Kenapa Chairil Anwar Adalah Leo Sejati

. 2 min read

Kalau kamu belum baca puisinya, kamu belum benar-benar menyukai puisi Indonesia. Chairil Anwar adalah salah satu penyair paling terkenal sepanjang sejarah kita, dan puisi-puisinya masih dicintai dan banyak dibaca sampai sekarang.

Dalam hidupnya yang singkat, Chairil menghasilkan puisi-puisi yang menohok tentang cinta, perjuangan kemerdekaan, dan kehidupan. Tapi, ada satu hal yang mimin sadari: berdasarkan puisinya, Chairil itu memang Leo banget!

Iya, Chairil lahir tanggal 26 Juli dan artinya dia berzodiak Leo! Lho, apa hubungannya karakteristik seorang Leo dengan puisi Chairil? Wah, buktinya:

1. Dia Individualis

Leo itu punya ego yang tinggi. Dia cukup individualis, enggak mau diatur-atur, dan punya prinsip yang sulit diutak-atik orang lain. Dulu, ketika Chairil mulai menerbitkan puisi, banyak yang mengkritik kesan individualis dari puisi-puisinya.

Sifat individualis ini kelihatan banget dari salah satu puisinya yang paling terkenal, Aku, yang menghasilkan kutipan tenar: "Aku ini binatang jalang / Dari kumpulannya terbuang" dan teriakan "Aku mau hidup seribu tahun lagi!"

2. Dia Diam-Diam Romantis

Buku
Sampul buku Aku Ini Binatang Jalang karya Chairil Anwar

Walaupun dia terkesan egois dan mau menang sendiri, Leo itu suka berkorban kalau sudah jatuh cinta. Mereka mau ngasih segalanya, tapi enggak jadi mendayu-dayu. Leo juga kagum pada sosok yang kuat, punya prinsip, dan cerdas. Mereka enggak suka sama orang yang plin-plan dan lembek.

Kamu bisa melihatnya di puisi Chairil yang berjudul Buat Gadis Rasid. Di puisi tersebut, Chairil menyampaikan kekagumannya pada Gadis Rasid, seorang jurnalis perempuan yang dikenal giat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

3. Dia Enggak Mudah Menyerah, Tapi Kalau Sudah Putus Asa...

Wah, Leo itu putus asanya enggak tanggung-tanggung! Mereka itu maunya menang dan enggak suka kelihatan lemah. Tapi kalau upaya mereka gagal, ego mereka yang setinggi langit itu bakal jatuh dan mereka akan drop habis-habisan.

Simak saja Derai-Derai Cemara, puisi yang ditulis Chairil saat ia bertambah sakit-sakitan. "Hidup hanya menunda kekalahan / tambah terasing dari cinta sekolah rendah / dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan / sebelum pada akhirnya kita menyerah."

Semoga damai di atas sana, bung Chairil! Dan untuk kalian semua: selamat berbahagia menyambut musim Leo!


Sumber gambar: Obatrindu.com