Karya Fiksi Terbaru Agustus 2019 yang Wajib Masuk Rak Bukumu

Karya Fiksi Terbaru Agustus 2019 yang Wajib Masuk Rak Bukumu

. 5 min read

Sudah Agustus. Bagaimana resolusi tahun 2019 kamu? Sudah berprogres atau masih stuck? Tidak apa-apa. Kerjakan perlahan-lahan, nikmati, banyak ngopi. Mungkin kamu bisa menyelesaikannya dalam empat bulan ke depan. Atau bisa saja kamu cuma butuh dua minggu untuk mengabulkan resolusimu.

Sembari berprogres, kamu butuh hiburan yang menyenangkan. Karya fiksi adalah salah satu pilihan. Kami mendaftar 10 karya fiksi penuh warna yang baru-baru ini terbit untukmu. Dari novel fiksi remaja, karya terjemahan, sampai kumpulan cerita pendek, ada semua! Tinggal pilih saja untuk kamu masukkan ke dalam rak bukumu. Dan yang paling penting: baca dan nikmatilah!

Berikut daftar karya fiksi terbaru Agustus 2019 yang perlu kamu baca beserta blurb dan/atau sinopsisnya.

Mencari Simetri

Mencari
Mencari Simetri karya Annisa Ihsani

Menjelang usia kepala tiga, April merasa gamang dan kehilangan arah. Ia memiliki karier yang nyaman, tapi tidak bisa dibanggakan. Punya banyak teman, tapi mereka sibuk dengan keluarga masing-masing. Dekat dengan Armin, tapi tak pernah ada kejelasan. Belum lagi menghadapi keanehan Papa yang terus menerus melupakan hal sepele.

Enam tahun April terjebak dalam hubungan yang rumit dengan Armin. Entah salah satu dari mereka punya pacar, atau memang sudah terlalu nyaman berteman. April tetap tak mampu melepaskan Armin sebagai sosok pria ideal.

Saat menemani Papa melalui serangkaian tes medis, Lukman hadir. Pria itu menawarkan kehidupan yang mapan dan hubungan serius.

April berusaha mencari cara untuk menyeimbangkan hidupnya kembali. Dan cara untuk menemukan simetri hatinya. Memilih hidup bersama Lukman, atau menunggu Armin entah sampai kapan.

Espresso

Espresso
Espresso karya Bernard Batubara

Hai, kehidupan! Terkadang aku bertanya-tanya mengapa kau keras sekali terhadapku. Sering menempatkanku di posisi sulit. Padahal, kau tahu, kan, bahwa gadis seumurku seharusnya masih menikmati akhir masa remaja?

Hai, cinta! Aku tak banyak punya momen bersamamu. Namun, izinkan aku bertanya satu hal; mengapa kau selalu hadir bersama luka? Ah, bagaimanapun aku harus berterima kasih kepadamu karena sudha memperkenalkanku pada sesuatu yang kunamai impian dan harapan.

Hai, secangkir espresso! Terima kasih sudah pernah membuatku hampir menyerah. Kalau buka karena perjumpaan kita di kedai kopi milik Bisma itu, tak mungkin saat ini aku gigih sekali memperjuangkanmu, menjadi yang terbaik. Terima kasih ketika kehidupan dan cinta tak henti mengecewakanku, kau tetap ada di sepanjang waktu.

The Borrowed (13.67)

The
The Borrowed karya Chan Ho-Kei

Buku ini terbagi atas enam bagian yang diceritakan dalam kronologi terbalik—masing-masing berisi kasus penting dalam karier Kwan dan terjadi di tengah momen penting sejarah Hong Kong: Pemberontakan Kelompok Kiri tahun 1967 ketika teror bom mengancam penduduk Hong Kong; konflik antara Polisi Hong Kong dan Komisi Independen Anti Korupsi Hong Kong tahun 1977; Pembantaian Tiananmen tahun 1989; Serah-Terima Kekuasaan tahun 1997; dan Hong Kong pada tahun 2013 saat Kwan diminta menyelesaikan kasus terakhirnya ketika dia sedang terbaring koma di rumah sakit.

Untuk Perempuan yang Kepadanya Rembulan Mengiba

Untuk
Untuk Perempuan yang Kepadanya Rembulan Mengiba karya Wika G. Wulandari

Perang agama yang terjadi di Ternate 43 tahun silam membuat warga muslim Makian harus mengungsi ke Kao, ratusan kilometer dari kampung halaman, di bawah komando Tuan Besar. Orang-orang berkemas tanpa banyak tanya, meski langkah berat, mereka tetap nekat.

