Hari Puisi Nasional 2024: Menunaikan Ibadah Puisi bersama Joko Pinurbo

Hari Puisi Nasional 2024: Menunaikan Ibadah Puisi bersama Joko Pinurbo

Grameds, kamu tahun nggak, tanggal 28 April diperingati sebagai Hari Puisi Nasional?

Hari Puisi Nasional dirayakan untuk memberikan penghormatan kepada Chairil Anwar, sang Bapak Puisi, yang wafat di tanggal 28 April 1949. Kontribusi Chairil Anwar terhadap sastra puisi di Indonesia dinilai sangat berarti, sehingga peringatan ini selalu dirayakan oleh para penyair dan pembaca puisi di Indonesia setiap tahunnya.

Tentunya, telah banyak penyair Indonesia yang turut melahirkan karya luar biasa yang patut kita apresiasi juga. Salah satunya adalah Joko Pinurbo.

Pasti kamu sudah familiar bukan dengan nama penyair ini? Kalau belum, sini Gramin kenalin dengan Pak Joko Pinurbo!

Profil Joko Pinurbo

Sumber: kompas.com

Joko Pinurbo, lebih dikenal dengan sapaan Jokpin, lahir pada tanggal 11 Mei 1962 di Sukabumi. Sejak duduk di bangku SMA, karya-karyanya mulai diterima oleh berbagai media. Hingga pada tahun 1999, ia menerbitkan buku kumpulan puisi pertamanya yang bertajuk Celana.

Sepanjang karirnya sebagai penyair, Joko Pinurbo telah meraih banyak penghargaan. Di antaranya, Penghargaan Buku Puisi Dewan Kesenian Jakarta (2001), Sih Award (2001), Hadiah Sastra Lontar (2001), Tokoh Sastra Pilihan Tempo (2001, 2012), Penghargaan Sastra Badan Bahasa (2002, 2014), Kusala Sastra Khatulistiwa (2005, 2015), dan South East Asian (SEA) Write Award (2014).

Puisi-puisi karya Joko Pinurbo kerap menampilkan kesederhanaan dari hal-hal yang sering kita temui di sekitar kita. Menurut Jokpin, segala hal di sekitar kita adalah sumber inspirasi untuk puisi. Meski menghasilkan banyak karya, Joko Pinurbo juga pernah mengalami rintangan dalam karirnya–hingga ia pernah membakar banyak sajak-sajaknya yang dirasa gagal. Namun, semangatnya tak pernah padam. Ia terus menulis dan mengeksplor kemampuannya dalam mengolah diksi menjadi puisi dan memperoleh deretan penghargaan bergengsi.

Supaya kamu bisa berkenalan lebih jauh dengan Pak Joko Pinurbo, lihat ringkasan buku-buku puisinya berikut ini, yuk!

Kumpulan Puisi Karya Joko Pinurbo

Celana

HariBaca Puisinya di Sini!

Konon, setelah berlayar mengelilingi bumi,
Columbus pun akhirnya menemukan
sebuah benua baru di dalam celana
dan Stephen Hawking khusyuk bertapa di sana.

Buku Celana karya Joko Pinurbo merupakan kumpulan puisi sederhana dan bermakna. Selain terkenal dengan gaya penulisan puisinya yang humor dan nyeleneh, kosakata dalam buku ini juga segar dan mengejutkan. Didominasi oleh tema-tema seputar celana, ranjang, kuburan, perempuan, boneka, dan pembunuhan, semua tema tersebut dikemas dalam bentuk yang jenaka. Terdapat 44 sajak karya Joko Pinurbo dan ditutup oleh kata-kata dari Sapardi Djoko Damono. Puisi-puisi dalam buku akan menceritakan perjuangan, demonstrasi, aktivis-aktivis yang hilang, dan kebebasan menyuarakan pendapat yang pada masa itu dapat dikatakan sebagai hal yang sulit untuk dilakukan.

Kekasihku

HariBaca Puisinya di Sini!

Kupetik pipinya yang ranum,
kuminum dukanya yang belum: Kekasihku,
senja dan sendu telah diawetkan dalam kristal matamu.

Kumpulan puisi dalam buku Kekasihku mengangkat tema keluarga, terutama hubungan ibu dan anak yang paling halus dan menyentuh hati. Kepiawaian Joko Pinurbo merangkai kata berhasil membuat pembaca kembali jatuh cinta. Tidak hanya tersentuh, kamu juga tetap akan dibuat tertawa dengan humor khas Jokpin, dan sesekali terharu.

