Manifestasi Jalur Langit: Rahasia Menerapkan Law of Attraction Sesuai Al-Qur’an
Siapa sih manusia modern yang nggak tau teori Law of Attraction? 🤷♀️
Di era media sosial seperti sekarang, rasa-rasanya istilah Law of Attraction dan manifestasi sudah terdengar seperti bahasa sehari-hari. Kedua prinsip ini tuh sering banget seliweran di timeline dan jadi bahan diskusi netizen terkait cara penerapannya.
Banyak orang percaya bahwa apa yang kita pikirkan akan memengaruhi apa yang kita dapatkan. Pikiran positif dibilang menarik hal baik, sementara pikiran negatif sebaliknya. Konsep ini sering dikaitkan dengan energi semesta dan kekuatan alam bawah sadar.
Berangkat dari sini, muncul pertanyaan menarik. Bagaimana jika konsep itu dilihat dari sudut pandang Islam? 🌙👀
Gagasan Law of Attraction Melalui Al-Qur’an
Gagasan mengenai hal ini muncul dalam buku Quranic Law of Attraction karya Rusdin S. Rauf. Dalam bukunya, ia mengajak pembaca untuk memahami gagasan hukum tarik-menarik melalui nilai-nilai Al-Qur’an.
Buku ini mengajak kita menyelaraskan usaha dan tawakal. Realitas hidup tidak hanya dipengaruhi oleh pola pikir, tetapi juga oleh amal, keyakinan, serta kualitas hubungan spiritual.
Fokusnya bukan pada semesta, melainkan pada ikhtiar, doa, syukur, sabar, dan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya. Perspektifnya lebih membumi dan memiliki pijakan yang jelas dalam ajaran Islam.
Law of Attraction Dalam Sebuah Ayat
“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan, barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya,” (Q.S. Az-Zalzalah [99]: 7—8)
Ayat di atas hanyalah satu dari beberapa konsep Law of Attraction (Hukum Tarik-Menarik) yang dipaparkan dalam Al-Qur’an. Apa pun yang kita pikirkan, baik positif maupun negatif, cenderung menjadi kenyataan yang kita tarik ke dalam hidup.
Jika kita berbuat kebaikan, maka kebaikan pula yang akan kita terima. Sedemikian eratnya konsep Law of Attraction dengan Al-Qur'an, sehingga kita bisa menemukan ayat-ayat yang selaras dengan kehidupan kita.
Buku Quranic Law of Attraction menguak bagaimana Al-Qur'an menjadi petunjuk dan pemandu pikiran serta tindakan untuk mencapai kesuksesan sesuai dengan Hukum Tarik-Menarik. Buku ini juga memaparkan tiga kunci merealisasikan mimpi dan cita-cita; doa, syukur, dan sabar.
Lalu, bagaimana sesungguhnya Law of Attraction bekerja dalam Al-Qur'an? Mengapa Kitab Mulia ini menjadi rujukan terbaik dalam Hukum Ketertarikan? Lembar-lembar dalam buku ini akan menjawabnya.
Baca juga: Sambut Berkah Ramadan di Gramedia: Diskon hingga 50% serta Kemudahan Berbagi Makna!
Atas Izin Allah serta Amalan Nyata
Dalam Islam, hasil tidak hanya ditentukan oleh keinginan atau pikiran, tetapi oleh amal nyata dan izin Allah. Buku ini membahas bagaimana doa, rasa syukur, dan kesabaran menjadi kunci penting dalam mewujudkan harapan.
Lewat buku Quranic Law of Attraction, kamu juga akan diajak untuk memahami bahwa perubahan hidup dimulai dari pembenahan hati, lalu diterjemahkan dalam tindakan sehari-hari.
Di dalamnya juga tersedia panduan yang aplikatif agar pembaca dapat langsung mempraktikkan refleksi harian. Jadi bukan hanya memahami konsepnya, tetapi juga menjalani prosesnya secara bertahap.
Promo Spesialnya Jangan Sampai Terlewat
Menariknya lagi, buku ini hadir dalam paket spesial di Gramedia.com. Dengan harga Rp115.000, kamu akan mendapatkan bukunya lengkap dengan 30 hari action plan daily journal, pembatas buku dengan QR code akses e-course, bonus notes, serta kesempatan bergabung dalam komunitas Quranic LOA Circle yang menghadirkan materi edukasi rutin setiap harinya.
Promo ini berlaku selama tanggal 21 hingga 28 Februari 2026. Kalau kamu sedang mencari bacaan reflektif yang bisa langsung dipraktikkan, ini momen yang pas untuk memulainya!
Dapatkan Keuntungannya di Sini!
Bukan Hanya Soal Law of Attraction
Hadir sebagai pedoman hidup umat muslim, Al-Qur’an memandu banyak aspek kehidupan. Selain Quranic Law of Attraction, ada juga beberapa buku lain yang bisa memperkaya perjalanan refleksimu. Coba deh, cek daftarnya di bawah ini:
1. Qur'anic Stoicism Philosophy – Safi Sahri
Dalam hidup, ada begitu banyak hal yang berada di luar kendali kita, seperti cuaca, sikap orang lain, bahkan takdir yang berjalan tanpa bisa kita tebak. Buku ini mengajak kita untuk berhenti menghabiskan energi pada hal-hal yang tak bisa diatur, lalu memusatkan perhatian pada apa yang benar-benar bisa kita upayakan. Dengan menggabungkan nilai stoisisme dan ajaran Al-Qur’an, pembaca diajak memahami bahwa ketenangan bukan lahir dari situasi yang selalu baik-baik saja, melainkan dari cara kita menyikapinya.
