Mau Skor IELTS 7.0+? Persiapkan Langkah Strategismu dengan IELTS From Zero!

Mau Skor IELTS 7.0+? Persiapkan Langkah Strategismu dengan IELTS From Zero!

Grameds, pernah nggak ngerasa IELTS itu kayak croffle, kelihatannya manis dan gampang, tapi begitu coba buat sendiri malah ribet dan bikin kamu lupa rasanya sendiri?

IELTS adalah tes bahasa Inggris yang diakui secara internasional sebagai acuan untuk beasiswa kuliah maupun bekerja di luar negeri. IELTS adalah peluang kamu untuk membuka sayapmu di dunia internasional. Di sisi lainnya, croffle menyandang dessert viral yang sampai sekarang masih dicari oleh orang-orang. Dessert ini terlihat simpel: croissant di-pressure pakai cetakan wafel, dikasih topping, dan voila, jadilah croffle au pan!  Tapi begitu kamu masuk dapurnya dan coba buat sendiri, eh ternyata… ribet. Salah suhu sedikit jadi gosong. Salah adonan jadi bantat. Salah topping bikin eneg.

IELTS bisa diibaratkan persis kayak croffle. Kelihatannya fun, rapi, dan “Ah, paling tinggal belajar doang.” Tapi begitu dijalanin, banyak orang yang mendadak mikir, “Kok aku jadi bukan aku ya?”

Nah, gimana Grameds? Apa kamu juga punya dilema yang sama seperti ini? 👀


Buku IELTS: Resep, Bukan Kepribadian

Semua ahli memulai sesuatu dari nol. Begitu pula dengan belajar bahasa Inggris. Dan untuk menjadi ahli bahasa Inggris seseorang harus dites. Buku IELTS adalah salah satu cara persiapan. IELTS atau singkatan dari International English Language Testing System adalah sebuah tes kemampuan bahasa Inggris yang diselenggarakan bersama oleh British Council, IDP: IELTS Australia dan Cambridge Assessment English.

Di titik ini banyak orang salah paham soal buku IELTS. Buku ini dianggap sebagai kunci mutlak. Padahal, buku IELTS itu adalah resep. Resep yang tidak pernah menentukan apakah kamu suka manis atau pahit. Ia hanya memberitahu kalau mau dinilai baik, urutannya seperti ini loh.

Buku IELTS mengajak kamu menyelami tiap section dari listening, reading, writing, dan speaking. Terdapat strategi yang relevan dan bisa langsung dipraktikkan. Topik-topik umum yang sering muncul adalah kosakata penting, tips, serta trik agar kamu lebih siap menghadapi soal-soal IELTS.

Nah, penasaran dengan resepnya? Cek kelanjutannya di bawah ini! 📝


Croffle, IELTS dan Ilusi Kesederhanaan

Croffle viral karena tampilannya. Berwarna coklat keemasan, crispy di luar, dan lembut di dalam. Tak lupa terlihat estetik, instagrammable dan effortless. Tapi semua yang pernah coba buat sendiri, tahu satu hal yang pasti: croffle itu soal teknik. Timing, tekanan, dan komposisi. IELTS pun juga begitu.

Dari luar, IELTS sering dijual sebagai tes bahasa. Padahal, di dalamnya, ini soal bagaimana kamu menyajikan diri. Bukan hanya apa yang kamu tahu, tapi bagaimana kamu terdengar, terlihat, dan terbaca oleh orang lain. Dan disinilah mulai muncul krisis kecil yang sering nggak disadari. Kita lagi nggak bicara sebagai diri sendiri, tapi sebagai versi yang layak dinilai.

Di speaking test, kamu tidak diminta jujur sepenuhnya. Kamu diminta terstruktur. Di writing test, kamu tidak diminta jadi autentik. Kamu diminta koheren. Di listening dan reading test, kamu tidak diminta menikmati. Kamu diminta untuk menahan fokus. Seperti croffle yang harus kelihatan cantik sebelum dicicipi, IELTS menilai plating sebelum rasa. Ibaratnya, ini sama kayak kita yang terkadang suka “memperindah” resume CV biar kelihatan nyantol di mata HR 😝


Ketika Belajar IELTS Terasa Seperti Memakai Baju Orang Lain

Ketika kamu belajar IELTS, ada momen kamu merasa asing dengan diri sendiri. Kalimat yang kamu tulis bukan cara kamu berpikir sehari-hari. Jawaban speaking kamu terdengar seperti template: aman dan kosong.  Ini bukan karena kamu palsu. Ini karena kamu sedang belajar format.

