Pikiran, cerita, dan gagasan tentang buku dengan cara yang berbeda.

Menemukan Kebahagiaan dengan Mengelola Mental

Menemukan Kebahagiaan dengan Mengelola Mental

Isu mengenai kesehatan mental masih saja dianggap tabu oleh masyarakat Indonesia. Banyak yang masih menganggap remeh tentang kesehatan mental. Stigma negatif pun agak susah lepas karena kesehatan mental sering dikaitkan dengan hal seperti kegilaan.

Namun seiringnya berjalan waktu, informasi tentang kesehatan mental menjadi lebih mudah diakses dan orang-orang yang ingin tahu lebih banyak tentang kesehatan mental dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mental pun menjadi semakin bertumbuh.

Untuk membahas tentang kesehatan mental, Gramedia Digital bersama Komunitas Ibu Pembelajar Indonesia berkolaborasi dengan Elex Media Komputindo dan Altea Care mengadakan webinar yang berjudulMengelola Mental dan Menabung Kebahagiaan yang menjadi salah satu rangkaian acara dari event Generation 5.0 Festival pada tanggal 29 Oktober 2022 untuk mengetahui cara pengelolaan mental. Acara ini ditayangkan secara daring melalui Zoom dan YouTube dan bisa disaksikan ulang lewat kanal Youtube Tribunnews.

Webinar ini menghadirkan  Mas Hendrick Tanuwidjaja , seorang praktisi MBSR (Mindfulness Based Stress Reduction) dan juga guru MBCT (Mindfulness Based Cognitive-Therapy). Dia juga menulis buku tentang konsep mindfulness yang berjudul Mindful is Mind-Less (Seni Beristirahat dalam Badai). Mas Hendrick memberikan pengetahuan tentang konsep mindfulness, salah satu konsep penting dalam pengelolaan mental.

Selain Mas Hendrick, ada juga Mbak Nindya Dwika Putri. Mbak Nindya adalah seorang psikolog klinis yang kompeten dalam bidangnya selama 11 tahun. Saat ini, ia bekerja di RS Mitra Keluarga dan juga merupakan bagian dari Altea Care. Mbak Nindya akan memaparkan tentang kesehatan mental dari segi sisi stres.

Menabung Kebahagiaan dengan Mindfulness

Dalam pemaparannya, Mas Hendrick menjelaskan bahwa pengelolaan mental berhubungan dengan kebahagiaan. Mas Hendrick menjelaskan lebih lanjut bahwa pikiran kita harus dilatih. Yang dilatih adalah perhatian kita. Pikiran cenderung untuk lebih banyak berpikir negatif, selalu merasa was-was. Munculnya pikiran negatif dan mengesampingkan pikiran positif itulah yang membuat pikiran kita harus dilatih dengan mindfulness

Mindfulness sendiri sudah tersarikan dalam buku Mas Hendrick yang berjudul Mindful is Mind-Less (Seni Beristirahat Dalam Badai). Badai dalam bukunya yang dimaksud adalah fantasi pemikiran negatif yang muncul dari dalam diri. Hidup pasti akan menghadapi badai dan itulah inti dasar konsep mindfulness. Konsep mindfulness mengajak kita untuk menerima kehidupan secara utuh dan apa adanya. Mindfulness adalah kemampuan untuk bisa terampil untuk menghadapi badai yang ada sehingga kita tidak hidup dalam fantasi sendiri

Webinar Mengelola Mental dengan Mas Hendrick Tanuwidjaja (Sumber gambar: dok. Tribunnews)

Mas Hendrick juga memberikan empat tips untuk berlatih mindfulness. Yang pertama adalah jangan lari dan hadapi masalah. Yang kedua adalah menerimanya karena kita tidak bisa banyak mengontrol apa yang terjadi dalam diri. Yang ketiga adalah perlunya untuk melatih pikiran untuk mengatasi penderitaan yang dialami dengan cara meditasi atau melakukan olahraga untuk membantu kita keluar dari fantasi pemikiran. Dan yang keempat adalah melepaskannya. Melepaskan sesuatu tidak semudah yang dipikirkan jadi ada sebaiknya hadapi dulu masalah yang dimiliki baru bisa melepaskannya.

Mengelola Mental dari Sisi Stres

Jika berbicara tentang kesehatan mental maka pasti tidak lepas dari yang namanya stres. Dalam pemaparannya, Mbak Nindya Dwika Putri menjelaskan stres ada dua, yang pertama adalah eustress. Eustress cenderung memiliki jangka pendek  jadi ketika dihadapkan dengan hal yang memicu trigger, stres dapat diidentifikasi dan juga dapat mengetahui cara pengelolaannya serta menyusun cara untuk menghadapi stres. Yang kedua adalah distress. Distress cenderung memiliki jangka waktu yang berkepanjangan dan bisa berdampak dengan masalah yang terkait dengan keluhan fisik.

Webinar Mengelola Mental dengan Mbak Nindya Dwika Putri (Sumber gambar: dok. Tribunnews)

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa ada tiga tahapan dalam kondisi stres. Yang pertama adalah alarm, dimana tubuh mengeluarkan reaksi seperti detak jantung meningkat atau tekanan darah menjadi tinggi. Tahapan kedua adalah resistance. Pada tahap ini, kita dapat menentukan untuk menghadapi stresnya atau beradaptasi dengan situasinya. Tahapan terakhir adalah mindfulness. Melalui mindfulness, kita diajak untuk mengendalikan pikiran agar tidak berpikir ke mana-mana dan berpikir secara realistis.

Sebagai seorang psikolog klinis, ia juga memberitahukan tentang waktu yang tepat untuk bertemu dengan psikolog. Ada permasalahan yang bisa diselesaikan dengan lebih mudah tanpa harus ke profesional namun ada juga permasalahan yang memang harus diselesaikan dengan menemui profesional. Ia juga mengajak para penonton webinar untuk tidak takut untuk pergi  ke psikiater.

Memeriksa Kesehatan Mental Melalui Aplikasi Alteacare

Butuh konsultasi dengan dokter spesialis di rumah? Jangan khawatir! Lewat aplikasi Alteacare aja! Alteacare adalah aplikasi layanan kesehatan terintegrasi yang dapat membantu mempertemukan Anda dengan dokter spesialis terpercaya langsung secara virtual. Caranya mudah.

  1. Download aplikasi Alteacare dari AppStore atau Play Store dan buat akun Anda.
  2. Cari dokter spesialis yang sesuai dengan kebutuhan Anda berdasarkan harga, lokasi rumah sakit terdekat, dan pengalaman dokter.
  3. Anda bisa langsung buat janji untuk konsultasi dengan dokter!

Nikmati layanan konsultasi virtual mudah dengan video call. Konsultasi juga akan dipandu dengan medical advisor yang siap membantu anda! Selain konsultasi, Alteacare juga memfasilitasi kebutuhan layanan vaksinasi. Mulai dari pendaftaran, screening, hingga penjadwalan. Bersama Alteacare, berbagai kebutuhan layanan kesehatan anda mudah didapatkan! #KonsultasiDariRumahAja bersama Alteacare!


Sumber header: lifecounselor.net

Penulis: Mohammad Fachrul Rozy


Enter your email below to join our newsletter

comments powered by Disqus