Melihat Bapak Umar, Menemukan Madrasah Indonesia

Jalan satu-satunya memperbaiki sumber daya manusia, alam, akal budi, dan politik-sosial adalah pendidikan. Pendidikan adalah institusi terbaik yang berfungsi membentuk kompas, arah dan tujuan yang jelas, bukan hanya dalam praktik rutinitas kehidupan sosial, melainkan mengubah paradigma berpikir manusia yang tidak membebani dan mempersulit kehidupan umat.

Jelaslah, pendidikan satu-satunya jalan pengaman politik manusia. Pendidikan yang merupakan penemuan terbesar umat manusia ini, membantu proses produksi untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia dan dalam hal ini memperkuat integrasi sosial dalam kelompok dan kancah dunia.

Kita melihat hasil pendidikan. Anak-anak bisa baca tulis, makin cerdas. Peradaban makin maju. Namun, mata telanjang kita melihat ketidaksinkronan antara kecerdasan dan kemajuan. Kemajuan di satu sisi menjadi titik penting bagi kehidupan modern, tapi di sisi lain, kemajuan telah menyababkan krisis spirit kemanusiaan, krisis lingkungan, akal budi, dan akhlak.

Ada yang tidak tuntas dari pendidikan kita. Ketidaktuntasan itu adalah ketidaksinkronan dan keterpecah-pecahan di atas. Bisakah problem di atas bisa diamputasi dari produk/prorgam pendidikan yang baru, katakanlah yang menghasilkan anak didik yang cakap secara demokrafi dan tidak anti-sosial serta yang berakhlakul karimah?

Madrasah dan Program

Percobaan yang dijajakan Bapak Umar dengan KSKK-nya (Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan) direkam dalam buku Bapak Madrasah Indonesia: Testimoni Atas Kinerja Dr. H. A. Umar, M.A (2021).  Dengan semua tawaran konsep dan programnya, Sekolah Madrasah menghasilkan “wujud” yang baru. Potensi dilihat dari dalam, hingga akhirnya melahirkan generasi hebat bermartabat. Berkarakter Islami dan berjiwa NKRI.

Tak pelak, di bawah arahan Bapak Umar, semua sekolah dan kepala sekolah di Indonesia dapat merasakan dampak baiknya. Ia menjadi sosok atau Sang inovator, inspirator, dan motivator dari gerakan sekolah madrasah bermartabat berkelas dunia.

Sang inovator, bapak Umar lewat inovasi-inovasinya seperti Program Kompetisi Kesiswaan, Syiar Anak Negeri, MYRES, KSMO, Vlog Competition Madarasah, dan Akademi Madrasah Digital, dapat memberikan gebrakan agar Madrasah terus beradaptasi terhadap kebiasaan baru pandemi Covid-19.

View this post on Instagram

A post shared by Pendidikan Madrasah (@pendidikanmadrasah)

Program Indonesia Pintar (PIP) bagi peserta didik miskin berprestasi dan pembelajaran berbasis e-learning madrasah, sangat memberi kesan berarti. Karena, saat beberapa lembaga pendidikan mencari formula pembelajaran di masa pandemi, madrasah justru telah siap lebih dulu dengan aplikasi e-learning madrasah yang sampai saat ini kebermanfaatannya sangat terasakan.

Sang Insipartor, bapak Umar menginspirasi semua kepala sekolah madrasah di Indonesia. Dengan tangan hangatnya memimpin KSKK, banyak terobosan inspiratif yang membantu sesama dan mewujudkan madrasah bermanfaat bagi orang banyak. Dengan kesederhanaan dan jiwa abdinya tak jemu mengajarkan atau menceritakan pengalaman dan gagasannya tiap melayat ke sekolah-sekolah madrasah di Indonesia. Dedikasinya tak henti menginspirasi untuk kemajuan madrasah.

Sang Motivator, bapak Umar sangat berperan aktif dalam meningkatkan madrasah-madrasah di akar rumput. Lontaran arahan-arahan beliau, bagi banyak orang menjadi obat penyemangat dan motivasi untuk terus berjuang membangun madrasah agar anak didik tumbuh secara cerdas dan berakalbudi. Tak berhenti pada gagasan, tapi Pak Umar sosok tangguh dan gigih untuk mendaratkan apa arti kelola dan menata sebuah lembaga madrasah.

Bagi pak Umar, gagasan dan paradigma pendidikan menjadi satu kesatuan tak terpisahkan. Ia menjadi poros strategi mentranfer ilmu pengetahuan, tetapi pengetahuan yang ditranfer itu harus menjadi unsur dalam pembentukan kepribadian siswa atau peserta didik dan masyarakat.

Menurutnya, keilmuan madrasah bukan saja menyajikan produk ilmu pengetahuan, melainkan bagaimana ilmu pengetahuan dan akhlak itu diproduksi, baik lewat sikap kreatif, inovatif, kritis, dan kemampuan heuritis yang imajinatif.

Dengan pendaratan kebijakan dan program di atas, terbuktilah beberapa sekolah madrasah memenangkan lomba nasional dan internasional dan mencetak generasi hebat bermartabat. Segalanya itu menjadi energi positif untuk kemajuan-kemajuan pendidikan madrasah di Indonesia. Tak terkecuali pada tingkat dunia.

Dedikasi dan Pengabdian

Dedikasi yang tinggi nilainya adalah ketika pak Umar bekerja keras, bahu-membahu menyiapkan platform teknologi yang memungkinkan seluruh pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik Madrasah dapat berinteraksi dalam satu jaringan. Ia dibuat, dimaksudkan untuk percepatan peningkatan dan pemerataan kualitas Madrasah agar program Madrasah hebat bermartabat berkelas dunia dapat terwujud.

Pak Umar selalu berusaha menjadi pribadi yang terbaik. Banyak koleganya melihat, beliau sebagai contoh imam yang selalu memberi teladan apa yang harus dilakukan dengan tindakan nyata. Program-programnya menyasar ke semua kalangan dan melahirkan karya yang berdampak luas di masyarakat.

Di dalam KSKK yang dikelolanya, yang bermotto “Madrasah Hebat Bermartabat” telah terbukti di bawah kepemimpinannnya. Bahkan, beliau sedang berupaya mewujudkan “Madrasah Berkelas Dunia” baik dari aspek pengelolaan maupun prestasi siswanya. Sebagai pemimpin, sebenarnya ia telah mencapai apa yang dicata-citakannya, yakni membangun kemajuan Madrasah di seluruh tanah Indonesia. Maka, tepatlah ia menjadi bapak Madrasah Indonesia: Umar. Melihat Pak Umar, menemukan madrasah Indonesia. Terima kasih, Pak Umar.

View this post on Instagram

A post shared by Pendidikan Madrasah (@pendidikanmadrasah)

Bapak Madrasah Indonesia: Testimoni Atas Kinerja Dr. H. A. Umar, M.A

Beli Sekarang!

Karena kamu sudah membaca artikel ini, kamu mendapatkan voucher diskon 20% yang bisa digunakan untuk buku ini. Ambil vouchernya sekarang dengan klik gambar di bawah ini!

Klik untuk Dapatkan Vouchernya!


Oleh: Agus Wedi - Pemimpin Redaksi Islamsantun.org

Sumber foto header: nusadaily.com