Higehiro: Kisah Hangat Tentang Rumah, Batasan, dan Kedewasaan yang Menggugah Hati!
Pernahkah kamu membayangkan, bagaimana jika dua orang asing yang sama-sama memiliki luka batin, dipertemukan oleh keadaan, lalu perlahan menjadi tempat pulang satu sama lain? 🖐🙋♀️
Lewat Higehiro: After Being Rejected, I Shaved and Took in a High School Runaway, pembaca diajak menyelami pertemuan yang terasa ganjil, canggung, sekaligus hangat.
Diadaptasi dari light novel karya Shimesaba dan divisualkan oleh Imaru Adachi, kisah ini berpusat pada Yoshida, karyawan kantoran 26 tahun yang baru saja patah hati, serta Sayu, siswi SMA yang memilih kabur dari rumah dan hidup berpindah-pindah.
Tanpa motif tersembunyi, Yoshida menawarkan Sayu tempat tinggal. Dari keputusan sederhana itu, dimulailah cerita yang tidak sekadar dramatis, tetapi juga reflektif, tentang batasan, empati, dan arti tanggung jawab. 🤗
Dinamika Emosional yang Tumbuh Perlahan
Di permukaan, premisnya mungkin terkesan kontroversial dan memancing banyak pertanyaan. Namun, alih-alih mengandalkan romansa instan, cerita ini berdiri di atas garis moral yang jelas. Yoshida digambarkan sebagai sosok dewasa yang sadar posisi dan tanggung jawabnya. Ia tidak memanfaatkan situasi. Ia memilih menjaga.
Sementara itu, Sayu hadir sebagai remaja dengan luka yang tidak sederhana. Pelariannya dari rumah menyimpan trauma keluarga dan rasa sepi yang menahun. Melalui interaksi kecil sehari-hari, pembaca melihat bagaimana kepercayaan dibangun perlahan, lewat gestur sederhana dan percakapan yang jujur.
Isu sosial seperti pelarian remaja, relasi yang timpang, hingga kesepian di kota besar diangkat dengan pendekatan yang tenang. Tidak meledak-ledak, tetapi mengendap. Hubungan Yoshida dan Sayu berkembang dalam ruang yang penuh kehati-hatian, membuat setiap momen terasa manusiawi.
Baca juga: Dead Mount Death Play: Saat Mantan 'Final Boss' Cuma Ingin Hidup Damai di Tokyo!
Mengapa Higehiro Layak Masuk Daftar Bacaan?
Ini beberapa hal yang bikin Higehiro menarik untuk masuk ke dalam list bacaan kamu!
Tema yang dewasa dan reflektif
Cerita ini berbicara tentang trauma, pencarian makna rumah, serta arti kehadiran seseorang di saat paling rapuh. Setiap bab menghadirkan perenungan kecil yang terasa dekat dengan realitas.
Karakterisasi yang kuat
Yoshida bukan protagonis klise yang digerakkan fantasi. Ia realistis, sabar, dan memegang prinsip. Sayu pun tidak ditampilkan sebagai karakter satu dimensi. Pergulatan batinnya terasa nyata dan perlahan berkembang seiring cerita.
Ilustrasi ekspresif
Lewat gaya gambar Imaru Adachi yang bersih dan lembut, ekspresi tokoh dalam komik ini mampu merangkum setiap emosi yang muncul. Mulai dari tatapan ragu, hingga senyum tipis yang penuh arti, semua itu hadir tanpa terasa miss. Panel-panelnya memberi ruang bagi pembaca untuk berhenti dan merasakan.
Narasi menyentuh
Dialog dan monolognya sering membuat kita terdiam sejenak. Ada banyak kalimat sederhana yang terasa menampar pelan, terutama tentang batasan dan makna kepedulian.
Edisi Resmi di Indonesia
Di Indonesia, seri ini diterbitkan oleh Penerbit M&C! melalui imprint Akasha, yang dikenal menghadirkan judul dengan tema lebih matang. Kehadiran edisi lokal memungkinkan pembaca menikmati ceritanya secara legal dengan kualitas terjemahan yang nyaman dibaca.
Selain hadir dalam versi manga, Higehiro juga telah diadaptasi menjadi anime pada 2021 dan sempat ramai diperbincangkan karena temanya yang sensitif.
