Rekomendasi Buku Puisi Karya Penulis Muda Indonesia

Rekomendasi Buku Puisi Karya Penulis Muda Indonesia

Puisi adalah cara pribadi menyampaikan rasa gelisah yang ada di dalam hati. Setuju?

Bicara mengenai puisi, banyak sastrawan di negeri ini yang karya-karyanya telah awam kita ketahui, mulai dari Chairil Anwar, Joko Pinurbo, hingga Sapardi Djoko Damono.

Di luar nama besar mereka, saat ini banyak penulis-penulis muda yang karya puisinya tak kalah menggugah hati. Siapa saja mereka?

Berikut rekomendasi buku-buku puisi karya penulis muda Indonesia.

1. Museum Kehilangan - Wawan Kurniawan

rekomendasi
Beli bukunya di sini

Museum Kehilangan bukan sekadar kumpulan puisi biasa tentang kehilangan.

Ini adalah puisi tentang orang yang hilang entah kemana, orang yang mati tanpa tahu siapa pembunuhnya, dan orang yang belum menemukan keadilan untuknya. Hilang begitu saja.

“Barangkali saja kita terperangkap mimpi. Jam tak membangunkan apa-apa dari manusia. Pagi hanyalah alasan terburu-buru yang kita punya”

2. To Kill the Invisible Killer - FX Rudy Gunawan & Afnan Malay

rekomendasi
Beli bukunya di sini

To Kill the Invisible Killer merupakan kumpulan puisi tematik, yang nyaris seluruhnya mengangkat tema “melawan COVID-19”.

Buku ini sekaligus menjadi bukti bahwa puisi sebagai salah satu bentuk karya sastra, bukan saja menjadi medium kreatif dan saluran respon pribadi, tapi bisa juga berperan sebagai catatan dokumentasi.

“Telah ditemukan cara mudah untuk menjadi pahlawan: Berdiamlah di rumah. Tutup rapat-rapat pintu dan jendela rumahmu. Jadikan benteng perlindungan dari serangan malapetaka. Selamatkan keluargamu di rumah. Sebab berada di luar rumah membuat dirimu menjadi senjata mematikan.”

3. Kita adalah Sekumpulan Patah Hati yang Memilih Matahari - Astri Apriyani

rekomendasi
Beli bukunya di sini

Buku ini berisi kumpulan puisi perjalanan, yang ditulis berdasarkan tempat-tempat yang pernah dikunjungi dari berbagai penjuru dunia.

Mari kita bersama berkeliling dunia, lewat kata-kata.

“Dieng mungkin tak seperti yang kau kenal bertahun lalu. Hatinya berubah, tapi tidak cintanya. Jadi biar kau menyakitinya, ia tetap memilihmu sebagai rumah.”

Baca juga: 4 Seri Novel Kriminal 'Cormoran Strike' J.K. Rowling


4. Suaramu Jalan Pulang yang Kukenali - Adimas Immanuel

rekomendasi
Beli bukunya di sini

Ini adalah kumpulan puisi mengenai kehidupan, cinta, dan keluarga. Disampaikan secara apik dan menarik. Jangan lupa untuk pulang ya, entah siapa yang kamu tuju sebagai rumah nanti.

"Tadi aku pagi yang lahir dari mimpimu. Kini kamu malam yang menua dari ingatanku. Mungkin esok aku jadi semua malam dan pagimu. Mungkin juga esok aku tak jadi penanda harimu."

5. Poem Book - Heidi Nasution

rekomendasi
Beli bukunya di sini

Poem Book berisi puisi tentang kisah pribadi dan berbagai permasalahan yang dialami penulis, yang dikemas secara menarik lewat secarik puisi yang cantik.

"Coba pikirkan terakhir kali kamu tidak cinta aku. Kalau diulur kembali mungkin balik ke zaman batu."
"Kamu dengan dia. Setengah obsesi, setengahnya lagi baru cinta."

6. Keterampilan Membaca Laut -  Ama Achmad

rekomendasi
Beli bukunya di sini

Perasaan yang kita punya seluas semesta serta samudera, kita perlu memiliki Keterampilan Membaca Laut, karena laut menyimpan separuh tubuhnya di kedua matamu.

Puisi-puisi ini adalah sebagian darinya yang tak pernah selesai.

"Hatimu; kota. Sedang aku hanya pejalan kelelahan yang tak berani meminta izin menetap. Jemarimu; tiang dermaga. Sedang aku hanya sampan kecil patah, teronggok di tepi pantai. Tak bisa menyentuhmu. Kau; seluruh yang tak bisa disentuh segalaku."

Baca juga: 6 Novel Terbaik dari Sang Pujangga Paulo Coelho


Buku puisi mana yang kamu pilih untuk menemani harimu? Selamat berpuisi, ya. Selamat menyelami diri.

Temukan koleksi buku puisi pilihan lainnya yang dapat kamu baca, hanya di Gramedia.com!


Photo by yeongkyeong lee on Unsplash


Albin Sayyid Agnar

Content Writer

Enter your email below to join our newsletter