Pikiran, cerita, dan gagasan tentang buku dengan cara yang berbeda.

Novel Until August: Tentang Hasrat, Kesepian, dan Rahasia yang Selalu Datang Setiap Bulan Agustus

Novel Until August: Tentang Hasrat, Kesepian, dan Rahasia yang Selalu Datang Setiap Bulan Agustus

“Dia tidak tahu mengapa dirinya berubah. Tapi hal itu ada hubungannya dengan uang 20 dolar yang selalu ia simpan di halaman 116 bukunya.”

Setahun sekali, Ana Magdalena menyebrang ke sebuah pulau untuk mengunjungi makam ibunya. Dan hampir setiap kali itu juga, ia tidur dengan lelaki asing.

Premis ini yang bikin Until August karya Gabriel García Márquez terasa begitu sunyi, sensual, sekaligus sulit untuk diabaikan.

Ana Magdalena Bach sudah menjalani pernikahan selama 27 tahun. Hidupnya terlihat utuh dengan suami, anak-anak, rumah, dan rutinitas yang berjalan sebagaimana mestinya. Namun, setiap bulan Agustus, ia selalu kembali ke pulau kecil tempat ibunya dimakamkan.

Awalnya, perjalanan itu terasa seperti ritual biasa. Sebuah ziarah tahunan yang tenang, sampai suatu malam mengubah semuanya.

Sejak saat itu, bulan Agustus perlahan menjadi ruang rahasia yang tidak pernah benar-benar ia bisa tinggalkan. 🧍‍♀️🌊


Setahun Sekali, Ana Magdalena Menjadi Orang Yang Berbeda

“Dia telah mengalami penghinaan yang tak tertahankan. Ia menangis karena amarah akibat rasa frustasi karena tidak mengetahui identitas pria asing yang telah menodai kenangan akan petualangan bahagia itu.”

Di perjalanan tahunannya, Ana Magdalena selalu kembali ke pulau yang sama. Membawa  bunga gladiol untuk makam ibunya, menginap di hotel yang sama, lalu menghabiskan malam bersama lelaki yang berbeda.

Dan keesokan harinya, semuanya selesai begitu saja. Seperti rahasia yang sengaja ditinggalkan di tepi laut.

Tahun berikutnya, Ana kembali datang dan mencari seseorang yang baru.

Di antara udara tropis yang lengket, denting salsa dan bolero, hotel-hotel kecil dekat pantai, serta percakapan singkat dengan orang-orang yang tidak akan ia temui lagi, Ana mulai berjalan semakin jauh ke wilayah yang bahkan tidak sepenuhnya ia pahami sendiri.

Dan tanpa sadar, ritual bulan Agustus itu perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih rumit dari sekadar perselingkuhan.


Baca juga: Novel Naoko: Di Antara Duka, Tubuh yang Salah dan Rahasia yang Tidak Masuk Akal


Novel yang Hampir Menjadi “Rahasia Terakhir” Sang Legenda Pemenang Nobel

Mungkin itu sebabnya Until August terasa begitu personal. Novel ini sebenarnya nyaris tidak pernah diterbitkan karena Gabriel García Márquez merasa naskahnya belum selesai. Bahkan pada hari-hari terakhir hidupnya, Márquez sempat meminta kedua anaknya untuk menghancurkan manuskrip setebal 144 halaman tersebut.

Namun setelah beliau wafat pada tahun 2014, kedua anaknya akhirnya memutuskan untuk merilis novel tersebut sebagai penghormatan untuk karya terakhir sang ayah.

Menariknya lagi, versi orisinil bahasa Spanyolnya En Agosto Nos Vemos resmi dirilis 6 Maret 2024, tanggal yang seharusnya menjadi ulang tahun  Márquez yang ke-97.

Dan mungkin karena itulah Until August terasa berbeda dibanding karya-karya Márquez lainnya. Novel ini tidak besar dan megah. Tetapi justru di situlah kekuatannya: lebih sunyi, intim, dan terasa sangat manusiawi.


kumpulanBaca Kisah Seru Lainnya di Sini!


Laut Tropis, Hasrat Sunyi, dan Perempuan yang Diam-Diam Kehilangan Dirinya

Berbeda dari One Hundred Years of Solitude atau Love in the Time of Cholera yang dipenuhi dunia epik dan elemen magis, Until August justru terasa lebih dekat.

