Operasi Pesta Copet: Ketika Keramaian Festival Musik Jadi Ladang Aksi Empat Copet Amatir!

Festival musik rasanya selalu punya tempat spesial bagi anak muda dan para pencinta musik untuk melepas penat sekaligus memuaskan dahaga akan hiburan. 🕺🎵

Sebut saja nama-nama seperti Synchronize Fest, The Sounds Project, We The Fest; Joyland, hingga Pestapora. Beragam festival tersebut kerap dipadati penonton yang ingin bersenang-senang, menikmati musik, dan bertemu musisi favorit mereka.

Namun, pernah kebayang nggak, Grameds, kalau di tengah sorak penonton, gemerlap panggung, dan lautan manusia, ada sekelompok orang yang sedang menjalankan operasi pencopetan?

Premis unik inilah yang diangkat Operasi Pesta Copet, film terbaru Imajinari garapan Edy Khemod. Film ini mengikuti empat anak muda yang nekat menjalankan aksi copet di tengah festival musik, dengan balutan drama komedi yang bikin ceritanya semakin seru.

Dibintangi Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba, Operasi Pesta Copet dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia sebentar lagi.

Yuk, kenalan lebih jauh dengan Ijal dan kawan-kawan sebelum ikut terseret ke dalam operasi nekat mereka! 🚀


Operasi Besar di Tengah Festival Musik

“Mari kita berpesta-pesta copet”
Source: IMDb

Kisah dalam film ini membawa penonton mengikuti empat anak muda bernama Ijal, Adut, Tia, dan Melodi. Mereka memiliki kondisi ekonomi yang sulit, membuat kehidupan sehari-hari jadi terasa semakin berat.

Di tengah kebutuhan hidup dan sulitnya mendapatkan pekerjaan layak, mereka kemudian mengambil jalan nekat dengan menjalankan aksi pencopetan di festival musik Pestapora.

Ijal yang diperankan Iqbaal Ramadhan bersama Adut yang dimainkan Kristo Immanuel menjadi dua sosok yang terlihat paling aktif menyusun rencana. Tia dan Melodi kemudian ikut masuk dalam operasi tersebut.

Target mereka pun cukup ambisius, yaitu membawa pulang ratusan telepon genggam dari kerumunan penonton festival.

Masalahnya, mereka adalah copet amatir yang sedang mencoba menjalankan operasi besar di tengah lautan manusia. Situasi tersebut tentu membuka ruang untuk berbagai kekacauan, kejadian tak terduga, sekaligus momen komedi yang terasa gelap.

Dari sinilah cerita berkembang menjadi perpaduan antara aksi pencurian, persahabatan, tekanan hidup, dan kekacauan khas sebuah festival musik. Kamu bisa melihat trailer-nya di sini.


Cerita tentang Tekanan Hidup dan Ketimpangan Sosial

Kalau dilihat dari premisnya, Operasi Pesta Copet memang punya kemasan yang ringan dan menghibur. Namun, cerita film ini membawa lapisan sosial yang cukup kuat.

Para karakternya digambarkan sebagai anak muda yang terdesak oleh kondisi ekonomi dan melihat pencopetan sebagai jalan keluar dari masalah yang mereka hadapi.

“Orang-orang kayak kita tuh udah kagak ada harapan. Kagak kerja, kagak punya duit. Mau ngapain lagi coba? Kalo kagak nekat, hidup kita begini-begini terus dong."

Persoalan tersebut membuat penonton diajak melihat para karakter dari sisi yang lebih manusiawi. Mereka tetap melakukan tindakan yang salah, tetapi film mencoba memperlihatkan keadaan yang mendorong mereka sampai pada pilihan tersebut. Gagasan mengenai tekanan ekonomi dan ketimpangan sosial pun menjadi bagian penting dari cerita yang dibangun Edy Khemod.

Di sisi lain, Edy Khemod membawa perspektif yang cukup personal terhadap dunia musik. Sebagai musisi yang sudah lama berkecimpung di skena musik Indonesia, ia melihat konser dari sisi yang berbeda.

Lewat film ini, dunia musik dipotret melalui kacamata sosial, termasuk kehidupan orang-orang yang berada di sekitar keramaian tersebut.


