Pertarungan Sengit Hashira dan Iblis Tingkat Tinggi di Demon Slayer 8

Pertarungan Sengit Hashira dan Iblis Tingkat Tinggi di Demon Slayer 8

Tanjiro dan kawan-kawan yang pergi menaiki kereta uap “Mugen” untuk menemui salah satu hashira, Rengoku Kyojuro, malah terjebak dalam perangkap iblis! Ternyata, salah satu iblis utusan Muzan Kibutsuji telah mempersiapkan jebakan. Tanjiro dan kawan-kawan terperangkap dalam “mimpi abadi” yang dipersiapkan sang “iblis penidur” Enmu. Namun, rencananya kacau saat Tanjiro yang pertama kali sadar akan jebakan mimpi itu berhasil bangun dari tidurnya.

Tanjiro yang menghadang Enmu bertarung sengit dan berhasil memenggal kepala Enmu, tapi ternyata itu tidak membunuhnya. Enmu malah menyatu dengan badan kereta dan menjadi sulit diserang. Ia juga menjadikan para penumpang yang tertidur di dalam kereta sebagai sanderanya.

Rengoku dan Inosuke pun akhirnya berhasil bangun. Atas arahan Rengoku, Tanjiro dan Inosuke bergerak ke arah tempat masinis, yang diduga merupakan tempat kelemahan sang iblis bersemayam. Ternyata benar, “leher” sang iblis Enmu tertanam di lantai ruang masinis!

Dengan kerja sama Tanjiro-Inosuke, akhirnya leher Enmu pun berhasil tertebas, namun Tanjiro sempat tertusuk sang masinis yang sudah terpedaya Enmu, ditambah kematian Enmu menimbulkan guncangan dahsyat yang menyebabkan badan kereta berguling. Tanjiro pun terpental. Untungnya, semua penumpang selamat walau banyak yang terluka.

Di saat itu, kondisi Tanjiro tidak bisa bergerak dan pendarahan karena ada pembuluh darahnya yang pecah, namun berkat arahan Rengoku, pendarahannya pun berhasil terhenti.

Sementara Inosuke berusaha menyelamatkan masinis yang tertimpa gerbong kereta, di saat bersamaan dentuman hebat terjadi. Di hadapan Rengoku dan Tanjiro yang masih terbaring, muncul iblis baru!

Melihat simbol di matanya, diketahui kalau iblis baru itu adalah iblis “Jyogen”, alias iblis tingkat tinggi. Ia memperkenalkan dirinya sebagai Akaza, iblis Jyogen tingkat 3. Tiba-tiba saja Akaza itu menyerang Tanjiro, namun serangannya berhasil ditangkis Rengoku.

Akaza yang terkesan dengan jiwa bertarung Rengoku pun mengajaknya bertarung. Di tengah pertarungan, Akaza berkali-kali mengajak Rengoku untuk menjadi iblis saja. Menurut Akaza, kekurangan Rengoku adalah karena dirinya seorang manusia, fana, bisa terluka parah lalu mati. Namun hati Rengoku tetap kuat, mau terluka seperti apa pun, ia takkan pernah sudi berubah menjadi iblis. Karena bagi Rengoku…

Menjadi tua dan mati merupakan keindahan manusia sebagai makhluk fana. Justru karena manusia akan menjadi tua dan mati, mereka menghargai hidup, penuh kasih sayang, dan tabah.

Kekuatan Rengoku dan Akaza bisa dibilang seimbang. Tapi Akaza yang iblis, diuntungkan karena dirinya bisa berkali-kali menyembuhkan diri. Sementara luka pada tubuh Rengoku tidak bisa begitu saja sembuh atau kembali seperti semula.

Di tengah pertarungan yang sengit itu, Tanjiro, Inosuke hanya bisa memperhatikan. Bagi Tanjiro, walau ia ingin membantu Rengoku, tubuhnya masih sangat sulit digerakkan. Sementara Inosuke, dengan instingnya, merasa kalau ia hanya akan menganggu dan mungkin mati jika memaksakan diri masuk dalam pertarungan itu.

Menurut kalian, siapakah pemenang dalam pertarungan itu? Banyak nilai kehidupan yang bisa kita ambil dari komik DEMON SLAYER: Kimetsu no Yaiba ini. Tapi yang jelas, menikmati ceritanya secara keseluruhan adalah yang terpenting.

Jangan sampai lewatkan keseruan pertarungannya di DEMON SLAYER: Kimetsu no Yaiba volume 8!

demonBeli dan Baca Sekarang!

Dan jangan lupa pula, nantikan “babak baru” perjalanan Tanjiro dan kawan-kawan menghadapi iblis baru dan situasi-situasi tak terduga yang baru, di volume 9-nya yang direncanakan terbit pada April 2022!

Koleksi juga komik-komik lainnya dari Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba yang bisa kamu temukan di sini. Semuanya lengkap, cuma ada di Gramedia.com!

Borong semua komiknya juga bisa dapat promo spesial, lho. Langsung cek semua promo yang bisa kamu dapatkan di bawah ini ya! ⬇️⬇️⬇️

kumpulanTemukan Semua Promo Spesial di Sini!

Asyiknya lagi, borong banyak buku nggak perlu takut ongkos kirimnya mahal, karena sekarang belanja di Gramedia.com bisa dikirim dan diambil dari toko-toko Gramedia di seluruh Indonesia!

multiKlik untuk Cara Belanja di Gramedia.com


Oleh: Nia Ikasary - Editor Elex Media Komputindo

Sumber foto header: Dok. Elex Media Komputindo


Enter your email below to join our newsletter