Jangan Percaya Matamu: ‘Teka-teki Gambar Aneh’ Siap Mengacak-acak Perspektifmu!
“Adults can draw what they see, the real thing, in their pictures. Children, though, draw the “idea” of what appears in their heads. Like an artist. People sometimes say that every child is an artist, and I feel that is not far from the truth.”
Grameds, pernah nggak sih kamu benar-benar yakin sama penilaianmu tentang seseorang sampai akhirnya satu fakta kecil muncul dan semua runtuh seperti domino?
Selamat datang di dunia ‘Teka-teki Gambar Aneh’. Sebuah novel misteri yang sunyi, tapi diam-diam memindahkan lantai di bawah kakimu. Kalau kamu ingat ‘Teka-teki Rumah Aneh’, novel ini adalah novel kedua dari pengarang yang sama sekaligus Youtuber populer, Uketsu. Awal mulanya adalah sebuah gambar: anak perempuan, pohon, dan sebuah rumah. Terlihat seperti coretan anak-anak pada umumnya. Namun, gambar biasa itu semakin dilihat semakin random, bahkan semakin aneh. Tapi justru dari sesuatu yang tampaknya sederhana itulah semuanya bermula.
Dan di situlah letak kecerdikan Uketsu. Ia membuat kita merasa pintar. Sebelum akhirnya membuat kita sadar bahwa kita mungkin terlalu cepat untuk… menyimpulkan sesuatu.
Nah, sudahkah ini membuat bulu kudukmu mulai berdiri, Grameds? 👀
The Pictures of Ordinary People
‘Teka-teki Gambar Aneh’ menceritakan tentang suatu gambar. Lebih tepatnya tiga gambar yang dibuat oleh tiga orang berbeda. Gambar yang dibuat seorang wanita hamil di Internet, gambar yang dibuat seorang anak kecil sebagai hadiah Hari Ibu, dan gambar yang dibuat seorang korban pembunuhan di saat-saat terakhirnya. Apa persamaan dari ketiga gambar yang random itu? Tidak ada. Tapi jika dilihat lebih dekat, terdapat keganjilan… Keganjilan yang akhirnya mendorong seorang detektif amatir menyusuri labirin penuh teka-teki yang mengarah pada sebuah kenyataan mengerikan.
Buku ini bukan tipe misteri yang penuh adegan kejar-kejaran yang dramatis.Thriller ini lebih seperti ruangan sunyi dengan satu lukisan di dinding. Kamu berdiri, melihatnya, lalu merasa sudah mengerti. Lalu seseorang berkata, “Coba lihat lagi.” dan boom! Tidak hanya satu perspektif, tapi dari banyak perspektif dan maknanya berubah-ubah. Uketsu seperti sedang bermain catur dengan pembacanya. Tapi, alih-alih menyerang raja, ia menyerang keyakinan kita sendiri.
Kamu pasti juga suka: Visual Imut, Cerita 'Maut': Mengapa Takopi’s Original Sin Begitu Menyesakkan Dada?
Gambar Ilusi & Plot Twist yang Terlalu Nyata
Di sinilah bagian yang bikin novel ini terasa sangat personal. Satu gambar bisa berarti “A” bagi satu orang, “B” bagi orang lain, dan “Z” bagi mereka yang tahu konteksnya. Tidak ada yang sepenuhnya salah. Tapi tidak semuanya benar. Kedengaran familiar, Grameds? Kita sering membaca orang dari potongan kecil. Seperti ekspresi wajah yang kebetulan terlihat dingin atau jawaban chat “OK” yang nggak pakai emoji terkesan, “Kok orang ini jutek banget ya?” Lalu otak kita bekerja cepat. Mengisi kekosongan informasi dengan asumsi. Membuat cerita dan menyimpulkan karakter tertentu. Padahal, mungkin saja kita hanya melihat “garis luar”-nya saja.
Ada istilah psikologi yang terdengar keren yaitu confirmation bias: kita cenderung percaya pada versi cerita yang membuat kita merasa benar. Kita suka narasi yang mendukung sudut pandang kita sendiri. Ibaratnya kayak nanya ke bestie, “Eh, menurut kamu dia green flag kan?” Padahal kita nggak lagi nanya, tapi lagi cari validasi 😝
Teka-teki Gambar Aneh juga memiliki plot twist yang bakal bikin orang melongo dan teriak, “Nani?!” Tapi di kehidupan nyata, plot twist itu menyebalkan. Seperti situasi yang terlihat stabil tiba-tiba runtuh. Teman yang kita kira selalu ada ternyata statusnya tiba-tiba “Gone With The Wind”. Orang yang kita anggap baik memiliki sisi yang tidak terduga. Uketsu mengemas semua ini dengan memikirkan mungkin hidup tidak berubah secara tiba-tiba. Mungkin kita saja yang melihatnya dengan gambar berbeda. Dan itu lebih menyeramkan.
