Pikiran, cerita, dan gagasan tentang buku dengan cara yang berbeda.

Kenapa Akhir-Akhir Ini Panas Banget? Jawabannya Bisa Jadi Ada di Laut!

Kenapa Akhir-Akhir Ini Panas Banget? Jawabannya Bisa Jadi Ada di Laut!

Grameds, sekarang kipas angin sudah berputar seperti sedang mengejar target bulanan. Keluar rumah sebentar, keringat langsung muncul tanpa aba-aba. Bahkan malam hari pun udara terasa seperti masih menyimpan sisa panas dari siang tadi. 🫠

Lalu muncul pertanyaan yang belakangan makin sering terdengar: “Kenapa akhir-akhir ini panas banget, ya?”

Jawabannya ternyata tidak sesederhana matahari sedang lebih galak dari biasanya. Ada musim, tutupan awan, angin, kondisi atmosfer, hingga fenomena iklim seperti El Niño yang ikut bermain.

Tapi ada satu tempat yang mungkin tidak langsung kita curigai: laut.

Ketika kita sibuk mencari tempat paling teduh di daratan, laut ternyata sedang menjalankan salah satu pekerjaan terbesarnya: menyerap dan menyimpan panas Bumi.

Sebab, kalau Bumi punya powerbank, mungkin laut adalah salah satu yang paling besar. Dan powerbank itu sedang menyimpan panas dalam jumlah yang tidak sedikit. ♨️👀


Kita Kepanasan, Laut Juga Ikut Menyimpan Panas 🌊

Laut bukan hanya tempat mencari ikan, berenang, atau mengabadikan sunset untuk Instagram Story. Dalam sistem iklim Bumi, laut punya peran yang jauh lebih besar.

NASA memperkirakan sekitar 90 persen kelebihan panas akibat pemanasan global dalam beberapa dekade terakhir telah diserap oleh laut.

Bukan berarti laut sedang berubah menjadi panci raksasa. Kenaikan suhunya mungkin terlihat kecil di termometer, tetapi menjadi sangat berarti karena terjadi pada volume air yang luar biasa luas.

Bayangkan Bumi menerima panas tambahan dalam jumlah besar. Sebagian panas itu tidak langsung tinggal di atmosfer, melainkan masuk ke laut dan tersimpan di sana.

Panasnya tidak hilang. Ia hanya berpindah tempat.

Dan karena laut menutupi lebih dari 70 persen permukaan Bumi, apa yang terjadi di sana tentu tidak berhenti begitu saja di garis pantai.

Lalu, pertanyaan berikutnya menjadi lebih menarik: Kalau laut menyimpan panas sebanyak itu, apakah kita di daratan ikut merasakan efeknya? 🌊☀️


Baca juga: Benar Mitos atau Fakta? Intip Buku 'Mommyclopedia: 600 Mitos & Fakta' Karya dr. Meta!


Lalu, Apa Hubungannya dengan Kita yang Keringetan? 🥵

Laut dan atmosfer sebenarnya terus “saling ngobrol”, hanya saja percakapannya berlangsung dalam bentuk pertukaran panas dan uap air.

Ketika air laut menguap, uap air membawa energi ke atmosfer dan ikut berperan dalam pembentukan awan serta hujan. Sementara itu, arus laut membantu memindahkan panas dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

Pertukaran inilah yang membuat laut ikut terhubung dengan kondisi atmosfer. Jadi, perubahan di laut dapat menjadi bagian dari cerita yang lebih besar tentang bagaimana cuaca terbentuk. Dan untuk Indonesia, ada satu fenomena yang sedang ikut mengubah percakapan tersebut:El Niño.

BMKG menyatakan El Niño 2026 telah aktif. Fenomena ini berkaitan dengan perubahan suhu permukaan laut di wilayah tengah dan timur Samudra Pasifik yang kemudian mempengaruhi pola atmosfer dalam skala luas.

Bagi Indonesia, salah satu dampaknya adalah meningkatnya kecenderungan kondisi yang lebih kering selama musim kemarau. BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia mencapai puncak musim kemarau pada Agustus 2026.

Ketika udara lebih kering dan tutupan awan berkurang, lebih banyak energi Matahari dapat mencapai permukaan Bumi. Hasil akhirnya? Siang terasa lebih menyengat, dan kita kembali bertanya, “Kenapa panas banget, sih?” ☀️

Tapi jangan buru-buru menyalahkan satu fenomena.

Karena setelah melihat apa yang terjadi di atmosfer, kita masih punya satu bagian penting yang belum diperiksa: Laut Indonesia sendiri. 👀


kumpulanBaca Kisah Seru Lainnya di Sini!


Laut Indonesia Juga Tidak Sedang Adem-Adem Saja 🌊

Dalam Buletin Informasi Iklim Juli 2026, BMKG mencatat suhu muka laut di sejumlah wilayah perairan Indonesia berada dalam kondisi cenderung hangat. Beberapa di antaranya adalah Samudra Hindia selatan Jawa, Selat Makassar, Laut Sulawesi, Laut Banda, Laut Arafura, dan perairan utara Papua.

Sekilas, informasi ini mungkin membuat kita ingin menunjuk laut sambil berkata, “Nah, ketahuan!”

Tapi tunggu dulu. Laut yang hangat bukan tersangka tunggal di balik panasnya udara. Cuaca Indonesia terbentuk dari banyak kondisi yang saling bertemu, mulai dari suhu laut, angin, kelembapan, musim, hingga dinamika atmosfer.

