Pikiran, cerita, dan gagasan tentang buku dengan cara yang berbeda.

Rekomendasi Buku yang Dibaca Member SEVENTEEN, Carat Wajib Punya!

Rekomendasi Buku yang Dibaca Member SEVENTEEN, Carat Wajib Punya!

SEVENTEEN merupakan salah satu boygroup asal Korea Selatan yang memulai debutnya pada 26 Mei 2015, di bawah naungan Pledis Entertainment, dan terdiri dari 13 anggota, yaitu S.Coups, Wonwoo, Mingyu, Vernon, Woozi, Jeonghan, Joshua, DK, Seungkwan, Hoshi, Jun, The8, dan Dino. Ke-13 anggota Seventeen ini juga masih dibagi lagi menjadi tiga subunit yang luar biasa, yaitu Performance, Hip-Hop, dan Vocal team.

Diakui sebagai salah satu grup KPop dengan para anggota yang aktif mengambil bagian dalam penulisan, koreografi, dan masih banyak lagi, SEVENTEEN merupakan grup yang unik dan luar biasa menarik untuk kamu ikuti.

Para member SEVENTEEN juga diketahui selalu menyempatkan waktunya untuk membaca di setiap kesempatan, lho. Mau tau mereka baca buku apa saja? Yuk, simak rekomendasinya berikut ini.

Rekomendasi Buku yang Dibaca Member SEVENTEEN

1. Kronik Burung Pegas (The Wind-Up Bird Chronicle)

Pada Agustus 2021 lalu, variety show SEVENTEEN in The Soop tayang di channel tv lokal Korea, yaitu JTBC dan aplikasi Weverse. Nah, di salah satu episode acara tersebut, Vernon terlihat tengah asik membaca sebuah buku dari seorang penulis asal Jepang, yaitu Haruki Murakami.

Buku yang pertama kali terbit pada tahun 1994-1995 ini penuh dengan percampuran antara 'dunia nyata' dan surealisme, di mana menceritakan kehidupan sepasang suami-istri bernama Toru Okada dan Kumiko, yang telah mengarungi bahtera rumah tangga selama kurang lebih enam tahun lamanya.

Namun, kehidupan yang pada awalnya sangat damai tiba-tiba berubah. Kucing kesayangan mereka hilang entah ke mana, disusul dengan Kumiko yang ikutan menghilang bagai ditelan bumi. Kemudian setelahnya, kejadian aneh dan misterius pun datang silih berganti. Mulai dari munculnya seorang wanita misterius yang kerap menelpon Okada, keberadaan rumah terbengkalai yang begitu menyita perhatian Okada, sumur misterius yang menyimpan sejuta rahasia, dan masih banyak masalah yang menyerang Okada. Sanggupkah Okada melalui ini semua?

bukuKoleksi dan Dapatkan Bukunya Disini!

2. Siapa yang Datang ke Pemakamanku Saat Aku Mati Nanti?

Di salah satu video V Live-nya bersama Jeonghan pada tahun 2019 silam, DK sempat berbagi sebuah buku yang pada saat itu baru selesai dibacanya, yaitu buku karya Kim Sang-Hyun yang berjudul Siapa yang Datang Ke Pemakamanku Saat Aku Mati Nanti?

rekomendasi
Rekomendasi Buku yang Dibaca Member SEVENTEEN (Sumber Gambar: V Live)

Buku yang menurutnya sangat seru dan berhasil membuatnya tersentuh itu, merupakan buku yang berisikan kata-kata motivasi dan heartwarming dari pengalaman pribadi dan pemikiran penulisnya sendiri, yang banyak menengok ke dalam dirinya tentang banyak hal, mulai dari pemikirannya tentang hidup sampai segala persoalan di dalamnya.

Ditulis dengan gaya penulisan yang terasa seperti diary, penulis mencoba untuk mengajak kita merenungkan kembali tentang kehidupan yang sudah dijalani selama ini. Apakah hidup kita selama ini sudah bahagia dan cukup untuk diri kita sendiri? Apakah kita sudah hidup dengan baik sehingga akan dikenang oleh orang lain?

Dari perenungan-perenungan tersebut, kemudian penulis memotivasi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik sehingga dapat meninggalkan hal-hal yang baik pula, meskipun nantinya jiwa dan raga kita sudah pergi dari dunia ini.

bukuKoleksi dan Dapatkan Bukunya Disini!

