Kamu Mahasiswa yang Sering Keteteran Pas Lagi Nugas? Mungkin Itu Tanda Buat Cobain Teknik Pomodoro!
Ayo, jujur aja deh, Grameds… Siapa di sini yang pernah punya niat ngerjain tugas dari sore, tapi sampai malam yang selesai malah playlist, camilan, dan scrolling media sosial?
Sebagai peralatan bertempur, laptop kamu memang sudah menyala sedari awal kamu duduk di depannya, eh, tapi… sampai beberapa saat berlalu, file tugasnya masih terbuka di halaman yang sama. Stuck dan diam begitu saja. 😭
Situasi seperti ini kayaknya cukup akrab buat mahasiswa ya, Grameds. Ketika tugas sudah menumpuk, semua terasa seperti harus dikerjakan sekaligus. Akhirnya malah bingung deh mau mulai dari mana.
Belum lagi di zaman sekarang tuh ada aja distraksi kecil yang datang silih berganti. Baru baca dua halaman jurnal, sudah kepikiran buka HP. Baru mengetik beberapa kalimat, muncul notifikasi dari grup kelas. Walawe, berabe… Kapan nugasnya kalau begini? 😭😭
Nah, kalau kamu sering mengalami hal serupa, coba deh kenalan dengan Teknik Pomodoro. Metode manajemen waktu ini membantu membagi aktivitas belajar menjadi beberapa sesi fokus yang diselingi waktu istirahat.
Dengan begitu, kamu bisa mengerjakan tugas secara bertahap tanpa harus memaksakan diri duduk berjam-jam sampai kepala penuh.
Seperti apa tekniknya? Mari kita mengenalnya perlahan! 🍅
Apa Itu Teknik Pomodoro?
Ini merupakan sebuah teknik yang diperkenalkan oleh Francesco Cirillo pada akhir 1980-an.
Nama “Pomodoro” berasal dari bahasa Italia yang berarti tomat. Penamaannya terinspirasi dari timer dapur berbentuk tomat yang digunakan Cirillo saat mengembangkan metode ini.
Pada dasarnya, cara kerja dari Teknik Pomodoro ini tuh cukup sederhana, Grameds.
Kamu hanya perlu menentukan satu pekerjaan “tok”, lalu mengerjakannya selama 25 menit tanpa distraksi. Setelah timer berbunyi, ambil istirahat selama sekitar 5 menit; lalu ulangi pola tersebut sampai beberapa sesi.
Setelah menyelesaikan sekitar empat sesi, barulah kamu bisa mengambil waktu istirahat yang lebih panjang, biasanya sekitar 15–30 menit.
Dari beberapa langkah tersebut, aktivitas belajar terasa lebih terukur karena kamu punya waktu khusus untuk fokus dan waktu khusus untuk beristirahat.
Kenapa Bisa Membantu Saat Nugas?
Tugas kuliah sering terasa berat bahkan sebelum mulai dikerjakan.
Bayangkan kamu punya makalah 10 halaman yang harus dikumpulkan beberapa hari lagi. Baru membayangkannya saja mungkin sudah bikin tangan malas menyentuh laptop.
Pomodoro membantu mengubah cara melihat tugas tersebut. Kamu nggak perlu langsung memikirkan bagaimana menyelesaikan 10 halaman sekaligus. Cukup tentukan satu target kecil untuk satu sesi pengerjaan.
Misalnya, 25 menit pertama digunakan untuk mencari dan membaca referensi. Sesi berikutnya dipakai untuk membuat outline. Setelah itu, kamu bisa lanjut menulis bagian pendahuluan atau mengembangkan satu sub bab.
Target yang lebih kecil membuat tugas terasa lebih mudah didekati. Kamu juga punya batas waktu yang jelas untuk fokus, sehingga nggak perlu terus bertanya dalam hati, “Gue harus nugas sampai kapan, sih?”
Yang penting, jangan menjadikan angka 25 menit sebagai aturan yang bikin kamu malah tertekan. Kalau kamu sudah menemukan durasi fokus yang lebih cocok, kamu bisa menyesuaikannya.
Baca juga: Kenali 5 Tipe Mahasiswa Saat Kuliah, Kamu Tipe yang Mana?
Biar Sesi Pomodoro Nggak Gagal di Tengah Jalan
Menyalakan timer memang gampang. Tantangannya adalah tetap bertahan mengerjakan tugas ketika HP mulai berbunyi, notifikasi bermunculan, atau tiba-tiba muncul keinginan untuk membuka media sosial.
Maka dari itu, persiapan kecil sebelum memulai sesi bisa membantu kamu menjaga fokus. Ini beberapa hal yang bisa kamu siapkan sebelum memulai sesi Pomodoro.
Dengan lingkungan yang lebih siap, kamu bisa memanfaatkan waktu fokus tanpa terlalu banyak gangguan.
*PS: Ingat! Tujuan Pomodoro bukan membuatmu duduk di depan laptop selama mungkin, melainkan membantu kamu fokus pada satu pekerjaan dalam waktu yang sudah ditentukan.
Nugas Lebih Terarah, Gunakan Template-nya!
Teknik Pomodoro punya cara kerja yang sederhana, sehingga cukup mudah diselipkan ke rutinitas kuliah. 🍅📚
Kamu bisa mulai dari tugas yang paling sering bikin tertunda, lalu tentukan target kecil yang ingin diselesaikan dalam satu sesi.
Setelah beberapa kali mencoba, kamu bisa menemukan durasi fokus dan pola istirahat yang paling nyaman. Jadi, nggak perlu menunggu mood datang untuk mulai nugas. Tinggal tentukan targetnya, atur waktunya, lalu mulai kerjakan satu per satu.
Nah, kalau masih bingung mau mulai dari mana, kamu bisa langsung download dan gunakan template Pomodoro di bawah ini untuk membantu mengatur target, sesi fokus, dan waktu istirahatmu.
Biar Nugas Makin Efektif!
Setelah tahu cara membagi waktu dengan Teknik Pomodoro, langkah berikutnya adalah membuat setiap sesi fokus benar-benar efektif.
Saat 25 menit sudah dimulai, tentu kamu ingin menggunakan waktu tersebut untuk nugas, kan? Bukan malah berhenti karena harus mencari buku referensi, alat tulis, atau perlengkapan lain yang dibutuhkan. 😭
Oleh karena itu, menyiapkan kebutuhan kuliah sebelum mulai nugas juga nggak kalah penting.
Kabar baiknya, kamu bisa sekalian melengkapinya lewat Promo Back to Campus yang sedang berlangsung di Gramedia! Ada diskon hingga 50% untuk buku penunjang kuliah, alat tulis, art supplies, produk IT, tas, dan berbagai kebutuhan lainnya selama 1 September–31 Oktober 2026.
Yuk, siapkan semua kebutuhanmu sebelum sesi Pomodoro dimulai. Jadi, begitu timer berjalan, kamu bisa langsung duduk, fokus, dan menyelesaikan target tugasmu tanpa banyak distraksi! 🙌🤩
Baca juga: 7 Barang Anak Kampus yang Wajib Ada di Tas, Apa Saja?
Jangan lupa cek berbagai promo menarik lainnya di Gramedia.com supaya pengalaman belanjamu makin hemat dan bermakna! ⤵