Keberuntungan, Ilusi, dan Api Ambisi: Menguak Rahasia ‘The Art of Sarah’ di Momen Imlek!
“When did things ever go wrong?”
Grameds, pernah kepikiran nggak jika yang palsu terasa nyata, apakah ia masih palsu? Di tengah lautan merah dan emas hari raya Imlek, pertanyaan itu terdengar lebih relevan dari yang kita kira.
Kita sepakat percaya pada satu hal setiap Imlek: keberuntungan bisa dimulai ulang. Rumah dibersihkan. Baju baru disiapkan. Amplop merah diedarkan dengan harapan angka di dalamnya membawa energi baik sepanjang tahun. Merah dipercayai sebagai warna keberanian dan emas dilambangkan untuk kemakmuran. Dan awal baru untuk semua kemungkinan.
Lalu di tengah atmosfer penuh dengan hoki, hadir satu serial Netflix yang rasanya seperti tamu tak terduga di meja makan keluarga: The Art of Sarah. Karena jika Imlek adalah tentang menyambut keberuntungan, The Art of Sarah justru bertanya, bagaimana kalau keberuntungan itu tidak datang… lalu kita memutuskan untuk menciptakannya sendiri?
Nah, sudah siapkah kamu belajar menjadi Sarah, Grameds? 👀
Con Artist 101: Kenalan dengan Sarah Kim Yuk!
The Art of Sarah menceritakan tentang ambisi Sarah Kim dalam membuat luxury brand palsu, Boudoir, yang menargetkan kalangan elit kaya. Ketika perempuan misterius ini menavigasi dan membuka jalan ke dunia high-end fashion, skema tipu muslihat itu berada di ujung tanduk saat penemuan jenazah perempuan yang diduga sebagai “Sarah Kim” membuat seorang inspektur detektif menyadari kasus tersebut lebih dari sekadar pembunuhan.
Limited series baru garapan Netflix rilis tanggal 13 Februari 2026 lalu ini sukses menangkap perhatian penonton Indonesia. Drama Korea nomor 1 di Netflix ini bergenre dark psychological & crime thriller yang dibintangi Shin Hye-sun (‘Welcome to Samdal-ri’ & ‘Mr. Queen’) sebagai Sarah Kim dan Lee Jun-hyuk (‘Vigilante’ & ‘Dongjaem the Good or the Bastrard’) sebagai Inspektur Park Mu-gyeong.
Sarah Kim mempunyai banyak ‘wajah’. Dari SPG, women escort, hingga pemilik butik brand, ia siap menjungkirbalikan pikiranmu. Setiap episodenya mampu mempertanyakan ulang hipotesismu dan kembali lagi ke awal untuk menguak rahasia-rahasia Sarah.
Penasaran dengan seri ini, Grameds? Kamu bisa cek trailer-nya disini!
Merah, Emas, dan Dunia yang Terlihat Makmur
Imlek penuh dengan simbol kemakmuran. Dekorasi emas bukan hanya sekadar estetika, tapi doa visual. Kita percaya warna bisa membawa energi, angka bisa mengundang rezeki, dan permulaan bisa menghapus sial. Menariknya, dunia yang dimasuki Sarah juga berkilau oleh simbol yang sama. Tas branded, perhiasan mahal, label mewah yang jadi penanda status. Dunia luxury menjual satu hal yang sangat mirip dengan semangat Imlek: kemakmuran.
Perbedaannya adalah: dalam tradisi, emas adalah simbol harapan. Dalam dunia Sarah, emas adalah komoditas. Bisa ditiru, bisa dipalsukan, dan bisa dimanipulasi. Di sinilah serial ini terasa relevan dengan momen Imlek. Ia tidak menertawakan simbol kemakmuran. Ia mempertanyakan bagaimana kita memaknainya. Apakah kemewahan selalu berarti berhasil? Atau hanya cerita yang dijual dengan harga tinggi?
Api Ambisi yang Tidak Mau Padam
Dalam filosofi Tionghoa, elemen api melambangkan energi, gairah dan dorongan untuk bergerak. Api bisa menghangatkan, menerangi, sekaligus menghanguskan jika tak terkendali. Sarah adalah api itu. Ambisinya tidak malu-malu. Ia ingin dilihat. Ia ingin berada di ruang yang sebelumnya terasa mustahil. Dan untuk itu, ia rela bermain di wilayah abu-abu. (Dan, bukan. Ini bukan Fifty Shades of Grey. Ini lebih ke “kalau nggak lompat, aku bakal stuck dan tetap mikirin cicilan” kind of grey 😝)
Di sinilah serial ini terasa kuat. Bukan karena glamor semata, tapi karena kita melihat bagaimana ambisi bisa menjadi bahan bakar yang kuat sekaligus berbahaya. Ibaratnya seperti kita masak telur dadar pakai api kompor. Kalau terkendali, telur dadar matang dengan sempurna. Kalau dibiarkan liar, bukan telurnya saja yang gosong, rumah kita bisa kebakaran. Bahkan kali ini tidak ada damkar yang bisa membantu kita, Grameds.
