Kenapa Karakter Boxer di Animal Farm Selalu Bikin Kita Merasa Tertampar? Baca Ini Sebelum Nonton Filmnya!
“I will work harder!”
Grameds, pernah nggak sih kepikiran mungkin dunia bakal baik-baik saja, asal kita terus jadi orang yang rajin dan nggak banyak tanya? 🤔
Animal Farm bercerita tentang hewan-hewan di Peternakan Manor yang memberontak dan melawan pemilik manusia yang tidak bertanggung jawab, Mr. Jones. Kali ini, Animal Farm kembali diangkat ulang menjadi animasi garapan sutradara Andy Serkis yang tayang di bioskop 1 May 2026 nanti. Kalau fiksi klasik ini masih terasa terus relevan, mungkin bukan karena ceritanya jenius. Tapi karena kita tidak pernah keluar dari siklusnya.
Banyak orang yang membaca Animal Farm sebagai kisah babi-babi yang berkuasa. Napoleon, Snowball, propaganda, dan manipulasi sejarah. Tapi, ada satu tokoh yang sering luput untuk kita telusuri lebih dekat. Tokoh yang terlihat lebih manusiawi dan dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Meet Boxer: kuda besar, kuat, baik hati, dan… terlalu percaya.
Nah, apakah tokoh Boxer ini juga termasuk… kamu, Grameds? 👀
When Pig Rules The Farm
Yup, this is not a drill, just a fiction inspired by political satire. Animal Farm menceritakan kisah perlawanan hewan-hewan di Peternakan Manor yang dipimpin oleh Napoleon, babi yang memulai revolusi agar tidak diperlakukan semena-mena oleh manusia. Mereka ingin hidup adil, setara dan bebas. Setelah manusia diusir, para hewan sepakat untuk membuat slogan sendiri, “Semua Hewan Harus Setara.”
Masalah muncul ketika babi-babi, terutama Napoleon ingin mengambil alih kekuasaan. Aturan diubah diam-diam, sejarah dimanipulasi, dan hewan lain dibikin capek kerja, takut, dan bodoh akan propaganda (Hmm... sepertinya situasinya terlihat familiar ya, Grameds 😝)
Ini bukan pertama kalinya, Animal Farm dibuat menjadi adaptasi TV. Tahun ini, kita akan segera menyaksikan animasi paling terbarunya. Sambil menunggu filmnya, kamu bisa cek trailer-nya disini!
Boxer, Tokoh “Biasa” yang Terlalu Baik
Nah, dari banyak hewan-hewan yang berkeliaran di Peternakan Manor, ada satu hewan yang namanya Boxer. Boxer ini adalah seekor kuda yang besar dan kuat. Boxer bukan pemimpin revolusi, bukan otak strategi, ataupun jago orasi. Dia hanya pekerja keras dengan dua keyakinan teguh yaitu “I will work harder!” atau “Napoleon is always right.” Dua kalimat itu terdengar optimis. Bahkan terlalu naif. Tapi disitulah tragedi bermula.
Boxer adalah tipe yang percaya dengan sistem. Percaya bahwa jika ia bekerja dengan jujur, rajin, dan sekuat tenaga, maka semuanya akan baik-baik saja. Ia tidak bertanya terlalu banyak. Ia tidak mencurigai niat dibalik perintah. Bukan karena dia bodoh, tapi terlalu lelah untuk waspada.
Masalah muncul ketika sistem jarang melindungi orang (atau di cerita ini, hewan) seperti ini. Sistem mengandalkan mereka lalu menghabiskannya dengan mudah seperti melahap es krim di hari yang super panas. Ketika tubuh Boxer mulai rapuh, ia tidak diberi ruang untuk istirahat. Ia diberi janji. Entah itu janji perawatan atau janji keselamatan. Dan kita tahu akhirnya Boxer dijual, diam-diam, dan tanpa perlawanan.
Dan jujur saja, siapa di antara kita yang tidak pernah berada di posisi itu?
