Record of Ragnarok: The Legend of Lü Bu dan Ambisinya Mencari Lawan Sepadan dalam Setiap Pertarungan!
Di semesta Record of Ragnarok, para dewa dan manusia dipertemukan dalam tiga belas duel penentuan yang mempertaruhkan kelangsungan umat manusia. ⚡🗡
Akan tetapi, sebelum panggung akbar itu mempertemukan tokoh-tokoh lintas mitologi dalam pertarungan hidup dan mati, ada satu nama yang reputasinya sudah lebih dulu menggema sebagai simbol kekuatan tanpa tanding. Ia adalah Lu Bu.
Dalam sejarah Tiga Kerajaan, Lu Bu dikenal sebagai jenderal yang kekuatannya kerap digambarkan melampaui prajurit mana pun di masanya. Melalui spin-off Record of Ragnarok: The Legend of Lü Bu, pembaca diajak menelusuri kembali jejak hidupnya, jauh sebelum ia tampil sebagai wakil umat manusia dalam duel pertama Ragnarok melawan dewa petir, Thor.
Kisah ini memusatkan perhatian pada masa lalu yang membentuk reputasinya sebagai kesatria terkuat. Alih-alih hanya menghadirkan sosoknya sebagai figur legendaris yang muncul sekejap di arena, spin-off ini menggali ambisi, pertarungan, dan pencarian tanpa henti akan lawan yang benar-benar sepadan.
Lalu, seperti apa sosok Lu Bu digambarkan dalam kisah ini? Mari kita bahas lebih dalam. 🐎
Garis Besar Cerita The Legend of Lü Bu
Secara garis besar, cerita ini menyoroti perjalanan Lu Bu sejak muda hingga dikenal sebagai “Flying General”. Ia digambarkan tumbuh dalam dunia yang keras, di mana kekuatan adalah bahasa utama; dan kelemahan berarti kematian. Setiap pertempuran yang ia jalani membentuk reputasi sekaligus kesepian yang makin dalam.
Narasi bergerak melalui berbagai medan perang, memperlihatkan bagaimana ia menaklukkan musuh demi musuh tanpa pernah benar-benar merasa puas. Ada sensasi tragis yang terasa di balik setiap kemenangan. Semakin tinggi namanya melambung, semakin sulit ia menemukan lawan yang bisa membuat darahnya benar-benar bergejolak.
Spin-off ini juga memperlihatkan relasi Lu Bu dengan pasukannya serta sosok-sosok penting di sekitarnya. Namun, pusat cerita tetap pada pencariannya akan lawan yang sepadan. Sebuah obsesi yang pada akhirnya menjelaskan kenapa ia berdiri paling depan saat umat manusia membutuhkan wakil terkuatnya.
Baca juga: Manga Pluto: Ketika Hubungan Manusia dan Robot Tak Lagi Sekadar Logika
Hanya Dalam Pertarungan, Ia Merasa Hidup

Cerita yang diramu oleh Fukui Takumi & Umemura Shinya, serta diilustrasikan oleh Takeo Ono ini adalah kisah perjalanan seorang pejuang legendaris yang tumbuh menjadi simbol kekuatan manusia.
Dengan kekuatan fisik luar biasa, Lu bu berhasil menjadi yang terkuat. Ia tampil sebagai simbol kekuatan absolut manusia. Secara visual, tubuhnya digambar besar dan penuh tekanan otot, dengan ekspresi liar yang mempertegas aura brutalnya. Setiap ayunan tombaknya terasa berat, masif, dan menghancurkan.
Namun, di balik keganasan itu, ada lapisan karakter yang menarik. Ia bukan petarung yang haus darah tanpa arah. Ia bertarung karena hanya dalam pertempuran ia merasa hidup. Dunia damai justru terasa membosankan baginya. Paradoks ini membuat karakternya terasa lebih kompleks daripada sekadar mesin perang.
