Look Back: Persahabatan, Rasa Kehilangan, dan Jejak Kreativitas ala Tatsuki Fujimoto. Kenapa Cerita Ini Begitu Menghantui?
Ada kalanya perjalanan hidup dan dunia seni saling menyentuh dalam cara yang lembut tetapi menghunjam. 🎨🏹
Look Back, one-shot manga karya Tatsuki Fujimoto yang terbit pada 2021, jadi salah satu contoh terbaiknya. Lewat cerita sederhana tentang dua remaja yang terhubung lewat gambar, Fujimoto mengajak pembaca menelusuri persahabatan, ambisi, hingga rasa kehilangan yang membentuk diri seseorang.
Dengan gaya khasnya yang emosional, tajam, dan sinematik, Fujimoto menghadirkan kisah yang bikin kamu berhenti sejenak, menarik napas, dan mungkin… ikut terseret dalam renungan pribadimu sendiri.
Nah, biar makin kebayang gimana perjalanan yang coba digambarkan, yuk kita telusuri ceritanya bareng-bareng! 🖊
Sinopsis: Dua Seniman Muda dan Garis Takdir yang Saling Bertaut
Cerita dimulai dengan Fujino, seorang gadis yang percaya diri dengan kemampuan menggambarnya. Ia rutin mengisi komik strip untuk koran sekolah dan merasa cukup puas dengan pencapaiannya. Segalanya berjalan seperti biasa, sampai satu nama datang dan mengubah ritmenya.
Nama itu adalah… Kyomoto. Ia merupakan siswa yang hampir tak pernah hadir di sekolah, tetapi karyanya? Jernih, detail, dan membuat Fujino tiba-tiba merasa kualitas gambarnya seperti turun satu level. Rasa tertantang itu berubah menjadi dorongan bagi Fujino untuk berkembang. Ia menggambar lebih keras, belajar lebih giat, dan menjadikan Kyomoto sebagai patokan barunya.
Namun, ketika keduanya akhirnya bertemu, yang muncul bukan persaingan sengit, melainkan rasa kagum dan koneksi yang tulus. Mereka mulai berbagi mimpi, saling mendukung, dan membangun ritme kreatif bersama.
Sayangnya, hidup tak selalu berjalan sesuai yang diharapkan. Ada tragedi yang memaksa Fujino menghadapi kenyataan pahit dan di situlah inti emosional Look Back benar-benar terasa.
Refleksi Mendalam tentang Ambisi dan Diri Sendiri
Look Back bukan hanya kisah tentang menggambar. Lebih jauh, Fujimoto berbicara tentang proses menjadi manusia. Tentang bagaimana seorang seniman tumbuh, menantang dirinya, dan belajar menerima luka yang muncul sepanjang jalan.
Melalui Fujino, kita melihat bagaimana ambisi bisa mendorong sekaligus menghantam diri sendiri. Bagaimana rasa bersalah bisa menjadi beban yang berat, tetapi juga bisa menjadi pintu untuk bertumbuh.
Panel-panel yang disusun Fujimoto pun terasa seperti cuplikan film—sunyi, lembut, tetapi penuh makna. Tempo ceritanya tenang, seolah ia ingin memberi ruang bagi pembaca untuk ikut merasakan setiap detail emosi yang dialami karakter.
5 Alasan Kenapa Look Back Menarik Buat Kamu Baca!
Penasaran nggak, kenapa cerita singkat ini bisa meninggalkan bekas begitu lama di benak pembaca? Yuk, simak di sini!
1. Renungan yang Menyentuh tentang Perjalanan Kreatif
Look Back adalah bacaan yang cocok untuk siapa saja yang pernah mencintai karya, mengejar mimpi, atau merasa tersesat di tengah jalan.
Ceritanya tidak saja menyentuh, tapi juga mengajak pembaca berhenti sejenak untuk memahami diri sendiri. Terutama soal ambisi, persahabatan, dan alasan yang mendorong kita untuk terus berkarya.
2. Peraih Penghargaan Bergengsi
Kualitasnya tidak diragukan. Look Back berhasil meraih peringkat pertama daftar Kono Manga ga Sugoi! 2022 untuk kategori pembaca laki-laki dan masuk nominasi Eisner Awards 2023 untuk kategori Best U.S. Edition of International Material—Asia.
Penghargaan ini diberikan berdasarkan kurasi profesional di industri manga, menjadikannya salah satu karya paling menonjol di tahun perilisannya.