Baca juga: Gara-Gara Aturan 12 Jam: Intip Makna Merdeka di Film One Night Only!


Fakta Seru di Balik Operasi Pesta Copet

Source: IMDb

Kamu tahu nggak, Grameds, proses shooting Operasi Pesta Copet tuh ternyata dilakukan langsung di tengah festival musik Pestapora yang dihadiri puluhan ribu penonton.

Jadi, riuh keramaian yang terlihat di layar memang berasal dari festival sungguhan. Suasana penonton yang ramai pun terasa lebih natural karena para pemain benar-benar beraksi di tengah kerumunan.

Untuk memerankan aksi pencopetan dengan lebih meyakinkan, para pemain juga menjalani persiapan khusus. Iqbaal Ramadhan dan sejumlah pemain mendapat pelatihan bersama pesulap profesional agar bisa melakukan gerakan tangan dengan lebih luwes saat berada di tengah keramaian.

Menariknya, ide Operasi Pesta Copet ternyata sudah muncul sejak 2023. Saat itu, Edy Khemod mulai mengembangkan gagasan tentang fenomena pencopetan yang kerap terjadi di konser dan festival musik.

Setelah melalui proses pengembangan selama kurang lebih tiga tahun, ide tersebut akhirnya bertransformasi menjadi film layar lebar. Judulnya pun sempat menggunakan nama Operasi Pesta Pora sebelum kemudian berubah menjadi Operasi Pesta Copet agar lebih menggambarkan cerita yang diangkat.

Dari sisi musik, film ini turut menghadirkan dua soundtrack resmi. Ada Kita Melawan Dunia dari Baale dan Tandeman dari Ipang Lazuardi yang ikut melengkapi suasana film.

Baca Artikel Seru Lainnya di Sini!


Kenapa Operasi Pesta Copet Layak Masuk Watchlist?

Operasi Pesta Copet punya premis yang terbilang unik karena membawa cerita pencopetan dalam sebuah festival musik.

Dalam arena tersebut, Ijal dan kawan-kawan harus bisa menjalankan aksinya di tengah suasana yang ramai dan penuh distraksi. Kondisi ini membuat perjalanan mereka berpotensi menghadirkan banyak kejadian kocak dan tak terduga.

Film ini pun menarik untuk kamu yang penasaran untuk menyaksikan debut Edy Khemod—yang biasanya tampil menjadi penabuh drum Seringai—sebagai sutradara layar lebar. Pengalamannya sebagai musisi membuat latar festival musik terasa dekat dengan dirinya.

Ceritanya semakin menarik dengan kehadiran Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba sebagai Ijal, Adut, Tia, dan Melodi. Vincent Rompies pun ikut muncul sebagai cameo dirinya sendiri.

Lewat aksi para karakter, film ini sekaligus bisa membuat kita lebih peka terhadap risiko pencopetan di tengah keramaian. Kamu bisa melihat situasi yang terjadi selama aksi mereka dan menjadikannya pengingat untuk selalu menjaga barang bawaan saat menikmati festival musik.

Jadi, setelah seru mengikuti filmnya, kamu pun bisa lebih siap menjaga barang berharga ketika berada di tengah kerumunan yang padat seperti itu.


Rekomendasi Buku dengan Nuansa Serupa

The Adventures of Tom Sawyer – Mark Twain

Temukan Bukunya di Sini!

The Adventures of Tom Sawyer mengikuti Tom Sawyer, anak sekolah yang gemar mencari petualangan dan kerap membuat situasi menjadi kacau karena tingkahnya. Bersama teman-temannya, Tom menjalani hari-hari penuh kenakalan, kejutan, dan berbagai pengalaman yang membuat hidup di kota kecil St. Petersburg terasa seru.

Semangat petualangan dan aksi nekat Tom punya irisan menarik dengan Operasi Pesta Copet. Kalau film Edy Khemod menghadirkan sekelompok anak muda yang menjalankan misi berisiko di tengah festival musik, Tom mengajak pembaca mengikuti petualangan seorang bocah dengan rasa ingin tahu dan keberanian yang sama-sama besar.


Oliver Twist – Charles Dickens

Temukan Bukunya di Sini!

