Menguak Kebenaran Sejarah G30S/PKI dari Buku Ini

Menguak Kebenaran Sejarah G30S/PKI dari Buku Ini

. 4 min read

Peristiwa G30S/PKI adalah sejarah kelam bangsa Indonesia yang tidak boleh terulang. Dahulu, setiap tanggal 30 September tepat pukul 10 pagi, film G30S/PKI wajib diputar dan ditonton oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Peraturan ini dimaksudkan pemerintah guna mengenang peristiwa yang telah menggugurkan tujuh perwira tinggi militer Indonesia. Hingga akhirnya pada Oktober 1998, keharusan menonton film tersebut dihapus bersamaan dengan tumbangnya rezim Orde Baru. Film arahan sutradara Arifin C. Noer itu dianggap sebagai film yang tidak sepenuhnya menggambarkan peristiwa G30S PKI.

Sebagian besar generasi muda banyak yang tidak mengetahui bagaimana sebenarnya kronologi peristiwa G30S/PKI terjadi. Demi mengedukasi generasi muda, Presiden Joko Widodo pun telah menyetujui pembuatan ulang film G30S/PKI. Selain lewat film, kamu juga bisa mengetahui kebenaran sejarah peristiwa ini melalui buku-buku yang ditulis oleh penulis dan penerbit terpercaya.

Berikut Gramedia.com pilihkan referensi buku yang menguak kebenaran sejarah G30S/PKI. Sangat cocok dibaca bagi para generasi muda yang ingin mengetahui peristiwa ini secara mendalam.

1. Sarwo Edhie dan Peristiwa 1965

Lewat buku ini pembaca akan menemukan fakta-fakta cerita tentang tokoh politik penting pada tahun 1965 yaitu, Sarwo Edhie. Mulai dari bagaimana namanya bersama Soeharto menjadi terkenal setelah pergolakan politik pada tahun 1965 hingga peran Sarwo Edhie dalam peristiwa G30S/PKI.

Peristiwa sepanjang 1965-1966, dari pembubaran PKI dan pergantian presiden, melambungkan namanya sekaligus menjadi titik-balik perjalanan hidupnya. Sebagai komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat atau RPKAD, Kolonel Sarwo Edhie adalah salah satu tokoh yang memelopori operasi memusnahkan PKI.

sarwoBaca Sejarahnya Sekarang!

2. Sjam

Tidak jauh beda dengan buku pertama, buku yang disusun oleh tim Tempo ini akan mengungkap tokoh lain dalam peristiwa G30S/PKI yaitu, Sjam Kamaruzaman. Sjam adalah pria dengan lima nama alias. Ia adalah penduduk asli Tuban, Jawa Timur yang merupakan seorang atheis yang dikenal baik dalam membaca ayat-ayat Al Qur'an.

Dua tahun setelah aksi tahun 65, Sjam Kamaruzaman baru muncul di depan publik kala menjadi saksi dalam pengadilan Sudisman, Sekretaris Jenderal Partai Komunis Indonesia. Padahal, keberadaan dia sebelumnya tidak sepenuhnya dipercaya, karena Biro Chusus atau badan rahasia PKI yang dipimpinnya diduga hanya khayalan tentara untuk memudahkan Soeharto memusnahkan partai komunis itu.

bukuBaca Sejarahnya Sekarang!

Tapi, ia mengaku memimpin Biro Chusus dan merencanakan aksi rahasia G30S, mempengaruhi anggota tentara agar mendukung PKI, dan punya akses ke kalangan militer. Dalam buku ini akan terungkap, apakah Sjam adalah seorang agen ganda atau hanya sebagai pengikut setia Ketua PKI, D.N. Aidit? Tragedi G30S adalah misteri yang rahasianya belum terungkap sepenuhnya dan Sjam Kamaruzaman adalah sosok penting dalam kekacauan peristiwa tersebut.


Baca juga: Rekomendasi Novel Terbaik Berlatarkan Kisah Kelam Sejarah Indonesia


3. Njoto

Terlepas dari buku-buku Orde Baru yang memberatkan semua anggota PKI, Njoto adalah seorang politisi senior PKI yang namanya tak terdengar dan bahkan dikesampingkan oleh para sejarawan. Ia mahir bermain biola dan saksfon, menikmati musik simfoni, menonton teater, dan menulis puisi yang tak melulu pro-rakyat.

Sebenarnya, Njoto memiliki peran penting dalam peristiwa tersebut. Namanya dikesampingkan karena sejarawan tidak menemukan keterlibatan Njoto dalam aksi revolusioner ini dan juga karena ia memiliki hubungan yang terlalu dekat dengan Presiden Soekarno.

bukuBaca Sejarahnya Sekarang!

4. G30S dan Asia

Berbagai pertanyaan seperti benarkah Tiongkok ikut terlibat dalam G30S? Bagaimanakah Korea Utara dan Korea Selatan menanggapi G30S? Negara mana yang paling diuntungkan setelah G30S? Mengapa Jepang sangat diuntungkan pasca G30S?

Semua jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas dapat ditemukan dalam buku ini. Buku yang ditulis Aiko Kurasawa ini bermaksud menguraikan peristiwa G30S dari perspektif dinamika pergeseran politik di Asia. G30S ternyata berpengaruh terhadap perubahan peta politik negara-negara di Asia dalam menentukan sikap terhadap pengaruh ideologi komunis dan kapitalis.

g30sBaca Sejarahnya Sekarang!

Sembilan tulisan yang dikumpulkan dalam buku ini dapat dibagi menjadi dua bagian. Pertama, mengenai respons dan keterlibatan masing-masing pemerintah dan masyarakat. Kedua, fokus terhadap pemberitaan media di beberapa negara di Asia.

Selain itu, ada delapan negara yang dibahas di buku ini, yaitu Jepang, Korea Utara, Korea Selatan, Tiongkok, Taiwan, Malaysia, Filipina, dan Vietnam. Buku ini merupakan buku pertama yang membahas G30S dalam dimensi politik di Asia.


Baca juga: Menyelami Sejarah Kelam G30S/PKI lewat 5 Novel Best Seller Ini


Penting untuk mengetahui kebenaran dan mempelajari sejarah kelam bangsa Indonesia. Peristiwa berdarah, G30S/PKI sejatinya memang tidak boleh dilupakan dan menjadi pembelajaran agar kelak tidak terulang kembali.

Tertarik untuk membaca buku-bukunya? Bisa langsung cek di Gramedia.com.

Mau tahu promo yang sedang berlangsung di Gramedia.com? Diskon menarik, special price, harga spesial pre-order, dan penawaran spesial lainnya? Coba tengok di bawah ini ya!

kumpulanTemukan Semua Promo Spesial di Sini!

Sekarang, beli apapun di Gramedia.com bisa pakai chat Whatsapp. Layanan terbaru dari Gramedia.com ini namanya "Pesan Antar". Tinggal chat, lalu pilih pengiriman instant (khusus Jabodetabek) sehingga paketmu akan tiba di rumah lebih cepat. Coba sekarang!

PesanKlik untuk Info Lebih Lanjut dan Pesan Via Whatsapp!


Header image source: Joop Morieed via tribunal1965.org