3. Realisme Magis dengan Sentuhan Khas Fujimoto
Meski Fujimoto dikenal lewat gaya brutal dan absurd di Chainsaw Man, Look Back justru menunjukkan sisi lain dirinya. Karya ini hadir dengan realisme magis yang lembut, introspektif, dan tetap dibumbui humor gelap yang muncul tipis-tipis. Perbedaannya jelas, tetapi kualitas emosinya tetap kuat.
4. Terinspirasi oleh Pengalaman Pribadi Sang Mangaka
Banyak pembaca menganggap Look Back sebagai karya yang sangat personal. Beberapa elemen ceritanya terasa seperti potongan pengalaman dan refleksi pribadi Fujimoto sendiri sebagai seorang mangaka yang tumbuh bersama dunia seni sejak kecil.
5. Sudah Diadaptasi Menjadi Anime
Anime Look Back diproduksi Studio Durian dan tayang pada 28 Juni 2024. Disutradarai Kiyotaka Oshiyama yang juga terlibat dalam desain monster Chainsaw Man, adaptasi ini membawa nuansa visual baru namun tetap mempertahankan emosi dan ketenangan kisah aslinya.
Special Offer Look Back!
Buat kamu yang tertarik buat mengikuti gairah berkarya dalam kisah Look Back, pas banget nih. Soalnya, Gramedia lagi ngasih penawaran seru buat kamu!
Kamu berkesempatan untuk mendapatkan poster eksklusif untuk setiap pembelian komiknya, seharga Rp45.000 aja! Ini cocok banget buat ngehias kamar, sudut baca, atau bikin rak buku jadi makin estetik.
Promo ini bisa kamu nikmati mulai 26 November sampai 9 Desember 2025, jadi pastikan kamu ikut berburu sebelum periodenya selesai! 📚✨
Siapa Tatsuki Fujimoto?
Tatsuki Fujimoto lahir pada 10 Oktober 1992 di Prefektur Akita, Jepang. Sejak kecil ia sudah akrab dengan dunia seni, bahkan mulai membuat manga sendiri sebelum masuk SMA. Namanya mulai dikenal lewat Fire Punch, tapi popularitas globalnya benar-benar meledak setelah Chainsaw Man.
Fujimoto dikenal karena gaya penceritaan yang unik: campuran antara brutalitas, humor absurd, dan momen-momen sunyi yang sangat emosional. Ia juga tidak takut mengeksplorasi tema trauma, kehilangan, dan pencarian makna hidup—semuanya terasa menonjol dalam karya pendeknya seperti Look Back dan Goodbye, Eri.
Meski sering membuat cerita kelam, Fujimoto punya sisi lembut yang tercermin dari cara ia menggambarkan hubungan antar-manusia dan perasaan-perasaan kecil yang sering tak disadari. Keseimbangan inilah yang membuat karya-karyanya begitu kuat, tak terlupakan, dan selalu punya tempat di hati pembacanya.
Kalau Tertarik dengan Look Back, Mesti Baca Ini Juga!
Selain Look Back, Gramin juga punya rekomendasi komik menarik yang bisa kamu baca. Yuk, cek daftar yang ada di bawah ini ya!
1. Goodbye, Eri – Tatsuki Fujimoto
“Rekam aku sebelum aku mati.”
Goodbye, Eri mengikuti perjalanan Yuta, seorang remaja yang diminta ibunya untuk merekam hari-hari terakhir sebelum sang ibu meninggal. Permintaan itu meninggalkan jejak emosional yang mendalam.
Setelah kepergian ibunya, Yuta yang tenggelam dalam rasa kehilangan bertemu dengan Eri, seorang gadis misterius yang muncul penuh pesona layaknya karakter dalam film. Namun, kehadirannya itu menyimpan sesuatu yang tak mudah ditebak.
Pertemuan ini menjadi titik balik bagi Yuta, membuka kembali hasratnya terhadap dunia film yang sebelumnya terasa terlalu menyakitkan untuk disentuh. Inilah kisah remaja mengenai film, di mana realitas dan kreativitas saling terkait dan meledak!
