Sudah Siap Menghadapi Krisis yang Akan Terjadi? Mulai Persiapanmu dengan Buku Disorder dari Rhenald Kasali!
Dalam kehidupan sehari-hari, ancaman krisis global sering terasa seperti sesuatu yang berlangsung jauh dari apa yang terlihat dalam pandangan kita.
Konflik geopolitik, perang dagang, blokade, perebutan sumber daya, sampai perubahan kebijakan antarnegara lebih sering terdengar seperti urusan para pemimpin dunia.
Padahal, bila saja kamu tahu, dampaknya ternyata dapat bergerak cepat hingga memengaruhi harga energi, pasokan bahan baku, nilai tukar, dan biaya operasional bisnis.
Satu gangguan di jalur perdagangan, misalnya, dapat membuat perusahaan harus menghitung ulang biaya produksi dan strategi bisnisnya. Krisis yang awalnya berlangsung jauh dari Indonesia pun akhirnya terasa sampai ke dapur penghidupan kita.
Situasi inilah yang dibahas Rhenald Kasali dan Gigih Prastowo dalam Disorder. Keduanya mengajak pembaca memahami berbagai perubahan yang membentuk dunia saat ini sekaligus menyiapkan organisasi agar mampu mengambil langkah ketika situasi berubah.
Kamu penasaran dengan pembahasan dalam bukunya, Grameds? Yuk, kita bahas dulu sekilas dalam artikel ini! 🚀
Disorder, Buku Tentang Apa?
“Inilah aturan main baru untuk menang: berselancar di atas gelombang disorder.”
Indonesia memang tidak sedang berada dalam kondisi perang. Meski begitu, lika-liku yang terjadi dalam negeri ini tetap terhubung dengan berbagai ketegangan yang berlangsung di dunia.
Ketika jalur perdagangan terganggu atau konflik geopolitik memengaruhi pasokan energi, efeknya dapat menjalar ke banyak sektor. Bayangkan ketika Selat Hormuz ditutup. Harga energi bisa melonjak, pengiriman bahan baku tersendat, nilai tukar mendapat tekanan, sementara kebutuhan logistik dan operasional ikut terdampak.
Dalam waktu singkat, persoalan geopolitik dapat berubah menjadi persoalan bisnis.
Itulah realitas yang perlu dihadapi para pemimpin hari ini. Konflik, perang dagang, blokade, sanksi, disrupsi teknologi, dan perebutan sumber daya dapat memengaruhi supply chain, arus kas, tenaga kerja, pasar, hingga keberlangsungan operasi.
Dari persoalan itu, buku Disorder akan membantu kita memetakan kekacauan global tersebut dan menghubungkannya dengan kebutuhan organisasi di lapangan.
Salah satu kerangka yang ditawarkan adalah business continuity, yang membantu pembaca mengenali sinyal perubahan, memperkuat ketahanan internal, menyiapkan respons, dan mengambil keputusan di tengah ketidakpastian.
Krisis Datang dari Banyak Arah
Krisis tidak selalu muncul dalam bentuk peristiwa besar yang langsung terlihat. Perubahan teknologi, kebijakan ekonomi, gangguan pasokan, atau pergeseran kondisi geopolitik dapat menjadi pemicu yang kemudian merambat ke berbagai sektor.
Konflik geopolitik dapat memengaruhi energi. Harga energi dapat memengaruhi biaya produksi. Biaya produksi kemudian berpengaruh pada harga barang, arus kas, hingga keputusan bisnis.
Hal serupa dapat terjadi ketika teknologi berkembang sangat cepat atau ketika kebijakan suatu negara berubah. Organisasi yang tidak memiliki kesiapan dapat kesulitan menentukan langkah karena perubahan sudah lebih dulu bergerak sebelum respons sempat disusun.
Maka dari itu, membangun ketahanan perlu dilakukan dari dalam. Organisasi perlu mengenali titik rentan, membaca berbagai kemungkinan, menyiapkan skenario, serta memastikan orang-orang di dalamnya memahami langkah yang harus diambil ketika situasi berubah.
Kerangka business continuity dalam buku ini kemudian menjadi bagian penting untuk melihat bagaimana organisasi dapat tetap memiliki kendali ketika keadaan di luar kendali.
Tujuannya bukan membuat bisnis kebal terhadap krisis. Tujuannya adalah membuat organisasi memiliki kemampuan untuk tetap bergerak ketika krisis datang.
Tentang Rhenald Kasali dan Gigih Prastowo
Rhenald Kasali merupakan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Ia memperoleh gelar Ph.D. dari University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat, dan dikenal melalui berbagai karya yang membahas bisnis, manajemen, kepemimpinan, perubahan, serta transformasi organisasi.
Rhenald juga mendirikan Rumah Perubahan, sebuah wadah yang berfokus pada transformasi dan kewirausahaan sosial. Berbagai bukunya seperti Disruption (2017), The Great Shifting (2018), Self Driving (2014), dan Self Disruption (2018) banyak membahas perubahan yang terjadi dalam dunia bisnis maupun kehidupan masyarakat.
Sementara itu, Gigih Prastowo memiliki latar belakang di bidang ekonomi, keuangan, strategi, dan transformasi bisnis. Ia pernah terlibat dalam riset dan penulisan di Rumah Perubahan, termasuk sebagai research and writing assistant untuk Rhenald Kasali.
