Kisah Hidup Motivator Dunia Nick Vujicic yang Penuh Inspirasi

Kisah Hidup Motivator Dunia Nick Vujicic yang Penuh Inspirasi

. 2 min read

Kita sering kali merasa apa yang sudah kita miliki belum cukup. Alih-alih bersyukur, kita mengejar hal-hal yang sebenarnya tidak kita perlukan. Padahal, jika dilihat lebih dalam, kekurangan yang kita miliki adalah sebuah keunikan yang perlu kita terima. Dan punya kekurangan tidak membatasi diri untuk beraktivitas dan jadi berguna. Seperti apa yang dialami oleh Nick Vujicic.

Nick Vujicic adalah motivator dunia berkebangsaan Australia. Ia mengalami sindrom tetra-amelia, sebuah sindrom langka yang punya karakteristik tanpa lengan dan kaki. Ia lahir pada 4 Desember 1982 di Melbourne, Australia. Nick tumbuh dari keluarga yang sederhana—ayahnya bekerja di kantor administratif sekaligus penginjil dan ibunya seorang bidan juga perawat.

Saat lahir, ibu Nick Vujicic menolak untuk melihat sang buah hati ketika perawat merengkuh Nick di depannya. Namun, ibu dan ayahnya akhirnya menerima kondisi itu dan memahaminya sebagai “rencana Tuhan untuk putra mereka.” Pengalaman tersebut Nick bagi lewat buku Life Without Limits (2007) yang merupakan buku pertamanya.

Di halaman situs webnya, ia menyatakan bahwa Nick kecil tidak hanya berurusan dengan permasalahan sekolah dan remaja seperti bullying. Nick kecil juga berjuang dengan depresi dan rasa kesepian sebagaimana ia sering mempertanyakan alasan ia berbeda dari semua anak lainnya.

Pria yang memiliki nama lengkap Nicholas James Vujicic itu memang punya masa kecil yang sedikit kelam karena perbedaan fisik yang dimilikinya. Saat berusia 10 tahun, Nick pernah mencoba bunuh diri dengan cara menenggelamkan dirinya di bak mandi sendiri karena bullying yang dialaminya di sekolah.

Saat remaja, Nick yang sudah mengenal cinta mulai menyukai seorang gadis. Kala itu, ia menyukai seseorang dan memendam perasaannya selama empat setengah tahun sebelum ia menyatakannya. Nick dan si gadis menjalani hubungan selama 18 bulan lalu berakhir begitu saja. “Rasanya seperti aku sudah mati,” ujar Nick.


Baca juga:


Nick Vujicic Bangkit dan Menginspirasi

Untungnya, Nick punya orangtua yang suportif. Saat usia 17 tahun, ibu Nick menunjukkan sebuah artikel tnetang seorang laki-laki cacat yang berhasil mengatasi kekurangannya. Nick kemudian terinspirasi untuk jadi motivator dan memulainya dengan berbicara di kelompok gereja. Ia menjadi orator profesional pada usia 19 tahun dan kariernya terus menanjak naik.

Pada 2005, Nick Vujicic membuat Life Without Limbs yang merupakan sebuah organisasi nonprofit internasional tentang pelayanan penginjilan. Tujuan organisasi tersebut adalah untuk berbagi harapan dan cinta sejati yang Nick sudah alami kepada orang-orang di seluruh dunia. Tercatat sudah 69 negara Nick kunjungi dalam usahanya mencapai tujuan bersama Life Without Limbs.

Selain organisasi nonprofit, Nick membuat perusahaan motivational speaking bernama Attitude is Altitude atau yang disingkat AIA. Pada Agustus 2011, AIA merilis sebuah lagu solo dan video musik berjudul “Something More” yang dipenggawai oleh Nick sendiri.

Hingga kini, Nick telah menerbitkan kurang lebih delapan buku. Buku pertamanya Life Without Limits (2007) sudah diterjemahkan ke dalam lebih dari 30 bahasa salah satunya adalah bahasa Indonesia. Buku-buku Nick lainnya juga sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia: Stand Strong (2010), Unstoppable (2012), Limitless (2013), Be the Hand and Feet (2018).

Buku-buku
Buku-buku karya Nick Vujicic

Dapatkan buku-buku Nick Vujicic di Gramedia.com!


Referensi: Nickvujicic.com, Says.com, Wikipedia.com, Worldtopupdates.com

Sumber gambar header: Hungary Today