3. Dollagoot: Toko Penjual Mimpi

rekomendasi
Rekomendasi Buku yang Dibaca Member SEVENTEEN (Sumber Gambar: Weverse Magazine)

Dalam wawancaranya bersama WV Magazine pada 2021 silam terkait comeback album terbaru SEVENTEEN, Wonwoo sempat menyinggung soal buku Dollagoot: Toko Penjual Mimpi karya Lee Mi Ye ini. Novel fantasi ini menceritakan kisah keseharian pemilik toko serta para pegawai yang bekerja di Toko Penjual mimpi, dan beberapa kisah pelanggan yang membeli mimpi lewat toko tersebut.

Alasan orang-orang membeli mimpi di toko ini pun bermacam-macam, mulai dari mereka yang memiliki rasa penyesalan akan masa lalu, penasaran, atau hanya karena iseng belaka dan sekadar ingin mencoba serta merasakan hidup orang lain lewat mimpi yang mereka beli tersebut.

Untuk mereka yang membeli mimpi di toko ini, metode pembayaran yang digunakan bisa dibilang cukup unik, karena di toko ini tidak menerima pembayaran melalui uang ataupun barter berupa barang seperti metode pembayaran pada umumnya, tetapi pembeli hanya bisa membayar dengan menggunakan "reaksi atau perasaan" sang pembeli setelah bermimpi. Misalnya, seperti rasa berdebar, nyaman, tenang, dan lain sebagainya.

bukuKoleksi dan Dapatkan Bukunya Disini!

Selain idenya yang unik dan ceritanya yang ringan, bukunya juga seru karena terdapat banyak sekali perbedaan karakter dari para pegawai toko yang unik-unik, sehingga membuat cerita ini terasa semakin lucu. Selain itu, di buku ini penulis juga menyelipkan beberapa nasihat dan pelajaran tentang kehidupan yang bisa kamu ambil dari buku ini.

4. Nyaman Tanpa Beban

Member tertua sekaligus leader SEVENTEEN, yaitu Scoups, juga kedapatan sedang menikmati buku bacaan sampai tertidur pada episode kedua dalam acara SEVENTEEN In The Soop. Buku tersebut merupakan buku self improvement karya Kim Suhyun, yaitu Nyaman Tanpa Beban.

Buku ini berisi tentang permasalahan yang sering dihadapi dalam menjalin suatu hubungan, entah hubungan antara pasangan, anak dan orang tua, atasan dan bawahan, pertemanan, dan lain sebagainya. Selain ditulis berdasarkan pengalaman pribadi penulis itu sendiri, di buku ini penulis juga memberikan beberapa pendapat dan contoh dari hasil pengamatannya melalui TV, media sosial, drama, film, dan buku yang pernah dibacanya.

Dengan gaya bahasa yang blak-blakan dan lumayan 'menampar', penulis menghadirkan berbagai alternatif sikap agar kita mendapatkan sebuah kenyamanan selama berhubungan, serta memberikan inspirasi untuk lebih mencintai diri sendiri dan menjalani kehidupan yang lebih bahagia. Ada pula ilustrasi dan kutipan tulisan singkat yang membuat membacanya jadi lebih asik.

bukuKoleksi dan Dapatkan Bukunya Disini!

5. The Da Vinci Code

Dalam salah satu video predebut-nya bersama Jeonghan, Joshua sempat menyinggung soal hobinya yang gemar membaca buku. Dalam video tersebut diperlihatkan sepenggal rekaman Joshua saat membaca sebuah buku berjudul The Da Vinci Code, buku kedua dari seri Robert Langdon karya Daniel Gerhard Brown.

rekomendasi
Rekomendasi Buku yang Dibaca Member SEVENTEEN (Sumber Gambar: Youtube)

Novel The Da Vinci Code karya Dan Brown ini sendiri banyak menceritakan bagaimana tokoh utama dalam cerita ini, yaitu Robert Langdon (seorang profesor atau ahli simbologi) dan Sophie Neveu (seorang kriptologi) memecahkan teka-teki yang dibuat dengan sangat jenius oleh Jacques Sauniere, kakek Sophie yang dibunuh secara misterius di tempat kerjanya.

