Pikiran, cerita, dan gagasan tentang buku dengan cara yang berbeda.

Saat Hati Lagi Capek, Senja, Hujan & Cerita yang Telah Usai Bisa Jadi Pelipur Lara

Saat Hati Lagi Capek, Senja, Hujan & Cerita yang Telah Usai Bisa Jadi Pelipur Lara
“Terima kasih pernah ada, meski sekadar rahasia.” – Boy Candra

Grameds, rasa-rasanya patah hati memang tak pernah jadi pengalaman yang menyenangkan ya 😞

Entah itu karena cinta yang ditolak, perasaan yang dikhianati, atau harus merelakan seseorang yang tidak pernah benar-benar menjadi milik kita, rasanya tetap saja sama.

Perih, membingungkan, dan menimbulkan rasa sesak yang nyata di dada.

Pada kenyataannya, setiap orang pasti pernah merasakan sakitnya patah hati. Bahkan tanpa sadar, berbagai peristiwa yang tidak mengenakkan itu kerap kali membuat kita enggan untuk melakukan apa yang sebelumnya kita suka.

Lebih parahnya lagi, kamu mungkin akan kehilangan arah dan tidak tahu harus pergi ke mana untuk melepaskan beban yang mengganjal di hati.

Sebagai salah satu cara untuk menenangkan pikiran dan hati yang sedang kalut, kamu bisa coba membaca buku karya Boy Candra yang berjudul Senja, Hujan & Cerita yang Telah Usai.

Walaupun judulnya terkesan galau dan sedih, tapi isi bukunya dijamin bisa membuat kamu berani untuk bangkit dan kembali menata perasaan untuk orang-orang baru.

Yuk, kita buka lembarannya sama-sama! 📖


Senja, Hujan & Cerita yang Telah Usai

Di dalam buku ini, Boy Candra merangkai berbagai cerita tentang cinta yang tidak selalu berjalan mulus.

Halaman demi halamannya dipenuhi dengan potongan perasaan dari masa lalu, yang tersebar meliputi kehilangan, pengkhianatan, hingga perasaan yang tidak sempat tersampaikan.

Konon, buku ini dipersembahkan untuk orang-orang yang pernah dilukai, hingga mereka yang susah melupakan. Untuk orang-orang yang mencintai, tapi malah dikhianati. Juga untuk mereka yang sempat mengkhianati, kemudian menyadari bahwa semua bukanlah hal yang baik untuk hati.

Tak hanya itu, buku ini juga turut dipersembahkan untuk orang-orang yang diam-diam jatuh cinta, suka pada sahabat sendiri, tidak bisa berpaling dari orang yang sama, dan hal-hal yang lebih pahit dari itu.

senjaTemukan Bukunya di Sini!

Bersama barisan kata-katanya yang tenang, buku ini akan mengajakmu untuk mengenang yang pernah terjadi, tanpa melupakan arah untuk pulang. Sebab, setelah tualang panjang ke masa lalu, kamu harus menjadi lebih baik, dan mulai untuk menata rindu yang baru.


Baca juga: Lagi Lelah dengan Ekspektasi Orang Lain? Coba Teori 'Let Them' dari Mel Robbins


Sebab Ada Damai Selepas Badai

"Katakan kepada masa lalu, kita adalah cerita yang telah usai."

– Boy Candra

Melalui Senja, Hujan & Cerita yang Telah Usai, kamu juga akan diajak melihat masa lalu dari sudut pandang yang berbeda.

Sebab, luka yang pernah ada tidak harus dihapus; melainkan dipahami sebagai bagian dari proses belajar dan berbenah.

Dari pengalaman yang pernah terjadi, ada banyak hal yang bisa dimengerti ulang, termasuk tentang perasaan, kehilangan, dan cara kita menyikapinya.

Dengan mengambil sudut pandang dari kejadian yang telah berlalu, buku ini turut menempatkan masa lalu sebagai bagian dari perjalanan yang tetap punya peran dalam membentuk diri. Bukan untuk terus disesali, tapi untuk dipahami agar tidak terulang dengan cara yang sama.

Kutipan-kutipan di dalamnya terasa sederhana, tapi mampu mewakili perasaan yang sulit diungkapkan. Dari situ, buku ini bisa jadi teman saat kamu sedang mencoba berdamai dengan kenangan dan mulai melangkah ke depan.


