7 Pahlawan Indonesia Zaman Now. Siapa Idolamu?

7 Pahlawan Indonesia Zaman Now. Siapa Idolamu?

. 4 min read

Setiap 10 November, Indonesia selalu memeringati Hari Pahlawan Nasional. Seperti diketahui peringatan ini dibuat untuk mengenang jasa para pahlawan yang memerjuangkan kemerdekaan negara kita.

Bagaimana dengan pahlawan kekinian? Pernah dengar istilah itu? Apa iya harus ikut perang dulu baru bisa disebut pahlawan?

Big no! Sepertinya definisi pahlawan kekinian sedikit bergeser nih. Mereka tetap orang-orang yang memenangkan perang, namun perang di sini tidak harus dalam definisi sesungguhnya.

Dengan kata lain, pahlawan kekinian, bisa jadi mereka yang berjuang di medan perangnya masing-masing dengan tujuan dan hasil yang mengharumkan nama Indonesia.

Kira-kira, siapa saja ya, yang bisa disebut sebagai pahlawan kekinian? Gramedia.com mencoba merangkum 7 daftarnya, langsung sama disimak yuk!

1. Rafi Ridwan - Fashion Designer

Terlahir dengan keterbatasan tak membuat Rafi Abdurrahman Ridwan berkecil hati. Kemampuannya sebagai fashion designer terus ia asah, dan semakin bersinar ketika model internasional Tyra Banks menemukan bakatnya. Sebagai seorang tuna rungu, Rafi membuktikan dirinya tetap bisa berprestasi.

Kemampuannya sebagai fashion designer membawanya berkarya hingga ke luar negeri dan diakui secara profesional. Salah satu buktinya, dengan bangga Rafi tampil di acara Mercedes Benz Fashion Week di Texas, Amerika Serikat 2015 lalu dan El Paso Fashion Week 2017 lalu.

Sosoknya kini hadir bak pahlawan sekaligus bukti nyata bahwa kekurangan bukan berarti harus menghentikan impian dan juga cita-cita.

2. Bayu Santoso - Graphic Designer

Pada 2014 lalu, nama Bayu Santoso tiba-tiba dielu-elukan banyak orang di Indonesia.

Pasalnya, saat itu Bayu Santoso dianggap telah mengharumkan nama bangsa, karena memenangkan kontes desain sampul album terbaru milik band Maroon 5 yang bertajuk V.

Bagaimana tidak, pria yang menuntut ilmu di Institut Seni Indonesia Yogyakarta itu kabarnya telah mengalahkan sejumlah saingan yang berasal dari berbagai negara.

Hingga kini, Bayu Santoso dikenal sebagai salah satu graphic desainer yang namanya diperhitungkan di Tanah Air.

3. Jonatan Christie - Atlet Bulu Tangkis

Jonatan Christie atau yang akrab disapa Jojo ini jadi pahlawan Indonesia di bidang olah raga. Tentunya masih ingat dong aksinya di Asian Games 2018 lalu?

Dia mengalahkan Chou Tien Chen atlet bulu tangkis asal Taiwan di final Asian Games 2018 untuk kelas tunggal putera.

Perolehan emas di Asian Games 2018 itu ternyata hanya satu dari sederet prestasi Jojo yang lainnya. Jojo ternyata juga mendapatkan emas di SEA Games 2017, dan juga beberapa prestasi internasional lainnya.

4. Eni Lestari - Aktivis

Berawal menjadi TKW, Eni Lestari wanita asal Kediri ini kini dikenal sebagai aktivis yang peduli dengan buruh migran Indonesia. 2008 lalu dia terpilih sebagai ketua International Migrant's Aliance (IMA).

Kemudian pada 2010, ia mendirikan Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia (ATKI) dan 2016 lalu dia diundang untuk berpidato dalam sesi pembukaan KTT PBB tentang Migran dan Pengungsi di New York, Amerika Serikat.

Kini dirinya kerap dianggap sebagai salah satu pahlawan untuk para buruh migran asal Indonesia, sekaligus dikenal sebagai aktivis yang menyuarakan aspirasi para buruh migran.

5. Maria Tri Sulistyani - Penggiat Seni Pertunjukkan Teater Boneka

Pada 2006 lalu, wanita yang akrab disapa Ria ini membuka perpustakaan mini untuk anak-anak. Di sana, untuk pertama kalinya Ria mengadakan pertunjukan boneka.

Beberapa tahun kemudian, dia memutuskan membuat pertunjukan boneka yang bisa dinikmati orang dewasa dan anak-anak, hingga akhirnya ia dan suaminya, Iwan Effendi mendirikan Papermoon Pupper Theater.

Siapa sangka usaha yang dirintis bersama suaminya itu mendunia. Kisah-kisah yang diangkat ternyata menyentuh hati para penontonnya.

Bagaimana tidak, kisah yang dibawakan dalam pertunjukkan bonekanya biasanya terinspirasi dari kejadian di sekitar.

Salah satunya bahkan ada yang terinspirasi dari kisah nyata sepasang kekasih yang terpaksa berpisah akibat revolusi 1965 silam. Hebat dan menginspirasi ya!

6. Butet Manurung - Perintis Sokola Rimba

Butet Manurung layak mendapatkan sebutan pahlawan Indonesia masa kini. Berkat keberaniannya, dia memerjuangkan pendidikan bagi masyarakat pedalaman.

Wanita bernama lengkap Saur Marlina Manurung ini dikenal berkat usahanya merintis sekolah gratis untuk masyarakat pedalaman yang diberi nama Sokola Rimba.

Kegigihannya memerjuangkan pendidikan untuk sesama anak bangsa itu membuatnya menerima penghargaan sebagai salah satu pahlawan Asia dari Majalah Time pada 2004 lalu. Pengalamannya itu telah ia ceritakan dan dokumentasikan dalam buku berjudul Sokola Rimba.

7. Wregas Bhanuteja - Sutradara

Nama Wregas Bhanuteja melejit setelah film pendeknya yang berjudul Prenjak (In The Year of Monkey) menang di Semaine de la Critique, Festival Film Cannes 2016 lalu. Ternyata, sebelumnya, Wregas memang sudah beberapa kali menyabet penghargaan di dalam negeri.

Misalkan saja Film Pendek Terbaik Piala Maya 2015 untuk film Lemantun. Kesuksesannya ibarat pahlawan yang membuka jalan penggiat film lainnya untuk bisa maju ke kancah internasional.

Hingga kini, Wregas masih terus berkarya dan menciptakan film-film barunya. Pria asal Yogyakarta ini bahkan baru saja menyelesaikan syuting film pendek terbarunya yang berjudul Tak Ada yang Gila di Kota Ini.

Film ini merupakan adaptasi dari salah satu cerpen Eka Kurniawan yang terdapat dalam buku Cinta Tak Ada Mati. Ditunggu ya sampai filmnya bisa disaksikan.


Kamu sendiri gimana, sudah melakukan hal apa untuk Indonesia?

Jadi pahlawan itu nggak melulu harus bertempur di medan perang sungguhan kok. Jadi pahlawan pemberantas buta huruf pun bisa memberikan sumbangsih besar terhadap bangsa dan negara.

Lalu, apa aksimu selanjutnya?


Header image source: unsplash.com