Revolusi Tidak Selalu Dimenangkan oleh yang Paling Pintar
Di Animal Farm, revolusi tidak runtuh karena kurangnya niat baik. Ia runtuh karena kesenjangan antara yang berbicara dan bekerja. Babi-babi berkuasa lewat kata-kata. Boxer menopang segalanya lewat tenaga. Setiap kali aturan diubah, Boxer menyesuaikan diri. Setiap kali target dinaikkan, Boxer bekerja lebih keras. Setiap kali ada keraguan, Boxer memilih untuk percaya. Yang lain sibuk berdebat, ia sibuk membangun. Yang lain berpidato, ia setia mengangkat beban.
Dan di dunia nyata semua ini terasa familiar seperti penggalan lirik lagu Taylor Swift, “I think I’ve seen this film before.” telah menjelma menjadi… realita kita sehari-hari.
Dari Peternakan Hingga ke Dunia Modern
Di dunia nyata, karakter Boxer bisa muncul dalam berbagai bentuk. Seperti karyawan yang selalu lembur tapi tidak pernah dipromosikan, orang baik yang percaya, “Kalau aku jujur, jalanku pasti aman.”, atau bahkan orang yang mempercayakan keputusan di tangan orang lain.
Jadi, apakah Boxer itu mungkin adalah salah satu dari kamu? Jangan khawatir, Grameds! Kalau kamu merasa demikian, bukan karena kamu bodoh, tapi karena ‘Napoleon’-nya yang semakin banyak. Dan ini adalah beberapa rekomendasi buku lain yang berbagi realita yang sama:
1. 1984-George Orwell
Masih dalam satu pengarang yang sama, 1984 menceritakan dunia dystopia thriller di Oceania, di mana Partai yang dipimpin Big Brother mengontrol segalanya, bahkan pikiran warga, melalui pengawasan ketat dan manipulasi fakta.
Novel ini masih satu tema dengan Animal Farm. Perbedaannya, 1984 dibumbui distopia. Sama-sama membahas tentang soal manipulasi bahasa, propaganda, dan realitas. Juga membuat kita sadar bukan hanya siapa yang memegang kekuasaan, tapi bagaimana kekuasaan itu memanipulasi pikiran.
2. Brave New World- Aldous Huxley
Di dunia Aldous Huxley, Brave New World menggambarkan masyarakat masa depan yang dikendalikan secara total melalui rekayasa genetika, pengkondisian psikologis,dan konsumerisme.
Brave New World adalah novel distopia dengan kontrol sosial bukan lewat kekerasan terang-terangan, tapi lewat manipulasi kebutuhan dan keinginan. Hasilnya? Masyarakat tampak damai karena orang-orangnya diajak untuk ‘tenang’.
3. The Memory Police - Yoko Ogawa
Novel distopia tentang pulau misterius di mana penduduk pulau mengalami amnesia yang terstruktur. Saat sesuatu “hilang”, penduduk melupakan keberadaan benda tersebut dan tidak lagi memiliki ikatan emosional dengannya. Rezim represif atau yang disebut dengan “Polisi Kenangan”, memburu orang-orang yang tidak lupa.
Novel ini jika dibandingkan dengan Animal Farm bisa dilihat dari sisi bagaimana masyarakat bisa menerima realitas baru tanpa pernyataan. Hal ini menimbulkan sensasi yang sama dengan hewan-hewan yang diam ketika kekuasaan dibajak.
Animal Farm (New Version)
Psst, tahu nggak kalau Animal Farm sekarang dapat upgrade lebih keren lagi, Grameds? 👀
Ya, bagi kamu yang bisa belum bisa move on dari fiksi klasik ini, Gramedia membuat Pre-order spesial Animal Farm, Paket Napoleon! Benefit paket ini kamu bisa mendapatkan buku Animal Farm cover baru, bonus bookmark dan plus lagi kalender A4! Paket ini dibanderol seharga Rp 69.000 tapi kalau kamu mau pre-order kamu akan mendapatkan harga spesial Rp 59.000! Promo ini berlaku dari periode 1-7 Februari 2026!
Jadi, tunggu apalagi, Grameds? Yuk, gas checkout promo ini sebelum ketinggalan! 🤩
Beli di Sini!
Beli di Sini!
Beli di Sini!