Untuk Kamu yang Sedang Mencari Pelipur Lara

Kalau kamu lagi berada di fase hidup yang jenuh dan butuh sesuatu yang bisa menenangkan, buku ini bisa jadi tempat singgah yang pas buat kamu, Grameds.

Nuansanya teduh, dengan kalimat-kalimat puitis yang terasa dekat dan mudah dipahami.

Di dalamnya, cerita tentang kehilangan, rindu, dan proses berdamai dengan keadaan dituturkan dengan sederhana, tapi tetap meninggalkan kesan yang dalam.

Penyampaian emosinya yang terasa personal, membuat pembaca seperti diajak masuk ke dalam ruang perasaan penulis.

Selain itu, buku ini juga bisa kamu baca secara sesuka hati. Jadi, kamu bebas membuka halaman mana saja sesuai dengan perasaanmu saat itu.

Nah, kalau kamu sudah mulai penasaran, Senja, Hujan & Cerita yang Telah Usai saat ini sedang dibuka dalam periode pre-order loh, Grameds. Kebetulan, periode seru ini juga baru saja dibuka dan masih akan berlangsung selama tanggal 25 sampai 31 Maret 2026.

Selama periode ini, kamu bisa mendapatkan buku ini dengan harga Rp98.000, lengkap dengan bonus seperti magnetic bookmark, sticker pack, dan pembatas buku tambahan.

HUTDapatkan Promonya di Sini!

Kalau kamu merasa buku ini cocok untuk menemani waktumu, langsung saja amankan sebelum kehabisan ya, Grameds 😉


Menjelajahi Cerita Lain dari Boy Candra

Kalau kamu merasa selaras dengan cara Boy Candra bercerita, masih banyak kisah lain yang bisa kamu temukan dari karya-karyanya, Grameds.

Di bawah ini, kamu bisa lanjut menyusuri cerita-cerita lain yang nggak kalah mengena. Siapa tahu, ada satu di antaranya yang terasa paling dekat dengan apa yang sedang kamu rasakan sekarang. Yuk, cek list-nya di sini:

1. Sebuah Usaha Melupakan

senjaTemukan Bukunya di Sini!

Buku ini berangkat dari rencana sederhana yang pelan-pelan berubah arah ketika Boy mengalami peristiwa yang sulit dijelaskan. Dari yang awalnya ingin menghadirkan cerita manis, tulisan di dalamnya justru berkembang jadi ruang untuk menenangkan diri.

Konon, proses menulisnya terasa seperti terapi, tempat untuk menumpahkan rasa setelah perjuangan panjang yang berakhir dengan perpisahan yang tidak diinginkan.

Kamu tahu rasanya dikhianati? Seseorang yang kamu cintai sepenuh hati hanya menjadikanmu 'pengaman' untuk membuatnya terbang lebih tinggi.

Setelah ia tumbuh jauh, kamu pun dijatuhkan tanpa peduli. Kamu dibiarkan terbaring dalam penderitaanmu. Kamu merasa tiba-tiba hilang arah.

Setelah hari-hari yang sedih berlalu. Bulan-bulan pahit memulihkan diriku. Aku menyadari satu hal; yang bukan untukku, sekeras apa pun kupaksakan, tetap saja tak akan menjadi milikku. Yang ku perjuangkan sekuat usahaku, jika kau tak memperjuangkanku sepenuh hatimu, tetap saja kita akan berlalu.


2. Menikmati Manis Racun di Bibirmu

senjaTemukan Bukunya di Sini!

Kata-kata dalam buku Menikmati Manis Racun Di Bibirmu menggambarkan betapa banyaknya usaha yang perlu ditempuh untuk membunuh kenangan yang terasa menyakitkan.

Ceritanya membawa pembaca untuk memahami bahwa melupakan bukan perkara mudah, dan terkadang yang bisa dilakukan hanyalah berdamai dengan apa yang masih tersisa.

“Kupaksa untuk membunuh kisah-kisah itu dari kepalaku. Kubiarkan diriku tenggelam dalam rasa sakit yang terlalu pedih. Kubilang pada diriku semua akan baik-baik saja, meski tak ada yang pernah baik-baik saja di dunia. Aku telah berbohong kepada diriku sendiri berkali-kali. Aku menutupi rasa sakit itu sendiri.”