Qur'anic Stoicism Philosophy bukan sekadar bacaan reflektif, tetapi juga panduan menjalani hidup dengan lebih sadar dan minimalis. Di tengah tekanan dan ekspektasi zaman, buku ini mengingatkan pentingnya menjadi diri sendiri, menjaga kerendahan hati, serta mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk tanpa kehilangan harapan. Sebuah teman perjalanan untuk meraih kebahagiaan yang lebih dalam dan lebih bermakna.
2. Healing with Quran Journaling – N. Aisyah Farihah
Quran journaling adalah salah satu kegiatan mencatat dan merenungi ayat-ayat Al-Qur'an secara lebih mendalam melalui tulisan, catatan, bahkan diikuti dengan kreativitas kita. Tidak hanya sekadar menulis, kegiatan Quran journaling juga bisa menjadi bentuk introspeksi diri kita.
Saat kita menulis refleksi dari suatu ayat di dalam Al-Qur'an, kita diajak untuk melihat bagaimana nilai-nilai dalam Al-Qur'an sudah diterapkan di kehidupan kita. Ini bisa menjadi pengingat agar terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Melalui pendekatan kegiatan Quran journaling, kita akan dapat lebih memahami, menghafal, dan mengamalkan ajaran Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.
3. Majmu Syarif Qolbu – Ahmad Fahmi Kamil, Lc dan Tim Sahabat Qalbu
Buku ini menghadirkan himpunan doa dan tata cara ibadah yang menyertai perjalanan hidup seorang Muslim, dari terbit hingga tenggelamnya matahari, dari awal kehidupan hingga akhir hayat. Disusun sebagai tuntunan spiritual harian, Majmu Syarif Qolbu menjadi pegangan yang menuntun langkah dalam berbagai kondisi, baik saat lapang maupun sempit. Tidak hanya kumpulan bacaan, kitab ini juga bisa menjadi panduan yang menghidupkan kedekatan dengan Allah di setiap fase kehidupan.
Selain menghimpun doa-doa pilihan, buku ini juga menghadirkan surah-surah yang akrab di tengah masyarakat karena keutamaan dan pesan spiritualnya yang mendalam. Zikir dan doa yang disajikan di dalamnya menjadi penenang saat gundah, penguat ketika goyah, dan pengingat bahwa setiap kesulitan selalu punya jalan keluar. Sebuah bekal ruhani untuk menghadapi dunia sekaligus mempersiapkan kebahagiaan akhirat.
4. Quranic Healing – Ibnu Rasydi Al Maswani
Al-Qur’an bukan hanya kitab hukum. Lebih dari itu, bisa juga menjadi sumber visi moral dan penyembuh batin yang melampaui zaman. Buku ini mengajak pembaca menyadari bahwa manusia memiliki dua dimensi penting, yakni lahiriah dan batiniah. Ketika keduanya dijaga seimbang, manusia bisa mencapai kemuliaan. Namun, saat hanya fokus pada aspek lahiriah dan mengabaikan hati, kelelahan batin pun tak terhindarkan.
Melalui pembahasan tentang profil hati, penyebab kelelahan batin, hingga kisah-kisah pelipur lara dalam Al-Qur’an, buku ini menjadi teman untuk merawat sisi terdalam diri. Ia mengingatkan bahwa hati yang lelah butuh asupan ruhani, bukan saja distraksi duniawi. Sebuah ajakan untuk kembali membuka Al-Qur’an dan menemukan ketenangan yang selama ini mungkin kita cari ke mana-mana.
5. The Amazing Stories of Quran – A.R. Shohibul Ulum
Al-Qur’an menyimpan kisah-kisah luar biasa tentang para nabi, umat terdahulu, dan orang-orang saleh yang sarat pelajaran hidup. Buku ini merangkum cerita-cerita tersebut secara utuh dan runtut, menghadirkan hikmah yang relevan untuk kehidupan masa kini. Dari keteguhan Nabi Yakub hingga perjuangan Thalut melawan Jalut, setiap kisah membawa pesan tentang iman, kesabaran, dan kebijaksanaan.
Melalui paparan yang mudah dipahami, pembaca diajak belajar tentang rasa syukur, cara menghadapi jalan buntu, berpikir kritis, hingga meneladani seni berdakwah para rasul. Kisah Ashabul Kahfi, Shahibul Jannatain, dan keteladanan Nabi Muhammad pun disajikan sebagai cermin untuk memperbaiki diri. Buku ini menjadi pengingat bahwa sejarah dalam Al-Qur’an bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan cahaya petunjuk untuk masa depan.
Baca juga: #Ngabuburead2026: Ubah Waktu Ngabuburit Jadi Challenge Berhadiah Jutaan Rupiah!
So, kalau kamu sedang ingin memperdalam refleksi sekaligus menambah bacaan yang bernuansa spiritual, daftar ini bisa jadi titik awal yang menarik nih, Grameds.
✨Oh iya, jangan lupa cek promo spesial lainnya di Gramedia.com supaya belanjamu makin hemat dan bermakna! ⤵
Temukan Di Sini!
Temukan Di Sini!
Temukan Di Sini!
Temukan Di Sini!
Temukan Di Sini!
Temukan Di Sini!
Temukan Semua Promo Spesial di Sini!