Itulah sebabnya satu wilayah bisa terasa terik sementara wilayah lain masih diguyur hujan, meskipun keduanya berada dalam periode musim yang sama. Cuaca ternyata tidak bekerja seperti resep satu baris. Tidak ada rumus sederhana berupa laut panas + El Niño = seluruh Indonesia otomatis kepanasan. 😆

Yang ada adalah sistem Bumi yang terus bergerak dan bertukar energi. Laut, atmosfer, dan daratan saling mempengaruhi dalam sebuah percakapan yang berlangsung setiap saat.

Dan mungkin, rasa gerah yang kita keluhkan sambil mencari posisi paling strategis di depan kipas angin hanyalah potongan kecil dari percakapan besar yang berlangsung jauh di luar jendela kita. 🌏


Baca juga: Tak Terlacak Resi, Ini Kisah Suka Duka di Balik ‘Pengantar Kebahagiaan’


Laut Bikin Makin Penasaran? Saatnya Menyelam Lebih Dalam 🌊📚

Setelah tahu bahwa laut menyimpan panas, mempengaruhi atmosfer, dan punya peran besar dalam sistem iklim Bumi, rasa penasaran itu sayang kalau berhenti di satu artikel. Kalau Si Kecil mulai bertanya tentang apa yang ada di balik permukaan laut, berikut beberapa buku yang bisa menjadi teman eksplorasinya!

Yuk intip beberapa rekomendasinya di sini ✨


1. Why ? The Sea - Laut Edisi Baru — Lee Kwang Woong

artikelTemukan Bukunya di Sini!

Kenapa air laut asin? Bagaimana gelombang terbentuk? Mengapa ada begitu banyak makhluk hidup jauh di bawah permukaan? Buku ini mengajak pembaca kecil menyelami berbagai pertanyaan tentang laut melalui penjelasan sains yang ringan dan visual yang membantu konsep-konsepnya lebih mudah dipahami.

Cocok untuk anak-anak yang punya rasa ingin tahu besar dan tidak pernah kehabisan pertanyaan tentang bagaimana alam bekerja.


2. Ensiklopedia Cerdas: Laut — Larousse

artikelTemukan Bukunya di Sini!

Laut ternyata menyimpan dunia yang jauh lebih ramai daripada yang terlihat dari pantai. Buku ini membawa pembaca mengenal kehidupan bawah laut, berbagai ekosistem, hingga fakta-fakta menarik tentang samudra melalui format ensiklopedia yang informatif dan visual.

Cocok untuk anak yang senang membaca fakta, melihat gambar, dan menjelajah topik secara lebih mendalam.


3. The Sea (Laut): Boardbook - Edisi Dwibahasa Inggris-Indonesia — Tony Wolf

artikelTemukan Bukunya di Sini!

Dunia laut diperkenalkan melalui ilustrasi yang penuh warna dan kosakata dalam dua bahasa. Dari berbagai hewan laut hingga lingkungan tempat mereka hidup, setiap halaman menjadi kesempatan bagi anak untuk mengenal dunia bawah laut sekaligus memperkaya kemampuan bahasanya.

Cocok untuk anak usia dini yang sedang mulai mengenal hewan, lingkungan sekitar, dan kosakata Bahasa Inggris lewat gambar.

4. Kumpulan Kisah Bawah Laut — Wulan Mulya Pratiwi

artikelTemukan Bukunya di Sini!

Kali ini, perjalanan ke bawah laut hadir dalam bentuk cerita. Beragam kisah membawa anak berkenalan dengan kehidupan dan penghuni laut sambil menikmati petualangan yang lebih imajinatif dan dekat dengan dunia mereka.

Cocok untuk anak yang lebih mudah mengenal sesuatu yang melalui cerita dan senang membayangkan petualangan di dunia bawah laut.


5. Buat dan Mainkan: Di Bawah Laut — Rebecca Clunes & Angela Muss

artikelTemukan Bukunya di Sini!

Belajar tentang dunia bawah laut tidak harus selalu dengan duduk membaca. Buku aktivitas ini mengajak anak membuat, bermain, dan berkreasi sambil menjelajahi berbagai hal menarik dari kehidupan bawah laut.

Cocok untuk anak yang cepat bosan dengan bacaan konvensional dan lebih senang belajar sambil membuat sesuatu dengan tangannya sendiri.


Nyalakan Petualangan Sains Si Kecil, Bikin Eksplorasinya Makin HEBAT! 🔬🌊

Buku bisa menjadi tempat pertama untuk mencari jawaban. Namun, rasa penasaran yang besar biasanya tidak betah hanya tinggal di halaman ✨

Lewat Promo HEBAT (Hemat Banget untuk Anak), saatnya isi rak buku Si Kecil dengan lebih banyak alasan untuk bertanya, membaca, dan menjelajah! Dapatkan diskon hingga 70% untuk seluruh buku anak terbitan Elex, BIP,  M&C, KPG & Grasindo, berlaku 8-28 Agustus 2026 ✨

Setelah membaca, sekarang waktunya mencoba langsung.

Hadirilah pengalaman sains yang lebih seru lewat Gramedia Science Day, kompetisi sains interaktif yang mengajak anak bereksperimen, bermain, berpikir kritis, dan berkolaborasi memecahkan berbagai tantangan. ⭐

Catat tanggalnya, Grameds!

✍️Periode Pendaftaran:  28 Juli- 5 September 2026, Pukul 07.00-23.59 WIB

📅 5 September 2026, Pukul 07.00-15.00

📍Kahuripan Grand Ballroom, Dyandra Convention Centre, Surabaya

Karena perjalanan seorang penjelajah kecil tidak dimulai dari mengetahui semua jawabannya, melainkan dari keberanian untuk terus bertanya, “Kok bisa?” 🔬🌍

promoTemukan Promonya di Sini!

registrasiDaftarkan Tim Kamu di Sini!


Enter your email below to join our newsletter