Meski demikian, versi komik menawarkan pengalaman yang lebih intim. Panel bisa dinikmati perlahan, ekspresi dapat diamati lebih lama, dan emosi terasa lebih personal.
Berikut beberapa seri yang bisa kamu dapatkan melalui gramedia.com!
Higehiro 01
Sepulang kerja dalam keadaan mabuk setelah ditolak perempuan yang ia sukai, Yoshida tak sengaja bertemu seorang siswi SMA yang terlunta-lunta di jalanan. Gadis itu bernama Sayu, pelarian dari rumah yang sudah lama hidup berpindah-pindah tempat. Yoshida kemudian memutuskan menawarinya tempat tinggal, tanpa meminta imbalan apa pun.
Volume pertama membuka kisah tentang dua orang asing yang tinggal di bawah satu atap, dipertemukan oleh luka masing-masing. Di balik premis yang terdengar kontroversial; cerita ini turut menyoroti batasan, tanggung jawab, dan upaya saling menjaga sebagai sesama manusia. Hubungan mereka perlahan bergerak ke arah yang hangat dan penuh kehati-hatian.
Higehiro 02
Memasuki volume kedua, kecanggungan mulai berubah menjadi kedekatan yang lebih jujur. Akan tetapi, di balik rutinitas keseharian mereka, Sayu menyimpan kegelisahan. Ia terbiasa “membayar” kebaikan orang lain demi bisa bertahan hidup, sehingga kebaikan tulus Yoshida justru membuatnya bingung dan takut kehilangan tempat berlindung.
Konflik batin Sayu menjadi sorotan utama. Ia harus belajar bahwa tidak semua hubungan dibangun atas transaksi. Sementara itu, Yoshida tetap teguh pada batasannya, berusaha membuktikan bahwa kepedulian bisa hadir tanpa syarat.
Higehiro 03
Kehidupan bersama Yoshida perlahan membawa perubahan bagi Sayu. Ia mulai bekerja paruh waktu dan mencoba menjalani hari-hari seperti remaja pada umumnya. Meski masa lalunya belum sepenuhnya hilang, Sayu pelan-pelan menemukan ritme hidup yang lebih sehat dan terarah.
Di sisi lain, Yoshida pun ikut bertumbuh. Interaksinya dengan Sayu membuatnya melihat kembali pilihan hidup dan perasaannya sendiri.
Higehiro 04
Hubungan Sayu dengan orang-orang di sekitar Yoshida mulai mencair, termasuk dengan Gotou, rekan kerja yang selama ini dekat dengan Yoshida. Lingkar pertemanan yang semakin luas memberi Sayu pengalaman baru tentang kepercayaan dan penerimaan.
Namun, ketenangan itu tak sepenuhnya tanpa gangguan. Sosok dari luar kembali mengusik perasaan Sayu dan memaksanya menghadapi bayangan masa lalunya.
Ketika Rumah Menjadi Perasaan
Higehiro adalah kisah tentang hadirnya seseorang di saat paling rapuh. Tentang batas yang dijaga dengan sadar, tentang rumah yang tidak selalu berbentuk bangunan, serta rasa aman yang perlahan hadir ketika berada di samping seseorang.
Kalau kamu mencari manga dengan lapisan emosi yang lebih dalam dari romansa remaja biasa, Higehiro layak masuk daftar bacaan berikutnya. Kabar baiknya, koleksi Higehiro bisa kamu dapatkan melalui Gramedia.com.
Kabar baiknya lagi, kamu juga bisa memanfaatkan promo Comic Universe Februari untuk mengoleksi komik terbitan Elex Media Komputindo, M&C!, dan Bhuana Ilmu Populer dengan diskon hingga 25%.
Promo ini berlangsung sampai 24 Februari 2026, Grameds. So, catat tanggalnya dan lengkapi rak bukumu dengan kisah Higehiro atau judul favorit lainnya dengan harga yang lebih hemat. 😉
Baca juga: Visual Imut, Cerita 'Maut': Mengapa Takopi’s Original Sin Begitu Menyesakkan Dada?
✨ Oh ya, jangan lupa juga buat dapetin penawaran spesial dari Gramedia.com! Cek promonya di bawah ini agar belanja kamu jadi lebih hemat! ⤵️