#NOFILTER Kisah Sesungguhnya di Balik Aplikasi Instagram

#NOFILTER Kisah Sesungguhnya di Balik Aplikasi Instagram
Tujuh belas tahun lalu, mahasiswa pertama mendaftar ke Facebook dan mulai terhubung dengan teman-temannya. Sejak saat itu, ini telah menjadi perjalanan yang liar dan saya ingin berterima kasih kepada Anda semua yang telah menjadi bagian dari komunitas ini.” Kenang Mark Zuckerberg di Facebook-nya pada 4 Februari 2021.

Facebook adalah sebuah layanan jejaring sosial asal AS yang dengan cepat menunjukkan taringnya, tidak hanya dengan memperoleh miliaran pengguna di seluruh dunia, tetapi juga melakukan akuisisi fenomenal senilai 1 miliar dolar terhadap Instagram.

Tentu sebuah kebanggaan sekaligus kebingungan bagi Kevin Systrom dan Mike Krieger (mantan pendiri Instagram) menerima tawaran akuisisi dengan angka “magis” itu untuk perusahaan kecil yang baru mereka jalankan selama dua tahun pada 2012. Reaksi para pegawainya saat itu setelah mendengar kabar akuisisi; terkejut, tertawa, dan terharu. Tidak ada yang tahu pasti nasib setelah akuisisi ini, apakah Instagram akan dibunuh? Atau mungkinkan seluruh pegawainya menjadi kaya raya?

Sarah Frier, seorang jurnalis teknologi senior di Bloomberg mencoba mengupas kenangan-kenangan ratusan orang yang terlibat dalam berdirinya dan akuisisi aplikasi berbagi foto dan video ini, lewat buku terbarunya "#NOFILTER: Cerita Tersembunyi di Balik Instagram". Sudah lebih dari 10 tahun, ia secara aktif mengikuti perjalanan perusahaan layanan jejaring sosial dan memperoleh reputasi sebagai pakar tentang bagaimana Facebook, Instagram, Snapchat, dan Twitter membuat keputusan bisnis yang memengaruhi masa depan perusahaan serta masyarakat dunia.

Buku ini merupakan upaya Frier untuk menyampaikan kepada pembaca cerita sebenarnya dari dalam kantor Instagram. Dalam gaya naratif, Frier menyatukan kembali ingatan kolektif, mulai dari pegawai, mantan pegawai, dan para eksekutif Instagram maupun Facebook, Inc., serta tentunya para selebritas dan pengguna biasa aplikasi ini agar informasi yang disajikan dapat seakurat mungkin dari berbagai perspektif.

nofilter
Sumber foto: embedsocial.com

Frier membuka buku ini dengan menyebut Instagram sebagai “Influencer Terhebat”. Sebuah aplikasi jejaring sosial pertama yang sepenuhnya memanfaatkan hubungan pengguna dengan smartphone dan mendorong pengguna untuk hidup melalui kamera demi pengakuan diri secara digital. Kisah Instagram ia anggap sebagai sebuah pelajaran luar biasa tentang bagaimana pengambilan keputusan sebuah perusahaan jejaring sosial dapat secara dramatis memengaruhi cara hidup kita dan pihak mana yang mendapatkan keuntungan dari fenomena ini.

Keputusan Systrom untuk menerima akuisisi senilai 1 miliar oleh Zuckerberg contohnya. Melalui surel yang dikirimkan PR Facebook kepada Frier, Zuckerberg mengatakan, “Sederhana saja. Itu (Instagram) adalah layanan yang hebat dan kami ingin membantunya bertumbuh.” Namun, tidak hanya memastikan aplikasi muda ini bertumbuh, tetapi juga membantu induk perusahaan menjadi semakin kuat dan berkuasa dibandingkan kompetitornya dengan segala cara.  

"Facebook itu seperti kakak perempuan yang ingin mendandani Anda untuk pesta, tetapi tidak ingin Anda menjadi lebih cantik daripada dirinya,” demikian ungkap salah satu mantan eksekutif Instagram.

Walaupun kisah ini berakhir dengan kepergian para pendiri awal Instagram dari perusahaan tersebut pada 2018, tidak demikian bagi kita. Instagram sudah telanjur menjadi alat relevansi budaya dan pembuat selebritas-selebritas baru di dunia. Semua aktivitas yang terjadi dalam Instagram telah menjadi bagian dari kehidupan kita dan memengaruhi kita, baik itu pengguna maupun bukan pengguna aplikasi.

Bagi Anda yang sudah menjadi bagian dari komunitas raksasa jejaring sosial ini, maupun yang sesungguhnya tanpa sadar telah hidup dalam dunia dengan pengaruh kisah ini, kehadiran buku "#NOFILTER: Cerita Tersembunyi di Balik Instagram" mengungkapkan apa, siapa, dan bagaimana kebenaran dari kisah salah satu aplikasi jejaring sosial kesayangan masyarakat dunia.

Penasaran? Cek di sini!

nofilterBeli sekarang!

Spesial untuk kamu yang baru saja membaca artikel ini, kamu dapat voucher diskon 20% untuk membeli buku ini hanya di Gramedia.com. Info lengkap tentang voucher yang bisa kamu dapatkan secara gratis, tinggal klik di bawah ini!

voucherKlik untuk Dapatkan Vouchernya!


Oleh: Maggie Pranata – Editor, Social Sciences Dept.

Sumber foto header: jos.co.id


Enter your email below to join our newsletter