5 Quotes Bijak Filsuf Kuno untuk Panduan Hidup Zaman Now

. 3 min read

Filsafat stoa yang dialih-bahasakan jadi filosofi teras oleh Henry Manampiring bermula 300 tahun sebelum Masehi atau sekitar 2.300 tahun lalu di zaman Yunani Kuno.

Alkisah, seorang pedagang kaya dari Siprus, sebuah pulau di selatan Turki, berlayar di laut Mediterania bersama barang dagangannya. Malang, kapalnya karam. Zeno selamat tapi kapal beserta seluruh dagangannya tenggelam.

Ia lantas tiba di Athena dan menemukan sebuah buku filsafat yang menarik hatinya. Syahdan, ia berguru pada filsuf Crates dan berbagai filsuf lain. Kemudian ia mengajarkan filsafatnya sendiri.

Zeno senang mengajar di teras berpilar di sebelah selatan agora, semacam tempat umum untuk masyarakat berdagang dan berkumpul. Teras dalam bahasa Yunani disebut "stoa". Karena itu ajaran Zeno disebut filsafat stoa atau stoisisme.

Dalam perkembangannya stoisisme atau filosofi teras maju pesat dari Yunani Kuno hingga ke zaman Romawi Kuno, punya banyak pengikut dan melahirkan mahaguru selain Zeno. Di antaraya ada Epictetus yang bekas budak, Lucius Seneca sang penulis drama dari Roma, hingga Marcus Aurelius yang juga kaisar Romawi.

Stoisisme mengalami kemunduran seiring kerajaan Romawi mengakui Kristen sebagai agama negara. Namun, 2.000-an tahun kemudian filsafat ini banyak ditengok lagi.

Stoisisme dianggap mampu menjawab persoalan manusia modern. Banyak pula pesohor yang mempraktikkannyadalam keseharian. Di antaranya mantan presiden AS Bill Clinton, penulis JK Rowling hingga aktris Anna Kendrick.

Beruntung kita di sini punya Henry Manampiring yang mengenalkan stoisisme lewat buku anyarnya Filosofi Teras: Filsafat Yunani-Romawi Kuno untuk Mental Tangguh Masa Kini (Penerbit Buku Kompas, 2019).


Baca juga: (REVIEW BUKU) Filosofi Teras: Filsafat Kuno, Panduan Hidup Zaman Now


Banyak quotes alias kata-kata bijak bermakna dari para filsuf kuno yang bisa jadi panduan hidup di zaman now. Berikut lima di antaranya.

Quote Anti Iri Hati

"Manusia tidak memiliki kuasa untuk memiliki apapun yang dia mau, tetapi dia memiliki kuasa untuk tidak mengingini apa yang dia belum miliki, dan dengan gembira memaksimalkan apa yang dia terima."
(Seneca, hal. 82)

Apa kamu resah lalu iri hati lihat teman yang isi medsosnya traveling melulu, makan dan minum di kafe/resto mahal, serta pamer barang branded?

Itu sumber masalah. Karena kita tak bisa mencegah apa yang orang lain posting. Lebih baik mensyukuri apa yang kita miliki. Belum tentu juga teman kita itu sesungguhnya juga bahagia.

Quote Arti Kaya yang Sesungguhnya

"Jika kamu terus-menerus mengikuti pendapat orang lain, kamu tidak akan pernah kaya."
(Seneca, hal. 89)

Ada dua makna dari quote di atas. Pertama, jika kamu terus ikutan tren, beli barang mahal, traveling ke tempat wisata yang hit atau nongkrong di kafe demi linimasa medsos, kapan bisa menyisihkan uang untuk menabung atau investasi? Kamu tak mungkin kaya dengan hidup boros.

Makna kedua, jika terus mengikuti omongan orang atau merasa FOMO alias fear of missing out, perasaan takut ketinggalan tren, kamu takkan pernah merasa kaya. Sebab kamu akan selalu merasa kekurangan.

Quote tentang Sumber Masalah Kita

"Bukan hal atau peristiwa tertentu yang meresahkan kita, tapi persepsi akan hal-hal dan peristiwa tersebut."
(Epictetus, hal. 95)

Sumber sebenar-benarnya dari segala keresahan dan kekhawatiran kita ada di dalam pikiran kita. Bukan pada hal atau peristiwa di luar kita.

Misal kita tertimpa kemalangan, yang menentukan adalah bagaimana kita bereaksi pada kemalangan itu, menerimanya dengan lapang dada atau larut dalam kesedihan.


Baca juga: 6 Buku Self Improvement Paling Fenomenal


Quote tentang Jangan Memperbesar Perkara Kecil

"[Kamu dapat] ketimun pahit? Ya buang saja. Ada semak berduri di jalan setapak yang kamu lalui? Ya berputar saja. Itu saja yang kamu perlu tahu. Jangan menuntut penjelasan, 'Kenapa ada hal [tidak menyenangkan] ini?' Mereka yang mengerti sesungguhnya hidup seperti apa akan menertawakanmu."
(Marcus Aurelius, hal. 136)

Banyak energi kita dihabiskan karena membesar-besarkan masalah kecil. Ketemu jalan macet? Ya putar saja atau nikmati kemacetan sambil melakukan hal produktif, seperti memeriksa kerjaan kantor atau baca e-book.

Dibilang gemukan? Jangan baper. Digosipkan teman kantor? Jangan ambil pusing atau klarifikasi. Kata almarhum Gus Dur, "Gitu aja kok repot?"

Quote tentang Memilih Teman

"Pilihlah teman yang paling tidak bercacat moral; seperti kita tidak ingin bercampur dengan orang sakit agar tidak terlular... Khususnya, hindari mereka yang selalu murung, meratap, dan mengeluh... teman yang selalu merasa kesal dan menggerutu adalah musuh bagi kedamaian jiwa kita."
(Seneca, hal 188-189)

Jangan memilih teman karena status sosialnya, kaya atau miskinnya, agamanya, atau juga sukunya. Pilihlah teman yang akan memberi kita pengaruh yang baik, membuat kita menjadi manusia yang lebih baik lagi.


BUKU FILOSOFI TERAS

Ada bejibun lagi quote bijak dari filsuf stoa yang bisa kamu jadikan pegangan dan pengingat di kala sedih atau tertimpa kemalangan. Makanya kamu perlu baca buku Filosofi Teras sambil menerapkannya sehari-hari.

Yuk, cari tahu lebih jauh dengan beli bukunya di Gramedia.com!