2. Chainsaw Man 01 – Tatsuki Fujimoto
Kisah mula Chainsaw Man akan memperkenalkanmu dengan Denji, pemuda miskin yang hidup dalam lilitan hutang dan hanya ditemani iblis anjing gergaji bernama Pochita. Mereka bekerja sebagai pemburu iblis demi sekadar bertahan hidup. Hidup Denji keras dan nyaris tanpa harapan, sampai sebuah pengkhianatan brutal mengubah segalanya.
Dalam keadaan sekarat, ia membuat kontrak terakhir bersama Pochita. Hal itu kelak membuka jalan bagi kelahiran sosok baru yang menggabungkan tubuh manusia dan kekuatan iblis gergaji.
Dari titik inilah Denji memasuki dunia yang penuh bahaya, absurd, dan kejar-kejaran antara hidup dan mati.
3. Frieren: After the End 01 – Kanehito Yamada
Frieren: After the End membuka cerita setelah para pahlawan menaklukkan raja iblis. Momen yang biasanya menjadi penutup dalam kisah fantasi klasik. Namun, manga ini justru memulai petualangannya dari titik itu.
Frieren, penyihir elf yang berumur panjang, menyaksikan teman-teman seperjuangannya—Himmel, Heiter, dan Eisen—melanjutkan hidup mereka dengan rentang waktu manusia yang jauh lebih singkat. Perpisahan yang seharusnya sederhana berubah menjadi renungan mendalam bagi Frieren, saat ia menyadari betapa sedikitnya ia memahami orang-orang yang telah menemani perjalanannya selama satu dekade.
Volume pertama menawarkan kisah yang lembut, reflektif, dan penuh kehangatan. Kisah ini juga akan membawa pembaca menyelami fantasi yang jauh lebih emosional daripada sekadar pertarungan dan sihir.
4. Medalist Vol. 01 – Tsuruma Ikada
“Pak Tsukasa, kalau kubilang mau jadi nomor satu dunia, apa Anda mau membantuku?”
Jepang adalah negara yang unggul dalam dunia figure skating. Hanya segelintir atlet terpilih yang bisa tampil di kejuaraan nasional, tempat para skater bersaing di level dunia.
Tsukasa merupakan pemuda yang telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk skating, tapi gagal meraih mimpinya. Sementara Inori adalah gadis cilik yang sangat ingin jadi atlet skating, tapi dianggap tak punya harapan.
Keduanya bertemu di atas es sebagai pelatih dan atlet, lalu bersama-sama mengejar panggung dunia dengan semangat yang lebih membara dari siapa pun!
5. Bamboo Blade 07 – Masahiro Totsuka
Tim Kendo Putri SMA Muroe akhirnya melangkah ke panggung yang lebih besar! Dengan semangat yang membara (dan iming-iming sushi yang masih jadi dambaan), Kojirō mendaftarkan timnya ke sebuah turnamen latihan besar yang diikuti oleh berbagai sekolah kuat. Ini adalah ujian pertama mereka yang sesungguhnya sebagai sebuah tim.
Volume 7 berfokus pada awal dari turnamen ini, di mana setiap anggota langsung dihadapkan pada tekanan dan lawan yang sepadan. Kisah ini tertuju pada Tamaki Kawazoe, yang tanpa diduga bertemu dengan seorang rival tangguh yang mampu menandingi kejeniusannya.
Pertemuan ini mengguncang keyakinan Tama dan memaksanya untuk melihat Kendo dari sudut pandang yang baru. Bisakah tim Muroe bertahan di babak awal dan membuktikan hasil latihan keras mereka?
Pada akhirnya…
Look Back mungkin hanya sebuah kisah yang tampil secara one-shot. Meski begitu, dampak emosional yang hadir pasca membacanya akan terasa panjang. Kisahnya hadir seperti garis pensil yang tersisa di balik kertas setelah berkali-kali dihapus. 📜✏
Dengan mengajak kita menoleh ke belakang, goresan karya ini hadir serupa bisikan pelan untuk terhindar dari jebakan masa kelam; dan memahami langkah yang akan kita ambil selanjutnya.
Kalau kamu sedang butuh bacaan yang hangat, reflektif, dan punya sentuhan seni yang kuat, Look Back adalah teman yang tepat. 🎨✨
Baca juga: 5 Hal yang Bikin Komik Seeds of Anxiety Besutan Masaaki Nakayama Wajib Kamu Baca!
✨ Oya, jangan lupa juga buat dapetin penawaran spesial dari Gramedia! Cek promonya di bawah ini agar belanja kamu jadi lebih hemat! ⤵️