Nasgor Makanan Sejuta Mamat: Kisah dan Sejarah Unik Nasi Goreng

Nasgor Makanan Sejuta Mamat: Kisah dan Sejarah Unik Nasi Goreng

Di mana pun kalian berada, pasti ada penjual nasi goreng baik dari gerobak, di ruko, warung makan, sampai restoran besar dan hotel. Bahkan setiap pagi, mungkin ibu kalian menyiapkan sarapan nasi goreng, plus telur ceplok di atasnya.

Selain jadi menu istimewa orang Indonesia, nasi goreng yang selalu memikat hati para turis ini ternyata menyimpan cerita unik di dalamnya. Buku “Nasgor: Makanan Sejuta Mamat”, akan mengajak kamu bertualang ke masa lalu dan menceritakan sejarah nasi goreng di nusantara, lalu berkelana ke berbagai negara menemukan keunikan dibalik nasi goreng.

Sang penulis, Harry Nazarudin, tiba-tiba mengingat kata dari ahli kuliner terkenal Indonesia, William Wongso, bahwa Indonesia kekurangan buku tentang pengetahuan kuliner. Hal itu lah yang menjadi alasan praktisi kuliner ini membuat buku tersebut. Jadi, jangan berharap buku ini memberikan berbagai macam resep cara penyajian nasi goreng ya, hehe..

Sebelumnya, Kang Harnaz juga sudah menerbitkan beberapa buku karyanya, seperti Kimia Kuliner, 100 Best Food of Bali, 100 Maknyus Jalur Mudik, dan 100 Maknyus Jakarta bersama Bondan Winarno.

Kang Harnaz memang praktisi di bidang kuliner dan sudah lama bergelut dalam dunia tersebut. Ia juga merupakan koordinator komunitas Jalansutra, komunitas kuliner terbesar di Indonesia (detikfood, 26/03/21).

Di masa pandemi tahun lalu, Kang Harnaz ingin menulis buku kembali. Tapi ia ingin menulis buku yang tidak berat, bisa dinikmati atau dibaca oleh siapapun, bukan hanya orang-orang yang di bidang kuliner saja. Nasi goreng, akhirnya dipilih untuk dibahas lebih lanjut olehnya, apalagi setelah menemukan banyak fakta menarik dibaliknya.

"Kepikiran bikin kuliner tapi yang orang non kuliner juga bisa menikmati jadi kan mesti cari satu jenis makanan yang sering dimakan nih. Nah, salah satunya nasi goreng pasti semua orang pernah makan nasi goreng," kata Kang Harnaz pada peluncuran bukunya (detikfood, 26/03/21).
Kenalan Lebih Lanjut dari Buku "Nasgor: Makanan Sejuta Mamat"

Dikutip dari Kompas.com (23/03/21), sejak bab pertama, Kang Harnaz langsung mengajak kamu datang ke berbagai negara untuk mengulik kisah sejarah nasi goreng. Di Nusantara sendiri, ternyata nasi goreng sudah tercatat dalam Serat Centhini, lho! Sebuah karya satra terbesar dalam kesusastraan Jawa, yang naskah aslinya ditulis pada tahun 1711. Dari sini, kamu akan mendapatkan jawaban akan perdebatan soal siapa pemilik sah nasi goreng, dari Indonesia atau dari Tiongkok.

Dari negeri Belanda, diceritakan juga tentang lagu “Geef Mij Maar Nasi Goreng”. Karya Wieteke van Dort yang lahir di Surabaya, dan merupakan gerepartrierden. Sebutan untuk keturunan Belanda yang “dipaksa” pergi dari Indonesia setelah era kemerdekaan, di mana mereka rindu pada nasi goreng, telur ceplok, kerupuk, sambal, dan segelas bir.

Bukan hanya itu, yang lebih menarik lagi adalah tentang konsep kimia dari nasi goreng. Buku ini mengajak kamu ke Jerman untuk mengenal peneliti Ilmu Kimia Permukaan yaitu, Herbert Freundlich, yang tanpa sadar temuannya dipakai oleh para pembuat nasi goreng selama ini. Membuat nasi goreng bukan sekadar oseng-oseng nasi di penggorengan ya Grameds, tapi ternyata ada faktor kimia dalam proses memasak nasi goreng yang berkaitan dengan bumbu, nasi, temperatur, dan tekanan, yang bisa mempengaruhi rasa.

"Ada faktor unik bikin nasi goreng. Itu sebelumnya ada rumusnya dan berhubungan dengan kimia. Jadi antara bumbu yang dikasih, dengan jumlah nasi, temperatur dan tekanan itu adalah faktor penting," ujar Kang Harnaz pada peluncuran bukunya (detikfood, 26/03/21).

Dari buku ini, kamu juga akan dikenalkan dengan berbagai restoran dengan menu nasi goreng terbaik di Indonesia. Salah satunya ada dari Nasgor Tiarbah, restoran yang viral dengan menu andalannya Nasi Goreng Dendeng Lemak Tiarbah, dari chef terkenal dengan cara masak darurat ala anak kos.

Dilengkapi dengan QR Code, kamu tinggal pindai barcode dalam buku ini, yang akan memberikan kamu peta petunjuk dari Google menuju restoran-restoran dengan menu nasi goreng terenak di Indonesia.

Daripada kamu penasaran, lebih baik kamu baca sekarang buku yang dibalut tulisan jenaka nan ringan ini, “Nasgor: Makanan Sejuta Mamat”.

Berikut sinopsisnya:

Siapa sangka kalau dari sepiring nasi goreng kita bisa menjelajah ke abad 16, mendalami rumus Kimia Permukaan, meresapi duka Vonny yang terusir ke kampung halamannya, hingga duduk satu meja bersama para elite politik?

Siapa sangka kalau sepiring nasi goreng ternyata menyimpan keagungan khazanah kuliner Nusantara yang belum banyak terungkap? Maka, mari kita bertualang menjelajah nasi goreng dengan buku ini sebagai petanya. Blusukan di Dinasti Qing abad ke-17, hingga menyambangi gang-gang mungil Cap Kau King di Semarang.

Tenang, kita tak akan tersesat. Sebab kalau ada makanan yang bisa masuk ke selera lidah banyak kalangan, itulah nasi goreng: makanan sejuta Mamat, sejuta Agus, sejuta Wijaya, dan sejuta nama lainnya.

nasgorBeli Bukunya Sekarang!

Kalau kamu beli sekarang di Gramedia.com, kamu akan mendapatkan diskon 20%. Psst, promonya cuma sampai 31 Maret 2021. Klik gambar buku di atas ya.

nasgorBeli Bukunya Sekarang!

Para pecinta nasi goreng, wajib baca buku ini! 😋


Sumber foto header: dapurkobe.co.id


Almira R. Natasya

Almira R. Natasya

Digital Content Officer Gramedia Digital

Enter your email below to join our newsletter