Kepada Cium

HariBaca Puisinya di Sini!

Anda boleh menulis puisi
untuk atau kepada siapa saja
asal jangan sampai lupa
menulis untuk atau kepada saya.
Siapakan saya? Saya adalah Kata.

Buku Kepada Cium karya Joko Pinurbo ini berisi 30 puisi Joko Pinurbo yang ditulis sepanjang tahun 2005-2006. Melalui peristiwa-peristiwa yang tampak kecil dan sederhana, imajinasinya yang liar dan lembut mengajak kita mengembara, menyelami relung-relung sunyi dalam hubungan manusia dengan dunia di dalam dirinya dan dunia di luar dirinya.

Buku Latihan Tidur

HariBaca Puisinya di Sini!

Misal Aku datang ke rumahmu
dan kau sedang khusyuk berdoa,
akankah kau keluar dari doamu
dan membukakan pintu untukKu?

Dalam Buku Latihan Tidur, Joko Pinurbo kembali memamerkan kepiawaiannya mengolah kata. Meski diksi yang ia gunakan cenderung sederhana, di pena Joko Pinurbo, kata tersebut berubah menjadi ajaib. Permainan kata yang cerdik, dibarengi dengan satir yang jenaka dan menyentil pembaca membuat buku ini menjadi salah satu buku kumpulan puisi karya Joko Pinurbo yang wajib kamu baca.

Perjamuan Khong Guan

HariBaca Puisinya di Sini!

Tuhan, ponsel saya
rusak dibanting gempa
Nomor kontak saya hilang semua
Satu-satunya yang tersisa
Adalah NomorMu

Tuhan berkata :
Dan itulah satu-satunya Nomor
Yang tak pernah kau sapa

Lewat hal sesederhana kaleng Khong Guan, Joko Pinurbo menuangkan keresahannya mengenai kehidupan sosial dan beragama di Indonesia. Meski terlihat sederhana, makna tulisannya yang dalam akan terasa seperti tamparan. Uniknya, puisi-puisi ini dibagi dalam subbab yang dijuduli Kaleng Satu, Kaleng Dua, dan seterusnya. Menurut beberapa pembaca, kumpulan puisi Jokpin yang ini punya alur cerita untuk diikuti. Menurut kamu gimana, Grameds?🤔

Surat Kopi

HariBaca Puisinya di Sini!

Lima menit menjelang
minum kopi, aku ingat pesanmu:
“Kurang atau lebih
setiap rezeki perlu dirayakan
dengan secangkir kopi.”

Surat Kopi ditulis dari tahun 2014 sampai 2014. Berkat karyanya Surat Kopi ini, Joko Pinurbo mendapatkan penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa tahun 2015 melalui kategori Puisi.  Buku ini sama seperti karya puisi-puisi Joko Pinurbo sebelumnya. Puisi Surat Kopi ditulis sangat sederhana dengan bahasa yang mudah dipahami. Makna dalam puisi dikemas dengan jelas dan lugas. Kepiawaiannya Jokpin dalam menulis melahirkan puisi-puisi yang indah.

Selamat Menunaikan Ibadah Puisi

HariBaca Puisinya di Sini!

Selamat Menunaikan Ibadah Puisi merangkum beberapa puisi terbaik dari Joko Pinurbo dari buku-bukunya yang terdahulu. Seperti halnya bercerita, dalam kumpulan puisinya, Joko Pinurbo menjadikan hidup sehari-hari rakyat biasa sebagai pokok soal utama. Mulai dari hubungan orang tua, barang-barang di sekitar yang cenderung dianggap tak berarti, sampai kehidupan rakyat sehari-hari, semuanya disajikan dalam syair yang penuh metafora yang tak terlampau tinggi. Tidak melulu serius, namun juga disajikan penuh humor ataupun mengakhiri puisi dengan kalimat tak terduga.

Dari deretan karya Joko Pinurbo tersebut, ada yang sudah kamu baca belum, Grameds?

Kalau belum, kamu wajib banget membaca karya Joko Pinurbo, minimal sekali seumur hidup!😊 Segera temukan buku puisi karya Joko Pinurbo favoritmu di Gramedia.com dan nikmati puisi-puisinya sambil merayakan Hari Puisi Nasional 2024.

Dan seperti yang Joko Pinurbo sampaikan dalam syairnya; selamat menunaikan ibadah puisi!✒️✨

kumpulanTemukan Semua Promo Spesial di Sini!


Sumber gambar header: Instagram @joko_pinurbo

Penulis: Puteri C. Anasta


Enter your email below to join our newsletter