Jakarta, Polusi Udara, dan Penyakit Akibat Lingkungan

Jakarta, Polusi Udara, dan Penyakit Akibat Lingkungan

Bagi teman-teman yang di Jakarta dan sekitarnya, sadarkah kalian bahwa beberapa hari belakangan ini langit tidak terlihat biru? Bila pun terasa panas terik dan gerah, langit tetap terlihat bersemu abu-abu seperti ada lapisan yang menghalangi kilau dan silau matahari. Ternyata, hal itu disebabkan oleh polusi udara yang sedang menghinggapi Jakarta. Apa sebabnya?

Dikutip dari Kompas.com, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih menyatakan bahwa udara di Jakarta ini akan masuk dalam periode el nino di mana Jakarta akan ditimpa cuaca yang panas dikarenakan musim kemarau dan tidak ada hujan. Kondisi tersebut memengaruhi pencemaran yang terjadi di kota Metropolitan ini dan akan memburuk dalam tiga bulan ke depan.

“Itu pencemarannya juga akan tetap di situ-situ saja. Itu makanya yang disebut kemarau juga punya pengaruh kepada tingkat pencemaran,” ujar Andono.

Polusi udara harus benar-benar menjadi perhatian masyarakat khususnya yang beraktivitas di daerah Ibukota. Setidaknya Sembilan dari sepuluh orang sudah menghirup udara kotor dan setiap tahunnya membunuh tujuh juta orang di seluruh orang. Penyakit yang disebabkan pencemaran udara pun perlu diantisipasi.

Penyakit Akibat Polusi Udara dan Kondisi Lingkungan Lainnya

Menghirup udara berpolusi memberikan dampak yang lebih buruk ketimbang menghirup asap rokok. Bila dihirup secara rutin dan stagnan, menghirup udara yang tidak bersih bisa memicu stroke, kanker paru-paru, dan penyakit jantung.

Penyakit yang kerap datang akibat udara di lingkungan yang tidak bersih adalah ISPA yang merupakan singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut. ISPA disebabkan oleh virus atau bakteri yang dapat terjadi melalui kontak dengan air liur dan mudah sekali menular. Percikan air liur tersebut akan menyebar melalui udara dan diterima oleh hidung atau mulut orang lain. ISPA sering kali menimpa anak-anak.

Lingkungan yang tidak higienis memang menjadi penyebab timbulnya penyakit. Seperti diare yang timbul karena kurang bersihnya diri sampai penyakit yang berhubungan dengan pernapasan yang disebabkan oleh pencemaran udara.

Penyakit
Penyakit Akibat Lingkungan

Guru besar Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Prof. Dr. dr. Anies merangkum penyakit-penyakit timbul karena lingkungan berjudul Penyakit Akibat Lingkungan.

Buku yang sebetulnya adalah buku ajar untuk mahasiswa Kedokteran Lingkungan tersebut menjabarkan penyakit-penyakit yang muncul akibat polusi, kondisi sanitasi lingkungan yang buruk, dan perilaku manusia yang tidak memperhatikan kondisi lingkungan. Buku tersebut didahului dengan penjabaran definisi penyakit akibat lingkungan.

Yang paling penting, buku Penyakit Akibat Lingkungan memberikan langkah antisipasi terjadi penyakit akibat lingkungan. Buku yang tepat untuk dibaca teman-teman yang beraktivitas di Jakarta.


Dapatkan buku Penyakit Akibat Lingkungan karya Prof Dr. dr. Anies, M. Kes, PKK, di Gramedia.com.


Sumber foto header: Kompas.com.


Abduraafi Andrian

Content Team

Enter your email below to join our newsletter