Lelah Berpura-pura? In the Clear Moonlit Dusk: Sebuah Pelarian Bagi Kamu yang Lelah Diberi Label

Lelah Berpura-pura? In the Clear Moonlit Dusk: Sebuah Pelarian Bagi Kamu yang Lelah Diberi Label


“I’m not just getting used to it… I’m gradually being corrupted by it.”

Grameds, kebayang nggak capeknya hidup sebagai versi yang didefinisikan orang lain? Dunia memberi label sesukanya, lalu berjalan pergi. Kita yang tertinggal, berusaha menyesuaikan diri dengan nama yang bukan kita pilih. Tapi begitulah cara kerja dunia 😣

In the Clear Moonlit Dusk bercerita tentang Yoi Takiguchi yang dikenal sebagai “Pangeran” di sekolahnya. Julukan yang terdengar keren, bahkan seperti pujian. Tapi lama kelamaan, julukan itu seperti pakaian yang tak pernah diminta, seperti dipakaikan orang lain dan diharapkan nyaman dipakai untuk selamanya.

Anime ini sering dibaca sebagai romansa remaja yang lembut dan manis. Padahal jika diperhatikan lebih dekat, kisah Yoi justru berbicara lebih personal dan lebih akrab: kelelahan untuk dikomentari dan dilabeli sesukanya seperti kamu adalah produk di toko yang siap dipertontonkan.

Nah, kalau kamu juga pernah atau masih relate dengan yang dialami Yoi, In the Clear Moonlit Dusk (Uruwashi no Yoi no Tsuki) bisa menjadi watchlist anime yang bisa kamu tonton lho!


The Prince Has Entered The Chat

Tidak, sebelum kalian mengira Yoi adalah laki-laki, maka kamu salah besar. Yoi adalah perempuan a.k.a our beloved gentle / badass female lead. Berlatar romansa dan kehidupan sekolah, Yoi Takiguchi, seorang perempuan yang terlihat tampan dan tinggi dijuluki “Pangeran” oleh satu sekolah. Yoi, si cool-beauty ini kemudian bertemu Kohaku Ichimura atau sebutan akrabnya Ichi, yaitu seorang senpai yang juga dijuluki “The Other Prince”. Dan hanya Ichi yang melihat Yoi sebagai perempuan.

In the Clear Moonlit Dusk adalah adaptasi anime dari manga yang sama karangan Mika Yamamori. Termasuk ke dalam kategori anime Winter 2026 yang sudah tayang di Crunchyroll sejak 11 Januari 2026. Masih dalam status on-going dan baru empat episode yang ditayangkan, tapi sudah sukses merebut hati penyuka anime secara global! (At least, penulis membuktikan bahwa topik anime ini di X ramainya ngalahin padatnya Blok M di hari Sabtu 😝)


Kamu bisa cek trailer In the Clear Moonlit Dusk disini!


Perbedaan Siang & Malam Hari yang Terlihat Kontras

Di siang hari, Yoi menjadi pusat perhatian. Tatapan tertuju ke mana pun ia pergi, Suara cekikan tawa malu-malu dan pujaan adalah makanan sehari-hari untuknya. Tatapan teman-temannya bukan tatapan kosong. Itu penuh makna, asumsi, dan ekspektasi. Cara Yoi berjalan dan berbicara terus menerus dibaca oleh orang lain, dan dikembalikannya padanya dalam bentuk label. Kata “Pangeran” tidak berarti netral. Tapi mengikat? Sudah jelas. Dan watak Yoi yang memang bukan attention-seeker membuatnya lelah akan perhatian yang ia terima. Kelelahan Yoi ini bukan soal identitas gender maupun romansa, tapi soal kehilangan ruang aman untuk menjadi manusia biasa.

Lalu, malam datang. Dan bulan pun muncul bersamanya. Moonlight dalam In the Clear Moonlit Dusk bukan hanya sekedar estetika. Secara psikologis, bulan melambangkan ketenangan dan kenyamanan emosional. Ia bekerja sebagai ruang netral, di mana tatapan orang lain kehilangan volumenya. Di sini Yoi tidak perlu membantah julukan. Tidak perlu menjadi “Pangeran” bagi siapa pun. Ia pantas untuk merasa bahwa ia juga seorang perempuan dan cukup menjadi dirinya sendiri.


Identitas yang Selalu Dibaca oleh Orang Lain

Banyak cerita remaja yang berbicara pencarian jati diri, tetapi In the Clear Moonlit Dusk mencari di jalan yang lebih sunyi yaitu bagaimana rasanya identitasmu terlalu cepat didefinisikan oleh orang lain. Yoi tahu siapa dirinya. Yang membuatnya ia letih bahwa siapa dirinya tidak mempunyai ruang aman di muka publik. Identitasnya sudah sering diambil oleh perspektif kolektif.