Sementara itu, ada kelompok lain, yaitu Kelompok Konservatif Vatikan, Opus Dei yang membayang-bayangi perburuan mereka demi menguak lokasi penyimpanan Cawan Suci atau The Holy Grail, yang dijaga dan dirawat kesuciannya oleh Kelompok Priory of Sion, sebuah Kelompok Kristen Independen yang sudah eksis sebelum jatuhnya Yerusalem di tangan Raja Perancis. Selain itu, ada juga Captain Bezu Fache beserta jajaran Kepolisian Perancis yang ikut mengejar-ngejar mereka atas tuduhan pembunuhan yang tidak pernah dilakukan oleh mereka.

Selain di Museum Louvre di Paris, ada banyak sekali tempat-tempat bersejarah lainnya yang ada di Perancis dan Inggris yang juga diceritakan dengan cukup detail termasuk latar belakangnya di buku ini. Karya-karya seni terutama lukisan, juga ikut digambarkan dan diulas dalam buku ini untuk mengiringi cerita pencarian harta karun The Holy Grail, serta seniman-seniman kelas dunia. Namun, dari semua yang diungkapkan dalam novel ini, cerita ini sebenarnya berpusat pada Leonardo Da Vinci dan karya-karya seninya.

bukuKoleksi dan Dapatkan Bukunya Disini!

Kamu juga bisa baca versi e-booknya di sini >>> The Da Vinci Code

6. Berani Tidak Disukai (Courage to be Disliked)

bukuKoleksi dan Dapatkan Bukunya Disini!

Beberapa tahun lalu, Seungkwan membagikan foto buku ini di situs fancafe. Buku ini mengupas tentang hal-hal yang sebaiknya harus atau tidak dilakukan agar bisa bahagia. Buku ini terdiri dari 2 seri, yaitu Berani Tidak Disukai, sedangkan yang kedua adalah Berani Bahagia.

Buku karya Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga ini berhasil menjadi salah satu buku best seller di Jepang pada 2014 lalu. Ichiro sendiri dikenal sebagai salah satu filsuf, sekaligus Adlerian psikolog ternama asal Jepang.

Lewat buku ini, penulis mengajak setiap orang untuk berani menjadi diri sendiri. Karena banyak orang yang rela mengikuti keinginan orang lain agar disukai, tapi berujung membuat mereka kehilangan jati diri mereka sendiri.


Baca juga: 10 Buku Self Improvement Best Seller Hingga Pertengahan Tahun 2021


7. Keajaiban Toko Kelontong Namiya (The Miracles of the Namiya General Store)

bukuKoleksi dan Dapatkan Bukunya Disini!

Buku karya Keigo Higashino ini direkomendasikan oleh Wonwoo, selaku member yang dikenal gemar membaca buku. Buku ini mengisahkan Shota, Atsuya dan Kohei yang merupakan sekelompok kawanan pencuri kelas teri. Saat itu mereka sedang dikejar polisi tapi mobil mereka mendadak bermasalah, mereka pun harus bersembunyi. Setidaknya mereka harus bersembunyi sampai subuh tiba. Sebuah toko yang tampaknya sudah lama tak berpenghuni pun mereka pilih. Toko tersebut adalah Toko Kelontong Namiya.

"Seandainya mereka tidak berkeinginan menjalani hidup dengan baik dan tekun, mungkin jawaban apa pun yang kuberikan tidak akan ada gunanya bagi mereka." Keigo Higashino, Keajaiban Toko Kelontong Namiya halaman 173.

Awalnya hanya ingin bersembunyi dan tidur sampai keesokan pagi. Akan tetapi, Shota, Atsuya, dan Kohei malah mendapatkan pengalaman aneh. Ada surat-surat yang datang melalui pintu gulung toko. Surat-surat itu berisi curahan hati soal masalah yang dihadapi oleh pengirimnya. Mereka meminta saran kepada pemilik toko tersebut, yang tak lain bernama Kakek Namiya. Shota, Atsuya, dan Kohei yang menerima surat itu bingung.

Mereka bertiga memutuskan untuk membalas setiap surat yang masuk. Setiap surat balasan yang selesai ditulis akan dimasukkan di kotak susu. Anehnya lagi ternyata pengirim-pengirim surat tersebut adalah sosok-sosok yang berasal dari masa lalu. Ada aliran waktu yang aneh terjadi pada malam itu. Hanya satu malam itu saja.

Namun ternyata, surat-surat itu membawa mereka dalam petualangan melintasi waktu, menggantikan peran kakek pemilik toko kelontong yang menghabiskan tahun-tahun terakhirnya memberikan nasihat tulus kepada orang-orang yang meminta bantuan. Hanya untuk satu malam. Dan saat fajar menjelang, hidup ketiga sahabat itu tidak akan pernah sama lagi.

