KBRI Canberra dan Gramedia Perkuat Pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia

KBRI Canberra dan Gramedia Perkuat Pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia

. 2 min read

JAKARTA, 19 April 2021 – KBRI Canberra dan PT Grameda Asri Media (Gramedia) merealisasi kerja sama penguatan pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia melalui penyediaan perpustakaan pintar atau Smart Library. Realisasi ini dilakukan melalui acara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang dilakukan secara daring oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia untuk Australia M. Imran Hanafi, mewakili KBRI Canberra dan Direktur Operasional PT Gramedia Asri Media Victorinus Sugiarto pada Kamis, (15/04/2021).

Penandatanganan
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Smart Library antara KBRI Canberra dan PT Gramedia Asri Media, Kamis (15/4/2021) dilakukan secara daring (Sumber foto: Dok. Gramedia)

Menurut Konsul Jenderal RI Sydney Heru Hartanto Subolo dalam sambutannya di acara ini, penyediaan Smart Library dapat menjadi jawaban atas tantangan pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia secara umum. Hal senada juga disampaikan Kestity Pringgoharjono, Ketua Balai Bahasa dan Budaya Indonesia (BBBI) New South Wales yang juga penggagas ide kerja sama ini sejak 9 bulan yang lalu antara KBRI Canberra, KJRI Sydney, dan Gramedia.

“Kerja sama ini merupakan langkah strategis yang ditempuh dalam mendukung para guru dan pengajar Bahasa Indonesia yang kesulitan mendapatkan bahan pengayaan pengajaran terutama sejak masa pandemi,” kata Kestity ketika menjelaskan tantangan pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia dalam pembukaan acara ini.
Penandatanganan
Prosesi penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Smart Library antara KBRI Canberra dan PT Gramedia Asri Media secara daring, Kamis (15/4/2021) di Australia (Sumber foto: KJRI Sydney)

Merespons hal tersebut, Direktur Operasional Gramedia Victorinus Sugiarto pun menjelaskan, Smart Library Gramedia merupakan sebuah platform perpustakaan digital yang menjadi jawaban atas kendala tempat, jarak, waktu, maupun biaya dalam pengadaan buku fisik sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia selama ini.

Jadi, tambahnya, Smart Library Gramedia diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi para pembaca maupun para pengajar untuk memberikan media pembelajaran baru hingga melakukan evaluasi bersama. Smart Library Gramedia juga merupakan media untuk memperkenalkan karya terbaik dari penulis Indonesia dengan segala budaya yang dimilikinya.

“Apresiasi kepada penulis Indonesia bahwa dengan adanya kerja sama ini, karyanya secara ‘resmi’ telah go international, di mana hal ini menjadi sebuah kebanggaan dan menumbuhkan semangat untuk terus berkarya,” kata Victorinus.
Penandatanganan
Ketua BBBI NSW, Kestity Pringgoharjono (tengah) bersama Fungsi Pensosbud KJRI Sydney (Sumber Foto: KJRI Sydney)

Kedua belah pihak sepakat bahwa Smart Library Gramedia diharapkan dapat mendukung pembelajaran budaya dan bahasa Indonesia melalui penyediaan akses yang mudah terhadap berbagai konten digital yang interaktif dan menarik bagi generasi muda Australia.


Sumber foto header: Dok. Gramedia.com