seorang agen rahasia. Diajari untuk memanipulasi manusia, film ini pun memerlihatkan banyak adegan kekerasan. Yap, kekerasan berdarah-darah, dan mungkin salah satu dari kalian tidak akan tahan melihatnya.

Sensasi intens di film ini cocok untuk ditonton di waktu liburan bersama teman-teman. Pastinya akan membawa keseruan tersendiri. Apalagi buat yang suka dengan cerita spionase.

5. The Girl on the Train

FILMBUKUPSIKOLOGI

Yang satu ini diangkat dari novel The Girl on the Train karya Paula Hawkins. Genrenya, thriller misteri. Lalu apa hubungannya dengan psikologi?

Teka-teki tentang dua pemeran utama di film ini lah yang akan menyeret penonton masuk ke dunia psikologi. Pasalnya, Rachel, salah satu tokoh utamanya diceritakan mengalami depresi dan pemabuk. Sementara satu tokoh lagi, yaitu Megan, digambarkan tertutup dan liar.

Alur kisah yang maju mundur, dan banyaknya teka-teki yang harus dipecahkan memancing sisi emosional para penonton. Eits, tapi film ini untuk usia 21 tahun ke atas ya. Hanya bisa disaksikan bersama teman-teman yang sudah cukup umur.


Apakah liburan kalian akan diisi dengan menonton film-film di atas? Atau justru jadi tertarik baca bukunya? Atau jadi penasaran dengan buku-buku bertema psikologi?

Jangan lupa cek di Gramedia.com ya, siapa tahu buku yang dicari tersedia dan siap dipesan.


Sumber header foto: abeautifulmind.com