Banyak yang menyebut novel ini berbicara tentang kesepian, identitas, dan hasrat seorang perempuan yang perlahan mulai merasa asing dengan hidupnya sendiri.

Walaupun tidak dipenuhi unsur supranatural besar, nuansa magic realism khas Márquez tetap terasa lewat atmosfernya: malam tropis yang gerah, denting musik dansa, laut yang terlalu tenang, dan rasa sepi yang bergerak perlahan tanpa suara.

Nuansa dreamy ini bahkan terasa sampai ke cover Indonesia yang dirilis Gramedia Pustaka Utama. Lanskap pulau bernuansa hangat dengan sosok perempuan kecil berbaju merah di tengah alam luas terasa seperti simbol seseorang yang diam-diam sedang berjalan menuju dirinya yang selama ini terkunci.

Cantik di permukaan, tetapi menyimpan kegelisahan yang bergerak pelan di bawahnya.

filmTemukan Bukunya di Sini!


Gabriel García Márquez: Penulis yang Mengubah Kesepian Menjadi “Sihir” dalam Sastra Dunia

(Source: Solo Literatura)‌‌

Sebelum dikenal sebagai legenda sastra dunia, Gabriel García Márquez ternyata memulai kariernya sebagai jurnalis dengan hidup yang jauh dari glamor. Ia pernah bekerja di berbagai surat kabar Kolombia sambil menulis cerita pendek di sela rutinitasnya sebagai reporter.

Márquez bahkan menyebut jurnalistik sebagai “pekerjaan terbaik di dunia” karena membuatnya tetap dekat dengan realitas manusia. Menariknya, beberapa karya awalnya sempat ditolak penerbit sebelum akhirnya ia meledak lewat One Hundred Years of Solitude yang juga memenangkan Nobel Prize in Literature tahun 1982.

Dan mungkin itu juga alasan kenapa tulisan-tulisannya terasa begitu hidup. Karena di tangan Márquez, hal-hal kecil seperti hujan, kesepian, aroma laut, atau rasa rindu bisa berubah menjadi sesuatu yang terasa hampir magis.


Kadang yang Dicari Manusia Bukan Orang Baru, Tapi Perasaan yang Sempat Hilang

Yang membuat Until August terasa membekas bukan hanya kisah perselingkuhannya. Tetapi bagaimana novel ini diam-diam berbicara tentang manusia yang mulai merasa asing dengan hidupnya sendiri.

Ana Magdalena sebenarnya tidak sedang melarikan diri dari keluarganya. Ia juga tidak digambarkan membenci kehidupan yang telah ia bangun selama puluhan tahun. Namun setiap Agustus, ada bagian dalam dirinya yang seperti ingin bernafas sebentar sebelum kembali menjadi versi dirinya yang “normal”.

Dan mungkin itulah bagian paling sunyi dari novel ini. Karena terkadang, manusia tidak mencari cinta baru demi menemukan seseorang yang berbeda.

Mereka hanya ingin kembali merasakan dirinya… hidup.


Setelah Until August, Mungkin Kamu Belum Benar-Benar Ingin Kembali ke Dunia Nyata 👀

Ada buku-buku yang tidak terasa heboh ketika dibaca. Namun diam-diam meninggalkan ruang kosong kecil yang terus bergerak lama setelah halaman terakhirnya selesai.

Kalau kamu menyukai kesunyian, hasrat tersembunyi, serta manusia-manusia yang perlahan merasa asing dengan hidupnya sendiri seperti dalam Until August, beberapa novel ini mungkin akan terasa terlalu dekat:


1. Kim Ji-Yeong, Lahir 1982 — Ketika Hidup “Normal” Perlahan Membuat Seseorang Kehilangan Dirinya

novelTemukan Bukunya di Sini!

Kim Ji-Yeong terlihat seperti perempuan biasa. Menikah, punya anak, dan menjalani hidup yang tampak stabil. Namun perlahan, suaminya mulai menyadari ada sesuatu yang berubah dari Ji-Yeong. Ia mulai berbicara seperti orang lain, membawa emosi yang selama ini dipendam diam-diam.

Kenapa relate? Karena sama-sama membahas perempuan yang perlahan merasa asing dengan hidupnya sendiri. Cocok untuk pembaca yang suka novel reflektif, emosional, dan penuh observasi tentang identitas perempuan dalam kehidupan sehari-hari.


2. The Vegetarian — Tubuh, Hasrat, dan Keputusan yang Perlahan Mengganggu Semua Orang

novelTemukan Bukunya di Sini!

