Saksi Bisu dari Gaza: Kisah Keteguhan Kakek Jamil Menjaga Harapan di Bawah Pohon Jeruk
Perang bisa saja merenggut rumah, memisahkan keluarga, dan meninggalkan luka yang tak terucap. Namun, seperti yang sudah diwasiatkan sejak dulu kala, cinta akan selalu menemukan cara untuk tetap hidup. β€π
Dampak akibat perang sering kali meninggalkan banyak hal yang lebih dari puing-puing reruntuhan belaka. Dari balik bangunan yang tertimbun hancur, ada memori yang tetap tumbuh bersama kejadian baik yang pernah hidup bersamanya.
Dari tanah Palestina, cerita tentang keluarga, kehilangan, dan harapan terus lahir dari pengalaman nyata orang-orang yang mengalaminya. ππ±
Dan kali ini, Gramin akan mengajak kamu mengenal kisah dari Gaza melalui buku Pohon Jeruk dan Kakek Jamil. Cerita ini mengikuti kehidupan Kakek Jamil, seorang ayah dan kakek yang setia menjaga tanah dan keluarganya, hingga detik terakhir kehidupannya.
Kamu sudah siap, Grameds? Mari kita bahas sekilas kisahnya! π
Sinopsis Pohon Jeruk dan Kakek Jamil
Di Distrik Shujaiya, Gaza, berdiri sebatang pohon jeruk yang menjadi saksi perjalanan hidup sebuah keluarga. Dari tempat itulah cerita tentang Kakek Jamil dikenang. Pohon tersebut menyimpan kisah tentang keberanian dan keteguhan seorang lelaki yang tetap bertahan di tanah kelahirannya, meski konflik terus berlangsung di sekelilingnya.
Kisah ini menggambarkan perjalanan yang terang di tengah gelap, melalui kebersamaan menuju kehilangan, serta perihal menemukan harapan di tengah kehancuran. Tentu, pengalaman yang diceritakan turut mewakili banyak keluarga di Gaza yang hidup dengan kenangan akan orang-orang tercinta yang telah pergi.
Di balik cerita tentang seorang ayah dan kakek, tersimpan gambaran lebih luas tentang ribuan keluarga yang terus berusaha menjaga cinta mereka terhadap rumah dan tanah kelahiran.
Dari Memori Putri Kecil Kakek Jamil
Buku ini ditulis oleh Amjaad Alramlawi, seorang ilustrator cerita anak yang berasal dari Gaza. Ia menuliskan kisah ini dari sudut pandang yang sangat personal karena Kakek Jamil adalah ayahnya sendiri. Pengalaman hidup yang dekat dengan konflik membuat ceritanya terasa jujur dan penuh emosi.
Sebagai ilustrator, Amjaad juga menghadirkan visual yang lembut dan ekspresif. Ilustrasi dalam buku ini membantu pembaca merasakan suasana rumah, kebun, dan kenangan keluarga yang menjadi pusat dari ceritanya.
Melalui perpaduan kata dan gambar yang dikisahkan, ia merangkai penghormatan sederhana untuk sosok ayah sekaligus mengenang kehidupan yang pernah tumbuh di bawah pohon jeruk itu.
Special Offer Pohon Jeruk dan Kakek Jamil!
Bagi Grameds yang tertarik membaca kisah Kakek Jamil dan pohon jeruknya, kamu bisa mendapatkan buku ilustrasinya melalui Special Offer di Gramedia.com!
Selama periode promo, buku Pohon Jeruk dan Kakek Jamil bisa kamu dapatkan dengan harga Rp87.000. Selain harga khusus, kamu juga berkesempatan mendapatkan bonus keychain dengan ilustrasi Kakek Jamil yang indah.
Yup, promo ini hanya berlangsung selama tanggal 5 hingga 18 Maret 2026 saja ya, Grameds. So, buat kamu yang ingin menambah koleksi bacaan hangat dan reflektif, kamu bisa memanfaatkan kesempatan ini sebelum promo berakhir!
Kisah tentang Palestina dan Puing Perang Lainnya
Kalau Grameds tertarik dengan kisah Pohon Jeruk dan Kakek Jamil, deretan buku-buku ini bisa banget kamu jadikan bacaan selanjutnya.
Yuk, cek list rekomendasinya di bawah ini!
1. We Stand with Palestine β Aan Wulandari U.
Komik We Stand with Palestine menghadirkan kisah Ghazi dan Maira yang mulai penasaran dengan Palestina setelah mendengar rencana Uti dan Akung berkunjung ke Masjid Al-Aqsa saat umroh. Awalnya mereka merasa tempat lain seperti Cappadocia lebih menarik untuk dikunjungi. Namun, rasa ingin tahu muncul ketika Maira melihat berita tentang serangan ke Palestina dan mendengar penjelasan bahwa negeri tersebut memiliki sejarah panjang sebagai tanah para nabi.
Dari situlah Ghazi dan Maira mulai memikirkan cara menunjukkan solidaritas kepada anak-anak Palestina yang kehilangan rumah akibat konflik. Ghazi bahkan mencoba menunjukkan kepeduliannya dengan cara sederhana yang bisa ia lakukan. Melalui cerita yang ringan dan penuh percakapan hangat, komik ini mengajak pembaca memahami makna empati serta bagaimana membantu sesama dengan cara yang lebih bijak.