Sama seperti croffle. Croissant aslinya messy dan flaky. Tapi, ketika ia dijadikan croffle, ia di press, dibentuk dan dirapikan. Bukan untuk menghilangkan rasanya, tapi supaya bisa disajikan. Dan belajar IELTS memang tidak mudah. Tapi, penulis dengan senang hati memberikan rekomendasi buku-buku yang akan upgrade skill kamu dari bicara “water” hingga “wotah”!

1. Brilliant Book The Best Pocket IELTS – Zidnie Ilma, S.S & Aria Aju Cahyobo, M.Sc

bukuBeli di Sini!



Buku ini merupakan edisi spesial yang disusun untukmu yang sedang mempelajari dan mendalami bahasa Inggris. Terdapat empat modul yaitu speaking, writing, reading dan listening. Pada bagian speaking section, peserta akan diminta untuk berbicara dengan seorang penilai secara langsung dengan durasi 12-14 menit.

Brilliant Book The Best Pocket IELTS cocok untuk level bahasa Inggris basic dan cara belajar kamu yang santai. Kalau kamu baru mulai atau ingin latihan strategi agar dapat skor tinggi, buku ini bisa menjadi andalanmu.

2. The Complete Book of the IELTS Preparation –Slamet Riyanto

bukuBeli di Sini!


Panduan komprehensif berbahasa Indonesia / Inggris yang membahas semua skill yang diujikan di IELTS. Buku ini dibagi menjadi 5 Bab yaitu: Tanya Jawab Seputar IELTS, Listening Skills, Reading Skills, Writing Skills, Speaking Skills, dan Samples of IELTS Practice Tests: yang setiap tesnya berlangsung kurang lebih 2 jam 45 menit.

Kalau kamu punya buku ini dan rajin mempelajarinya, Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran yang asyik untuk dieksplorasi. Cocok untuk pemula hingga ahli!

3. Top Strategy IELTS – Niswatin Nurul Hidayati

bukuBeli di Sini!



Kamu tertarik untuk belajar atau migrasi ke luar negeri? Maka, IELTS adalah salah satu hal yang harus kamu pelajari. IELTS dibagi lagi menjadi dua kategori yaitu IELTS Academic dan IELTS General Training. Kalau yang Academic digunakan untuk yang ingin melanjutkan pendidikan di negara atau instansi pendidikan yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama. Sedangkan yang General Training digunakan untuk yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa gelar, keperluan pekerjaan, pelatihan kerja atau keperluan persyaratan visa ke negara-negara tertentu.

Di buku ini kamu akan mendapatkan banyak tips, strategi, dan soal latihan lengkap. Cocok untuk menjadi salah satu peganganmu dalam melatih skor IELTS-mu.


IELTS from Zero

Salah satu kesalahpahaman terbesar adalah mengira IELTS butuh bahasa Inggris yang “wah”. Padahal yang dicari adalah konsistensi. Kalimat sederhana tapi jelas lebih berguna dari opini sok pintar tapi kosong. Sama seperti croffle, nggak semua orang butuh topping premium. Kadang gula bubuk dan madu sudah cukup, asal teksturnya pas.

Belajar IELTS itu bukan tentang mengubah siapa kamu, tapi tentang memilih topping yang masuk akal untuk dirimu sendiri. Dan semua perjalanan dimulai dari nol. IELTS from Zero siap menemani untuk meraih impianmu!

Psst! Untuk kamu yang antusias dan ingin upgrade level bahasa Inggris, Gramedia.com memberikan penawaran istimewa untukmu! IELTS from Zero kini hadir dengan bonus spesial kalender beasiswa, Free Masterclass Tips & Trick! Periode promo ini hanya berlaku hingga 12 Februari 2026!

Jadi, tunggu apalagi, Grameds? Sudah siapkah kamu meraih mimpimu di dunia internasional? Yuk, checkout bukunya sebelum ketinggalan!  🔥



Laura Saraswati

Creative Team

Enter your email below to join our newsletter