Semuanya bermula ketika Yeong-hye tiba-tiba memutuskan berhenti makan daging setelah mengalami mimpi buruk. Keputusan sederhana itu perlahan berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih aneh dan mengganggu hubungan keluarganya sendiri.

Kenapa relate? Karena sama-sama berbicara tentang perempuan yang diam-diam mencoba mengambil kendali atas dirinya sendiri, walaupun ceritanya terasa asing bagi orang lain. Recommended untuk kamu yang suka fiksi literasi dengan atmosfer dingin, simbolisme kuat, dan psychological discomfort yang pelan tapi menghantui.


3. Pasta Kacang Merah — Kesepian Kecil yang Perlahan Menghangatkan Hati

novelTemukan Bukunya di Sini!

Sentaro menjalani hari-harinya dengan monton sambil bekerja di toko dorayaki kecil sampai ia bertemu Tokue, perempuan tua dengan tangan cacat yang diam-diam memiliki kemampuan membuat pasta kacang merah yang luar biasa.

Kenapa relate? Karena sama-sama bergerak pelan lewat kesepian, rutinitas, dan manusia-manusia yang mencoba memahami dirinya sendiri. Cocok untuk pembaca yang suka cerita tenang, emosional, dan penuh detail kecil yang terasa manusiawi.


4. The Story of a New Name — Tentang Perempuan, Identitas, dan Kehidupan yang Tidak Pernah Sesederhana Kelihatannya

novelTemukan Bukunya di Sini!

Elena Greco dan Lila Cerullo tumbuh bersama di lingkungan keras Naples. Namun ketika mereka mulai dewasa, hidup keduanya perlahan bergerak ke arah yang semakin rumit: pernikahan, ambisi, rasa iri, dan keinginan menjadi seseorang yang berbeda.

Kenapa relate? Karena sama-sama membahas perempuan yang mencoba memahami dirinya sendiri di tengah hubungan, ekspektasi sosial, dan rasa hampa yang sulit dijelaskan. Cocok untuk kamu yang suka novel character-driven dengan emosi kompleks dan dinamika relasi yang terasa sangat nyata.


5. Norwegian Wood — Ketika Kesepian dan Kenangan Perlahan Menelan Seseorang

novelTemukan Bukunya di Sini!

Toru Watanabe mengenang kembali masa mudanya ketika ia terjebak di antara dua perempuan yang sama-sama membawa luka dan kesepian dengan cara berbeda.

Kenapa relate? Nuansa melankolis, sunyi, dan atmosfer emosional-nya sama-sama tidak terburu-buru. Tetapi perlahan membuat pembacanya tenggelam ke dalam rasa sepi, kehilangan, dan pencarian makna hidup. Recommended untuk pembaca yang suka cerita introspektif dengan suasana dreamy yang terasa seperti kenangan lama.


Beberapa Buku Memang Tidak Datang untuk Memberi Jawaban… Hanya untuk Membuka Sesuatu di Dalam Diri 🌊

Dan mungkin itu alasan kenapa cerita-cerita seperti Until August terasa sulit dilupakan.

Karena semakin lama mengikuti kisah Ana Magdalena, semakin terasa bahwa manusia kadang tidak mencari orang baru untuk dicintai. Mereka hanya ingin menemukan kembali bagian dirinya yang sempat hilang.

Jadi, kalau kamu sedang ingin tenggelam sebentar ke dalam kisah-kisah yang sunyi, sensual, dan diam-diam terasa menghantui, ini waktunya menambah tumpukan buku yang siap membuatmu susah move on di Gramedia.com 📚

Apalagi selama periode 17 sampai 24 Mei 2026, lagi ada Promo Bulan Buku Nasional dengan diskon hingga 30% untuk produk terbitan Gramedia ✨

Siapa tahu, di antara halaman-halaman itu, kamu justru menemukan bagian kecil dalam dirimu yang selama ini diam-diam hilang.

Dan mungkin, novel seperti ini memang paling cocok dibaca ketika malam terasa terlalu hening… sementara ‘August’ milik Taylor Swift pelan-pelan terdengar dari kejauhan. 🎧🎵

hutTemukan Promo Bulan Buku Nasional di Sini!


✨Jangan lupa juga untuk cek promo spesial lainnya di Gramedia.com supaya belanjamu makin hemat dan bermakna! ⤵

kumpulanTemukan Semua Promo Spesial di Sini!


Enter your email below to join our newsletter