Ketika Kita Juga Adalah “Gambar Aneh”
Karya Uketsu yang satu ini juga nggak hanya membahas misteri di atas kertas. Dia membahas misteri tentang bagaimana manusia memaknai sesuatu. Tentang bagaimana perspektif bisa membangun atau menghancurkan realitas.
Yang membuat novel ini semakin “aku banget” adalah satu fakta sederhana. Bukan cuma kita yang salah membaca orang, orang lain juga bisa salah membaca kita. Dan hal itu membuat kita menjadi “aneh”. Nah, kalau kamu juga merasakan demikian, berikut adalah beberapa rekomendasi buku supaya kamu tahu bahwa kamu tidak merasa “aneh” sendirian!
1. The Girl with the Dragon Tattoo –Stieg Larsson
Bagaimana jika peretas jenius dan jurnalis bersatu? Novel ini mengisahkan Mikael Blomkvist, sang jurnalis dan Lisbeth Salander, si peretas menyelidiki kasus misterius lenyapnya Harriet Vanger 40 tahun lalu. Mereka mengungkap rahasia kelam keluarga kaya di Swedia dan menemukan serangkaian pembunuhan.
The Girl with the Dragon Tattoo bukan sekadar thriller. Novel ini memainkan cara kita melihat orang dan fakta. Terdapat karakter-karakter yang kompleks dan penuh lapisan yang susah ditebak. Juga Informasi yang kita anggap benar sering berubah drastis ketika mendapatkan perspektif baru. Sama seperti Teka-teki Gambar Aneh, cerita ini mengajarkan apa yang tampak di permukaan bukanlah seluruh kebenaran.
2. Shutter Island – Dennis Lehane
Buku thriller psikologis ini bercerita tentang seorang marshal AS, Teddy Daniels, menyelidiki hilangnya pasien di rumah sakit jiwa di pulau Ashecliffe. Bersama rekannya, Chuck, Teddy menemukan konspirasi yang tersembunyi. Perlahan, ia juga terjebak dalam delusi, trauma masa lalu, dan misteri yang mengejutkan.
Shutter Island berhasil merobohkan asumsi pembaca tentang realita dengan twist besar. Cocok untuk kamu yang suka plot yang bikin mikir dua kali dan misteri yang lebih ke psikologis daripada sekadar whodunit.
3. We Were Liars – E. Lockhart
Ketika pewaris keluarga kaya, Cadence Sinclair, mengalami kecelakaan dan kehilangan sebagian ingatannya saat liburan musim panas di pulau pribadi milik keluarganya. Dua tahun kemudian, ia kembali dan berusaha mengungkap rahasia gelap keluarga serta kebenaran mematikan tentang insiden masa lalu.
Novel ini punya twist emosional yang memang bikin pembaca harus merevisi ulang apa yang mereka pikir sudah tahu tentang karakter dan kejadian. Sama seperti Teka-teki Gambar Aneh, We Were Liars menyampaikan persepsi bisa berubah perlahan ketika membuka kemungkinan baru. Cocok untuk kamu yang suka misteri berbasis memori dan hubungan antar karakter dan suka cerita yang, “oh tunggu… jadi bukan begini?”
Baca juga: Tempat Paling Jujur Itu Bernama Lotus Taxi: Saat Perjalanan Malam Menjadi Ladang Pengakuan
Jadi, Apa yang Sebenarnya Aneh?
Pada akhirnya, Teka-teki Gambar Aneh ini bukan hanya tentang misteri yang harus dipecahkan. Ini tentang perspektif yang harus ditantang. Tentang bagaimana suatu sudut bisa mengubah keseluruhan makna. Dan mungkin yang aneh bukan gambarnya, tapi… nggak tahu kalau Gramedia.com lagi bagi-bagi promo untuk buku ini!
Dapatkan spesial diskon setiap pembelian buku Teka-teki Gambar Aneh! Periode ini hanya berlaku tanggal 11-21 Februari 2026. Psst, tunggu apa lagi Grameds? Yuk, jangan sampai ketinggalan! 🔥