Penggambaran ini memperkaya momen kemunculannya di seri utama Record of Ragnarok. Kita jadi memahami bahwa senyum liarnya saat menghadapi dewa bukanlah kesombongan kosong, melainkan puncak dari perjalanan panjang seorang manusia yang akhirnya menemukan tantangan sejati.
Sekuat Apa Dirinya dalam Dunia Itu?
Dalam semesta Record of Ragnarok, Lu Bu disebut sebagai manusia terkuat. Kekuatan fisiknya digambarkan mampu menghancurkan pasukan dalam sekali terjang. Bahkan senjatanya, Sky Piercer, terasa seperti perpanjangan dari ambisi dan tenaganya yang brutal.
Kemampuannya bukan hanya ada pada ototnya. Lebih dari itu, ia juga memiliki insting bertarung yang luar biasa tajam. Ia mampu membaca celah sekecil apa pun dan memaksimalkan momentum. Dalam pertarungan melawan dewa, ia bahkan mampu memaksa lawan mengerahkan kekuatan serius sejak awal.
Meski begitu, manga ini tidak menjadikannya sosok tak terkalahkan. Justru batas kemampuannya itulah yang membuat kisahnya dramatis. Ia mungkin manusia terkuat, tetapi tetaplah manusia. Dan di situlah letak heroismenya, berdiri menantang sesuatu yang secara logika berada jauh di atasnya.
Kenapa Kisah Ini Layak Dibaca?
Pertama, komik ini memberikan kedalaman karakter yang jarang ditemukan di spin-off. Ia tidak sekadar memanfaatkan popularitas seri utama, tetapi benar-benar membangun fondasi emosional untuk Lu Bu. Bagi pembaca yang penasaran dengan latar belakangnya, ini seperti potongan puzzle yang hilang.
Kedua, koreografi pertarungannya digambar dengan detail memukau. Setiap benturan senjata dan ledakan tenaga divisualisasikan dengan panel-panel dinamis yang bikin susah berhenti membaca. Intensitasnya konsisten dari awal sampai akhir.
Ketiga, manga ini menawarkan refleksi tentang arti kekuatan. Apakah kekuatan adalah tujuan akhir, atau justru kutukan yang membuat seseorang terisolasi? Pertanyaan itu terselip di antara dentuman tombak dan darah yang berceceran, memberi dimensi filosofis pada kisah aksi yang brutal.
Nah, kalau kamu sudah penasaran dengan kisahnya, kamu bisa langsung mendapatkan koleksinya di gramedia.com ya, Grameds!
1. Record Of Ragnarok: The Legend of Lu Bu 01
Volume pertama ini membuka tirai legenda Lu Bu Fengxian, jenderal paling tersohor dari era Tiga Kerajaan yang dikenal karena kekuatannya yang tak tertandingi. Sosoknya digambarkan sebagai pejuang yang belum pernah benar-benar menemukan lawan sepadan, seseorang yang terus mencari pertarungan demi membuktikan batas terkuat dirinya.
Di sinilah awal kisah tentang bagaimana nama Lu Bu terukir sebagai simbol kekuatan di medan perang!
2. Record Of Ragnarok: The Legend of Lu Bu 02
Volume kedua membawa pembaca pada peristiwa besar di Gerbang Huluo, salah satu momen paling ikonik dalam kisah Lu Bu. Dikepung oleh pasukan musuh dalam jumlah masif, ia berdiri seorang diri menghadapi gelombang serangan tanpa gentar.
Julukan Naga untuk Lu Bu Fengxian dan Harimau untuk Sun Jian Wentai menegaskan betapa dahsyatnya benturan dua kekuatan besar di era tersebut.
3. Record Of Ragnarok: The Legend of Lu Bu 03
Memasuki volume ketiga, cerita bergerak menuju konfrontasi dengan sosok yang dijuluki Dewa Setan, Dong Zhuo Zhongyin. Setahun setelah peristiwa di Gerbang Huluo, Lu Bu tampil dengan kekuatan yang kian matang dan reputasi yang semakin menggema. Ia bukan lagi sekadar jenderal hebat, melainkan simbol kesatria terkuat yang namanya dibisikkan langit.