8. Sebelum Mengenalmu (Me Before You)

bukuKoleksi dan Dapatkan Bukunya Disini!

Melalui buku ini Wonwoo kembali memberi ulasan, jika buku bergenre romantis ini sangat membuatnya sedih. Kisah yang tidak biasa antara Will dan Lou. Will yang mengidap sebuah penyakit langka akibat sebuah kecelakaan, bertemu dengan Lou yang menjadi perawatnya, membuat Wonwoo merasa terharu sekaligus takjub akan kisah cinta mereka.

Lou Clark tahu banyak hal. Dia tahu berapa langkah jarak antara halte bus dan rumahnya. Dia tahu dia suka sekali bekerja di kedai kopi The Buttered Bun, dan dia tahu mungkin dia tidak begitu mencintai pacarnya, Patrick.  

Tetapi Lou tidak tahu bahwa dia akan kehilangan pekerjaannya, dan peristiwa apa saja yang akan menyusul kemudian. Setelah mengalami kecelakaan, Will Traynor tahu, jika dia sudah tidak berminat lagi untuk melanjutkan hidupnya. Dunianya kini menyusut dan tak ada lagi suka cita. Dan dia tahu betul, bagaimana mesti menghentikannya.  

Namun Will tidak tahu bahwa sebentar lagi Lou akan masuk ke dunianya dengan membawa warna-warni ceria. Mereka berdua sama-sama tidak menyadari, betapa mereka akan membawa perubahan besar ke dalam kehidupan satu sama lain.

Dari sana, kisah mereka bermula dan mereka mulai memberi pengaruh yang lebih baik terhadap kehidupan masing-masing. Tapi akhir dari cerita ini, mungkin mengharuskan kita untuk menyediakan tissue.


Baca juga: Novel Populer Jojo Moyes yang Diangkat Menjadi Film


9. The Things You Can See Only When You Slow Down

bukuKoleksi dan Dapatkan Bukunya Disini!

Buku kali ini direkomendasikan oleh The8. Berisi tentang ajakan untuk tetap tenang dan sadar jika hidup di tengah dunia yang serba cepat ini. Dan jika kamu ingin melambat maka tidak apa-apa. Langkah setiap orang tidak harus selalu sama.

Biarkan hidup dengan pelan-pelan untuk menjadi yang lebih baik. Tidak apa-apa melambat, istirahat dan berhenti sejenak dalam hidup ini. Karena nyatanya banyak hal-hal yang baru kita sadari keberadaannya, hanya ketika kita sedang melambatkan diri.

10. Terimakasih Sudah Mengatakannya

bukuKoleksi dan Dapatkan Bukunya Disini!

Buku terakhir ini direkomendasikan oleh DK, yang berisi kumpulan esai tentang berbagai cara berkomunikasi. Khususnya tentang ucapan atau perkataan. Efek dari sebuah perkataan itu tidak bisa di pandang sebelah mata. Ia bisa menjadi sebuah kalimat untuk menguatkan, membahagiakan, namun juga bisa malah sebaliknya, menyakiti maupun menjatuhkan.

Buku ini menjadi buku best seller, karena penulis berbagi cara melakukan sebuah percakapan tanpa menyakiti lawan bicara, dan tanpa membuat lawan bicara menjadi bingung.  


Baca juga:

Dear Army, Ini Buku Rekomendasi dari Member BTS untuk Kamu

Rekomendasi Buku yang Dibaca Jisoo Blackpink


Nah, itu dia beberapa buku rekomendasi yang dibaca para member SEVENTEEN. Segera checkout bukunya yuk di Gramedia.com. Dan kamu bisa lihat berbagai promo diskon yang sedang berlangsung, dengan klik gambar di bawah ini ya.

kumpulanTemukan Semua Promo Spesial di Sini!

Buat kamu yang ingin berbelanja dari rumah, bisa gunakan layanan "Pesan Antar". Chat melalui WhatssApp produk yang ingin kamu beli, lalu bisa pilih pengiriman secara instant (khusus untuk Jabodetabek ya). Dan paketmu tiba di rumah lebih cepat deh!

PesanKlik untuk Info Lebih Lanjut dan Pesan Via Whatsapp!


Sumber foto header: twitter.com/pledis_17


Enter your email below to join our newsletter

comments powered by Disqus