2. Cerita dari Palestina: Negeri Para Nabi dan Rasul β Merve Gulcemal
Buku Cerita dari Palestina: Negeri Para Nabi dan Rasul mengajak pembaca menelusuri jejak sejarah dan spiritualitas dari tanah yang dikenal sebagai negeri para nabi. Palestina selama berabad-abad menjadi tempat penting bagi tiga agama besar dunia, yakni Islam, Kristen, dan Yahudi. Melalui kisah-kisah yang disajikan, pembaca diajak mengenal berbagai peristiwa dan tokoh yang berkaitan dengan wilayah suci seperti Yerusalem dan Hebron, sekaligus memahami peran penting Palestina dalam perjalanan para nabi dan rasul.
Di samping sejarah keagamaan, buku ini juga menampilkan potret budaya dan kehidupan masyarakat Palestina. Tradisi, seni, makanan khas, hingga keseharian warganya digambarkan dengan hangat, termasuk bagaimana mereka terus bertahan di tengah konflik yang berkepanjangan. Dengan gaya penulisan yang personal, buku ini membantu pembaca melihat Palestina dari berbagai sudut sekaligus menumbuhkan empati terhadap perjuangan rakyatnya.
3. Palestina β Joe Sacco
Dalam novel grafis Palestina, jurnalis komik Joe Sacco melakukan perjalanan langsung ke Gaza dan Tepi Barat untuk memahami kehidupan masyarakat yang hidup di bawah pendudukan Israel. Ia mewawancarai berbagai orang, mulai dari warga biasa hingga mereka yang mengalami pengusiran dan kekerasan untuk merekam cerita yang jarang terdengar di luar wilayah tersebut. Hasil perjalanan itu kemudian ia sajikan dalam karya jurnalisme komik yang kuat dan menggugah.
Karya ini kemudian dikenal sebagai salah satu mahakarya dalam genre jurnalisme grafis. Sacco menyampaikan fakta dan pengalaman lapangan secara tajam, sekaligus menunjukkan ketangguhan rakyat Palestina yang terus bertahan di tengah tekanan panjang. Hingga kini, buku ini tetap relevan sebagai dokumentasi penting tentang konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
4. Catatan Kaki dari Gaza β Joe Sacco
Catatan Kaki dari Gaza berawal dari upaya Joe Sacco menyelidiki sebuah tragedi yang terjadi di Jalur Gaza pada tahun 1956. Untuk menelusuri peristiwa tersebut, ia turun langsung ke wilayah konflik, bertemu para saksi, dan menggali cerita yang selama ini jarang muncul dalam catatan sejarah resmi. Dalam prosesnya, Sacco menyaksikan berbagai kondisi sulit, mulai dari penggusuran rumah warga hingga serangan yang menewaskan penduduk sipil.
Melalui ilustrasi dan narasi yang detail, Sacco merangkai kesaksian para korban, meliputi tangis keluarga yang kehilangan orang terkasih hingga keteguhan para warga yang terus bertahan di tengah kekerasan yang berlangsung. Buku ini menjadi salah satu karya paling ambisius Sacco dan menghadirkan dokumentasi visual yang kuat tentang tragedi kemanusiaan di Gaza, sekaligus mengingatkan bahwa banyak peristiwa besar sering kali hanya tercatat sebagai βcatatan kakiβ dalam sejarah.
5. As Long as the Lemon Trees Grow β Zoulfa Katouh
As Long as the Lemon Trees Grow mengikuti perjalanan Salama, seorang gadis Suriah yang harus menghadapi kehilangan besar akibat perang. Ia kehilangan orang tua dan kakaknya, Hamza, sehingga harus menjaga Layla, kakak iparnya yang sedang hamil. Di tengah kota yang dipenuhi korban perang, Salama berjuang menjalani hari-harinya sebagai relawan rumah sakit sambil memikirkan kemungkinan meninggalkan Suriah demi keselamatan Layla dan bayi yang akan lahir.
Konflik batin Salama semakin kuat ketika ketakutan dalam dirinya muncul dalam wujud sosok imajiner bernama Khawft yang terus mendorongnya untuk pergi. Di sisi lain, pertemuannya dengan Kenan, seorang pemuda yang tetap berjuang untuk negaranya, membuat Salama mempertimbangkan kembali pilihannya. Novel ini menghadirkan kisah penuh emosi tentang cinta, kehilangan, harapan, dan keberanian bertahan di tengah perang.
Terkenang, Tak Akan Pernah Mati!
Kisah dalam buku Pohon Jeruk dan Kakek Jamil berbicara tentang tanah air, kehilangan, cinta, serta harapan yang terus dijaga. β€οΈβπ©Ήπ±
Gambarannya hadir dan terekam, melalui sosok kakek dan sebatang pohon jeruk di Gaza, yang menjadi saksi bisu bagi isi rumah yang pernah bergelimang tawa, air mata, dan doa keluarga yang tinggal di sekitarnya.
Memori dan ingatan tentangnya tetap tangguh, senantiasa tersimpan di kepala, dan kini ia tersebar bersama cerita dan visual yang menggugah mata serta hati orang-orang yang membacanya.
Akhirul kalam, bila Grameds sudah siap untuk tersentuh dan merasakan kisahnya secara langsung, kamu bisa mendapatkannya di Gramedia.com ya! π
β¨Oh iya, jangan lupa cek promo spesial lainnya di Gramedia.com supaya belanjamu makin hemat dan bermakna! ‡