“Kini, kisah itu menjelma dalam wajah-wajah baru. Sesuatu yang kubunuh paksa itu sungguh tak pernah benar-benar mati. Aku melupakan satu hal; segala yang pernah ada dalam ingatan, mungkin hanya bisa disamarkan, tapi tidak pernah mampu dipadamkan.”


3. Catatan Pendek untuk Cinta Yang Panjang

senjaTemukan Bukunya di Sini!

Buku ini berbicara tentang seseorang yang terus memperjuangkan cinta, meski tidak mendapatkan balasan yang sama.

Ceritanya bergerak dari harapan dan ketulusan, menuju momen ketika seseorang mulai memahami bahwa ia perlu melangkah pergi dari tempat yang tidak menghargainya.

“Jika itu adalah satu-satunya cara untuk membuatmu bahagia. Aku bisa saja berhenti menjadi waras dengan berhenti melakukan semua hal itu kepadamu. Aku bisa tidak lagi mengingatkanmu makan, tidak melarangmu begadang, berhenti mendengar suaramu, berhenti mencari cara untuk mengirim pesan singkat sepanjang hari kepadamu. Meski caraku tidak selalu membuatmu suka.”


4. Origami Hati

"Jangan berpaling dan membuat kita menjadi dua orang asing. Dihamparan bumi ini ada banyak sekali orang yang bisa merebutmu juga mencuri perhatianku. Namun, aku ingin tetap kamu dan aku saja yang menjadi kita."

senjaTemukan Bukunya di Sini!

Novel ini mengikuti kehidupan Aruna, seorang mahasiswi di Universitas Negeri Padang yang harus menghadapi luka setelah melihat kekasihnya, Haga, bersama perempuan lain.

Momen itu jadi titik yang sangat menyakitkan, sampai Aruna merasa tidak sanggup menghadapi kenyataan yang ada. Rasa kecewa dan kehilangan yang ia rasakan jadi pusat dari perjalanan ceritanya.

Di tengah kondisi itu, Aruna bertemu dengan Bagas, seorang senior yang perlahan membantu mengobati luka yang ada. Dari sini, cerita berkembang menjadi perjalanan untuk melanjutkan hidup, membuka hati, dan menghadapi pilihan baru dalam cinta.

Novel ini menampilkan konflik yang dekat dengan kehidupan banyak orang, mulai dari pengkhianatan, proses bangkit, sampai keberanian untuk menentukan ke mana hati akan berlabuh.


5. Rindu yang Baik Untuk Kisah yang Pelik

senjaTemukan Bukunya di Sini!

Buku ini mengangkat cerita tentang perasaan yang tidak pernah sempat diungkapkan.

Sepanjang rindu, pembaca diajak mengikuti alur perasaan yang terus berjalan meski waktu tidak berhenti. Ada harapan yang masih disimpan, ada kemungkinan bahwa perasaan itu masih saling diingat di tempat yang berbeda.

Ceritanya membawa kamu merenungkan hubungan yang menggantung, sambil mempertanyakan apakah rindu akan menemukan jalannya kembali atau justru dibiarkan hilang bersama waktu.

Mungkin kau juga sedang mengingatku di sana. Serupa ingatanku untukmu yang terus ada. Mungkin kau tak lagi menjaga segalanya—meski di sini masih kupeluk harapan itu dengan sekuatnya.

Apakah kita biarkan saja waktu memberi ruang, jalan panjang jika rindu harus pulang? Pastinya kita sendiri yang mempunyai jawabannya.


So, kalau kamu tertarik untuk menenangkan diri dengan kata-kata yang dituliskan Boy Candra, kamu bisa langsung ikuti pre-order Senja, Hujan & Cerita yang Telah Usai ya, Grameds.

HUTDapatkan Promonya di Sini!

Barangkali, di antara halaman-halamannya, kamu akan menemukan satu kalimat yang terasa sangat dekat. Yang akhirnya bisa kamu peluk pelan-pelan, saat semuanya terasa sulit dijelaskan. 🤗🍃


Baca juga: Na Willa: Sebuah Undangan untuk Kembali Melihat Dunia dari Sisi Anak-anak dalam Diri Kita!


✨Oh iya, jangan lupa cek promo spesial lainnya di Gramedia.com supaya belanjamu makin hemat dan bermakna! ⤵

kumpulanTemukan Semua Promo Spesial di Sini!


Enter your email below to join our newsletter