Kiat Ramadan tanpa Lebar-an

Puasa Ramadan kerap dijadikan momen untuk berdiet. Frekuensi makan yang berubah menjadi dua kali sehari seharusnya dapat menunjang turunnya berat badan. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa tidak sedikit yang justru bertambah gemuk pasca-Ramadan. Hal ini terjadi karena penerapan pola makan yang salah pada saat sahur ataupun berbuka.

Agar berat badan tetap stabil dan kesehatan tetap terjaga selama Ramadan, berikut beberapa tips agar Anda terhindar dari kenaikan berat badan.

Banyak Minum Air Putih

Oleh sebab tidak bisa minum setiap waktu pada saat berpuasa, tubuh rentan mengalami dehidrasi. Ditambah lagi aktivitas yang dijalani tetap sama seperti hari-hari tanpa puasa. Namun, hal ini dapat dicegah dengan banyak minum air putih saat sahur dan berbuka. Agar tetap terhidrasi, dianjurkan untuk minum dua gelas air putih saat berbuka, satu gelas setelah makan berat, dua gelas sebelum tidur, satu gelas sebelum makan sahur, dan dua gelas setelah makan sahur.

Selain menjaga agar tubuh tetap terhidrasi, anjuran minum saat berpuasa di atas juga berguna untuk mencegah keinginan untuk bersantap dalam jumlah berlebih.

Makan Sahur Secukupnya dengan Asupan Buah dan Sayur

Beberapa orang mungkin merasa melewatkan sahur akan membantu menurunkan berat badan selama Ramadan. Padahal hal ini hanya akan membuat Anda menjadi lebih buas kala berbuka karena lapar yang tak tertahankan.

Tidak perlu makan dalam porsi besar. Yang terpenting adalah kualitas dari apa yang dimakan agar tetap mencukupi kebutuhan protein dan serat yang diperlukan tubuh selama sehari penuh berpuasa. Untuk itu, makan sahur adalah wajib agar tubuh tetap kuat sepanjang menanti maghrib.


Photo by Dan Gold / Unsplash

Jangan “Balas Dendam” saat Buka Puasa

Sejatinya hal ini adalah yang paling krusial karena sering kali setelah mendengar azan maghrib nafsu makan akan melonjak kegirangan. Padahal, perlu diketahui bahwa ini hanyalah nafsu sesaat akibat telah menahan lapar dan haus sehari penuh.

Makanlah dalam porsi kecil, dan lanjutkan dengan makan berat dengan porsi secukupnya dan sewajarnya setelah menjalankan salat. Hal ini dimaksudkan agar lambung dapat beradaptasi setelah seharian dalam keadaan kosong.

Jangan Makan Berat Mendekati Waktu Tidur

Alih-alih makan berat saat akan kembali tidur, lebih baik ganti dengan minum air putih. Sama seperti alasan pada kiat-kiat diet kebanyakan, hal ini sebaiknya dihindari karena makan sebelum tidur hanya akan mengubahnya menjadi lemak menumpuk.

Jika masih ingin makan ini-itu saat berbuka, sebaiknya beri jarak 2-3 jam sebelum waktu tidur agar memberi waktu makanan terakhir terproses di dalam lambung, karena pada dasarnya, lambung akan berhenti bekerja pada saat kita tidur.


Selain bertujuan ibadah, Ramadan dapat dijadikan momen yang tepat untuk menurunkan berat badan berlebih dengan mengatur dan menerapkan pola makan yang sehat. Selamat menjalankan Ramadan tanpa lebar-an!