Mengenal Karakter Asih dari Kacamata Novelnya

Mengenal Karakter Asih dari Kacamata Novelnya

Masih ingat dengan sosok Asih dalam film Danur yang diadaptasi dari novel Risa Saraswati? Ya, dia adalah hantu perempuan yang sempat mengganggu ketenteraman hidup Risa dan keluarganya.

Dalam buku sekaligus film Danur, Asih digambarkan sebagai hantu yang menyeramkan dengan wajah penuh koyak dan berdarah-darah. Risa sendiri sampai risi karena Asih sering mengikutinya. Bahkan, Peter cs yang sama-sama hantu pun takut dengan sosok Asih.

Cerita mengenai asal-usul Asih tak banyak muncul, baik di buku maupun film Danur. Di dalam novel Gerbang Dialog Danur, kisah tentang Asih diceritakan tak lebih dari satu bab. Pun selama filmnya berlangsung, Asih baru muncul ketika film sudah diputar kurang lebih setengahnya.

Hingga pada pertengahan bulan Agustus 2017 lalu, Risa Saraswati akhirnya meluncurkan novel yang khusus menceritakan sosok Asih. Selain untuk menjawab rasa penasaran para penggemar Danur Universe, Risa ternyata selalu diteror oleh penampakan Asih. Hantu perempuan itu selalu mewanti-wanti Risa untuk segera menyelesaikan tulisannya. Tak ayal, Risa mampu menyelesaikan novel Asih hanya dalam waktu tiga hari.

Seperti Danur dan Maddah, novel berjudul Asih turut diangkat ke layar lebar berjudul sama. Sama dengan film Danur, sosok Asih akan diperankan oleh Shareefa Daanish. Penggarapan film Asih pun sudah selesai dan dijadwalkan tayang perdana di bioskop tanggal 11 Oktober 2018.

Sambil mencari waktu yang pas untuk menonton filmnya, bagaimana kalau kamu baca dulu novelnya? Kabarnya, cerita dalam film Asih nanti tak sepenuhnya sejalan dengan novel. Di dalam novel bercerita tentang Asih secara terperinci. Sedangkan, film Asih lebih banyak menonjolkan alkisah Asih dan keluarga yang “digentayangi” oleh sosok hantu tersebut.

Berikut adalah beberapa cuplikan fakta seputar Asih yang dibeberkan dalam novel karya Risa Saraswati.

1. Hidup dalam tradisi yang kolot

ASIH
Dalam filmnya, karakter Asih diperankan oleh aktris Shareefa Danish (paling kanan). (Source: MD Pictures)

Pada masa ketika Asih hidup, dirinya tinggal di pedesaan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Tak seperti sekarang, desa Sukaraja yang dulu sangat jauh dari semerawut kehidupan di kota.

Penduduknya pun masih memegang teguh pada tradisi yang masih kolot, termasuk keluarga Asih. Misalnya, sebuah stigma bahwa wanita yang terlambat menikah adalah perawan tua.

Label perawan tua sendiri sebenarnya belum sepenuhnya hilang. Sampai sekarang, sebutan perawan tua masih saja menghantui para wanita. Well, sepertinya Asih ingin membagikan kisahnya untuk memperlihatkan bahwa stigma seperti itu dapat menghancurkan hidup seseorang.

2. Pernah jadi pengasuh anak

ASIH
Penampilan Asih dalam film Danur: I Can See Ghost. (Source: MD Pictures)

Asih tidak terlahir dari keluarga yang kaya raya, malah bisa makan saja sudah syukur. Makanya, Asih mengumpulkan niat untuk mencari penghasilan tambahan bagi keluarganya. Ia pun pergi meninggalkan desa untuk mengadu nasib. Sampai akhirnya Asih mendapatkan kerja sebagai pengasuh anak.

3. Pernah ditolong nenek Risa

Ketika Asih diusir karena sempat teledor saat menjaga anak majikannya, nenek Risa merasa iba. Alhasil, nenek Risa menolong Asih dengan membukakan pintu rumahnya. Tak hanya itu, nenek Risa juga meminta bantuan kepada seorang kerabat untuk mengizinkan Asih bekerja di rumah kerabatnya itu.

4. Sayang dengan keluarga

ASIH
Karakter Asih dikisahkan sebagai sosok hantu jahat yang kerap mengganggu anak kecil. Source: MD Pictures)

Kalau melihat sosok Asih, ia terlihat seperti hantu yang jauh dari kata ramah dan bisa dibilang jahat. Namun, mungkin Asih bersikap seperti itu karena masih menyimpan dendam pada orang-orang yang pernah menyakitinya.

Diceritakan bahwa Asih tinggal bersama dengan ayah, ibu, dan kedua adiknya. Sebelum memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, Asih memang memiliki pembawaan yang keras. Akan tetapi, seperti nama yang diberikan kedua orang tuanya yaitu Kasih, ia adalah sosok yang sangat sayang terhadap keluarganya.

5. Mimpinya terkubur bersama jasadnya

ASIH
Representasi kelamnya kisah Asih dalam filmnya. (Source: MD Pictures)

Dapat dikatakan kalau Asih punya karakter yang kuat. Namun, keteguhannya pun harus kalah oleh pahitnya hidup yang ia jalani.

Setelah keperawanannya direnggut oleh seorang pria sampai dirinya hamil, Asih pun harus menghadapi sindiran dan cemoohan orang-orang di sekitarnya. Sudah begitu, ayah dan ibunya malah berpaling muka. Kedua orang tua Asih tak kuasa menahan malu terhadap kenyataan bahwa anak sulungnya mengandung anak di luar nikah.

Wanita yang awalnya punya banyak mimpi ini pun tak dapat bertahan lagi. Asih memutuskan untuk mengubur semua mimpi, bahkan anak yang tengah dikandungnya sekaligus dirinya sendiri.


Begitulah 5 cuplikan fakta mengenai kisah Asih yang dikisahkan Risa Saraswati dalam novelnya.

Bagi kamu yang penakut mungkin akan enggan membaca cerita horor ini. Namun, rasa takut itu tampaknya dapat dibendung untuk mengetahui kisah Asih sejak masih hidup hingga mati penasaran. Oleh karena banyaknya pesan moral yang dimuat Risa Saraswati melalui tuturannya dalam novel Asih.

Yuk, segera dapatkan bukunya di Gramedia.com!


Header image source: IG Risa Saraswati


Junika Kasih

Junika Kasih

Content Writer for Gramedia.com

Enter your email below to join our newsletter