Oliver Twist membawa pembaca ke sisi gelap London melalui kisah Oliver, seorang anak yatim piatu yang harus bertahan di tengah kemiskinan hingga akhirnya terseret ke lingkungan pencuri yang dipimpin Fagin. Perjalanannya mempertemukan Oliver dengan berbagai karakter dan situasi yang penuh bahaya.

Nuansa kriminal dalam novel ini punya kaitan kuat dengan Operasi Pesta Copet. Bedanya, film Edy Khemod mengemas dunia pencopetan melalui komedi dan kisah sekelompok copet amatir, sementara Dickens menghadirkannya lewat drama sosial yang lebih kelam.


Sisi Tergelap Surga – Brian Khrisna

Temukan Bukunya di Sini!

Sisi Tergelap Surga menggambarkan kehidupan orang-orang yang berjuang bertahan di kerasnya Jakarta. Dari pemulung, pengamen, hingga pencuri motor, novel ini memperlihatkan berbagai karakter yang harus berhadapan dengan tekanan hidup dan pilihan sulit demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sisi sosial tersebut membuat novel ini cocok dibaca setelah menyaksikan Operasi Pesta Copet. Film Edy Khemod pun membawa penonton melihat kehidupan di balik tindakan kriminal para karakternya, sehingga aksi mereka terasa memiliki latar persoalan yang lebih luas.


Great Expectations – Charles Dickens

Temukan Bukunya di Sini!

Great Expectations mengikuti perjalanan Pip, seorang anak yatim yang hidup sederhana dan kemudian mendapatkan kesempatan untuk mengubah kehidupannya. Perjalanan tersebut membawanya mengenal lingkungan sosial yang berbeda sekaligus menghadapi berbagai harapan, hubungan, dan konsekuensi dari pilihan hidup.

Kisah tentang anak muda yang berusaha mencari jalan menuju kehidupan yang lebih baik ini punya benang merah dengan Operasi Pesta Copet. Jika Ijal dan kawan-kawan berusaha mencari jalan keluar dari tekanan hidup lewat sebuah aksi nekat, Pip menghadapi perubahan hidup melalui perjalanan yang penuh kejutan.


Lima Sekawan: Jo Anak Gelandangan – Enid Blyton

Temukan Bukunya di Sini!

Dalam Jo Anak Gelandangan, George dan Timmy menghilang secara misterius. Julian, Dick, dan Anne kemudian harus mencari tahu apa yang terjadi, terlebih setelah seseorang masuk ke Pondok Kirrin dan mengobrak-abrik ruang kerja Paman Quentin.

Buat kamu yang menyukai dinamika kelompok dalam Operasi Pesta Copet, petualangan Lima Sekawan bisa jadi bacaan yang seru. Sama-sama menghadirkan sekelompok anak muda yang harus bekerja sama menghadapi situasi tak terduga, hanya saja kali ini misinya berupa penyelidikan misteri dengan nuansa petualangan yang lebih ringan.


Pada Akhirnya,

Operasi Pesta Copet punya cara yang cukup unik untuk membawa persoalan sosial ke dalam cerita yang terasa ringan.

Di balik aksi empat anak muda yang mencoba menjadi copet dadakan, ada cerita tentang tekanan ekonomi, persahabatan, dunia musik, dan pilihan hidup yang bisa membawa seseorang ke situasi yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Film ini pun terasa semakin menarik karena seluruh elemen tersebut ditempatkan dalam atmosfer festival musik yang sedang berlangsung riuh.

Jadi, buat Grameds yang suka film Indonesia dengan perpaduan komedi, drama, musik, dan cerita sosial, Operasi Pesta Copet layak masuk daftar tontonanmu.

Catat tanggalnya, 27 Agustus 2026, lalu siapkan diri untuk mengikuti operasi paling nekat di tengah pesta musik. Siapa tahu setelah menonton film ini, kamu jadi melihat keramaian festival dari sudut pandang yang berbeda. 🎬🎶


Baca juga: Tak Terlacak Resi, Ini Kisah Suka Duka di Balik ‘Pengantar Kebahagiaan’


Jangan lupa juga untuk mengecek berbagai promo menarik lainnya di Gramedia.com supaya pengalaman belanjamu semakin hemat dan menyenangkan! ⤵

Temukan Semua Promo Spesial di Sini!