Olahraga Saat Bulan Puasa? Kenapa Tidak?!

Olahraga Saat Bulan Puasa? Kenapa Tidak?!

. 2 min read

Tidak makan dan minum selama kurang lebih 13 jam dalam sehari sering kali membuat kondisi tubuh menjadi lemas dan mudah lelah. Oleh karena itu, kita lebih memilih untuk melakukan kegiatan-kegiatan sederhana yang tidak membutuhkan banyak tenaga. Padahal, kalau tidak banyak bergerak, metabolisme tubuh kita justru akan menurun. Layaknya mobil yang hanya ditaruh di garasi dan tidak dikendarai sama sekali, lama-kelamaan mesin mobil pun akan soak.

Dilansir Forbes, olahraga memiliki manfaat lebih selain untuk mengurangi berat badan. Di antaranya dapat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke, mengurangi stres, mencegah depresi, hingga meningkatkan fungsi otak.

Meskipun sedang puasa, kita tetap bisa melakukan aktivitas-aktivitas fisik seperti olahraga untuk menjaga kebugaran tubuh. Yang jadi catatan, kita perlu mempersiapkan beberapa hal karena olahraga kali ini berbeda dari biasanya. Apa saja jenis olahraga yang cocok dilakukan selama bulan puasa? Kapan waktu yang tepat untuk berolahraga? Simak penjelasannya berikut ini.

Jenis Olahraga Selama Puasa

Selama puasa, tubuh kita tidak memperoleh asupan energi dan mineral yang cukup. Oleh sebab itu, sebisa mungkin hindari olahraga berat yang memerlukan banyak gerakan dan intensitas tinggi pada persendian kita. Hal ini dikarenakan oleh tubuh kita yang akan cepat kehilangan tenaga. Misalnya saja, basket, futsal, sepakbola, squat thrust, dan skiping.

Lagi pula, ada berbagai macam olahraga ringan yang tetap bisa membuat tubuh kita fit selama menjalani puasa. Mulai dari jalan santai, bersepeda, tai chi, yoga, hingga pilates. Olahraga tersebut bisa dibilang relatif lebih aman untuk dilakukan ketika sedang berpuasa. Perlu diperhatikan juga daya tahan tubuh kita sendiri. Jika sudah merasa lemas atau pusing, langsung berhenti dan istirahat.

A person does yoga at a cave mouth as the sun rises in front over a calm sea.
Photo by Dave Contreras / Unsplash

Waktu yang Tepat untuk Olahraga

Penentuan waktu yang tepat untuk olahraga selama puasa merupakan hal penting yang perlu diperhatikan. Setelah memutuskan jenisnya, kita harus membuat scheduling atau perencanaaan waktu kapan untuk melakukan olahraga tersebut. Menurut dokter spesialis gizi klinik Saptawati Bardosono dalam Kompas.com, waktu terbaik untuk olahraga adalah 30-60 menit menjelang buka puasa. Sebab, selesai berolahraga, kita bisa langsung mengembalikan asupan energi dan cairan yang hilang dari tubuh setelah berpuasa sekitar 13 jam.

Namun, tidak menutup kemungkinan untuk olahraga usai buka puasa. Jika memang sudah merasa lemas saat sore hari, tunggulah waktu berbuka puasa. Sehabis mengisi tenaga setelah makan dan minum, barulah kita berolahraga. Perlu diingat, jangan langsung olahraga. Tunggu sampai makanan kita tercerna dengan cukup baik oleh tubuh dulu. Sebagai tambahan informasi, intensitas olahraga setelah berbuka puasa boleh ditingkatkan jika tubuh masih mampu.

Durasi Olahraga Saat Puasa

Olahraga selama bulan puasa tidak perlu dilakukan setiap hari. Cukup dua sampai tiga kali saja dalam seminggu. Kemudian, disarankan agar durasi olahraganya tidak terlalu lama. Sekitar 30 menit sampai satu jam sudah lumayan untuk mempertahankan kebugaran tubuh kita selama bulan puasa.

Hal-hal tersebut bisa disesuaikan dengan kemampuan tubuh kita sendiri. Berolahraga kurang dari 30 menit juga tidak apa-apa. Jika memang tubuh sudah merasa lelah kembali setelah 15 menit berolahraga, maka berhentilah. Kita tidak perlu memaksakan diri kalau tidak mampu lagi untuk melanjutkan. Jangan sampai kita malah jatuh sakit dan puasa kita jadi terganggu.


Walaupun sedang berpuasa, jagalah selalu kondisi tubuh kita agar tetap bugar. Tidak harus sampai memaksakan diri kok, karena yang tahu ketahanan tubuh kita adalah kita sendiri. Selamat menjalankan ibadah puasa dengan fit!