Imlek mengajarkan tentang kelimpahan yang diharapkan. The Art of Sarah mengajarkan tentang kelimpahan yang direkayasa. Di satu sisi, ada tradisi yang menanamkan optimisme kolektif. Di sisi lain, ada karakter yang memilih jalan individual, berani, dan penuh risiko untuk mengubah nasibnya. Kita tidak harus membenarkan keputusan Sarah untuk mengerti motivasinya. Dan mungkin itu yang membuatnya menarik. Ia bukan sekadar penipu. Ia produk dari dunia yang memuja kilau.
Tahun Baru, Narasi Baru
Imlek selalu memberi ruang untuk berkata, “Tahun ini akan berbeda.” Kita menata ulang harapan, menulis resolusi, dan membayangkan versi diri yang lebih baik. Sarah juga melakukan hal yang sama. Hanya saja, ia memilih jalur ekstrem.
Serial ini memberi satu pengingat sederhana: keberuntungan memang menyenangkan untuk dipercaya. Tapi bagaimana kita mengejar perubahan. Itulah yang benar-benar membentuk cerita. Berikut penulis dengan senang hati untuk memberi rekomendasi buku bagi kamu yang merasa ingin berubah di tahun baru Imlek ini! 😊
1. The Pictures of Dorian Gray – Oscar Wilde
Novel ini mengisahkan Dorian Gray, seorang pemuda tampan awet muda yang menukar jiwanya demi keabadian. Sementara lukisan potret dirinya menjadi tua dan mengerikan akibat gaya hidup amoral serta hedonismenya.
Siapa yang sudah tidak asing dengan sastra klasik karangan Oscar Wilde ini? Dorian Gray menelusuri realitas, identitas ganda, dan konsekuensi moral pilihan hidup. Juga mengusung tema ide ilusi vs dunia nyata. Cocok untuk kamu yang suka cerita tentang seni, keindahan, dan dosa.
2. Pembunuhan ABC (The ABC Murders) – Agatha Christie
Pembunuhan ABC dibuka ketika terjadi pembunuhan random berdasarkan abjad di tempat yang berbeda. Di samping tubuh masing-masing korban diletakkan sebuah buku Panduan Kereta Api ABC. Polisi tidak berdaya memecahkan kasus-kasus itu. Namun si pembunuh telah membuat kesalahan besar. Dia berani menantang Hercule Poirot! Bagaimana kelanjutan kisahnya?
Novel karangan Agatha Christie ini plotnya bukan sekadar misteri. Ini soal realitas vs persepsi, motif tersembunyi, dan bagaimana identitas dan pola berpikir bisa menipu pembaca. Cocok untuk kamu yang suka good old-fashioned whodunit dan vintage period timeline.
3. Devotion of Suspect X (Kesetiaan Mr. X) – Keigo Higashino
Ketika si mantan suami muncul lagi untuk memeras Yasuko Hanaoka dan putrinya, keadaan menjadi tidak terkendali, hingga si mantan suami terbujur kaku di lantai apartemen. Yasuko berniat menghubungi polisi, tetapi mengurungkan niatnya ketika Ishigami, tetangganya, menawarkan bantuan untuk menyembunyikan mayat itu.
The Devotion of Mr. X adalah salah satu novel misteri populer Jepang. Novel ini bukan hanya sekadar teka-teki pembunuhan. Ada lapisan psikologis kuat tentang motif, obsesi, dan identitas. Cocok untuk kamu yang suka rekomendasi twist dan permainan persepsi yang elegan.
4. Kafka on The Shore – Haruki Murakami
Karya Haruki Murakami mengisahkan dua cerita paralel yang saling terkait: Kafka Tamura, remaja 15 tahun yang kabur dari rumah untuk menghindari kutukan Oedipus dari ayahnya, dan Satoru Nakata, pria tua yang bisa berbicara dengan kucing.
Buku ini menampilkan realitas surreal dan karakter yang berjuang dengan ingatan, takdir, batas mimpi dan kenyataan. Tema identitas dan ilusi di sini sering memaksa pembaca mempertanyakan apa yang sebenarnya nyata. Cocok untuk kamu yang suka cerita fantasi, magis, dan penuh misteri.
The Art of Smart Shopper
Pada akhirnya, The Art of Sarah menjadi lebih dari sekadar cerita tentang luxury scam. Kisahnya tentang bagaimana menolak pasrah pada nasib dan memilih untuk membakar jalan sendiri, di sisi positifnya dapat dijadikan sebagai inspirasi. Dan mungkin itu sebabnya serial ini terasa pas ditonton menjelang Imlek. Bukan untuk merusak suasana perayaan, tapi untuk mengingatkan bahwa di balik simbol kemakmuran, ada kerja keras, konsekuensi dan pilihan untuk menjadi… smart shopper! 🤑
Psst, untuk kamu yang merayakan libur Imlek di rumah, Gramedia masih bagi-bagi promo buku diskon sampai 70% loh! Periode ini berlaku dari tanggal 2-17 Februari 2026. Jadi, tunggu apalagi Grameds? Yuk check out buku favoritmu sekarang! 🔥🚀