Satu di antara mereka, bayi perempuan dalam kandungan, yang kelak menjadi titik balik peperangan dua puluh tahun kemudian. Jauh dari Tidore dan Ternate, tepatnya di Papua Barat, Amos, bocah dari kampung Baliem, harus rela batu nisan kedua orangtuanya digunakan Kepala Suku untuk proses adat bakar batu. Proses adat yang dimaksudkan untuk menyambut kepala perusahaan yang sudah memberikan mereka belasan ekor babi sebagai nilai tukar untuk kerusakan alam yang ditimbulkan.

Progresnya Berapa Persen?

Progresnya
Progresnya Berapa Persen? karya Soraya Nasution

Sudah setahun April mengabdi di sebuah kantor konsultan yang bergerak di bidang konstruksi. Nyaman, minim persaingan, dan fleksibel. Suasana yang sulit dijumpai di lingkungan kerja kebanyakan. Namun, selalu ada harga yang harus dibayar. Seperti bobot pekerjaan yang bikin puyeng, deadline yang suka tiba-tiba, delegasi tugas tanpa instruksi detail, dan puluhan tender yang diikuti dalam waktu berdekatan.

Seakan semuanya belum cukup, rasanya kepalanya mau pecah saat sebuah pertanyaan muncul ketika dia sedang mengerjakan tugas lain yang juga mendesak. Seringnya, pertanyaan itu meluncur dari seorang manajer teknik bernama Dewangga Bayuzena, laki-laki yang entah kenapa selalu bikin jantung para staf ketar-ketir dengan satu pertanyaan kebanggaannya ini; "Progresnya berapa persen?”

Janna

Janna
Janna karya Oky E. Noorsari

Cerpen-cerpen ini bercerita tentang perempuan, dengan beragam problematika dan sisi kehidupan. Ada juga penceritaan perempuan dari sudut pandang laki-laki. Gelombang emosi dan genre dalam buku kumpulan cerpen ini disajikan lengkap. Ada kebahagian, kesedihan, kecewa, tragedi, dalam drama, thriller, romantika dewasa muda, dan lokalitas yang kental. Dan jika diperkenankan, kumpulan cerpen ini akan memuat dua cerpen saya yang pernah dimuat di media.

Sassy Stalker

Sassy
Sassy Stalker karya Erlin Cahyadi

Sejak Niel menyelamatkannya dari hantaman bola basket, Rere jatuh cinta setengah mati pada cowok itu. Berbagai upaya dilakukannya untuk mendapatkan perhatian Niel, tapi tidak sedikit pun cowok itu menaruh perhatian padanya. Hingga suatu hari, Rere bertemu Aldo, si berandalan pintar yang sepertinya selalu membawa masalah buat Rere. Tanpa direncanakan, keduanya mulai dekat.

Gara-gara Aldo, perlahan Rere mulai dapat mengurangi obsesinya pada Niel. Masalahnya, saat Rere mulai melepaskan ketergantungannya pada Niel, cowok itu justru mulai mengejarnya. Rere bimbang, siapakah yang benar-benar dia cintai? Niel, sang cinta pertama? Atau Aldo, si teman baru yang selalu bisa membuatnya merasa dicintai?

Every Moment Was You

Every
Every Moment Was You karya Ha Taewan

“Kau adalah duniaku dan seluruh momenku.Jadi kumohon, jangan lagi kau rasakan sakit itu di malam hari…”

Kuharap kau bahagia. Kuharap tak banyak air mata yang menetes dari matamu. Kuharap kau merasa bebas. Kuharap kau bisa mencintai dengan bahagia. Kuharap kau tak lagi terjatuh.

Jangan melupakan semua yang pernah terjadi sampai saat ini, dan teruskan hidupmu.

Karena kau adalah seseorang yang kuat dan siap untuk bahagia, tapi tak menyadarinya.

Tanah Putih

Tanah
Tanah Putih karya Kris Budiman

Kau telah membuatku kembali percaya bahwa cinta adalah sebuah kemerdekaan. Kemerdekaan atas tubuh. Kemerdekaan atas hasrat yang meraga. Akan kutuliskan tubuhku di hadapan tubuhmu dengan tinta putih di atas kertas putih. Dan hanya kita berdua yang bisa membacanya.

Barabas Diuji Segala Segi

Barabas
Barabas Diuji Segala Segi karya Arswendo Atmowiloto

Barabas si terpidana mati sekonyong-konyong mendapatkan kebebasan lantaran masyarakat Roma lebih memilih menyalibkan Yesus. Penyamun yang dibesarkan secara liar itu tak pernah tahu Yesus-lah sosok yang akan mengubah jalan hidupnya, atau jalan kematiannya ke jalan hidup.

Bagaimana mungkin penjahat kawakan berjulukan Kalajengking Tampan bisa-bisanya melanjutkan hidup dengan menjadi pendoa? Bahkan mengagumi dan mewawancarai langsung Bunda Maria kemudian menuliskannya dengan penuh hormat.