Anime ini tidak bertumpu oleh monolog panjang atau konflik besar. Justru lewat keseharian yang sederhana, kita melihat bagaimana seseorang bisa merasa asing terhadap citra dirinya sendiri. Bukan karena ia bingung, tapi karena sudah terlalu banyak “suara” di sekitarnya.


Di Bawah Cahaya Bulan, Bayangan Tak Perlu Diberi Nama

Nah, bagaimana Grameds? Apa kamu juga memiliki keresahan yang sama seperti Yoi? Tenang saja, kamu tidak sendirian! Jika ya, sekarang penulis akan merekomendasikan beberapa fiksi yang memiliki masalah yang serupa. Siap? Let’s go!

1.Yatora Yaguchi - Blue Period (Tsubasa Yamaguchi)

inBeli di Sini!


Manga yang berlatar coming-of-age ini menceritakan kisah Yatora Yaguchi, si paling pintar, anak baik dan socially acceptable. Namun di balik semua itu, ia merasa dirinya “kurang”. Tapi, itu semua berubah ketika dia menemukan passion-nya untuk melukis.

Yatora dan Yoi memiliki masalah yang sama. Capek menjadi “versi ideal” untuk semua orang. Identitas keduanya sama-sama dibaca dari “luar”. Kalau Yoi capek disebut “Pangeran”, Yatora capek dengan sebutan “Anak Pintar Yang Masa Depannya Sudah Aman”. Terkadang, kita selalu terpaku kepada ilusi semata yang dibuat oleh opini publik dan tidak mengetahui kenyataan yang sebenarnya.

2. Inoue Meiko- Solanin (Inio Asano)

inBeli di Sini!

Masih dalam fiksi berbentuk manga, buku karya Inio Asano menceritakan tentang Meiko dan pacarnya, Taneda, yang berjuang menghadapi kehidupan pasca kuliah di Tokyo. Merasa jenuh, Meiko keluar dari pekerjaan kantornya, sedangkan Taneda berfokus ke musik. Lalu, terjadi tragedi yang menimpa keduanya dan segalanya berubah jungkir balik.

Konflik yang menimpa Meiko adalah merasa hidupnya “oke di mata orang”, tapi lebih kosong dan asing di dalam dirinya sendiri. Masalah yang dihadapi lebih internal dan sunyi daripada Yoi. Ibaratnya Meiko itu sudah fatigue menjalani hidup orang lain. Komik ini juga menjadi salah satu pembelajaran untuk kita bahwa yang penting adalah bagaimana kamu ingin menjalani hidupmu sendiri, bukan acuan hidup menurut orang lain.

3. Marianne & Connell-Normal People (Sally Rooney)

inBeli di Sini!

Siapa yang sudah tidak asing lagi dengan Sally Rooney? Fiksi novelnya berjudul Normal People telah menjadi salah satu favorit para pembaca global. Masih berlatar coming of-age, kisah ini menceritakan hubungan dua remaja, Marianne dan Connell dengan latar belakang sosial berbeda di Irlandia. Connell adalah cowok populer di sekolahnya tapi dia datang dari keluarga yang sangat biasa, sedangkan Marianne adalah si introvert yang suka menyendiri dan datang dari keluarga kaya yang bermasalah. Ayahnya suka KDRT dan Ibunya tidak pernah membela dirinya sendiri. Ketika Ibu Connell menjadi ART untuk keluarga Marianne, keduanya mulai semakin dekat.

Novel ini menyoroti perjalanan hidup dan asmara Marianne dan Connell yang suka putus nyambung. Bagaimana kurangnya komunikasi, rasa tidak percaya diri, dan trauma keluarga memengaruhi hubungan mereka. Kasus mereka hampir sama dengan kasus yang menimpa Yoi, tapi memiliki kedalaman dan kompleksitas yang lebih rumit.


In the Clear 50% Off Promo…

Pada akhirnya, In the Clear Moonlit Dusk bukan kisah tentang menjadi seseorang yang baru. Ia adalah kisah tentang kembali ke diri sendiri ketika dunia terlalu bising. Dan dari kebisingan itu, perlahan-lahan akan menghilang ketika mendengar kata… promo buku 50% off! 🤩

Ya, Grameds! Kabar gembira untuk para pembaca sekalian! Promo 50% off masih berlaku dari tanggal 2 hingga 17 Februari 2026 ya! (Psst.. semua manga yang penulis rekomendasikan di artikel ini juga banyak diskonnya loh 👀) Jadi, sudah siapkah kamu untuk check-out list buku dari keranjang belanjamu? 😝


kumpulan

Laura Saraswati

Creative Team

Enter your email below to join our newsletter