Kolaborasi keduanya dalam Disorder membawa pembahasan mengenai perubahan, ketidakpastian, dan ketahanan organisasi ke dalam konteks krisis global yang semakin kompleks.
Tertarik Mendapatkan Bukunya?
Kalau kamu ingin menyelami lebih jauh pembahasan tentang krisis global dan ketahanan bisnis, Disorder bisa menjadi bacaan yang menarik untuk menambah perspektif.
Apalagi, saat ini tersedia Special Offer di Gramedia.com. Selama promo berlangsung, kamu bisa mendapatkan buku ini dengan diskon 13% sekaligus bonus tanda tangan penulis dan totebag.
Jadi, kamu bisa langsung menyantap “porsi daging” pemikiran Rhenald Kasali dan Gigih Prastowo mengenai dunia yang semakin penuh ketidakpastian secara lebih hemat dan menyenangkan. 🤩🌿
Rekomendasi Buku Lainnya!
Kalau Disorder membuatmu ingin melihat perubahan dari perspektif lain, beberapa buku berikut juga bisa kamu masukkan ke daftar bacaan untuk memperluas sudut pandang dan membuatmu lebih siap menghadapi keadaan yang terus bergerak.
Disruption — Rhenald Kasali
Perubahan besar dapat menggeser cara lama dalam menjalankan bisnis dan kehidupan. Lewat Disruption, Rhenald Kasali membahas bagaimana teknologi, inovasi, dan pola baru dapat mengubah peta persaingan dengan cepat.
Buku ini cocok buat kamu yang ingin memahami cara kerja disrupsi sekaligus melihat bagaimana individu dan organisasi dapat beradaptasi ketika perubahan mulai mengubah aturan main.
Kitab Iklim — Greta Thunberg
Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan terbesar yang sedang dihadapi dunia. Dalam Kitab Iklim, Greta Thunberg menghimpun pengetahuan dari lebih dari seratus ahli dari berbagai bidang, mulai dari geofisika, oseanografi, meteorologi, ekonomi, hingga filsafat dan sejarah.
Buku ini menyajikan gambaran menyeluruh tentang krisis iklim sekaligus berbagai hal yang dapat dilakukan untuk menghadapinya. Membacanya bisa menjadi cara untuk memahami persoalan iklim melalui data dan ilmu pengetahuan, sekaligus melihat ruang bagi manusia untuk bergerak bersama.
Neksus — Yuval Noah Harari
Neksus menelusuri perjalanan informasi dalam membentuk jejaring manusia, mulai dari cerita dan tulisan hingga algoritma, dunia maya, dan kecerdasan buatan.
Lewat buku ini, Yuval Noah Harari mengajak kita untuk melihat kekuatan besar yang lahir dari perkembangan teknologi informasi sekaligus risiko ketika informasi semakin mudah membentuk realitas dan memengaruhi keputusan manusia.
Shadows of Forgotten Ancestors — Carl Sagan
Kenapa manusia memiliki kesadaran diri, membangun keluarga, mengikuti otoritas, menjaga wilayah, bahkan bisa memusuhi kelompok yang dianggap berbeda? Shadows of Forgotten Ancestors membawa pembaca menelusuri akar dari berbagai perilaku tersebut hingga masa lalu evolusi manusia.
Carl Sagan dan Ann Druyan memadukan sains, filsafat, humor, dan drama untuk menunjukkan hubungan manusia dengan spesies lain. Dari sana, buku ini juga mengajak kita melihat bagaimana berbagai naluri yang membantu manusia bertahan hidup dapat menjadi sumber persoalan ketika dibawa ke dalam kehidupan masyarakat modern.
Patterns — Satyaning Pradnya Paramita
Kita hidup di masa ketika data tersedia dalam jumlah yang luar biasa besar. Data dapat membantu kita menemukan pola dan mengambil keputusan, tetapi tumpukan informasi juga bisa membuat kita kewalahan atau bahkan membuka ruang bagi bias dan penyalahgunaan.
Lewat Patterns, Satyaning Pradnya Paramita mengajak pembaca melihat berbagai persoalan dunia melalui lensa data. Mulai dari kependudukan, kemiskinan, pendidikan, kesehatan, perubahan iklim, hingga tata kelola pemerintahan, buku ini juga membahas bagaimana data dapat diolah menjadi pengetahuan dan menjadi bahan bakar penting di era kecerdasan buatan.
Pada Akhirnya,
Perubahan global dapat bermula dari tempat yang jauh, lalu bergerak melalui jalur perdagangan, teknologi, kebijakan, dan berbagai hubungan ekonomi hingga akhirnya terasa dalam kehidupan sehari-hari.
Disorder mengajak kita memahami rantai perubahan tersebut sekaligus melihat pentingnya ketahanan organisasi dalam menghadapinya. Ketika kondisi terus bergerak, kemampuan membaca situasi dan menentukan langkah menjadi bekal yang semakin penting.
Dunia mungkin tidak bisa diprediksi sepenuhnya. Namun, organisasi yang siap membaca gelombangnya akan punya ruang lebih besar untuk tetap melaju.
Saatnya bersiap menghadapi disorder dan tetap bergerak ketika dunia berubah. Kalau masih bingung mesti bersiap dari mana, kamu bisa langsung memulainya dengan membaca buku Disorder yang bisa didapatkan di Gramedia! 💪🏋️♀️
Jangan lupa juga untuk cek promo spesial lainnya di Gramedia.com supaya belanjamu makin hemat dan bermakna! ⤵