Pertemuan antara Lu Bu dan Dong Zhuo menjadi awal dari babak baru yang menentukan arah legenda mereka. Ketegangan politik, ambisi kekuasaan, dan pertarungan antarfigur besar Tiga Kerajaan berpadu dalam narasi yang semakin intens.
4. Record Of Ragnarok: The Legend of Lu Bu 04
Kelanjutan konflik dengan Dong Zhuo Zhongyin mencapai titik yang semakin panas di volume keempat. Hubungan antara kesatria terkuat dan sang Dewa Setan berkembang menjadi benturan kepentingan yang tak terhindarkan. Lu Bu berdiri di tengah pusaran kekuasaan, kekuatan, dan pengkhianatan yang membentuk sejarah Tiga Kerajaan.
5. Record Of Ragnarok: The Legend of Lu Bu 05
Volume kelima menjadi puncak konfrontasi ketika Lu Bu akhirnya berhadapan langsung dengan Dong Zhuo Zhongyin setelah menumbangkan satu demi satu kesatria terbaik yang berada di bawahnya. Pertarungan ini digambarkan sebagai benturan yang mengguncang langit, memperlihatkan kapasitas penuh Lu Bu sebagai kesatria sejati yang tak pernah mundur dari tantangan sebesar apa pun.
Di sisi lain, kisah tentang Chi Tu, kuda legendaris yang dikenal sebagai Red Hare, turut mengambil peran penting dalam membangun mitos Lu Bu. Hubungan antara kesatria dan tunggangannya menghadirkan lapisan emosional yang memperkaya legenda tersebut. Dalam volume ini, nama Lu Bu dan Chi Tu terpatri sebagai simbol keberanian dan kekuatan yang tak lekang oleh waktu.
Meski menampilkan adegan pertempuran yang intens, kisah Record of Ragnarok: The Legend of Lü Bu turut mengajak pembaca merenungkan arti sejati dari kehormatan, kekuasaan, dan harga diri dalam dunia yang penuh konflik. ✊⚔
Bersama energi liar dalam setiap pertempurannya, kisah ini sekaligus menjadi gambaran akan manusia yang terus menantang batasnya sendiri, bahkan ketika dunia tak lagi mampu mengimbanginya.
Bagi penggemar aksi sejarah bercampur mitologi, spin-off ini terasa seperti sajian yang menyenangkan. Ia memperluas semesta Record of Ragnarok sekaligus memperdalam makna pertarungan pertama yang begitu ikonik.
Nah, kalau kamu tertarik untuk mengikuti kisahnya, Gramin punya kabar yang lebih seru lagi buat kamu! Soalnya, dengan menggunakan promo Comic Universe Februari, kamu bisa mengoleksi komik terbitan Elex Media, M&C, dan BIP dengan diskon hingga 25%.
Menariknya, promo ini bisa kamu nikmati mulai tanggal 11 hingga 24 Februari 2026 nanti, Grameds. So, catat tanggalnya dan nikmati pertarungan Lu Bu ataupun kisah lainnya dengan lebih hemat! 😉
Baca juga: Visual Imut, Cerita 'Maut': Mengapa Takopi’s Original Sin Begitu Menyesakkan Dada?
✨ Oh ya, jangan lupa juga buat dapetin penawaran spesial dari Gramedia.com! Cek promonya di bawah ini agar belanja kamu jadi lebih hemat! ⤵️
Telusuri Kisahnya Di Sini!
Telusuri Kisahnya Di Sini!
Telusuri Kisahnya Di Sini!
Telusuri Kisahnya Di Sini!
Telusuri Kisahnya Di Sini!
Dapatkan Komiknya di Sini!
Temukan Semua Promo Spesial di Sini!